;
Tags

Perbankan

( 2293 )

2022, BCA Cetak Laba Berish Rp 40,74 Triliun

KT1 27 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 40,74 triliun sepanjang 2022, meningkat 29,6% secara tahunan (year on year/yoy). Perseroan juga membukukan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 64,14 triliun, tumbuh 13,6% (yoy). Perolehan profitabilitas tersebut juga didukung dari pendapatan non bunga dan yang tumbuh 5,8% (yoy) menjadi Rp 22,67 triliun. Sementara, beban operasional naik 8,2% (yoy) menjadi Rp 31,85 triliun. Laba operasional sebelum pencadangan (preprovision operating profit/PPOP) yang dihasilkan BCA pun meningkat 13,4% (yoy) mencapai Rp 54,97 triliun. Di samping itu, fungsi intermediasi juga turut mendukung kinerja BCA sepanjang 2022. BCA dan entitas anak menutup tahun 2022 dengan total penyaluran kredit tumbuh 11,7% (yoy) mencapai Rp 711,26 triliun, sejalan dengan pemulihan seluruh segmen kredit. “Kenapa profit kami besar? Itu karena kredit naik 11,7%, terbesar dari korporasi yang mewakili 45% dari portofolio kredit. Otomatis ini ada tambahan ke profitabilitas,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam konferensi pers Paparan Kinerja Tahun 2022, Kamis (26/1/2023). (Yetede)

Genjot Investasi, Bank Mandiri Kembali Gelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2023

HR1 26 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Mandiri Sekuritas akan kembali menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) pada 1 Februari 2023. Forum Investasi tahunan terbesar yang mengusung tema Prevailing Over the Turbulence diikuti lebih dari 20.000 peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk lebih dari 500 investor asing. MIF 2023 akan digelar secara hybrid. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan forum ini adalah forum berskala internasional yang sangat strategis untuk memahami kondisi ekonomi Global dan Indonesia terkini. Dia menuturkan forum ini akan menjadi ajang sinergi dan kolaborasi yang baik antara investor, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan dalam menangkap peluang pertumbuhan dan investasi yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Ribuan investor lokal dan internasional juga akan turut menghadiri MIF 2023 secara offline maupun daring,” ujar Panji, Selasa (24/1). MIF 2023 akan menekankan mengenai kebijakan hilirisasi industri dan upaya peningkatan nilai tambah. Sejumlah panel juga akan membahas isu terkait ekosistem environmental, social and governance (ESG), green economy, dan electric vehicle. MIF 2023 juga akan mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mengundang investor untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara.

TRANSFORMASI DAN INOVASI JADI KUNCI : BNI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

HR1 25 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI berhasil menutup 2022 dengan mencetak kinerja impresif dan berhasil melampaui konsensus pasar. Emiten berkode saham BBNI itu membukukan laba bersih Rp18,31 triliun, tumbuh 68% Year-on-Year (YoY). Ini merupakan perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI. Kinerja yang prima ini terwujud melalui kerja keras seluruh insan BNI dalam menjalankan kebijakan strategis yang ditetapkan, di tengah periode pemulihan ekonomi 2022 serta upaya memastikan agenda transformasi perusahaan terus berjalan sesuai dengan blueprint. BNI menyalurkan kredit sebesar Rp646,19 triliun tumbuh 10,9% YoY atau di atas target awal perusahaan yang sebesar 7-10%. Kredit BNI tidak hanya tumbuh optimal, juga mengalami perbaikkan kualitas. Rasio Non Performing Loan (NPL) turun sebesar 90 basis point (bps) secara tahunan menjadi 2,8%. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan dari sisi likuiditas, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) yang kuat sebesar 10,1% YoY, yang dihasilkan dari strategi perseroan untuk membangun transaction-based CASA, melalui penyediaan solusi keuangan dan transaksi yang komprehensif dan reliable. Royke menuturkan jumlah kredit yang direstrukturisasi dengan stimulus Covid juga terus menurun nilainya menjadi Rp49,6 triliun atau setara dengan 7,8% dari total kredit.

Kredit ke Sektor Hilirisasi Digenjot

HR1 24 Jan 2023 Kontan

Rencana pemerintah mendorong hilirisasi pada industri berbasis sumber daya alam bakal berdampak pada sektor perbankan. Terlebih, Presiden Joko Widodo meminta perbankan ikut berperan dalam mendukung hilirisasi. Para bankir pun menilai penyaluran kredit ke sektor hilirisasi memiliki prospek positif di tahun ini. Adapun data Bank Indonesia (BI) mencatatkan penyaluran kredit modal kerja dan investasi perbankan untuk industri pengolahan termasuk hilirisasi mencapai Rp 1.009,8 triliun per November 2022. Tumbuh 12,15% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari posisi yang sama tahun lalu mencapai Rp 900,4 triliun per November 2021. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan eksposur kredit ke sektor industri pengolahan termasuk industri hilir mencapai Rp 144 triliun pada November 2022. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha menyatakan industri pengolahan juga merupakan sektor prioritas Bank Mandiri dengan portfolio mencapai 15,7%. “Sehingga akan tetap menjadi salah satu fokus tumbuh kredit Bank Mandiri ke depannya. Lebih detail lagi, contoh beberapa sub sektor industri pengolahan hilir tersebut adalah industri makanan dan minuman, industri farmasi, industri pengolahan logam (smelter), industri pupuk, industri kimia, industri pakan ternak dan lain sebagainya,” ujar Rudi kepada Kontan.co.id pada Senin (23/1).

Suku Bunga Tinggi Mulai membebani Nasabah

KT1 23 Jan 2023 Tempo

JAKARTA-Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reserve Repo Rate) berdampak pada kemampuan nasabah membayar cicilan. Terlebih untuk jenis kredit bertenor panjangan dengan sistem bunga mengembang atau floating, seperti yang dialami Ristya  Fahira. Perempuan berusia 32 tahun ini selama empat bulan terakhir kelimpungan dengan pembengkakan cicilan kredit pemilikan rumah (KPR). Tadinya, dia mendapat promosi suku bunga tetap atau fixed untuk tiga tahun pertama sebesar 4%. Namun, pada Juli lalu, untuk pertama kalinya cicilan KPR tersebut mengikuti sistem floating, menyesuaikan dengan suku bunga acuan bank sentral. Saat mulai mencicil dengan skema bunga mengambang, Ristya dan pasangannya harus menyetor cicilan 20% lebih mahal dari sebelumnya. Dibulan-bulan berikutnya, nominal cicilan pun naik secara bertahap. Sehingga kami kewalahan, karena sudah diluar bujet," ujarnya kemarin (Yetede)

Kuartal IV 2022, Penyaluran Kredit Baru Perbankan Tumbuh Positif

KT1 21 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan secara triwulanan (quarter to quarter/qtq) penyaluran kredit baru tumbuh positif pada kuartal IV-2022. Secara sektoral, pertumbuhan penyaluran kredit baru terutama terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor konstruksi dengan SBT sebesar 80,5%, diikuti oleh sektor industri pengolahan dengan SBT sebesar 74,2%. Penyaluran kredit baru tersebut tidak setinggi pertumbuhan pada periode sebelumnya. Hal ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan IV-2022 sebesar 86,3%, sedikit lebih rendah dibandingkan 88,1% pada triwulan sebelumnya. “Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit. Perlambatan terjadi pada jenis kredit modal kerja dan kredit investasi, terindikasi dari SBT positif yang sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yaitu masingmasing sebesar 60,8% dan 63,7%,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Jumat (20/1/2023).(Yetede)

BI: Suku Bunga Acuan Tak Akan Dinaikkan Lagi

KT1 20 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan sinyal tak akan menaikkan lagi suku bunga acuan. Sinyal itu diberikan setelah Bank Sentral menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (19/01/2023). Level bunga acuan 5,75% dinilai Perry sudah cukup memadai untuk meredam inflasi inti. Pada Desember 2022 terjadi inflasi tahunan (year on year/ yoy) sebesar 5,51%, dengan tingkat inflasi bulanan (month to month/ mtm) sebesar 0,66%. Sedangkan inflasi komponen inti mencapai 3,36% (yoy) dan 0,22% (mtm). “Kenaikan 225 bps secara akumulatif sejak Agustus sampai Januari cukup terukur dan memadai,” ujar Perry dalam konferensi pers usai RDG BI di Jakarta, Kamis (19/01/2023). Pada hari yang sama, perdagangan valuta asing ditutup pada kurs Rp 15.212 dan Rp 15.061 per dolar AS (jual/beli). (Yetede)

2023, BNI Targetkan Transaksi Cash Management Melesat 55%

KT1 20 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sepanjang 2022 mencatat bisnis cash management berhasil meningkatkan volume transaksi sebesar 47% secara tahunan (year on year/yoy). Adapun tahun ini, perseroan memasang target lebih tinggi lagi yakni mencapai 55%. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, untuk jumlah transaksi cash management BNI sepanjang tahun lalu meningkat sebesar 25% (yoy). “Untuk tahun ini, sejalan dengan kondisi perekonomian yang semakin baik dan stabil, serta proyeksi transaksi digital yang tumbuh pesat, BNI menargetkan peningkatan volume transaksi cash management sebesar 55%,” ujar Okki kepada Investor Daily, dikutip Kamis (19/1/2023). Sebagai salah satu pionir digital banking, BNI telah mempersiapkan berbagai solusi transaksional digital untuk seluruh nasabah korporasi dan komersilnya. Beberapa solusi andalan yang telah live di tahun 2022 dan akan live di tahun 2023 mencakup Giro Multi Currency yaitu satu rekening yang dapat memudahkan transaksional dalam berbagai mata uang asing dengan cukup membuka satu rekening giro. (Yetede))

Kredit Perbankan Diproyeksikan Tumbuh 10-12 Persen

KT3 19 Jan 2023 Kompas

Industri perbankan nasional diperkirakan tetap tumbuh signifikan ditengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi tahun ini. OJK memproyeksikan penyaluran kredit perbankan tahun 2023 sekitar 10-12 %. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae optimistis kinerja perbankan nasional bakal positif tahun ini. ”Menurut saya, capaian penyaluran kredit perbankan tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu, yakni di kisaran 10-12 %. Kinerja kredit tahun lalu kami nilai turut mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5-5,3 %,” tutur Dian, Rabu (18/1).

Menurut Dian, kinerja perbankan kini telah pulih dan bahkan melampaui pencapaian sebelum pandemi Covid-19. Pertumbuhan kredit perbankan nasional per November 2022 mencapai 11,16 % secara tahunan (year on year/yoy). Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,78 %. ”Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) net turun menjadi 0,75 % dan pinjaman bermasalah (LAR) turun menjadi 15,12 %,” kata Dian. (Yoga)


Kejar Target, Bank Harus Genjot Kredit UMKM

HR1 19 Jan 2023 Kontan

Perbankan terus menggalakkan penyaluran kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Segmen ini meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total kredit perbankan secara nasional. Kendati begitu, porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan masih belum bergerak signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM per November 2022 mencapai Rp 1.248,4 triliun atau tumbuh 18,2% secara year on year (yoy). Sedangkan kredit secara keseluruhan tercatat tumbuh 11,7% pada periode itu. Adapun total porsi kredit UMKM dari perbankan di Tanah Air terhadap total kredit perbankan baru mencapai 19,76% per November 2022. Komposisi ini tidak jauh berbeda dari posisi bulan Oktober 2022 lalu. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang memang fokus pada segmen ini, menargetkan proporsi kredit UMKM mencapai hingga 85% dari total kredit pada tahun 2024. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto menyampaikan, BRI mendorong UMKM untuk terus tumbuh sehingga membuka dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," kata Aestika, Senin (16/1). Pada tahun 2023 BRI menargetkan pertumbuhan kredit 9%-11% yoy. Sementara itu Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi mengatakan, kredit UMKM saat ini komposisinya 11% terhadap total kreditn. Apabila mengacu pada Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau RPIM sebesar 63,84% atau di atas ketentuan minimum yang ditetapkan sebesar 20% di tahun 2022. "Kami mendorong pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12%-15% di tahun ini," ujar Yuddy.

Pilihan Editor