;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Aset LPS Menembus Rp 186 Triliun

HR1 01 Feb 2023 Kontan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2022. Asetnya mencapai Rp 186,75 triliun per akhir tahun lalu ( unaudited ) atau tumbuh 15,27% dibandingkan akhir tahun 2021. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, aset terdiri dari Rp 180,47 triliun investasi, kas dan piutang Rp 5,97 triliun, aset tetap dan aset tidak berwujud Rp 220 miliar dan aset lainnya Rp 9 miliar. Aset investasi seluruhnya di Surat Berharga Negara (SBN). "Ditempatkan pada SBN rupiah Rp 178,51 triliun dan SBN valas Rp 1,8 triliun," kata Purbaya, Selasa (31/1).

Buah Digitalisasi, Bank Mandiri Torehkan Kinerja Kinclong pada 2022

HR1 01 Feb 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2022 lewat strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial, dan proses optimalisasi digital. Emiten berkode saham BMRI itu mencatat dalam setahun terakhir, Livin’ by Mandiri telah mampu melayani lebih dari 1,64 miliar transaksi finansial. Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri selama 2022 menembus Rp2.435 triliun atau tumbuh 48,4 persen dari periode tahun sebelumnya atau year on year (YoY). Selain itu, hingga saat ini Livin’ by Mandiri telah diunduh lebih dari 22 juta kali dalam kurun waktu 15 bulan terakhir. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan pada periode yang sama, Kopra by Mandiri berhasil mengelola Rp18.567 triliun transaksi hingga akhir 2022 atau tumbuh 22 persen YoY. “Kehadiran Livin’ dan Kopra by Mandiri juga turut menyumbang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah yang signifikan. Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah berhasil berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik,” kata Darmawan di Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 41,17 Triliun

KT1 01 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan entitas anak mencetak laba bersih sebesar Rp 41,17 triliun sepanjang 2022. Bank yang berusia 24 tahun di tahun 2022 ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih 46,89% secara tahunan (year on year/yoy). Perolehan laba tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 87,9 triliun, tumbuh 14,97% (yoy). Kemudian, pendapatan non bunga tumbuh 9,01% (yoy) menjadi Rp 35,18 triliun, biaya operasional tumbuh 8,38% (yoy) pada 2022. Perseroan juga mencatat pendapatan operasional sebelum provisi mencapai Rp 72,29 triliun, meningkat 46,12% (yoy). Kenaikan ini pun ikut membawa rasio net interest margin (NIM) terjaga di level optimal 5,47%. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pencapaian laba turut didukung oleh fungsi intermediasi yang semakin positif. Hal ini menunjang laba bersih yang mengalami perbaikan dari tahun ke tahun kendati diterpa ketidakpastian ekonomi global. Laba tersebut  tentunya semakin memperkuat permodalan Bank Mandiri sebagai faktor utama untuk memiliki kemampuan dalam melakukan ekspansi bisnis, terutama mendukung fungsi intermediasi dalam menyalurkan kredit. (Yetede)

Tumbuh 14,5%, Segmen Korporasi Penopang Kredit Perbankan

KT1 31 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit korporasi per akhir 2022 mencapai Rp 3.265,2 triliun tumbuh 14,5% secara tahunan (year on year/yoy) dan menjadi penopang pertumbuhan kredit secara keseluruhan. Meskipun pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan dengan November 2022 yang tumbuh 15,1% (yoy). Berdasarkan data Uang Beredar BI, untuk kredit perorangan tercatat tumbuh membaik 8,7% (yoy) per Desember 2022 menjadi Rp 3.068,4 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari November 2022 yang sebesar 8,1% (yoy). Sehingga, secara keseluruhan kredit yang disalurkan perbankan sepanjang 2022 mencapai Rp 6.387 triliun, tumbuh 11% (yoy). Senada dengan data BI, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut mencatatkan kinerja kredit korporasi yang tumbuh tinggi menopang kredit di akhir 2022. (Yetede)

Kinerja Moncer, Himbara Diminta Jaga Kepercayaan Nasabah

KT1 30 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, kinerja yang impresif pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terlepas dari kepercayaan para nasabah dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, kepercayaan publik kepada Himbara harus terus dijaga dan dipupuk. Pertumbuhan kinerja pun dapat diraih sepanjang 2022 karena dukungan yang secara tidak langsung oleh para nasabah dan debiturnya, antara lain dengan kerja keras mereka membangun bisnis sehingga mampu terus bekerjasama dengan Himbara Berdampingan membangun bisnis bersama-sama. Atas dasar itulah, Erick menilai perlu memberikan apresiasi kepada nasabah dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada perbankan BUMN dengan turut berbahagia di hari-hari besar mereka. Kali ini, hari besar yang dimaksud adalah Tahun Baru Imlek. (Yetede)

Tingkatkann Literasi, Asbisindo Optimis Industri Perbankan Syariah Tetap Tumbuh

KT1 30 Jan 2023 Investor Daily (H)

BATAM, 28 Januari 2023 – Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) berkomitmen terus meningkatkan dan memperdalam inklusi dan literasi perbankan syariah sebagai upaya mengakselerasi kemajuan industri keuangan syariah, melalui konsolidasi dan digitalisasi sehingga berkontribusi lebih besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi menyampaikan komitmen dan dukungannya dalam membangun percepatan kemajuan perbankan syariah sesuai amanah Undang-undang (UU) Nomor 4 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Kami optimis industri perbankan syariah akan tumbuh double digit di tahun ini, mengingat potensi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Terlebih lagi bila inklusi dan literasi makin ditingkatkan, maka industri perbankan syariah akan tumbuh positif,” ungkap Hery di selasela Seminar dan Muskernas Asbisindo yang bertema “Membangun Percepatan Kemajuan Perbankan Syariah Paska Pengesahan UU P2SK”, Sabtu (28/1), di Batam. (Yetede)

INVESTASI DANA HAJI : MUAMALAT BERI CUAN BPKH 12%

HR1 28 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Dana investasi milik Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang ditempatkan di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. memiliki rasio profit mencapai 12,19% per tahun menandakan nilai manfaatnya cukup besar. Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan bahwa investasi BPKH di Bank Muamalat sudah dilaksanakan sesuai kaidah investasi. Selain memenuhi prinsip syariah, juga memenuhi aspek keamanan, kehati-hatian, nilai manfaat, dan likuiditas. Untuk nilai manfaat yang dilihat dari laba atas investasi (return of investment/ROI), BPKH memperoleh total return Rp121,9 miliar pada 2022 atas investasinya di Bank Muamalat senilai Rp1 triliun. Artinya, ROI BPKH di Bank Muamalat mencapai 12,19% per tahunnya. “Selain itu, investasi BPKH pada Bank Muamalat memberikan benefit non-keuangan, seperti perluasan jaringan layanan untuk jemaah haji dan optimalisasi infrastruktur Bank Muamalat untuk meningkatkan investasi serta penempatan BPKH,” kata Fadlul kepada Bisnis, Jumat (27/1). Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati mengatakan porsi kepemilikan saham BPKH saat ini terhitung besar apabila dilihat dari porsi kepemilikan. Namun, porsi kepemilikan besar itu karena BPKH mendapatkan hibah saham pengendali sebelumnya sebanyak 7,903 miliar saham atau setara dengan 77,42%.


JURUS BANK JAGA LIKUIDITAS

HR1 28 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

Dana simpanan nasabah di industri perbankan makin menggemuk, menandakan efektivitas dari kebijakan suku bunga bank sentral yang sasarannya adalah meredam tingkat inflasi. Namun, sejalan dengan itu, industri perbankan menghadapi tantangan peningkatan biaya dana atau cost of fund. Perbankan menghadapi tekanan cost of fund ganda, yakni baik dari kenaikan suku bunga maupun saldo dana pihak ketiga (DPK). Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan periode awal pandemi. Kala itu, saldo DPK perbankan tumbuh pesat, tetapi di saat yang sama suku bunga turun drastis. Data Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan masyarakat di bank mencapai Rp8.030 triliun per Desember 2022, naik 8,7% secara tahunan (year-on-year/ YoY). Sementara itu, jumlah rekening meroket 31,6% YoY menjadi 508,54 juta. Dalam kondisi ini, perbankan mesti mengatur strategi guna tetap mampu menjaga loyalitas nasabah penabung, sembari mempertahankan daya saing suku bunga kredit agar kompetitif. Taruhannya tidak lain yakni margin keuntungan yang bisa tergerus. 

Perbankan dituntut oleh pemerintah untuk menjaga laju pertumbuhan kredit tetap tinggi, meskipun suku bunga meningkat. Hal ini tidak terlepas dari faktor kondisi aktual perekonomian yang kini ditandai oleh stagflasi, yakni kenaikan inflasi di tengah perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Di satu sisi, bank sentral terpaksa menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi dan menjaga nilai tukar. Namun, di sisi lain, mempertahankan pertumbuhan kredit justru menjadi krusial dalam upaya mendorong laju ekonomi. Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha mengatakan dalam menjaga kinerja bisnis serta likuiditas di tengah tren suku bunga acuan BI yang tinggi, Bank Mandiri mengeksekusi strategi pendanaan. “Bank Mandiri juga akan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain opsi intrumen yang tersedia, timing yang tepat, serta kondisi pasar,” ungkap Rudi.

Catatkan Kinerja Impresif, DPR Apresiasi Kepemimpinan Sunarso

KT1 28 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Capaian kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang cemerlang dan terus menjalankan transformasi berkelanjutan tak terlepas dari keberhasilan Direktur Utama BRI Sunarso dalam memimpin. Kepemimpinannya yang mampu membawa BRI melewati pandemi dengan baik mendapatkan apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, tak terkecuali Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sejumlah anggota dewan di Komisi XI DPR memberikan apresiasi kepada Direktur Utama BRI Sunarso dan jajarannya atas kinerjanya yang impresif dalam menahkodai bank pemberdayaan UMKM tersebut. Hal itu diungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI dengan BRI. Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Musthofa mengungkapkan, Sunarso mampu melihat kondisi ekonomi secara penuh. Tidak saja dari sudut perbankan, namun juga aspek makro dan mikro baik global maupun lokal. “Pada kesempatan ini, Pak Sunarso tidak hanya bicara soal banking saja, tidak hanya seorang bankers tapi ekonom makro dan mikro. Sudah lengkap Pak Narso,” ungkap Musthofa dalam keterangannya, Jumat (27/1/2023). (Yetede)

Dana Simpanan Bank Tumbuh Makin Pesat

KT3 27 Jan 2023 Kompas

Pertumbuhan dana simpanan nasabah di perbankan atau biasa disebut dana pihak ketiga (DPK) cenderung semakin tinggi. Berdasarkan data BI, total DPK perbankan per akhir Desember 2022 mencapai Rp 7.929 triliun, tumbuh 9,01 % dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan tersebut lebih cepat dibandingkan November 2022 yang tumbuh 8,08 % secara tahunan. Kenaikan DPK tersebut dipicu tren peningkatan suku bunga simpanan, terutama deposito berjangka. Mengutip data LPS, rata-rata suku bunga simpanan meningkat sejak Agustus 2022 dan cenderung semakin cepat. Rata-rata suku bunga simpanan naik 11 basis poin menjadi 2,95 5 selama periode 20 Desember 2022-16 Januari 2023. Peningkatan suku bunga simpanan dipicu kenaikan suku bunga acuan BI. Sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, BI selalu menaikkan suku bunga acuan setiap bulannya, yang totalnya mencapai 225 basis poin atau 2,25 %. Ini membuat suku bunga acuan BI kini di posisi 5,75 %.

”Kenaikan bunga mendorong nasabah untuk menyimpan uangnya di perbankan,” kata ekonom, Ryan Kiryanto, Kamis (26/1). Ryan memperkirakan lonjakan DPK didorong simpanan korporasi ataupun pekerja individu dari sektor batubara dan sawit. Harga komoditas yang tinggi membuat pelaku industri sektor ini menikmati kinerja positif sehingga ada kemungkinan sebagian uangnya disimpan di bank. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, kenaikan dana simpanan perbankan dipicu peningkatan suku bunga simpanan. Kenaikan suku bunga simpanan mendorong sebagian masyarakat menyimpan uangnya di bank. Merespons kenaikan suku bunga acuan BI dan suku bunga simpanan bank, LPS pun menaikkan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 basis poin menjadi 4 % untuk simpanan rupiah dan 2 % untuk simpanan valuta asing. Adapun bunga penjaminan simpanan rupiah di BPR juga dinaikkan menjadi 6,50 %, yang berlaku untuk periode 1 Februari 2023 sampai 31 Mei 2023, ujar Purbaya dalam jumpa pers Rapat Dewan Komisioner LPS, secara daring, Kamis. (Yoga)


Pilihan Editor