;
Tags

Perbankan

( 2293 )

OJK Siapkan Strategi Penguatan Perbankan

KT3 18 Jan 2023 Kompas

Guna memperkuat industri perbankan menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi tahun ini, OJK mencanangkan sejumlah strategi, antara lain, mendorong penguatan permodalan dan peningkatan efisiensi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, tahun 2023 masih akan diliputi ketidakpastian ekonomi domestik dan global, dipicu konflik geopolitik Rusia dan Ukraina yang belum menunjukkan akhir, inflasi dunia yang masih tinggi, dan normalisasi moneter kebijakan bank sentral yang bisa memicu arus modal keluar dari Tanah Air. ”Kami yakini perbankan tetap stabil. Namun, kami mendorong perbankan untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujar Dian pada webinar ”Tren Perbankan di Tahun 2023” yang diselenggarakan OJK Institute, di Jakarta, Selasa (17/1).

Untuk menghadapi tantangan tersebut, perbankan perlu terus memperkuat permodalan. Ia berkata, saat ini hampir seluruh perbankan bisa memenuhi permodalan inti minimal Rp 3 triliun. Permodalan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan bank dalam menghadapi gejolak. Selain itu, perbankan perlu terus meningkatkan efisiensi dalam operasionalnya. Untuk memperkuat daya tahan perbankan, OJK memperpanjang periode relaksasi kredit yang sebelumnya berakhir 31 Maret 2023 menjadi 31 Maret 2024. Sektor yang mendapatkan perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit ini adalah UMKM, sektor akomodasi, serta makanan-minuman. Selain itu, sektor industri dengan serapan tenaga kerja yang besar, seperti tekstil dan produk tekstil serta alas kaki, juga mendapat perpanjangan. (Yoga)


Sunarso: Himbara Tumbuh Agresif Tapi Hati-Hati di 2022

KT1 17 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sampai dengan akhir 2022 mengaku memperoleh kinerja yang tumbuh positif cenderung agresif. Namun, kinerja agresif tersebut tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga kualitas aset terjaga baik. Ketua Himbara Sunarso mengatakan, saat berdialog dengan Presiden Joko Widodo, pihaknya bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan lainnya memberikan masukan sekaligus laporan yang dilakukan industri pada 2022. “Alhamdulillah dari sisi perbankan, terutama saya sebagai Ketua Himbara menyampaikan walaupun laporan keuangan belum diterbitkan, tapi Insya Allah tahun 2022 Himbara bisa melampauinya dengan sangat baik. Kinerja kami solid, terutama kami masih bisa tumbuh agresif tapi hati-hati,” ujar Sunarso di Istana Merdeka secara virtual, Senin (16/1/2023). Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) ini juga mengungkapkan bahwa kehati-hatian yang dilakukan terbukti dari kualitas aset yang dapat dikelola jauh membaik. Menurut dia, hal tersebut tak lepas dari kebijakan OJK juga, termasuk kebijakan memperpanjang masa relaksasi untuk menentukan aktiva produktif yang memang dibutuhkan. (Yetede)

Bank of India Indonesia Segera Lakukan Right Issue

HR1 14 Jan 2023 Kontan

PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) akan melakukan penambahan modal melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Per September 2022, bank ini tercatat baru memiliki modal inti sebesar Rp 2 triliun. Bank of India (BOI) selaku pemegang saham utama dan pengendali akan melakukan injeksi modal ke BSWD sebesar Rp 1,3 triliun lewat rights issue tersebut. Berdasarkan prospektus rights issue yang diterbitkan pada Jumat (13/1), Bank of India Indonesia akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 2.38 miliar dengna nilai nominal Rp 200 per saham. Ini setara 50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setor right issue. Rights issue ini ditargetkan akan efektif pada 28 Februari 2023. Komposisi pemegang saham bank ini per 31 Desember 2022 terdiri dari BOI dengan porsi 86,04%, PT Panca Mantra Jaya 10,46%. Prakash Rupcahand Chugani 0,99% dan publik 2,51%.

2022, Kredit Kendaraan Bermotor Bank Mandiri Tumbuh 15,2%

KT1 13 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Sepanjang 2022 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil meraih kinerja positif. Bank yang fokus pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) ini mencatatkan pertumbuhan kredit 8,5% secara tahunan (year on year/yoy). Sampai akhir tahun 2022, BTN bisa dibilang cukup baik di bisnis kredit, yang tumbuh 8,5%. Terbesar masih dari KPR subsidi yang hampir mendekati double digit,” kata Wakil Direktur Utama BTN Nixon Lp Napitupulu dalam konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN secara virtual, Rabu (11/1/2023). Nixon menjelaskan, jika dilihat secara historis memang bisnis BTN adalah pada KPR, sehingga sudah wajar apabila pertumbuhan KPR yang menopang kinerja kredit perseroan. Menurut dia, yang menarik adalah pertumbuhan KPR pada segmen bawah lebih tinggi dibandingkan kelas menengah atas. (Yetede)

Kredit Perbankan Tumbuh 11,16 Persen

KT3 11 Jan 2023 Kompas

Per November 2022, kredit perbankan tumbuh 11,16 % secara tahunan, sedangan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,78 %. Tingkat pertumbuhan kredit dan DPK tersebut telah melampaui level prapandemi Covid-19. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Selasa (10/1) menyampaikan, kinerja industri perbankan selama 2022 mampu menahan tekanan global. (Yoga)

BRI Fokuskan Modal untuk Optimalisasi Profit

KT1 11 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengaku fokus mengalokasikan permodalannya untuk optimalisasi neraca guna memperoleh profit. Hal ini yang menjadi pertimbangan BRI dalam melakukan penyertaan modal atau aksi korporasi seperti akuisisi. Perseroan juga baru melakukan akuisisi Danareksa Investment Management (DIM) untuk memperkuat BRI Group. Hingga saat ini, BRI memiliki 10 perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group, di antaranya yakni Pegadaian, PNM, BRI Life, BRI Insurance, BRI Finance, BRI Ventures, BRI Danareksa Sekuritas, Bank Raya, BRI Remittance, dan DIM. Namun, pada saat PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjalankan aksi rights issue pada akhir tahun lalu, BRI tidak mengambil haknya. Hal ini menyebabkan kepemilikan saham BRI di BRIS menjadi terdilusi. (Yetede)

Fundamental Emiten Bank Tetap Solid

KT1 11 Jan 2023 Investor Daily H

JAKARTA, ID – Fundamental emiten perbankan nasional diprediksi tetap solid tahun ini di tengah ancaman resesi global dan kenaikan suku bunga acuan yang tetap agresif. Bahkan, laba bersih sektor perbankan diperkirakan masih mampu tumbuh di atas 10% dan menjadi motor pertumbuhan laba bersih emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Itu sebabnya, kalangan analis menilai, koreksi saham perbankan belakangan ini hanya bersifat sementara. Artinya, didorongpertumbuhan kinerja keuangan,saham bank masih berpotensi bangkit ke depan. Alhasil, kinerja saham emiten-emiten perbankan digadang-gadang bakal menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) selama 2023. Pada perdagangan Selasa (10/01/2023), saham-saham bank berguguran, seiring munculnya ketakutan bahwa dunia bakal dilanda resesi global dan aksi asing melepas saham bank besar. Sebanyak empat saham bank besar dari sisi market cap kompak menjadi pemberat IHSG, menggantikan peran saham batu bara pada perdagangan sehari sebelumnya. (Yetede)

Bank Sumut Siap Masuk Bursa

KT3 10 Jan 2023 Kompas

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara segera melepas saham ke publik. Bank Sumut menawarkan 2,93 miliar saham setara 23 % saham dalam penawaran saham perdana (IPO) ini. Potensi dana publik yang dihimpun Rp 1,02 triliun hingga Rp 1,49 triliun. ”Modal yang memadai ditambah dana segar dari IPO akan mendorong kinerja bank,” kata Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut Arieta Aryanti, Senin (9/1/2023). (Yoga)

IPO, Bank Sumut Targetkan Naik Kelas dengan Modal Inti Rp 6 Triliun

KT1 10 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Calon emiten PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (BSMT) atau Bank Sumut menargetkan dapat naik kelas menjadi Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aspirasi ini diperkirakan dapat terwujud dalam 1-2 tahun ke depan usai melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut Arieta Aryanti mengatakan, perseroan sebagai bank pembangunan daerah (BPD) terbesar kedua di luar Jawa harus siap dan bisa lebih besar lagi mendukung ekonomi Sumatera Utara serta memajukan transaksi keuangan daerah tersebut. “Bank Sumut modalnya sekarang Rp 4,3 triliun, masih dikategorikan KBMI 1, untuk KBMI 2 itu Rp 6 triliun. Langkah IPO ini kami tidak lama lagi dalam 1-2 tahun ke depan mau naik kelas ke KBMI 2. Itu milestone berikutnya,” ujar Arieta dalam konferensi pers secara virtual, Senin (09/01/2023). (Yetede)

Kuartal IV-2022, Kredit Perbankan Diprediksi Tumbuh 11,86%

KT1 10 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Industri perbankan memproyeksi pertumbuhan kredit bakal tumbuh 11,86% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal IV-2022. Sektor ekonomi yang menjadi motor pertumbuhan kredit adalah sektor perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta industri pengolahan. Berdasarkan Laporan Profil Industri Perbankan Triwulan III-2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada kuartal IV-2022 optimistis dengan indeks ekspektasi kinerja (IEK) sebesar 81 meningkat dari 80 pada kuartal III-2022. Optimismekinerja perbankan didorong oleh ekspektasi peningkatan penyaluran kredit yang berdampak pada peningkatan laba dan modal perbankan. Optimisme kenaikan pertumbuhan kredit didorong ekspektasi akan membaiknya permintaan, pertumbuhan kredit diperkirakan masih akan terus meningkat di tengah kondisi pemulihan   ekonomi pasca pandemi Covid-19  yang dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat untuk terus tumbuh. (Yetede)

Pilihan Editor