Perbankan
( 2293 )Komunikasi Krisis Perbankan
Salah satu masalah yang muncul dalam krisis perbankan di AS dan Eropa adalah komunikasi. Tantangan di tengah kepanikan yang mudah muncul. Pasar saham global bergerak lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Selasa (28/3) setelah selama akhir pecan diliputi kekhawatiran dan tanda tanya mengenai bank mana lagi yang akan mengalami kesulitan keuangan. Pergerakan positif ini tak lepas dari kepastian adanya investor baru untuk Silicon Valley Bank (SVB). Akan tetapi, sejumlah analis dan pengambil kebijakan di sektor perbankan dan keuangan mengingatkan, sektor ini tetap rapuh apabila tidak ada perubahan regulasi yang lebih besar (Kompas, 29/3).
Kunci dari keberhasilan menenangkan pasar awal pekan ini adalah kemampuan komunikasi dari otoritas yang ada. Kasus yang terakhir menimpa Deutsche Bank. Otoritas berhasil menenangkan publik di tengah berbagai isu dan gosip yang beredar setelah saham bank ini anjlok 14 % pada akhir pekan lalu. Pada kesempatan pertama Kanselir Jerman Olaf Scholz membantah kesamaan kasus Deutsche Bank dengan bank Swiss yang telah mengalami krisis sebelumnya, yaitu Credit Suisse. Scholz pun mengatakan, Deutsche Bank tidak mengalami masalah yang serius. Mereka termasuk bank yang menguntungkan dan bisnisnya telah dimodernisasi dan direorganisasi. Dampaknya pada pembukaan pasar pekan ini, harga saham Deutsche Bank mengalami kenaikan dan pasar mulai tenang. (Yoga)
Pasar Incar Bank Rapuh
Pasar sedang mengincar bank-bank yang dipersepsikan rapuh. Tindakan seperti itu turut membuat sistem perbankan AS dan Eropa mirip lautan ranjau dengan ledakan yang sewaktu-waktu bisa muncul. Oleh karena itu, otoritas moneter AS dan Eropa sedang siaga tinggi karena taruhannya adalah krisis ekonomi. Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) Andrew Bailey, Selasa (28/3) di London, mengatakan, para investor sedang mencari titik lemah perbankan. Pasar masih mengkhawatirkan krisis perbankan yang justru membuat situasi makin berat. Andrea Enria, Ketua Dewan Pengawasan Bank Sentral Eropa (ECB), di Frankfurt, Jerman, mengatakan, gerakan pasar lewat instrumen credit default swap (CDS) dengan hanya bermodalkan jutaan dollar AS sudah bisa menggoyang bank beraset triliunan dollar AS.
Gerakan ini turut meracuni pergerakan harga saham bank dan mendorong aliran deposito keluar dari perbankan (The Financial Times, 28 Maret 2023). CDS adalah produk investasi yang digunakan untuk bertaruh, antara lain, atas kejatuhan saham-saham bank yang dipersepsikan rapuh. Lewat instrumen ini, petaruh akan mendapatkan untung lewat harga yang turun. Bailey menambahkan, dalam situasi seperti itu, krisis satu bank bisa membuat bank tersebut berubah mendadak dalam waktu cepat, seperti yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB). Bank AS ini bangkrut dalam waktu cepat, termasuk karena penarikan deposito serta taruhan kejatuhan harga saham dan obligasinya lewat instrumen CDS. (Yoga)
Dirut Mandiri: Kondisi Perbankan Tahun Ini Lebih Baik
JAKARTA, ID-PT Bank Mandiri (persero) Tbk optimis kondisi perbankan nasional tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2022. Perseroan pun mengikuti target pertumbuhan kredit yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 10-12%, untuk pendanaan juga dijaga tumbuh positif. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, untuk dana pihak ketiga (KBMI) 4 termasuk beberapa KBMI III mendapatkan hal positif akibat dampak kegagalan sejumlah bank di global. "Bagaimana menyimpan dana di bank-bank kecil yang pindah ke bank besar. Karena masyarakat tidak melihat suku bunga tetapi lebih kepada securitynya dan mungkin juga lebih kepada kemudahan bertransaksi. Kita optimis tahun ini lebih baik, tapi tetap kita waspadai," ungkap Darmawan saat silahturahmi Ramadan bersama Pemimpin Redaksi Media di Jakarta, Rabu (29/3/2023). Di bank Mandiri pihaknya akan meneruskan inisiatif digital banking yang diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan yang sangat positif di tahun ini. Secara biaya liabilitas juga dipastikan meningkat. Namun, Bank Mandiri juga mencoba kelola dengan menjaga biaya dana berada di zona yang rendah. Berkaca dari kinerja tahun lalu, suku bunga yang ditawarkan perseroan masih mengikuti benchmark. (Yetede)
Global Bond Bank Mandiri Oversubscribed 10,3 Kali
JAKARTA, ID-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil meriah pendanaan sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun dari penerbitan global bond yang akan digunakan untuk ekpansi bisnis. Global bond tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 10,3 kali atau setara lebih dari US% 3,1 miliar saat proses order book. Itu merupakan kelebihan permintaan terbesar yang pernah dicapai oleh Bank Mandiri. Surat utang ini memiliki tenor 3 tahun dengan kupon sebesar 5,5%. Dalam penerbitan global bond ini, Bank Mandiri menunjuk HSBC, JP Morgan, Mandiri Sekuritas, Citigroup, MUFG, dan Standard Chartered Bank sebagai Joint Lead Managers. Selain global bond, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi sebelumnya juga mengatakan bahwa perseroan masih memiliki rencana penerbitan green bond untuk mendukung pertumbuhan dan memenuhi indikator likuiditas dan pendanaan yang dimilikinya. "Memang di 2023 ini ada rencana penerbitan green bond yang merupakan inisiatif dengan sustainability green financing. Tentu ini akan menjadi bentuk pendanaan yang stabil untuk jangka menengah panjang dan juga untuk mempekuat bisnis investor Bank Mandiri ke depan," kata Darmawan, Rabu (29/3/2023). (Yetede)
Berikan Layanan Terbaik, BRI Raih Dua Perhargaan Internasional di Ajang RBI Asia Traiblazers Award 2023
JAKARTA, ID-Konsistensi PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI dalam memberikan layanan terbaik untuk nasabahnya membuat BRI kembali diganjar penghargaan internasional pada 'Retail Banker International (RBI) Asia Trailblazer Awards 2023' yang diselenggarakan di Singapura (9/3/2023). Kali ini BRI mendapatkan dua penghargaan sekaligus, penghargaan tersebut adalah di katagori product advances sebagai 'Winner-Best in Current Account of fering' and Highly Commended-Excellence in Mass Affluent Banking'. Tahun 2023 ini merupakan edisi ke 14 dari ajang penghargaan bergengsi di sektor bisnis Asia dan tahun ini menjadi kali kedua BRI mengikuti ajang ini sejak pertama kali pada 2022 dan BRI mampu mempertahankan dua penghargaan bergengsi yang telah di raih pada tahun sebelumnya. RBI Asia Traiblazer Awards sendiri merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada institusi dan individu perbankan ritel terbaik di kelasnya atas layanan inovatif dan komitmen mereka terhadap pelanggan. (Yetede)
Bank Milik Negara Mengantisipasi Risiko
Bank-bank milik negara menggulirkan sejumlah strategi mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi dan krisis perbankan global. Langkah manajemen risiko itu tetap dilakukan meskipun ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan masih resilien dan bisa tumbuh 5 %. Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso, Selasa (28/3) mengatakan, ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih berlanjut pada tahun ini, terutama disebabkan konflik geopolitik dan krisis perbankan global, terutama di AS dan Eropa. Meskipun begitu, ekonomi RI tahun ini diperkirakan masih bisa tumbuh 5 %. Konsumsi domestik, geliat pergerakan bisnis, serta ekspor dan investasi yang masih tumbuh cukup baik jadi penopang.
”Krisis perbankan global tidak akan memengaruhi perbankan nasional. Perbankan Indonesia justru dapat belajar dari kasus Silicon Valley Bank (SVB) di AS dalam menghadapi tantangan multirisiko,” ujar Sunarso dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR yang digelar secara hibrida di Jakarta. Menurut Sunarso, ada lima manajemen risiko yang bisa dipetik dari kasus SVB, yakni risiko reputasi, likuiditas, pasar, fokus bisnis, dan kebijakan regulator. Penjualan saham oleh pejabat SVB secara bersamaan akan menimbulkan risiko besar terhadap penurunan reputasi atau kepercayaan SVB. SVB juga tidak memiliki likuiditas untuk kebutuhan jangka pendek. Risiko pasarnya sangat besar lantaran nasabahnya terkonsentrasi pada pendanaan perusahaan rintisan dan teknologi. (Yoga)
Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat dan Negara, BSI Salurkan Zakat Lebih Dari Rp 173 Miliar
JAKARTA-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membayarkan zakat perusahaan melalui Amil Zakat Nasional (Baznas) mencapai Rp173,07 miliar. Jumlah zakat BSI yang meningkat 41,2% dibanding periode yang sama tahun lalu tersebut, semakin menegaskan komitmen perseroan untuk terus memperkuat kontribusi bagi masyarakat dan negara. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, kenaikan zakat tersebut seiring dengan perolehan laba bersih perseroan yang terus bertumbuh sepanjang 2022. Dari total zakat yang disalurkan, sebesar Rp 141,40 Miliar merupakan zakat dari laba perusahaan, sementara Rp 31,66 miliar merupakan zakat pegawai. "Alhamdulilah, zakat perusahaan dari BSI tahun ini pun menjadi yang terbesar di Indonesia. Semoga dengan naiknya konstribusi zakat ini, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dapat semakin memberikan nilai lebih bagi masyrakat dan penerima zakat sesuai asnaf," kata Hery. (Yetede)
Sekarang Bukan Krisis Perbankan, Melainkan Ada Sentimen Penularan
LONDON,ID- Situasi volatilitas - yang terkadang tanpa adanya katalis yang jelas - telah membuat para pengamat pasar bertanya-tanya, apakah pasar bergerak berdasarkan sentimen dibandingkan fundamental terkait kekhawatiran akan krisis perbankan sistemik. "Ini tidak seperti Lehman Brothers yang terkena resiko counterparty dalam derivatif yang kompleks selama krisis subprime mortgage. Bank-bank besar yang menjadi berita baru-baru ini memiliki masalah manajemen resiko dengan aset-aset tradisional. Penaikan suku bunga yang cepat mengekspos kelemahan-kelemahan tersebut. Bank-bank dipaksa menjadi penjual, menyadari kerugian setelah investasi obligasi mereka jauh dibawah nilai nominal," demikian penjelasan Sarah Devereux, kepala global group pendapatan tetap di raksasa manajemen Vanguard. Dalam sesi tanya jawab pada Jumat (24/03/2023) yang diunggah CNBC pada Selasa (28/03/2023). Yang terbaru adalah Deutsche Bank, dimana saham-sahamnya dilaporkan jatuh sementara biaya asuransi bertahap gagal bayarnya menunjukkan peningkatan diakhir minggu lalu. Padahal posisi modal dan likuiditas kreditur asal Jerman ini nampak kuat. (Yetede)
Kredit Menganggur di Bank Mencapai Rp 2.142,9 Triliun
JAKARTA, ID- Sepanjang tahun lalu, industri perbankan mencatatkan fasilitas kredit yang belum ditarik. ( undisbushed debitur mancapai Rp 2.142,86 triliun) Kredit menganggur tersebut meningkat 25,67% Sebesar dibandingkan tahun 2021yang sebesar Rp 1.705,17 triliun. Berdasarkan data OJK kredit yang belum ditarik debitur pada akhir Desember 2022 lebih tinggi dibandingkan posisi November 2022 yang hanya naik 7,72% (yoy) menjadi Rp 1848,4 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa para debitur masih wait and see sebelum melakukan pencairan fasilitas kreditnya di bank. Apabila dirinci, kelompok bank berdarsakan modal inti (KBMI) 1 mencatatkan UL sebesar Rp 115,56 triliun, terkoreksi 20,6% dibanding tahun 2021 yang sebesar Rp 145,54 triliun. Pada KBMI 2, fasilitas kredit yang belum ditarik tumbuh 18,56% menjadi Rp 381,01 triliun per akhir 2022. Kemudian, kredit menganggur di KBMI 3 sebesar Rp 733,62 triliun, tumbuh 20,41% (yoy). Sedangkan KBMI mencatatkan UL Rp 912,66 triliun, melesat 45,1% (yoy) pada akhir 2022. (Yetede)
BI: Nilai Kumulatif Capital Inflow Capai Rp 41,89 Triliun
JAKARTA, ID-Bank Indonesia (BI) mencatat, secara kumulatif sejak 1 januari hingga 21 Maret 2023, aliran modal asing masuk bersih di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 14,98 triliun dan pasar saham sebesar Rp1,07 triliun. BI juga terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi. "Selama tahun 2023, berdasarkan data setlemen sampai dengan 21 Maret 2023, non residen beli neto Rp41,98 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 1.07 triliun di pasar," jelas kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan resmi yang diterima pada Minggu (26/3/2023). Sementara itu, imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun stabil di level 6,88%. Level yield surat utang Indonesia tersebut lebih menarik dan jauh dari yeild surat utang Amerika Serikat atau UST Treasure Note tenor 10 tahun lalu yang turun ke level 3,427%. "BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas maskroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung ekonomi lebih lanjut," kata Erwin. (Yetede)









