Perbankan
( 2293 )Bank Mandiri Torehkan Kinerja Impresif di Kuartal I-2023
Selaras dengan strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan yang matang, Bank Mandiri (BMRI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun 2023. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih konsolidasi pada kuartal I 2023 sebesar Rp 12,6 triliun, tumbuh 25,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada pendekatan ekosistem bisnis baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan. Hasilnya, hingga akhir Maret 2023, total aset Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil tumbuh 10,04% secara year on year (YoY) mencapai Rp 1.908 triliun. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 12,36% YoY secara konsolidasi menjadi Rp 1.205 triliun. “Melalui pencapaian fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang berupaya untuk berkontribusi maksimal terhadap perekonomian di Indonesia,” ujar Darmawan di Jakarta, Selasa (18/4). Fungsi intermediasi yang impresif tersebut merata di seluruh segmen. Antara lain kredit wholesale yang berhasil meningkat 9,09% secara YoY pada kuartal I 2023 menjadi Rp 599 triliun serta kredit ritel yang meningkat 11,92% YoY dengan realisasi mencapai Rp 327 triliun. Perbaikan dari sisi kualitas kredit tersebut juga berhasil menekan biaya kredit (cost of credit /CoC). Hasilnya, posisi CoC Bank Mandiri berada di level terendah sepanjang sejarah yakni 1,00% per akhir Maret 2023 secara bank only, membaik dari posisi setahun sebelumnya yang sempat menyentuh level 1,45%. Kinerja positif Bank Mandiri juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah menyentuh 24,6% atau naik 241 basis poin (bps) secara YoY. Sementara posisi net interest margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,40%.
Permintaan Kredit Akan Tetap Tinggi Tahun Ini
Laju kredit perbankan secara tahunan sedikit melandai pada Maret, dibanding dua bulan sebelumnya. Mengutip data Bank Indonesia (BI), kredit per Maret tumbuh 9,93%
year on year
(yoy). Sebagai pembanding, kredit per Januari dan Februari masing-masing tumbuh 10,53% dan 10,64% yoy.
Industri perbankan dan BI meyakini permintaan kredit tetap tinggi di kuartal kedua hingga akhir tahun. Survei BI menunjukkan permintaan kredit korporasi di triwulan II akan lebih tinggi dari kuartal I. Proyeksi itu terindikasi dari saldo bersih tertimbang (SBT) korporasi 30,0% per Maret 2023, meningkat dari SBT di bulan sebelumnya, yaitu 26%.
Survei menyebut, permintaan datang dari sektor pertanian, industri pengolahan, dan penyediaan makanan dan minuman. Secara keseluruhan, BI tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit perbankan tahun ini di kisaran 10%-12%.
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, pertumbuhan terutama berasal dari industri yang cukup potensial seperti pengolahan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga. "Kami juga perkirakan permintaan kredit akan terus positif hingga akhir tahun sejalan dengan kondisi prospek ekonomi yang stabil dan PDB tumbuh 5% di 2023,” kata dia, belum lama ini.
Penilaian senada datang dari PT Bank BNI Tbk. Namun, bank ini tetap fokus pada kualitas aset, hingga penyaluran kredit akan difokuskan pada segmen prioritas yakni segmen wholesale serta ekosistem turunannya.
“Pertumbuhan kredit kuartal I masih sesuai
guidance
bisnis, yaitu 7,2% yoy. BNI optimistis menjaga pertumbuhan kredit hingga 10% di tahun ini,” ujar Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.
Bank Mandiri Optimis Kantongi Laba Lebih Tinggi
JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mengantongi laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 12,56 triliun pada tiga bulan pertama 2023, tumbuh 25,2% secara tahunan (year on year/yoy). Hingga akhir tahun ini, perseroan meyakini dapat membukukan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, didukung dengan fungsi intermediasi yang lebih ekspansif. “Bank Mandiri juga menjaga komunikasi dalam menyampaikan strategi jangka panjang dan pendek kepada investor dan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan kepada perseroan. Kami masih bisa tumbuh dan membukukan profitabilitas tinggi dengan dukungan kerja keras seluruh pegawai Bank Mandiri,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers, pekan lalu. Tahun ini, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akan dijaga pada level 5,3-5,6% dengan menjaga komposisi dana murah (current account saving account /CASA) dan biaya dana stabil. Sedangkan, credit cost dijaga di level 1,3 1,5% dan pertumbuhan kredit berkisar 10-12% (yoy) hingga akhir tahun ini. Darmawan menjelaskan, perseroan telah menyelesaikan global bond US$ 300 juta pada 4 April lalu dengan kupon 5,5% pertahun dengan tenor tiga tahun. (Yetede)
Akumulasi Penyaluran KUR BNI Tembus Rp 50 T
“Bank Mandiri juga menjaga komunikasi dalam menyampaikan strategi jangka panjang dan pendek kepada investor dan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan kepada perseroan. Kami masih bisa tumbuh dan membukukan profitabilitas tinggi dengan dukungan kerja keras seluruh pegawai Bank Mandiri,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers, pekan lalu. Tahun ini, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akan dijaga pada level 5,35,6% dengan menjaga komposisi dana murah (current account saving account /CASA) dan biaya dana stabil. Sedangkan, credit cost dijaga di level 1,3 1,5% dan pertumbuhan kredit berkisar 10-12% (yoy) hingga akhir tahun ini. Darmawan menjelaskan, perseroan telah menyelesaikan global bond US$ 300 juta pada 4 April lalu dengan kupon 5,5% per tahun dengan tenor tiga tahun. Penggunaan dana dari penerbitan tersebut untuk kebutuhan dana valuta asing (valas) untuk membiayai aset valas dengan imbal hasil optimal. Apabila dibutuhkan dan pasar dalam kondisi kondusif, pihaknya menyebut bahwa surat utang menjadi opsi utama Bank Mandiri dalam awal tahun ini. "Tentunya, kami optimistis dapat menyalurkan KUR sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui berbagai terobosan yang akan kami lakukan di tahun ini,” kata Putrama, Selasa (25/4/2023). (Yetede)
Pesta Laba Jumbo Perbankan Berlanjut di Awal Tahun
Tak cuma masyarakat yang bahagia karena mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran. Senyum para bankir saat mendekati Lebaran bahkan mengembang lebih lebar.
Industri perbankan memanen laba besar di kinerja kuartal I 2023. Laba itu seiring kenaikan kredit yang menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih bank.
Namun, penopang laba bukan melulu bercerita soal kinerja. Perbankan masih melanjutkan memangkas biaya pencadangan seiring perbaikan kualitas kredit. Nah, peningkatan laba diprediksi terus berlanjut, seiring optimisme regulator dan bankir terkait permintaan kredit di sepanjang tahun 2023.
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 25,2% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 12,6 triliun pada kuartal pertama 2023. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyebut secara konsolidasi, kredit tumbuh 12,36% yoy, menjadi Rp 1.205 triliun.
Bank Mandiri optimistis, sampai dengan akhir tahun 2023 pertumbuhan kredit tumbuh antara 10%-12%. Penyaluran pembiayaan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kualitas kredit tetap terjaga di level optimal.
Tak mau kalah, Bank BNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara konsolidasi 31,8% yoy menjadi Rp 5,2 triliun pada kuartal pertama 2023. Penyaluran kredit BNI tumbuh 7,2% yoy mencapai Rp 634,3 triliun. Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati menyampaikan, pencapaian pada kuartal I 2023 sejalan visi BNI tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ditopang Segmen Pinjaman Mikro
Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diprediksi masih akan tumbuh pada tahun ini. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen pinjaman mikro.
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi mengatakan, pertumbuhan kinerja BBRI sangat didorong oleh ekosistem ultra-mikro. Sepanjang tahun lalu, pendorong pertumbuhan pendanaan di BRI adalah
current account savings account
(CASA) atau dana murah.
CASA BBRI tumbuh sebesar 22% secara tahunan menjadi Rp 872 triliun. Sementara,
compounded annual growth rate
(CAGR) BBRI tercatat sebesar 15% sejak 2019.
Leonardo mengatakan, segmen pinjaman mikro berpeluang tumbuh 11%-13% di tahun 2023. Sedangkan pertumbuhan dari pinjaman nasabah BBRI diprediksi berkisar 10%-12% di tahun ini. Biaya kredit atau
cost of credit
(CoC) diprediksi akan bertengger di angka 2,2% - 2,4%.
BBRI memperoleh kuota KUR sebesar Rp 270 triliun pada tahun 2023, meningkat 4,9% secara tahunan. Leonardo mengatakan, ada skema KUR terbaru yang menarik untuk diperhatikan dampaknya terhadap kinerja BBRI.
Skema tersebut yaitu pemberlakuan kenaikan bunga berjenjang untuk perpindahan segmen kreditur dan pengajuan kredit baru. Untuk pengajuan pertama kali, suku bunga kredit ada di 6%, lalu meningkat menjadi 7%,8% dan 9% untuk perpanjangan pertama, kedua dan ketiga.
"Ketentuan baru ini akan berdampak positif untuk menjaga dan meningkatkan level pendapatan BBRI walaupun ada keinginan pemerintah untuk memigrasi kreditur KUR ke Kupedes, ujar Leonardo. Dengan skema KUR yang terbaru dan Kupedes, pertumbuhan kredit BBRI bisa naik sampai 10%.
Fokus Pada Kualitas, BNI Gelontorkan Kredit Rp 634,3 Triliun
JAKARTA, Pada kuartal I-2023, kredit konsolidasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(BNI) tumbuh 7,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 634,3 triliun. Dinamika bisnis dan ekonomi, serta baru pulihnya perekonomian nasional pasca pandemi membuat BNI harus cermat dalam mengidentifikasi dan mendorong mesin-mesin pertumbuhan bisnis yang telah siap untuk melakukan ekspansi. Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini memaparkan, hal tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga dan BNI mampu mengoptimalkan pendapatan dari ekosistem bisnis nasabah sehingga pencapaian laba dapat sustain ke depannya. “Kinerja pertumbuhan kredit pada kuartal I-2023 didorong oleh segmen korporasi swasta yang tumbuh 21,2% (yoy) menjadi Rp 234 triliun,” tutur Novita dalam konferensi pers pemaparan kinerja kuartal I-2023, Selasa (18/4/2023). Pertumbuhan kredit diikuti olehsegmen enter prise atau large commercial yang meningkat 13,2% (yoy) menjadi Rp52,2 triliun, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sebesar 50,1 triliun, tumbuh 7,8% (yoy). Sementara, segmen konsumer secara keseluruhan naik 11,9% (yoy) menjadi Rp 113,4 triliun, dengan personal loan dan kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi mesin pertumbuhan dengan masing-masing meningkat 19,2% (yoy) menjadi Rp 44,5 triliun dan tumbuh 8% (yoy) menjadi Rp 54,5 triliun. (Yetede)
Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp 12,6 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengawali tiga bulan pertama tahun 2023 ini dengan kinerja positif. Hal ini tecermin dari capaian laba bersih sebesar Rp 12,6 triliun atau tumbuh 25,2 persen secara tahunan. Pencapaian laba bersih itu ditopang pertumbuhan penyaluran kredit seiring aktivitas ekonomi yang kian menggeliat. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, pertumbuhan laba itu utamanya ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit perseroan. Pada triwulan I-2023 penyaluran kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp 1.205 triliun atau tumbuh 12,36 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
”Peningkatan kredit Bank Mandiritentunya tidak terlepas dari semakin membaiknya fundamental ekonomi Indonesia,” ujar Darmawan dalam jumpa pers paparan kinerja keuangan Bank Mandiri triwulan I-2023 secara daring, Selasa (18/4). Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menambahkan, pertumbuhan penyaluran kredit itu berasal dari seluruh segmen kredit. Kredit korporasi menjadi penyumbang kredit terbesar, yakni Rp 396 triliun atau tumbuh 5,15 % secara tahunan. Pertumbuhan kredit terbesar disumbang dari segmen kredit komersial yang mencapai 17,7 % sehingga menjadi Rp 204 triliun. Pertumbuhan kredit pada segmen UMKM) tercatat 11,7 % secara tahunan sehingga menjadi Rp 69 triliun. Adapun kredit mikro tumbuh 12,7 % secara tahunan menjadi Rp 154 triliun. Selain itu kredit konsumsi tumbuh 10,8 % menjadi Rp 104 triliun. (Yoga)
Menjelang Lebaran, Kredit Multiguna Mengalir Deras
Perbankan optimistis, kredit konsumer tetap mengalir deras pada momentum Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini, termasuk di segmen multiguna.
Laju pertumbuhannya diprediksi masih lebih tinggi dibanding pada periode jelang Lebaran tahun 2022. Padahal saat itu pemerintah banyak menabur insentif untuk mendongkrak konsumsi masyarakat.
Sebelum memasuki bulan Ramadan, laju kredit multiguna meningkat. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit multiguna pada Februari tumbuh 10,3% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 9,9% yoy.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) salah satu yang optimistis permintaan kredit multiguna, lewat layanan Briguna, bakal meningkat selama momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, proyeksi tersebut sejalan dengan tingkat konsumsi masyarakat yang semakin baik.
Guna memacu pertumbuhan kredit multiguna, BRI melakukan digitalisasi proses pengajuan kredit melalui BRImo. Lewat superapps tersebut, nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk mengajukan pinjaman.
Ekonomi Menggeliat, Kredit Jadi Kuat
Kredit PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diproyeksikan masih bertumbuh tahun ini. Pembukaan kembali ekonomi dapat mendukung peningkatan pinjaman emiten perbankan ini.
Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, kredit BBNI masih berpotensi tumbuh, meskipun tidak sebesar kenaikan di tahun lalu yang mencapai dua digit karena
high base effect. Kredit BBNI diperkirakan tumbuh di 7%-8% tahun ini sesuai perkiraan manajemen perusahaan.
Penurunan kredit berisiko BBNI juga terus berlanjut dan net interest margin (NIM) cenderung stabil di tengah tren suku bunga masih tinggi. Kedua hal tersebut, menurut Cheril, bakal memicu katalis yang positif bagi saham BBNI yang sempat turun pasca pembagian dividen.
Analis CGS CIMB Sekuritas Handy Noverdanius mengatakan, penyaluran kredit BBNI hingga Februari 2023 masih naik 10% secara tahunan. Ini artinya realisasi penyaluran kredit BBNI sedikit di atas panduan manajemen.
Analis UOB Kayhian Posmarito Pakpahan pun percaya jika BBNI akan melanjutkan pertumbuhan kinerja yang positif seperti di tahun 2022. Pada kuartal terakhir tahun lalu, BBNI mencetak laba bersih Rp 4,6 triliun.









