Perbankan
( 2293 )UMKM Makin Tangguh, BRI Rampungkan 54,5% Restrukturisasi Kredit Covid-19
JAKARTA – Seiring dengan pulihnya segmen UMKM, restrukturisasi kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga semakin melandai BRI telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiapkan pencadangan yang cukup, jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit yang berakhir pada Maret 2023. Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengungkapkan, nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di BRI telah menurun signifikan sebesar 54,5% dari Rp 256,1 triliun saat awal pandemi, menjadi Rp 116,45 triliun pada akhir kuartal III-2022. Secara beriringan, jumlah nasabah restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 sudah berkurang hingga 2,5 juta nasabah. “Saat ini, jumlah nasabah yang tersisa itu 1,4 juta nasabah. Jadi, turun 2,5 juta dari posisi tertinggi restrukturisasi Covid-19 BRI pada September 2020 sebesar 3,9 juta nasabah. Dan, terus dimonitor supaya kita bisa jaga kualitasnya dengan tetap baik,” ujarnya. (Yetede)
Right Issue, Bank Neo Commerce Meraih Rp 1,7 T
Aksi korporasi Bank Neo Commerce (BNC) yaitu Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VI atau
rights issue, mengalami kelebihan permintaan (
oversubscribed ) hingga 15 kali dari sisa saham yang belum dilaksanakan.
Jumlah saham yang ditawarkan pada
rights issue
BNC kali ini sebanyak Rp 2,61 miliar saham baru, dengan harga pelaksanaan Rp 650 per saham.
Dengan demikian, jumlah dana yang diterima BNC dari hasil
rights issue
ini sebesar Rp 1,7 triliun. Walhasil modal inti BNC sudah melebihi Rp 3 triliun dan BNC telah memenuhi ketentuan modal inti minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
KPR Tumbuh Positif di 2023, BTN Bidik Milenial
Bank Tabungan Negara (BTN) menilai, generasi milenial yang mendominasi populasi masyarakat Indonesia saat ini sebagai salah satu
captive market
pengembangan properti di Indonesia. Bank pelat merah ini mencatat sebanyak 5,8 juta generasi millenial di Indonesia yang belum memiliki rumah. Angka itu mengacu ke populasi berusia 21-40 tahun.
Itu sebabnya, potensi bisnis perumahan sangat menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
"Backlog
perumahan saat ini sebesar 12,75 juta, termasuk di dalamnya generasi milenial yang mendominasi populasi sebanyak 47% belum memiliki rumah merupakan potensi yang sangat besar," kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo, Rabu (7/12)..
Menarik Greenback dengan Gula-Gula Bunga Tinggi
Secara mengejutkan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengerek suku bunga valuta asing (valas) perbankan. Bunga penjaminan valas naik 100 basis poin (bps) menjadi 1,75%, sementara bunga penjaminan rupiah tetap di level 3,75%.
Berlaku mulai 9 Desember 2020 sampai 31 Januari 2023, keputusan menaikkan bunga penjaminan valas ini di luar kebiasaan LPS. Dalam kondisi normal, LPS harusnya baru akan membuat keputusan terkait penjaminan bunga tiap tiga bulan. Merujuk putusan terakhir, bunga penjaminan baru seharusnya baru akan dilakukan Januari 2023 nanti.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, keputusan adalah antisipasi ke depan (forward looking) atas ketidakpastian ekonomi, pasar keuangan, harga komoditas, serta kinerja ekspor.
Kenaikan bunga penjaminan valas juga untuk memberikan ruang bagi bank agar merespon pergerakan likuiditas global yang kering likuiditas.
Konsolidasi Bank Bakal Terus Berlanjut
Dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat perbankan di Tanah Air tidak hanya selesai lewat pemenuhan modal inti Rp 3 triliun di ujung 2022. Upaya konsolidasi perbankan pun akan terus didorong OJK sambil memantau kondisi ekonomi global ke depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK. Dian Ediana Rae mengatakan, berdasarkan rencana yang disampaikan ke OJK, hampir semua bank bisa memenuhi ketentuan modal inti Rp 3 triliun hingga akhir tahun ini. Adapun upaya konsolidasi akan mengacu pada riset OJK mengenai jumlah bank yang dibutuhkan di Indonesia agar bisa bekerja lebih kompetitif dan efisien. "Masih butuh untuk menentukan berapa banyak bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), untuk mendukung ekonomi yang dinamis dan tumbuh dari waktu ke waktu," paparnya.
Empat Bank Besar Raup Laba Bersih Rp199 Triliun
JAKARTA, ID – Di tengah tren kenaikan suku bunga, empat bank umum nasional dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar —PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Bank Mandiri Tbk (Mandiri), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)—, meraup laba bersih Rp 119 triliun per Oktober 2022. Di luar grup, BRI meraih laba bersih Rp 40,2 triliun, naik 66% dibandingkan periode sama tahun 2021. Indonesia dinilai sukses membangun proyek hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi. Program serupa akan dikembangkan pula pada mineral penting yang lain, seperti tembaga yang banyak terdapat di Papua, timah di Bangka Belitung, serta bauksit di Kalimantan Barat dan Bintan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan, hilirisasi mineral akan menciptakan nilai tambah tinggi di dalam negeri. Hilirisasi penting, seperti nikel yang menghasilkan nilai tambah berlipat. Dulu ekspor mentah hanya US$ 1,1 miliar atau kira-kira Rp 18 triliun (tahun 2016). Sekarang nilai ekspor sudah lebih dari Rp 320-an triliun atau melonjak 18 kali. “Padahal, itu hanya dari nikel mentah ke stainless steel, belum jadi baterai electric vehicle (EV) untuk mobil atau pesawat, yang nanti industrinya di sini,” kata Kepala Negara saat membuka Rapimnas Kadin Indonesia 2022 di Jakarta, Jumat (2/12/2022). (Yetede)
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Aman
JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat likuiditas perbankan dalam level yang memadai dengan rasio yang terjaga. EVP Corporate Communication&Social Responsibility Bank BCA, Hera F. Haryn, menyebutkan likuiditas BCA juga terapantau aman. Rasio simpanan dalam bentuk giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) BCA naik 15,1% secara tahunan atau mencapai Rp830,4 triliun per September 2022. "Nilai CASA berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga. Pertumbuhan CASA menjadi penoang utama kenaikan dana pihak ketiga yang mencapai Rp 1.026 triliun. atau tumbuh 11% secara tahunan. Sekretaris Perusahaan Bank BRI, Aestika Oryza Gunarto, juga menyatakan kondisi likuiditas Perseroan saat ini terpantau cukup. "Hal ini terlihat dari loan to deposit ratio BRI yang secara konsolidasi terjaga dilevel 88,51% per September," ujarnya. (Yetede)
Sektor Investasi Pulihkan Penyaluran Kredit Perbankan
JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan hingga Oktober 2022 naik 11,95% secara tahunan (year on year). Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan kredit tahunan periode yang sama 2021 sebesar 5,24%. Ketua Dewan Komisioris OJK, Mahendra Siregar, menyebut laju kredit perbankan di topang oleh kredit investasi yang naik 13,65%. Angka ini jauh lebih baik dibanding penyaluran kredit investasi pada 2021 yang berkontraksi 4,10%. "Sedangkan secara month to month, nominal kredit perbankan naik Rp6.333,51," ujarnya, kemarin. Sektor lain yang juga penyumbang pertumbuhan kredit tertinggi ialah kredit modal kerja yang tumbuh konsumsi 5,24%. Meski laju penyaluran kredit terus meningkat, risiko kredit justru terus menurun. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross perbankan sebesar 2,72%. (Yetede)
2023 BRI Optimis Kredit Konsuner Tumbuh Dua Digit
JAKARTA, ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tetap meyakini dapat membukukan kinerja positif tahun depan. Pada segmen kredit konsumer, pertumbuhan kredit ditargetkan bisa mencapai dua digit. Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, kredit konsumer perseroan terdiri dari tiga produk unggulan, yakni kredit pemilikan rumah (KPR), kredit multiguna, dan kartu kredit. Ketiga produk tersebut yang akan mendukung pertumbuhan bisnis kredit konsumer BRI. “Konsumer kami ada tiga, dari KPR masih bisa tumbuh antara 8-10%, kemudian ada BRIguna, kartu kredit juga kami masih optimis tumbuh 11-15%, double digit,” ucap Handayani kepada Investor Daily, ditemui di Jakarta,akhir pekan lalu. Bank Indonesia (BI) sebelumnya memasang target pertumbuhan kredit secara keseluruhan sebesar 10-12% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2023 dan 2024. Di sisi lain, BRI secara keseluruhan kredit diproyeksi tumbuh 9-11% (yoy) tahun depan. “Untuk konsumer kami optimis akan naik, konsumer sekitar itu juga,” kata Handayani.(Yetede)
Saham GOTO Masih Berpeluang Rebound
JAKARTA, ID -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmen membawa UMKM Indonesiago global melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 yang berlangsung pada 1-31 Desember 2022. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT BRI ke-127 dan puncak UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 akan diselenggarakan secara offline pada 14-18 Desember 2022 di Jakarta Convention Center (JCC). Pada kegiatan ini BRI menghadirkan lebih dari 500 UMKM terpilih. Pemilihan peserta UMKM juga mempertimbangkan aspek-aspek Environmental, Social, Governance (ESG). BRI sebagai role model penerapan prinsip-prinsip ESG juga mendorong pelaku UMKM untuk mampu tumbuh berkelanjutan. Implementasi prinsip ESG dalam proses produksi meliputi kegiatan pemberdayaan perempuan, pengelolaan limbah, dan inklusivitas menjadi penilaian dalam memilih UMKM terpilih di ajang UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 tahun ini. (Yetede)









