Perbankan
( 2293 )Multipolar Technology Bisa Perkuat Perbankan Dalam Menangkal Fraud
Sistem digitalisasi layanan perbankan sudah diterima dan diadopsi secara lebih luas oleh masyarakat, termasuk oleh pembayaran belanja online. Masalahnya, semakin canggih teknologi semakin canggih pula modus kejahatan siber yang terus berupaya menyerangnya. Oleh karena itu, PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) menghadirkan aolusi VisionAnalystics dan Fraud Detection System untuk membantu perbankan dalam mengantisipasi adanya fraud. VisionAnalystics merupakan solusi end-to-end big data keluaran Multipolar Technology dengan Cloudera sebagai platform utamanya. "Seperti diketahui, semakin besar dan bervariasinya data yang berkembang telah mendorong perbankan untuk memiliki platform yang bisa menyimpan, mengolah, dan menganalisanya secara cepat dan akurat sehingga menghasilkan informasi yang bernilai, mendukung pengambilan keputusan, dan pengembangan bisnis bank," kata Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dalam BPD Forum 2023 di Legian, Bali, pada Kamis, 16 Februari 2023. (Yetede)
Bank Siap Genjot Kredit Otomotif
Perbankan siap menggenjot penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) di tahun ini. Rencana itu sejalan dengan prospek pasar otomotif yang diperkirakan akan semakin positif.
Sejumlah bank sudah menyiapkan berbagai strategi sejak awal tahun untuk memacu KKB. Bank Danamon, misalnya, menargetkan pertumbuhan kredit bisa dua digit tahun ini. KKB akan menjadi salah satu motor penggerak kredit bank tersebut.
Sementara
Consumer Funding Business Head
Bank Danamon, Ivan Jaya mengatakan, Kredit Kendaraan Bermotor (KPM) Bank Danamon pada akhir 2022 senilai Rp 44 triliun. Tahun ini, bank berkode saham BDMN ini menargetkan KPM tumbuh sekitar 14%-16%.
Bank Central Asia (BCA) menyakini pertumbuhan KKB mampu terus berlanjut seiring dengan pemulihan permintaan dari masyarakat.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility
BCA, Hera F. Haryn, mengatakan BCA memenuhi kebutuhan nasabah melalui produk KKB BCA maupun BCA Finance. Pada tahun 2022, BCA mencatatkan outstanding KKB tumbuh 13,6%
year on year
(yoy) menjadi Rp 46,1 triliun. Sedang di tahun sebelumnya kontraksi.
Menahan Laju Suku Bunga Acuan
JAKARTA-Bank Indonesia mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) adisi Februari 2023. Bank sentral mulai mengerem laju kenaikan suku bunga, setelah sejak Agustus 2022 agresif menaikkannya untuk menjaga inflasi sesuai sasaran. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Faisal Rachman, mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan hingga 225 poin selama tujuh bulan berturut-turut sudah memadai. Ia menilai bank sentral sudah cukup nyaman dengan tingkat suku bunga saat ini dan segera mengakhiri tren kenaikan suku bunga. "Kami memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan posisi di posisi 5,75% selama sisa tahun ini, sembari tetap waspada terhadap pergerakan perekonomian global yang masih dipenuhi ketidakpastian," ujarnya, kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
Tebar KUR Berbunga Mini Bebas Jaminan Tambahan
Pemerintah masih terus menebar kemudahan bagi para pelaku usaha kecil lewat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di aturan terbaru, selain mempermudah fasilitas KUR, tahun 2023 ini, pemerintah juga menaikkan plafon KUR hingga Rp 470 triliun. Lewat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No 1/ 2023 yang terbit akhir Januari 2023, bunga KUR diterapkan berjenjang. Bunga KUR super mikro 3% dengan plafon maksimal Rp 10 juta dan jangka waktu hingga 3 tahun sedangkan untuk investasi sampai 5 tahun.
KUR dengan plafon Rp 10 juta hingga Rp 100 juta memiliki tenor sama dengan KUR super mikro. Suku bunga tergantung tipe calon penerima KUR. Bagi calon debitur yang pertama kali mengakses KUR mikro dikenakan bunga 6%, kedua kali 7%, ketiga kali 8%, dan keempat kali 9%.
Suku bunga ini juga berlaku berjenjang bagi debitur KUR il dengan plafon Rp 100 juta- Rp 500 juta, namun tenor lebih lama untuk kredit modal kerja 4 tahun dan investasi 5 tahun.
Hanya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahedra Siregar menyebut, KUR tanpa penjaminan tambahan akan membuat bank lebih selektif. "Supaya di belakang hari tidak menjadi kredit macet, tak asal kasih tanpa melihat kelayakan," ujar Mahendra, Kamis (16/2).
Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto memproyeksi, kebijakan itu tidak berdampak signifikan. Dalam pengendalian kualitas KUR mikro, BRI berpedoman pada penilaian kelayakan usaha, bukan pada agunan.
Berharap Dana Bank Domestik
JAKARTA-Menteri Investasi Bahlil Lahadalia berharap dukungan pembiayaan perbankan dalam negeri untuk menambah kapasitas smelter mineral. Saat ini fasilitas pemurnian dan pengolahan lebih banyak mengandalkan investor asing. Bahlil mengatakan total investasi untuk menghiliran didalam negeri mencapai Rp171,2 triliun sepanang tahun lalu. Jumlahnya mencapai 14% dari total realisasi investasi 2022 yang sebesar Rp1.200 trilun. Dana tersebut mayoritas berasal dari penanaman modal asing. Menurut Bahlil, minimnya partisipasi investor domestik di industri smelter dipicu oleh perbankan Indonesia yang tidak sungguh-sungguh mendukung penghiliran mineral. Dia mendorong adanya pelonggaran untuk pembiayaan bisnis tersebut. "Perbankan perlu memberi equity yang terjangkau. Jangan 40%," ujarnya, kemarin. Dia membandingkan kebijakan perbankan di luar negeri yang hanya 10%. (Yetede)
Laba Bersih BTN Melonjak 28%
JAKARTA, ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang 2022 mencatatkan perolehan laba bersih yang positif sebesar Rp 3,04 triliun, meningkat 28,15% secara year on year (yoy). Perolehan tersebut disumbang dukungan besar pemerintah dalam mendorong penyediaan rumah rakyat yang layak huni dan terjangkau di Indonesia. Pada tahun lalu , BTN membukukan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 15,15 triliun, tumbuh 14,74% (yoy). Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) 2022 juga cenderung naik 41 basis poin menjadi 4,4% dari 3,99% pada 2021. “Laba Rp 3,04 triliun ini didukung ekspansi pinjaman, kenaikan dana murah, kualitas kredit yang terus membaik,” ucap Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dalam konferensi pers kinerja BTN 2022 di Jakarta, Kamis (16/2/2023). Dia mengatakan, peran besar pemerintah dalam mendukung perumahan rakyat serta menjaga perekonomian nasional tetap stabil menjadi pendorong bisnis perseroan. Dukungan pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) dan peningkatan alokasi dana untuk perumahan subsidi, juga menjadi bukti nyata dukungan pemerintah untuk rumah rakyat. (Yetede)
Laba Bersih Bank Danamon Rp 3,3 Triliun
PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih di 2022 sebesar Rp 3,3 triliun atau tumbuh 110 % secara tahunan. Pertumbuhan laba bersih itu ditopang pertumbuhan penyaluran kredit dan rasio margin bunga bersih. Presiden Direktur Bank Danamon Yasushi Itagaki, Rabu (15/2) menjelaskan, pertumbuhan laba bersih itu ditopang perekonomian Indonesia yang terus membaik seiring terkendalinya pandemi Covid-19. (Yoga)
GLOBAL ISLAMIC FINANCE SUMMIT 2023 : Komitmen Nyata BSI untuk Perkuat Ekonomi RI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menggelar BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2023 untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan keuangan syariah dalam pengembangan sektor riil di Indonesia. Acara international summit keuangan syariah ini digelar di Jakarta pada 15 - 16 Februari 2023 dan merupakan kali pertama yang digelar oleh BSI. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan agenda ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan literasi dan sosialisasi kepada para pelaku usaha, hingga investor, agar mereka paham bahwa struktur syariah sangat tepat untuk pembiayaan pembangunan Indonesia di sektor riil.
Sementara itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan BSI siap menjadi mitra keuangan syariah yang solid dan kuat untuk seluruh pemangku kepentingan. BSI optimistis industri keuangan syariah akan terus tumbuh didukung dengan capaian kinerja positif bank-bank syariah yang mengalami tren meningkat serta kebijakan tepat dari regulator
Rugi Bersih Bank QNB di Tahun Lalu Menyusut
PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) mencatatkan, rugi bersih sebesar Rp 400,73 miliar pada tahun 2022. Kerugian tersebut menyusut 74,5% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,57 triliun.
Mengutip laporan keuangan BKSW yang dirilis Senin (13/2) salah satu penyebab penurunan kerugian Bank QNB adalah kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 26,35%. Pendapatan bunga itu menjadi Rp 456,27 miliar dari sebelumnya Rp 361,11 miliar.
Di Balik Laba Jumbo Bank-bank Besar
Di tengah pemulihan ekonomi yang masih berlangsung, sejumlah bank besar mencatat laba bersih yang spektakuler. Kinerja bank-bank tersebut terasa jomplang dengan banyak sektor usaha yang terseok-seok dan berusaha bangkit dari hantaman pandemi Covid-19. Bahkan, Presiden Jokowi juga heran ketimbang memberikan apresiasi meskipun subyeknya adalah bank-bank milik negara. ”Kadang-kadang saya mikir, ini kok tumbuhnya tinggi banget. Jangan-jangan bunganya ketinggian,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Mandiri Investment Forum, awal bulan ini, yang disambut gelak tawa hadirin. Saat membuka Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2023 pada Senin (6/2/2023), Presiden juga mengemukakan hal yang lebih kurang sama. ”Sebelum masuk ke sini tadi saya tanya ke Pak Ketua OJK, NIM (net interest margin/margin bunga bersih) berapa? Dijawabnya sebesar 4,4 %. Tinggi banget, ini mungkin tertinggi di dunia,” seloroh Jokowi.
Suku bunga, NIM, dan laba tentu saling berhubungan. Semakin besar NIM, laba perbankan akan semakin besar dan begitu pula sebaliknya. NIM yang besar dengan volume penyaluran kredit yang tinggi akan makin mendongkrak laba perbankan. NIM atau margin bunga bersih adalah perbandingan antara pendapatan bunga bersih dan rata-rata aktiva produktif. NIM dipengaruhi oleh besaran suku bunga, baik kredit maupun dana, serta volume penyaluran kredit.Normalnya, NIM perbankan juga berfluktuasi mengikuti perkembangan suku bunga. Namun, selama ini tersebut, NIM relatif stabil di kisaran 4,5-5 %. Karena perbankan memainkan spread (selisih) suku bunga kredit dan suku bunga dana sehingga NIM menjadi stabil. Saat volume penyaluran kredit menurun, perbankan cenderung memperbesar spread antara suku bunga kredit dan suku bunga dana untuk mempertahankan level NIM. Jadi, meskipun volume penyaluran kredit menurun, NIM perbankan tetap tinggi. Inilah yang menjelaskan mengapa selama pandemi Covid-19 hingga kini perbankan tetap mencetak laba yang relatif besar. (Yoga)









