;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Margin Jumbo Bank Besar

HR1 09 Feb 2023 Bisnis Indonesia (H)

Bank papan atas masih menunjukkan performa gemilang sepanjang 2022. Keberhasilan bank besar mempertahankan kinerja ditopang oleh kemampuan menjaga selisih bunga bersih atau net interest margin (NIM). Kendati demikian, sejumlah bank juga siap memacu sumber pendapatan nonbunga demi mendongkrak kinerja. Jika dikalkulasi, total laba yang dibukukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencapai Rp151,63 triliun atau naik hampir 50% dibandingkan dengan periode yang sama 2021 sebesar Rp101,11 triliun. Seluruh bank Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 4 itu mencatat kenaikan NIM. Direktur Utama BBRI Sunarso mengatakan bahwa pertumbuhan volume kredit dan peningkatan jumlah nasabah, menjadi faktor yang mendorong kinerja bisnis perseroan sehingga mampu mendulang kenaikan laba. Sunarso menyatakan keberhasilan perseroan menjaga kinerja utamanya didorong oleh efisiensi dengan menekan biaya dana atau cost of fund lewat perbaikan struktur pendanaan. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha menuturkan peningkatan NIM sejalan dengan upaya perseroan dalam mengevaluasi kondisi likuiditas, dan pada saat yang sama melakukan optimalisasi bisnis untuk mendorong penyaluran kredit maupun penghimpunan dana.

Aset Perbankan Melejit, Tapi Masih Keok di Kawasan

HR1 09 Feb 2023 Kontan (H)

Seiring kenaikan laba yang mencetak rekor sepanjang sejarah,  perbankan Indonesia juga mampu mendongkrak jumlah aset di sepanjang 2022. PT Bank Mandiri, Tbk (BMRI) berhasil mempertahankan status sebagai bank terbesar berdasarkan aset. Bank Mandiri membukukan pertumbuhan aset 15,5%  secara tahunan atau year on year (yoy), hampir menyentuh Rp 2.000 triliun, tepatnya Rp 1.992,6 triliun di 2022. Kendati begitu, aset bank-bank di Tanah Air masih tertinggal jauh. Jika dikonversi dalam dollar, aset Bank Mandiri cuma US$ 131,86 miliar, dengan patokan Rp 15.110 per dollar Amerika Serikat (AS). Bandingkan dengan jawara aset di Asia Tenggara, DBS Group yang memiliki aset US$ 579,08 miliar. Itupun di kuartal III 2022.  Yang paling dekat dengan Bank Mandiri adalah aset CIMB, sebesar US$ 156,41 miliar. Ini juga catatan aset per kuartal III 2022. Perbankan Tanah Air harus lebih giat lagi memacu bisnis untuk mengejar ketertinggalan dari rekan-rekan mereka di kawasan. Ketertinggalan itu lantaran ekspansi kredit Bank Mandiri tumbuh lebih tinggi. Penyaluran kredit Bank Mandiri Group tumbuh 14,48% yoy menjadi Rp 1.202,23 triliun. Sedangkan BRI Group hanya naik 9,2% yoy menjadi Rp 1.029,80 triliun.  "Total aset BRI Group tumbuh dua  digit 11,18% yoy menjadi Rp 1.865,64 triliun," ujar Direktur Utama BRI. Sunarso pada Rabu (8/1).  

Banjir Duit di Bursa dari Aksi Korporasi Emiten Bank

HR1 08 Feb 2023 Kontan (H)

Sejumlah emiten saham perbankan bersiap menggelar aksi korporasi. Mulai dari aksi pemecahan nominal saham alias stock split, penerbitan obligasi, menerbitkan saham baru (rights issue) hingga pembelian saham kembali (buyback). Ambil contoh aksi korporasi Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank pelat merah ini berencana memecah nilai nominal saham dengan rasio 1:2. Tak mau kalah dengan sesama bank BUMN, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga berencana melakukan buyback saham. BBNI dan BBRI akan melakukan pembelian saham kembali alias buyback, masing-masing Rp 905 miliar dan Rp 1,5 triliun. Bank swasta pun tak ketinggalan. Untuk menambah modal, sejumlah bank swasta akan menggelar rights issue. Misalnya Bank KB Bukopin (BBKP) akan lepas 120 miliar saham baru dan Bank QNB Indonesia (BKSW) akan melepas 14,72 miliar saham baru. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menilai, maraknya aksi korporasi emiten bank di awal tahun 2023 tak lepas dari sejumlah pertimbangan. Pertama, memanfaatkan momentum. Saat ini saham emiten bank masih jadi primadona investor. Kedua, emiten menghimpun dana untuk bisa memuluskan langkah ekspansi dan menutupi kebutuhan modalnya.

Memang Paling Digital, Bank Mandiri Torehkan Kinerja Apik di 2022

KT1 08 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA – Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil memaksimalkan peran digitalisasi untuk menunjang per tumbuhan bisnis. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bahkan menyebut, penggunaan teknologi digital setidaknya diperkirakan mampu membawa Bank Mandiri jauh lebih efisien dan menghemat Rp 12 triliun di tahun 2023. Bukan tanpa sebab, buah dari digitalisasi bank berlogo pita emas ini memang sudah terasa tahun lalu. Bila merujuk Laporan Keuangan Bank Mandiri di tahun 2022, rasio beban operasional terhadap  pendapatan operasional (BOPO) terlihat menurun hampir 10% dibandingkan tahun 2021nmenjadi 57,35%, yang utamanya disebabkan oleh digitalisasi. Tidak hanya BOPO, rasio biaya dana atau yang biasa disebut Cost of Fund (CoF) Bank Mandiri pun kian efisien. Pada akhir tahun 2022 posisi CoF bank only perseroan telah melandai ke posisi 1,25%. “Digitalisasi mendorong Bank Mandiri memiliki operational expenditure yang jauh lebih baik. Kalau kita lihat, secara cost of fund (CoF) kami teru sbisa maintain di level rendah melalui serangkaian inovasi yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi,” ujar Darmawan, Selasa (7/2). (Yetede)

Selain Bunga, NIM Perbankan Tinggi Buah dari Efisiensi

KT1 08 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Industri perbankan pada tahun lalu berhasil meningkatkan efisiensi dan juga menjaga biaya dana (cost of fund) tetap rendah karena fokus pada dana murah (current account saving account/CASA). Hal ini berdampak pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang melebar ke level 4,71% pada 2022, naik dari tahun 2021 di level 4,51%. Efisiensi tercermin dari beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang terjaga pada level 78,65% pada Desember 2022, menurun dari tahun sebelumnya 83,68%. Bahkan, BOPO 2022 lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Desember 2019 yang sebesar 79,58%. Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria mengatakan, setiap bank memiliki fokus yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan. Menurut dia, NIM tidak hanya dilihat dari tingginya suku bunga kredit saja, tapi juga dari biaya bunga. “NIM itu kan dua komponen, pendapatan bunga dan biaya bunga. Pendapatan bunga itu murni dari pembiayaan kredit, biaya bunga itu biaya likuiditas. Bank tidak hanya dari DPK saja tapi macam-macam, bank bisa keluarkan surat utang,dapat pinjaman antarbank, dan sebagainya,” kata Taswin dalam acara Money Talks, Selasa (7/2/2023). (Yetede)

OJK Optimis Kredit Tahun Ini Bisa Tumbuh 12%

HR1 08 Feb 2023 Kontan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis permintaan kredit masih akan berlanjut tumbuh tahun 2023 meskipun tantangan ekonomi global masih besar. Oleh karena itu, regulator menargetkan kredit bakal tumbuh sekitar 10%-12% tahun ini. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut akan diimbangi dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan akan tumbuh di kisaran 7%-9%. "Optimisme tersebut juga berlanjut pada tahun ini, tercermin dengan besarnya investasi non residen pada SBN (Surat Berharga Negara) di tahun ini Januari 2023 yang mencatatkan pembelian netto sebesar Rp 49,7 triliun, ujarnya, Senin (6/2)."

Nyawa Kedua Nasabah

KT3 07 Feb 2023 Kompas

Belakangan, kembali menyeruak kasus pembobolan rekening nasabah dengan mencuri data pribadi nasabah, baik secara fisik maupun melalui aplikasi pencuri data lewat telepon seluler. Nasabah perlu terus meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga data pribadi yang sama pentingnya ibarat ”nyawa kedua”. Kasus yang mencuri perhatian publik adalah pencurian dana nasabah BCA senilai Rp 320 juta di Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu. Kasus ini menjadi viral lantaran pelaku melibatkan pengayuh becak untuk mengelabui petugas bank saat menguras isi rekening korban. Agar bisa menguras isi rekening korban dengan cara menarik tunai di kantor cabang, pelaku mencuri kartu ATM, buku tabungan, dan KTP korban di kamarnya saat ditinggal untuk shalat Jumat. Demi memuluskan  rencana mengelabui petugas bank dalam pengecekan identitas, pelaku meminta seorang pengayuh becak karena memiliki perawakan usia dan wajah mirip korban. Petugas tidak curiga lantaran semua prosedur pemeriksaan bisa dilalui si pengayuh becak. Tak lama ia pun keluar dari bank dengan membawa dua tas kresek berisi Rp 320 juta. Dalam aksinya ini, si pengayuh becak mendapat upah Rp 5 juta dari dalang kejahatan ini.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sampai harus berkomentar memberi nasihat nasabah untuk selalu menjaga data pribadi. Ia mengibaratkan KTP, kartu ATM, buku tabungan, dan nomor PIN ibarat  nyawa kedua” yang harus dijaga sebaik-baiknya. Selain mencuri data pribadi secara fisik, belakangan  tengah marak berbagai upaya mencuri data pribadi dari ponsel nasabah. Modusnya adalah tersebarnya pesan di aplikasi pengiriman pesan berupa permintaan untuk mengaktifkan aplikasi undangan pernikahan. Pelaku berpura-pura sebagai pengirim undangan dengan mengirimkan file ekstensi APK, disertai foto undangan pernikahan ke calon korban. Sasaran diminta mengklik dan mengaktifkan aplikasi tersebut. Selanjutnya, korban harus menyetujui hak akses (permission) terhadap beberapa aplikasi sehingga dari sana data pribadi yang bersifat rahasia dalam ponsel bisa dicuri pelaku. Ketua Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja mengatakan, kriminalitas dengan modus pencurian data pribadi sejatinya bukan kasus baru karena terus berulang di masyarakat. Ini lantaran masih minimnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi perbankan nasabah. (Yoga)


Sektor Jasa Keuangan Diminta Biayai Hilirisasi

KT3 07 Feb 2023 Kompas

Presiden Jokowi meminta OJK beserta seluruh pelaku industri jasa keuangan untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDA) dengan memberikan lebih banyak alternatif pendanaan. Hal tersebut dikemukakan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, di Jakarta, Senin (6/2). ”Tadi sudah disampaikan oleh Ketua OJK mengenai hilirisasi agar diberikan dukungan. Saya minta betul-betul konkret karena saya dengar yang mau bikin smelter saja kesulitan mencari pendanaan,” ujar Presiden. Ia menambahkan, dukungan pendanaan itu harus betul-betul diberikan, tetapi juga tetap dengan perhitungan dan kehati-hatian.

Menurut Presiden, hilirisasi SDA akan menjadi kunci Indonesia untuk bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan melompat menjadi negara maju. Menurut perhitungannya, hilirisasi nikel menghasilkan lompatan nilai tambah dari 1,1 miliar USD menjadi 30 miliar USD. Setelah itu, pemerintah berencana mendorong hilirisasi bauksit, timah, tembaga, emas, gas alam, dan minyak. ”Kalau ini betul-betul secara konsisten kita kerjakan, jadilah kita negara maju,” ujar Presiden. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja berpendapat, perbankan dalam negeri siap mendukung pembiayaan pembangunan smelter untuk hilirisasi SDA. ”Sektor hilirisasi ini menarik, tetapi masih ada persoalan, ini yang perlu dicarikan solusinya,” ucap Jahja. (Yoga)


Presiden Minta Bank Membiayai Hilirisasi

KT1 07 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID — Presiden Joko Widodo meminta perbankan mempermudah pengucuran kredit bagi industri yang mengolah berbagai komoditas mineral, migas, perkebunan, hingga perikanan. Hilirisasi dan industrialisasi merupakan rute yang harus dilewati Indonesia agar bisa menjadi negara maju. Dengan mengubah produk primer menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, nilai tambah hingga US$ 715 miliar, setara Rp 10.754 triliun dan lapangan kerja bagi 9,6 juta orang dapat digapai dalam waktu dekat. Hilirisasi solusi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar Indonesia melompat menjadi negara maju. “Saya minta agar hilirisasi diberikan dukungan, betul-betul konkret, karena masih saya dengar yang mau bikin smelter saja kesulitan mencari pendanaan. Dukungan itu betul-betul harus diberikan, tetapi juga dengan kalkulasi dan kehati-hatian yang tinggi,” kata Kepala Negara pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, di Jakarta, Senin (06/02/2023). Saat ini, hilirisasi nikel sudah memberikan hasil konkret. Nilai tambah hilirisasi nikel melompat menjadi US$ 30 miliar dari sebelumnya hanya US$ 1,1 miliar.  (Yetede)

Gula-Gula Deposito Bank Digital

HR1 06 Feb 2023 Kontan

Besaran bunga masih menjadi pertimbangan nasabah saat menyimpan dana di deposito. Itu sebabnya, bank-bank kecil dan menengah yang fokus menawarkan layanan digital, mengiming-imingi bunga yang lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang diberikan bank besar konvensional. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), melalui aplikasi Raya menawarkan bunga deposito di kisaran 4%-5% sesuai dengan tenor waktu penempatan dana. Ajeng Putri Hapsari, Sekretaris Perusahaan Bank Raya mengatakan, Bank Raya akan tetap memberikan bunga yang kompetitif menyesuaikan dengan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate (BI-7DRRR) dan persaingan di pasar. Sementara digibank by DBS Indonesia milik PT Bank DBS Indonesia menawarkan bunga di 4,5% hingga 5,5% tergantung jangka waktu penempatan. Natalina Syabana, Head of Segmentation & Liabilities, Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia menuturkan, kontribusi deposito terhadap total DPK Bank DBS masih dominan. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Amin Nurdin mengatakan, strategi bank digital menawarkan bunga deposito lebih tinggi karena sulit mendapatkan DPK. Bank digital perlu dikenal terlebih dulu dengan berbagai promosi. Ini mengakibatkan biaya lebih tinggi. "Di awal-awal mereka banyak bakar uang,” ujar Amin, Minggu (5/2).

Pilihan Editor