Perbankan
( 2293 )Ramai Konsolidasi, Bank Digital Makin Diminati
JAKARTA, ID – Disrupsi dan perkembangan teknologi informasi menciptakan inovasi secara berkelanjutan dan tidak terbatas. Perkembangan industri perbankan di Indonesia pun diramaikan dengan tren kemunculan bank digital dengan mengubah bank kecil menjadi bank digital lewat sejumlah aksi korporasi. Di sisi lain, sepanjang tahun 2022 bank juga berlomba melakukan aksi korporasi guna memenuhi aturan modal inti minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, jika tidak penuhi aturan modal inti Rp 3 triliun sampai batas waktu akhir Desember 2022, OJK akan memberi sanksi kepada bank umum. Mulai dari dipaksa merger, turun kasta menjadi bank perkreditan rakyat (BPR), hingga diminta melakukan self liquidation (likuidasi secara sukarela). Berdasarkan Pasal 8 dari Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, tertulis bahwa bank wajib memenuhi modal inti minimum yang ditetapkan oleh OJK. Modal inti minimum paling sedikit Rp 3 triliun dan wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2022. OJK pun memberikan waktu yang cukup bagi bank-bank mini menambah permodalannya selama tiga tahun sejak 2020. (Yetede)
Transformasi (Hijau) Sektor Keuangan
RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK telah disahkan pada Kamis (15/12). Dalam pendapat akhir Presiden yang dibacakan Menkeu, pemerintah mengapresiasi DPR yang menginisiasi UU P2SK sebagai momentum reformasi sektor keuangan demi masa depan bangsa yang lebih sejahtera. Omnibus law Sektor Keuangan ini mencakup 17 UU, antara lain UU BI, UU OJK, UU Lembaga Penjamin Simpanan, serta UU Perdagangan Berjangka Komiditi, UU Koperasi, dan UU Sistem Jaminan Sosial. Dibandingkan dengan omnibus law Cipta Kerja, reformasi perundangan sektor keuangan ini tak banyak menimbulkan perdebatan. Fokusnya justru bagaimana mengakselerasi implementasi melalui peraturan perundangan turunannya. Salah satu tema menarik dan baru dari UU P2SK adalah bab dan pasal mengenai keuangan berkelanjutan, selain bab dan pasal mengenai keuangan digital serta uang (aset) kripto. Hal ini menunjukkan UU P2SK berorientasi pada perkembangan terkini di sektor keuangan. Dalam hal keuangan berkelanjutan, UU P2SK merupakan tonggak penting transformasi hijau yang memungkinkan terbangunnya ekosistem sektor keuangan dalam merespons persoalan perubahan iklim yang menghantui dunia.
Perhatian UU P2SK terhadap isu berkelanjutan tampak pada Pasal 1 mengenai Ketentuan Umum No 25 yang menyatakan Keuangan Berkelanjutan sebagai sebuah ekosistem dengan dukungan menyeluruh berupa kebijakan, regulasi, norma, standar, produk, transaksi, dan jasa keuangan yang menyelaraskan kepentingan ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial dalam pembiayaan kegiatan berkelanjutan dan pembiayaan transisi menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Secara khusus, penerapan keuangan berkelanjutan diatur dalam Bab XVII yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama mengatur penerapan keuangan berkelanjutan bagi pelaku usaha sektor keuangan, emiten, serta perusahaan publik. Bagian kedua mengatur kebijakan, dukungan, dan mekanisme koordinasi pengembangan keuangan berkelanjutan. Terbitnya kerangka hukum terkait dengan keuangan berkelanjutan sangat relevan dengan momentum domestik ataupun global. KTT G20 di Bali menyepakati inisiatif transisi energi berkeadilan atau just energy transition partnership senilai 20 miliar dollar AS serta peluncuran kerangka transisi energi atau energy transition mechanism di Indonesia.Dalam kerangka makroprudensial, pada awal 2020 Bank of International Settlement telah menerbitkan paper berjudul The green swan; Central banking and financial stability in the age of climate change, yang bisa menjadi rujukan pokok. Sudah saatnya BI mengambil posisi memimpin dalam pengembangan inisiatif Green Swan agar tercipta ekosistem kebijakan yang komprehensif dalam mendukung keuangan berkelanjutan. (Yoga)
Jokowi dan Erick Thohir Harapkan BRI Terus Gerakan Ekonomi
JAKARTA, ID – Pemerintah optimistis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di usianya yang menginjak ke-127 tahun akan menjadi perpanjangan tangan dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Presiden RI Joko Widodo turut memberikan apresiasi dan harapannya. Presiden Jokowi menilai dalam rentang waktu 127 tahun, BRI berhasil melewati berbagai krisis dan tantangan. Namun, itu saja tidak cukup, BRI wajib untuk terus berinovasi dengan aman, prudent dan berkesinambungan sehingga ke depan mampu untuk menjawab tantangan yang semakin besar. “Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-127 (untuk) BRI. Terus tumbuh menjadi bank kebanggaan negeri menggerakkan ekonomi bangsa,” ungkap Presiden dalam keterangannya, Senin (19/12/2022). Apresiasi dan harapan serupa diungkapkan pula oleh Menteri BUMN Erick Thohir kepada bank pemberdaya UMKM yang telah hadir sebagai bank milik rakyat Indonesia sejak 1895 tersebut. Menurut Erick, sebagai satu di antara bank nasional terbesar di Indonesia, BRI telah turut berperan aktif dalam menjalankan berbagai program untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (Yetede)
Perbankan Akan Perbesar Pembiayaan ke Sektor Hijau
Perbankan di Indonesia juga berupaya mendorong pembiayaan berkelanjutan atau berbasis
environmental, social and governance
(ESG). Komitmen itu tidak hanya datang dari bank asing yang beroperasi di Indonesia, melainkan juga dari bank lokal. Dari jajaran bank asing, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) akan memperkuat pembiayaan ESG, terutama yang berbasis lingkungan.
Pancaran Affendi,
Head of Global Corporate
and Institutional Banking
for Indonesia MUFG mengatakan, saat ini MUFG sudah memiliki beberapa
pipeline
pembiayaan berbasis sosial. Sedangkan penyaluran pembiayaan berbasis lingkungan ada satu transaksi yang ditargetkan terjadi tahun depan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) per September 2022 mencatat kredit berkelanjutan Rp 172,7 triliun atau 25,1% dari total kreditnya. Sebesar Rp 73,9 triliun merupakan kredit hijau dan sisanya kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Hera F Haryn SVP Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA mengatakan, kredit hijau yang sudah disalurkan BCA berasal dari proyek energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, sektor yang melakukan efisiensi energi, manajemen pengelolaan air berkelanjutan,
green building,
dan lain-lain.
BRI Rayakan HUT ke 127 Bersama 40 Ribu Pekerja
JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tepat berusia 127 tahun pada Jumat, 16 Desember 2022, lalu. Puncak peringatan HUT perseroan tahun ini yang mengusung tema “Tumbuh dan Tangguh”, dilakukan dengan menggelar BRILian Fest pada Minggu (18/12/2022) di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Ini sebagai apresiasi kepada seluruh keluarga Insan BRILian (pekerja BRI) yang telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk Memberi Makna Indonesia. Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama BRI Sunarso membuka langsung perayaan BRILian Fest yang diikuti sekitar 40 ribu Insan BRILiaN beserta keluarganya se-Jabodetabek. Turut hadir pula jajaran komisaris maupun direksi BRI Group. BRILiaN Fest menghadirkan berbagai acara dan aktivitas yang didedikasikan untuk Insan BRILiaN seperti family gathering, showcase dan hiburan yang diisi oleh Iwan Fals, Slank, Rossa, Padi Reborn, Andmesh, Nella Kharisma, RAN, Yura Yunita, Ayu Ting Ting, Marion Jola, Cokelat, Payung Teduh x Pusakata, dan Diskopantera. (Yetede)
Kontribusi Dividen dan Pajak Himbara Melonjak Jadi Rp 64 Triliun
JAKARTA, ID – Kinerja bank-bank pelat merah atau Himpunan Bank Negara (Himbara) terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal ini ditunjukkan dari berbagai indikator keuangan yang dibukukan pada kuartal III-2022. Dana pihak ketiga (DPK) Himbara misalnya, tumbuh 5,7% year on year (yoy) dari Rp 3.309 triliun menjadi Rp 3.499 triliun. “Pertumbuhan DPK ini cukup kuat menopang pertumbuhan kredit yang dikucurkan oleh Himbara di tengah ketidakpastian global saat ini,” ungkap Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya, Minggu (18/12/2022). Selain DPK, Himbara juga memberikan kontribusi dividen dan pajak kepada negara tumbuh 19,3% (yoy) dari Rp 53,6 triliun pada kuartal III- 2021 menjadi Rp 64 triliun pada kuartal III-2022. Sementara kontribusi devidennya sendiri mencapai Rp 24,6 triliun atau 61,8% dari total dividen yang dibayarkan BUMN sebesar Rp 39,7 triliun pada tahun anggaran 2022. “Saya selalu mengingatkan, bahwa BUMN harus sehat agar punya program yang dapat mendorong ekonomi kerakyatan, termasuk UMKM. Patut diingat UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia akan mampu menjadi penggerak dan pencetak lapangan kerja,” tambah Erick. (Yetede)
BRI Komitmen Dukung UMKM yang Makin Tumbuh
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen untuk terus menumbuhkembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia agar dapat bangkit dari keterpurukan karena pandemi, terus tumbuh, dan makin tangguh ke depannya. Hal tersebut didukung dengan kembali menggelar UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022 untuk keempat kalinya. Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan, jumlah peserta meningkat dari 500 UMKM di tahun lalu menjadi 500 UMKM bazar dan 250 UMKM showcase di tahun ini. Nilai transaksi dari Rp 10,3 miliar di tahun lalu juga ditargetkan meningkat menjadi Rp 15 miliar. Sementara dari sisi business matching, asal buyer dari 14 negara mencatat realisasi nilai kontrak ekspor US $ 65 juta atau sekitar Rp 1 triliun di tahun 2021. Kini dengan menggandeng 20 negara asal buyer, BRI menargetkan US$ 75 juta. “Tapi Alhamdulillah saya dapat laporan sudah jalan dari tanggal 8 Desember, realisasinya sudah UU$ 76,7 juta atau Rp 1,2 triliun,” ungkap Sunarso dalam Opening Ceremony UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (15/12/2022). Dia mengungkapkan, penyelenggaraan acara UMKM EXPO(RT) dilatarbelakangi keyakinan bahwa tugas utama negara yaitu menyejahterakan rakyat melalui pembukaan lapangan pekerjaan. Apalagi kontribusi UMKM yang mampu menyerap sebanyak 97% tenaga kerja nasional. Lewat pendekatan tersebut, dia meyakini sumber daya manusia nasional bisa dioptimalkan sebaik mungkin, yang pada akhirnya bakal memaksimalkan indeks jam kerja nasional. Negara yang demikian, diungkap Sunarso akan semakin mendekatkan masyarakatnya pada kesejahteraan. “Dengan latar belakang itulah perlu kita mendorong produk-produk UMKM supaya tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri, tapi juga kita jual ke luar melalui kegiatan yang kita sebut sebagai UMKM EXPO(RT),” beber dia.
UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 Catat Deal Business Matching Rp1,2Triliun
UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022, yang menjadi salah satu program PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dalam mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dan go international, mencatatkan kesepakatan bisnis hingga Rp1,2 triliun.Virtual business matching, salah satu kegiatan dalam UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 yang diselenggarakan pada 6–8 Desember 2022, telah menghasilkan 241 business matching activity, dengan total nilai kesepakatan mencapai US$76,7 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.Melalui virtual business match ing, pembeli internasional bertemu dan saling bernegosiasi dengan UMKM hingga tercapai kesepakatan transaksi bisnis yang saling menguntungkan. SelainSelain virtual business matching, UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 juga menghadirkan online expo, bazaaronline di marketplace Shopee dan Tokopedia, Live Shopping, Coaching Clinic, Podcast, Yuk Berkreasi, Business Matching, UMKM Haul, Nusantarasa, Sharing & Talkshow bersama ekspertis.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dan komitmen BRI sebagai agent of development untuk turut memajukan UMKM Indonesia.
Bank Umum di DKI Jakarta Sumbang 52,13% DPK Nasional
JAKARTA, ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai Provinsi DKI Jakarta mampu jadi memberikan kontribusi signifikan dan tetap menunjukkan resiliensinya di tengah berbagai tantangan. Tercermin dari dana pihak ketiga (DPK) bank umum di DKI Jakarta mencapai Rp 4.132,7 triliun per Oktober 2022, atau sekitar 52,13% dari total DPK bank umum nasional. Menurut Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih, sinyal positif tersebut ditunjukkan salah satunya dari perbankan di DKI Jakarta yang tumbuh dengan baik. “Ditandai oleh tumbuhnya dana pihak ketiga bank umum di DKI Jakarta, yang banyak didukung dari tumbuhnya giro yang mengindikasikan bahwa DPK siap digunakan untuk menopang aktivitas ekonomi,” ujar Lana secara virtual, Rabu (14/12/2022). Lana mengatakan, tumbuhnya ekonomi nasional sebesar 5,72% pada kuartal III-2022 tidak lepas dari dukungan perbankan. Secara nasional pertumbuhan kredit sebesar 11,95% (yoy) per Oktober, dan DPK nasional 9,41% (yoy). “Kalau di DKI, pertumbuhan DPK perbankan tercatat 12,4% (yoy), sedangkan nasional hanya 9,4%, artinya DPK DKI lebih tinggi, ini juga didukung dari bantuan sosial pemerintah, banyak yang menabung dan konsumsi,” kata Lana. (Yetede)
Laba BTN Melejit 41,51%
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melanjutkan pertumbuhan kinerja. Hingga November 2022, BBTN sudah mengantongi laba bersih Rp 2,79 triliun.
Nilai perolehan laba ini meningkat 41,51% dari total net profit
BTN sepanjang tahun 2021. Pencapaian tersebut sudah mendekati target laba bersih Bank BTN tahun ini yang bisa menembus angka Rp 3 triliun.









