Selain Bunga, NIM Perbankan Tinggi Buah dari Efisiensi
JAKARTA, ID – Industri perbankan pada tahun lalu berhasil meningkatkan efisiensi dan juga menjaga biaya dana (cost of fund) tetap rendah karena fokus pada dana murah (current account saving account/CASA). Hal ini berdampak pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang melebar ke level 4,71% pada 2022, naik dari tahun 2021 di level 4,51%. Efisiensi tercermin dari beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang terjaga pada level 78,65% pada Desember 2022, menurun dari tahun sebelumnya 83,68%. Bahkan, BOPO 2022 lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Desember 2019 yang sebesar 79,58%. Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria mengatakan, setiap bank memiliki fokus yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan. Menurut dia, NIM tidak hanya dilihat dari tingginya suku bunga kredit saja, tapi juga dari biaya bunga. “NIM itu kan dua komponen, pendapatan bunga dan biaya bunga. Pendapatan bunga itu murni dari pembiayaan kredit, biaya bunga itu biaya likuiditas. Bank tidak hanya dari DPK saja tapi macam-macam, bank bisa keluarkan surat utang,dapat pinjaman antarbank, dan sebagainya,” kata Taswin dalam acara Money Talks, Selasa (7/2/2023). (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023