Perbankan
( 2293 )Jokowi Kembali Pilih Perry Warjiyo
PENAJAM PASER, ID – Perry Warjiyo kembali dipercaya untuk menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan ini diambil karena pemerintah tidak ingin mengambil risiko ketika dunia sedang dalam kondisi genting seperti saat ini. Hal itu diungkapkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. “(Nama) gubernur BI kemarin sudah kita kirimkan nama ke DPR RI,Bapak Perry Warjiyo,” ungkap Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) kepada wartawan, Kamis (23/2/2023). Menurut Jokowi, pemerintah tidak ingin mengambil risiko ketika dunia sedang dalam kondisi genting seperti saat ini. Oleh karena itu, penting untuk Indonesia mampu menyeimbangkan kebijakan fiskal maupun moneter. “Fiskal-moneter menjadi sangat-sangat penting. Dan kita harus menempatkan orang-orang yang memiliki jam terbang yang tinggi, memiliki pengalaman yang tinggi,” terang Presiden. (Yetede)
Perbankan Syariah Perkuat Posisi di Tengah Persaingan yang Kian Ketat
Bisnis bank syariah semakin semarak. Terlebih lagi langkah konsolidasi beberapa bank syariah maupun aksi
spin off
sejumlah unit usaha syariah (UUS) mampu menciptakan daya saing bank syariah terhadap bank konvensional.
Terbaru, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
spin off
UUS Bank Sinarmas menjadi bank umum syariah (BUS) bersama-sama dengan PT Sinar Mas Multiartha Tbk dan PT Asuransi Sinar Mas.
Bank syariah anyar ini diberi nama PT Bank Nano Syariah. Nilai transaksi pendirian BUS itu sebesar Rp 510 miliar dengan tujuan transaksi penyetoran modal dan akan menjadi pengurangan modal inti bagi Bank Nano Syariah.Tujuan
spin off
itu untuk menciptakan industri perbankan syariah nasional yang stabil dan berdaya saing.
Direktur Bank Permata Syariah sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Herwin Bustaman menjelaskan, BUS & UUS memiliki segmen nasabah yang jelas berbeda. Maka, dua model bisnis yang ada saat ini masih akan terus saling melengkapi dan berkontribusi dalam mengembangkan perbankan syariah.
Perbankan Berlomba Gelar KPR Expo, Tawarkan Bunga Murah
JAKARTA, ID – Di tengah rezim suku bunga tinggi saat ini, perbankan nasional kembali menyelenggarakan pameran properti untuk meningkatkan bisnis kredit pemilikan rumah (KPR). Sejalan dengan KPR yang masih prospektif tahun ini, perbankan berlomba menawarkan suku bunga KPR murah untuk mendorong minat masyarakat memiliki hunian. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), rencana penambahan pembiayaan ke depan oleh rumah tangga diperkirakan meningkat, terindikasi dari responden yang berencana melakukan penambahan pembiayaan ke depan sebesar 6,9% pada Januari 2023, lebih tinggi dibandingkan 4,6% pada Desember 2022. Secara lebih detail, 0,9% responden rumah tangga yang disur vei pada Januari 2023 berencana menambah pembiayaan pada 3 bulan mendatang, sementara 2,2% lainnya merencanakan pengajuan kredit pada enam bulan mendatang. Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bakal menggelar BCA Expoversar y secara hibrid. Pameran tahunan tersebut menawarkan beragam bunga spesial. Bunga spesial KPR sebesar 2,66% eff.p.a berlaku fixed 1 tahun. BCA Expoversary 2022 offline akan berlangsung pada 23-26 Februari di ICE BSD City, Tangerang. Sedangkan, untuk online berlangsung pada 23 Februari hingga 26 Maret 2023. (Yetede)
Penjualan SBR oleh BRI Rp 2,1 Triliun
Penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR012 oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selama 19 Januari-9 Februari 2023 mencapai Rp 2,1 triliun. ”Penjualan SBR012 bertumbuh 40 % dibandingkan dengan SBR011,” ujar Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani dalam keterangan persnya, Selasa (21/2). (Yoga)
FIGUR IDEALBOS BANK SENTRAL
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI punya pekerjaan rumah penting, yakni memilih Gubernur Bank Indonesia (BI). Pasalnya, masa jabatan Gubernur BI saat ini, Perry Warjiyo, selesai pada Mei 2023.Siapa pun nanti yang menjadi nakhoda bank sentral bakal punya peranan penting dalam mengawal perekonomian nasional, khususnya melalui kebijakan moneter dan makroprudensial.Termutakhir, Presiden Joko Widodo mengirimkan surat kepada DPR RI perihal nama calon Gubernur BI. Kepala Negara mengatakan telah mengantongi sejumlah nama kandidat orang nomor satu di bank sentral.Sejauh ini, ada sederet nama kondang yang digadang-gadang menempati posisi tersebut. Mereka yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI saat ini Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, hingga Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo.
Ketiganya dianggap sebagai figur ideal untuk menjadi pemimpin bank sentral karena menjabat sebagai pemegang komando tertinggi pada masing-masing institusi, serta berperan sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).Sumber Bisnis mengatakan, kandidat yang akan terpilih adalah calon dengan kesanggupan untuk mempertahankan suku bunga di level rendah. Dari ketiga nama itu, Purbaya dinilai telah memberikan komitmen untuk melanjutkan pelonggaran moneter, setidaknya pada 2023—2024.
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, mengatakan Presiden memiliki legalitas kuat untuk mengajukan lebih dari satu nama.Jika yang diajukan lebih dari satu nama, maka DPR akan melakukan pemilihan untuk menentukan Gubernur BI.
Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV-2022 Surplus US$ 4,7 Miliar
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV-2022 surplus US$ 4,7 miliar atau meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat defisit US$ 1,3 miliar. Kinerja NPI triwulan IV-2022 tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang tinggi serta perbaikan defisit transaksi modal dan finansial. “Kinerja NPI pada kuartal IV-2022 tetap solid dan mampu menopang ketahanan eksternal Indonesia,” jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan resmi yang diterima, Senin (20/2/2023). Dia menjelaskan, transaksi berjalan kembali mencatat surplus sebesar US$ 4,3 miliar (1,3% dari PDB), melanjutkan capaian surplus pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 4,5 miliar (1,3% dari PDB). “Kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang terjaga, didukung oleh harga komoditas ekspor yang tetap tinggi,” kata Erwin. Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh pembayaran imbal hasil investasi kepada investor asing yang meningkat, sejalan dengan siklus bisnis dan tren kenaikan suku bunga. (Yetede)
Laba Bersih Himbara Mencapai Rp 107 Triliun
JAKARTA, ID – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berhasil membukukan laba bersih secara individual sebesar Rp 107,09 triliun sepanjang 2022, melesat 51,51% dibandingkan dengan Rp 70,68 triliun pada 2021. Dari empat bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) masih menjadi bank dengan laba terbesar, baik di Himbara maupun secara nasional. Apabila dirinci, secara bank only laba bersih BRI yang diatribusikan kepemilik mencapai Rp 47,83 triliun pada 2022, tumbuh 48,49% secara year on year (yoy). Posisi kedua adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan laba bersih Rp 37,69 triliun, meningkat 48,33% dibandingkan Rp 25,41 triliun pada 2021. Di posisi ketiga, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang mengantongi laba bersih secara bank only Rp 18,53 triliun pada 2022, tumbuh 73,34% (yoy). Kemudian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berada di urutan keempat, dengan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp 3,04 triliun, meningkat 28,27% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp 2,37 triliun. (Yetede)
Laba Bersih Himbara Mencapai Rp 107 Triliun
JAKARTA, ID – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berhasil membukukan laba bersih secara individual sebesar Rp 107,09 triliun sepanjang 2022, melesat 51,51% dibandingkan dengan Rp 70,68 triliun pada 2021. Dari empat bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) masih menjadi bank dengan laba terbesar, baik di Himbara maupun secara nasional. Apabila dirinci, secara bank only laba bersih BRI yang diatribusikan kepemilik mencapai Rp 47,83 triliun pada 2022, tumbuh 48,49% secara year on year (yoy). Posisi kedua adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan laba bersih Rp 37,69 triliun, meningkat 48,33% dibandingkan Rp 25,41 triliun pada 2021. Di posisi ketiga, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang mengantongi laba bersih secara bank only Rp 18,53 triliun pada 2022, tumbuh 73,34% (yoy). Kemudian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berada di urutan keempat, dengan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp 3,04 triliun, meningkat 28,27% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp 2,37 triliun. (Yetede)
Bank Muamalat Cetak Laba 2022 Rp 52 Miliar
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan laba tahun 2022 sebesar Rp 52 miliar, meningkat dibandingkan dengan tahun 2021 yang senilai Rp 12,5 miliar. Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Muamalat Hery Syafril dalam keterangannya, Senin (20/2/2023), mengatakan, tahun 2023 adalah tahun transformasi untuk tumbuh sehat dengan profit yang berkelanjutan. (Yoga)
BTN Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 11% Tahun Ini
JAKARTA, ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tahun ini mengincar pertumbuhan laba bersih sekitar 10-11% secara year on year (yoy). Pada akhir 2022, BTN meraih laba bersih Rp 3,04 triliun, meningkat 28,15% (yoy). “Tumbuh sejalan dengan ekspansi, ya kalau tumbuh 11%. Mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” ujar Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Untuk pertumbuhan kredit tahun ini juga dibidik sebesar 10-11% (yoy) dengan tetap fokus pada kredit perumahan. Dana pihak ketiga (DPK) pada 2023 juga sejalan dengan kredit dan laba ditargetkan tumbuh 10-11% (yoy). Di sisi kualitas kredit, BTN menjaga rasio kredit macet (non performing loan/NPL) gross di bawah 3% pada akhir tahun ini. Haru menjelaskan pada 2022 perseroan melakukan perbaikan proses bisnis dan juga melakukan penjualan aset dari ritel dan komersial. “Target NPL 2023 itu sekarang di 3,4%, nanti kami upayakan 2,9%, maksimum 3% di 2023,” kata Haru. (Yetede)








