;
Tags

Perbankan

( 2327 )

Dividen Jumbo Bank Siap Mengalir ke Investor

HR1 14 Mar 2023 Kontan (H)

Usai ingar bingar lonjakan laba tahun 2022 yang mencengangkan, kini saatnya emiten perbankan bagi-bagi keuntungan. Sejumlah bank besar digadang bakal menebar dividen besar untuk tahun buku 2022 bagi para pemegang sahamnya. Contoh saja Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang memutuskan menebar dividen 85%, dari laba bersih tahun 2022 yang sebesar Rp 51,2 triliun. Direktur Utama BBRI Sunarso mengatakan, sekitar 85% dari total laba tahun 2022 atau setara Rp 43,49 triliun, ditetapkan sebagai dividen tunai. Adapun sisa laba BBRI senilai Rp 7,67 triliun, akan dipakai sebagai laba ditahan. Jumlah dividen tersebut, mencakup dividen interim yang sudah manajemen BBRI bagikan kepada pemegang saham pada 27 Januari 2023 silam senilai Rp 8,60 triliun. "Sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sekurang-kurangnya sebesar Rp 34,9 triliun," terang Sunarso usai perhelatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST, Senin (13/3). Investor kini juga bersiap mendengar kabar mengenai jumlah dividen Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) yang akan menggelar RUPST, Selasa (14/3). Berikutnya, RUPST Bank Negara Indonesia (BBNI) pada 15 Maret dan Bank Central Asia (BBCA) pada 16 Maret juga bersiap membawa kabar baik. Kementerian BUMN berharap dividen kali ini minimal sama dari tahun sebelumnya. Dengan asumsi payout ratio sama dengan tahun sebelumnya, yakni 60%, maka potensi dividen BMRI kali ini mencapai Rp 24,7 triliun. Diikuti dividen BBNI Rp 4,57 triliun dan BBTN Rp 304 miliar. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus berpendapat, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130/2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023, pendapatan negara dari kontribusi laba bank BUMN hanya ditargetkan Rp 24,8 triliun. Sedangkan pada tahun 2022 lalu, empat bank BUMN memberikan kontribusi dividen sebesar Rp 24,57 triliun.

RUPST 2023, Kontribusi Nyata untuk Negeri BRI Bagikan Dividen Rp 43,49 Triliun

KT1 14 Mar 2023 Investor Daily (H)

(Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 di Jakarta (13/3). RUPST tersebut memutuskan delapan agenda, salah satunya adalah memutuskan pembagian dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian tahun 2022 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan nilai sebesar Rp43,94 triliun. Dividen tunai yang dibagikan ini sudah termasuk jumlah dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 27 Januari 2023 sejumlah Rp8,60 triliun, sehingga sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham BBRI sekurang-kurangnya sebesar Rp34,89 triliun. Seperti diketahui bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2022, BRI Group berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp51,4 triliun atau tumbuh 67,15% secara year on year (yoy) dengan total aset tumbuh double digit sebesar 11,18% yoy menjadi Rp1.865,64 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa di sepanjang tahun 2022 lalu BRI mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Atas dasar hal tersebut, BRI memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian tahun 2022 atau senilai Rp43,94 triliun. Sedangkan sisanya sebesar 15% senilai Rp7,67 triliun digunakan sebagai laba ditahan,” imbuh Sunarso. (Yetede)

Kredit Sindikasi BCA Sentuh Rp 21,7 Triliun

HR1 13 Mar 2023 Kontan

Bank Central Asia Tbk (BCA) berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia. Yakni, menyalurkan kredit sindikasi untuk proyek-proyek strategis nasional seperti infrastruktur jalan tol, konstruksi, dan kelistrikan. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn menyatakan, BCA telah mengelola kredit sindikasi sebesar Rp 21,72 triliun per Februari 2023. "Porsi partisipasi BCA dalam kredit sindikasi tersebut tercatat sebesar Rp 6,01 triliun," ujar Hera kepada KONTAN, Jumat (10/3). Partisipasi BCA dalam memberikan kredit sindikasi mempertimbangkan beberapa faktor di antaranya, faktor risk appetite , posisi likuiditas dan modal, serta memilih proyek-proyek yang berpotensi memperkuat bisnis inti BCA. "BCA berkomitmen mendukung ekonomi nasional, salah satunya dengan menyalurkan kredit secara prudent dan tetap mengkaji peluang serta mempertimbangkan prinsip kehati-hatian," terangnya.

BI: Capital OutFlow Hanya Bersifat Temporer

KT1 13 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) menilai, keluarnya aliran modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik hanya bersifat temporer. Saat ini terjadi capital outflow yang disebabkan ekspektasi investor terhadap sikap hawkish dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve). BI mencatat, aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sejak tanggal 6 hingga 9 Maret 2023 mencapai Rp 2,67 triliun. Aliran modal asing keluar bersih itu berasal dari jual neto di pasar surat berharga negara (SBN) senilai Rp 3,03 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp 360 miliar. Sementara itu, secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2023 tercatat beli neto di pasar SBN Rp 34,56 triliun dan jual neto di pasar saham Rp 240 miliar. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, data inflasi Amerika Serikat (AS) berada di atas ekspektasi pasar. Apalagi ditambah permintaan yang hawkish kembali dari Gubernur The Fed Jerome Powell, sehingga menyebabkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed (Fed Fund Rates/ FFR) menjadi lebih agresif dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Terminal rate FFR diperkirakan meningkat dibandingkan perkiraan sebelumnya. “Kami melihat tekanan ini tidak akan lebih tinggi dibandingkan periode semester II-2022, ketika FFR naik 75 basis poin untuk beberapa kali, dan juga kemungkinan akan bersifat temporer,” kata Edi kepada Investor Daily, Minggu (12/3/2023). (Yetede)

Pelaku Bisnis Minta Perbankan Tidak Naikkan Bunga Kredit

KT1 13 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Para pelaku bisnis meminta perbankan tidak menaikkan suku bunga kredit meski Bank Indonesia kelak menaikkan suku bunga acuan. Bunga kredit bisa dipertahankan, bahkan diturunkan, di tengah tren kenaikan suku bunga global jika perbankan mampu menekan overhead cost atau biaya operasional. Perbankan juga diimbau sedikit mengurangi kenikmatan dari net interest margin (NIM) yang besar, yang saat ini berada di level 4,9%. “Dunia usaha masih banyak yang belum pulih. Perbankan perlu mengambil posisi sharing the pain, ikut memikul beban yang menindih dunia usaha khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan membantu menurunkan bunga kredit,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Kebijakan Publik Sutrisno Iwantono saat dihubungi Investor Daily dari Jakarta, Minggu (12/03/2023) malam. CEO BRI Group Sunarso mengatakan, Jumat (10/03/2023), pihaknya sudah menunjukkan sharing the pain kepada UMKM, khususnya usaha mikro. Itu terbukti dari sejumlah fakta. (Yetede)

Perbankan Beri Kemudahan

KT3 11 Mar 2023 Kompas

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersama perbankan dan industry manufaktur sepeda motor listrik mendukung pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Berbagai kemudahan ditawarkan menyusul rencana pemerintah memberikan insentif untuk pembelian sepeda motor listrik. Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/3) Dirut PT  Perusahaan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan komitmen PLN  bersama Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dan tiga perusahaan manufaktur agen pemegang merek (APM) untuk menjalankan kebijakan pemerintah itu secara efektif.

”Kami mengapresiasi langkah besar yang diambil pemerintah. Untuk itu, PLN hadir tidak sendirian karena kami melihat suatu ekosistem besar, bagaimana supaya kebijakan pemerintah dan transisi energi bisa berjalan dengan mulus,” kata Darmawan.Josephus K Triprakoso selaku Senior Executive Vice  President Micro and Consumer Finance Bank Mandiri mengatakan, perbankan sudah  menyiapkan skema yang menarik untuk mendukung kepemilikan kendaraan bermotor listrik. Di antara bank Himbara akan memberikan tenor dan suku bunga yang lebih kurang sama. ”Suku bunganya akan lebih kompetitif dibandingkan suku bunga konvensional,” katanya. (Yoga)


KUR BRI 2023 Dibuka, Antusiasme Debitur Tinggi

KT1 10 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sudah memulai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2023 sejak Senin (6/3/2023). Begitu dibuka, antusiasme calon debitur sangat tinggi. Persyaratan untuk memperoleh KUR tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan, sejak Senin lalu, BRI sudah mulai menyalurkan KUR di seluruh Indonesia. Yang menggembirakan, antusiasme masyarakat dan calon debitur sangat tinggi. “BRI mendapatkan alokasi penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 270 triliun.Namun khusus tahap awal pencairan pada Maret ini telah dialokasikan KUR sebesar Rp 12 triliun,” kata Supari dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (9/3/2023). Menurut Supari, sesuai ketentuan pemerintah, terdapat perbedaan ketentuan dalam penyaluran KUR 2023 dibandingkan dengan KUR pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk persyaratan dan ketentuan penyaluran KUR 2023, BRI mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR. (Yetede)

Bank DKI Siap IPO, Membidik Dana Rp 3 Triliun

HR1 08 Mar 2023 Kontan

Bank DKI tak lama akan menambah deretan bank pemerintah daerah yang masuk bursa dengan menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO). Jika tidak ada aral melintang, Bank DKI akan melakukan aksi korporasi itu sebelum semester satu 2023 berakhir. Kabar yang masuk ke Kontan, bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan membidik dana Rp 3 triliun. Tak menampik kabar tersebut, Direktur Utama Bank DKI Utama Fidri Arnaldy hanya menyebut aksi korporasi tersebut adalah kebijakan strategis Bank DKI di tahun in. "Bank DKI terus mematangkan rencana aksi korporasi tersebut," sebut Fidri, Selasa (7/3). Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI, Rommy Wijayanto menambahkan, IPO Bank DKI kelak mewujudkan transparansi ke publik.

Maret, BRI Salurkan KUR Rp 12 Triliun

KT1 08 Mar 2023 Investor Daily (H)

ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mulai menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) 2023 pada 6 Maret 2023. Untuk tahap awal pencairan KUR 2023, pada bulan Maret ini telah dialokasikan penyaluran KUR sebesar Rp 12 triliun. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Desember lalu mengungkapkan bahwa program KUR telah terbukti membantu permodalan UMKM. Pemerintah mendorong seluruh lembaga keuangan termasuk bank untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi nasional untuk tumbuh dengan baik dan berkeadilan. Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI mulai mengucurkan kredit subsidi tersebut kepada UMKM. Penyaluran KUR tersebut dilakukan setelah terbitnya perangkat kebijakan KUR tahun 2023 seperti Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Permenko No 1 Tahun 2023 dan perangkat pendukung lainnya. “Melalui BRISPOT, BRI dapat terus memperbarui operating model end to end tenaga pemasar, yang berdampak terhadap produktivitas 27 ribu mantri BRI. Berkat keberadaan BRISPOT, BRI saat ini mampu mencairkan KUR sebesar Rp 1 triliun per harinya,” jelas Supari, Selasa (7/3/2023). (Yetede)

2024, BI Proyeksikan Ekonomi Asean-5 Tumbuh 5,6%

KT1 07 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Asean-5 akan tumbuh sebesar 5,6% pada 2024 dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) atau meningkat signifikan dari perkiraan tahun ini yang sebesar 4,6% (yoy). “Per tumbuhan yang kuat ini juga akan didukung oleh indikator ekonomi makro yang stabil,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara High Level Seminar bertajuk Asean Matters-Epicentrum of Growth, di Jakarta, Senin (6/3/2023). Negara-negara Asean-5 terdiri atas Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Perry menjelaskan, salah satu indikator makro yang dimaksud yaitu inflasi Asean-5 yang diperkirakan turun menjadi 3,2% (yoy) pada 2024 dari 3,3% pada 2023. Untuk tahun ini, ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Asean-5 akan sedikit melambat dari yang sebesar 5,3% (yoy) pada 2022 menjadi perkiraan sebesar 4,6% (yoy), sebagai akibat  dari perlambatan ekonomi global. Selain itu, inflasi yang tinggi pada 2021 sebesar 6,3% (yoy) juga masih sedikit memberi dampak kepada tahun ini lantaran adanya ketidakpastian harga komoditas global, rantai pasok, dan Covid-19. (Yetede)

Pilihan Editor