Di Balik Laba Jumbo Bank-bank Besar
Di tengah pemulihan ekonomi yang masih berlangsung, sejumlah bank besar mencatat laba bersih yang spektakuler. Kinerja bank-bank tersebut terasa jomplang dengan banyak sektor usaha yang terseok-seok dan berusaha bangkit dari hantaman pandemi Covid-19. Bahkan, Presiden Jokowi juga heran ketimbang memberikan apresiasi meskipun subyeknya adalah bank-bank milik negara. ”Kadang-kadang saya mikir, ini kok tumbuhnya tinggi banget. Jangan-jangan bunganya ketinggian,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Mandiri Investment Forum, awal bulan ini, yang disambut gelak tawa hadirin. Saat membuka Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2023 pada Senin (6/2/2023), Presiden juga mengemukakan hal yang lebih kurang sama. ”Sebelum masuk ke sini tadi saya tanya ke Pak Ketua OJK, NIM (net interest margin/margin bunga bersih) berapa? Dijawabnya sebesar 4,4 %. Tinggi banget, ini mungkin tertinggi di dunia,” seloroh Jokowi.
Suku bunga, NIM, dan laba tentu saling berhubungan. Semakin besar NIM, laba perbankan akan semakin besar dan begitu pula sebaliknya. NIM yang besar dengan volume penyaluran kredit yang tinggi akan makin mendongkrak laba perbankan. NIM atau margin bunga bersih adalah perbandingan antara pendapatan bunga bersih dan rata-rata aktiva produktif. NIM dipengaruhi oleh besaran suku bunga, baik kredit maupun dana, serta volume penyaluran kredit.Normalnya, NIM perbankan juga berfluktuasi mengikuti perkembangan suku bunga. Namun, selama ini tersebut, NIM relatif stabil di kisaran 4,5-5 %. Karena perbankan memainkan spread (selisih) suku bunga kredit dan suku bunga dana sehingga NIM menjadi stabil. Saat volume penyaluran kredit menurun, perbankan cenderung memperbesar spread antara suku bunga kredit dan suku bunga dana untuk mempertahankan level NIM. Jadi, meskipun volume penyaluran kredit menurun, NIM perbankan tetap tinggi. Inilah yang menjelaskan mengapa selama pandemi Covid-19 hingga kini perbankan tetap mencetak laba yang relatif besar. (Yoga)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023