JURUS BANK JAGA LIKUIDITAS
Dana simpanan nasabah di industri perbankan makin menggemuk, menandakan efektivitas dari kebijakan suku bunga bank sentral yang sasarannya adalah meredam tingkat inflasi. Namun, sejalan dengan itu, industri perbankan menghadapi tantangan peningkatan biaya dana atau cost of fund. Perbankan menghadapi tekanan cost of fund ganda, yakni baik dari kenaikan suku bunga maupun saldo dana pihak ketiga (DPK). Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan periode awal pandemi. Kala itu, saldo DPK perbankan tumbuh pesat, tetapi di saat yang sama suku bunga turun drastis. Data Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan masyarakat di bank mencapai Rp8.030 triliun per Desember 2022, naik 8,7% secara tahunan (year-on-year/ YoY). Sementara itu, jumlah rekening meroket 31,6% YoY menjadi 508,54 juta. Dalam kondisi ini, perbankan mesti mengatur strategi guna tetap mampu menjaga loyalitas nasabah penabung, sembari mempertahankan daya saing suku bunga kredit agar kompetitif. Taruhannya tidak lain yakni margin keuntungan yang bisa tergerus.
Perbankan dituntut oleh pemerintah untuk menjaga laju pertumbuhan kredit tetap tinggi, meskipun suku bunga meningkat. Hal ini tidak terlepas dari faktor kondisi aktual perekonomian yang kini ditandai oleh stagflasi, yakni kenaikan inflasi di tengah perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Di satu sisi, bank sentral terpaksa menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi dan menjaga nilai tukar. Namun, di sisi lain, mempertahankan pertumbuhan kredit justru menjadi krusial dalam upaya mendorong laju ekonomi. Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha mengatakan dalam menjaga kinerja bisnis serta likuiditas di tengah tren suku bunga acuan BI yang tinggi, Bank Mandiri mengeksekusi strategi pendanaan. “Bank Mandiri juga akan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain opsi intrumen yang tersedia, timing yang tepat, serta kondisi pasar,” ungkap Rudi.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023