Bansos
( 266 )Bansos El Nino untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Memadukan Bantuan Sosial
Bantuan sosial dikucurkan guna membantu masyarakat miskin dan
mempercepat pengentasan rakyat dari kemiskinan. Bantuan ini perlu dipadukan
dengan program lain. Bank Dunia mencontohkan, bansos bisa dipadukan dengan penciptaan
peluang yang lebih baik, dan memfokuskan sumber daya fiskal pada investasi yang
berpihak pada masyarakat miskin. Atau, dipadukan dengan inklusi keuangan yang membantu
rumah tangga bertahan dari guncangan ekonomi. Mengutip Wapres Ma’ruf Amin,
program itu bertujuan memberdayakan masyarakat agar semakin mandiri. ”Kalau
bansos ditambah dan diberikan terus, namanya melestarikan kemiskinan. Jadi,
bagaimana supaya lama-lama bansos ini semakin sedikit,” kata Wapres (Kompas,
6/1/2024).
Publikasi Bank Dunia pada Mei 2023 menyebutkan, separuh
penduduk Indonesia yang tak miskin rentan jatuh miskin saat kena guncangan.
Guncangan cukup besar terjadi pada 2020, yakni pandemi Covid-19. Saat itu, banyak
orang yang kehilangan pekerjaan atau waktu kerja berkurang sehingga pendapatan
merosot atau bahkan nol. Di sisi lain, dari 139,85 juta orang penduduk bekerja
di Indonesia pada Agustus 2023, sebanyak 59,11 % bekerja di sektor informal.
Umumnya, mereka tidak memiliki akses jaminan, kecuali mengupayakannya sendiri Di
Indonesia, per Maret 2023, ada 25,9 juta penduduk miskin atau 9,36 % dari
jumlah penduduk negeri ini. Jumlah penduduk miskin berkurang dibandingkan
dengan September 2020 atau enam bulan pascapandemi Covid-19 dimulai, yang
sebanyak 27,55 juta orang. BPS memberi catatan, penyaluran bansos mengurangi
beban pengeluaran masyarakat.
Alokasi anggaran perlindungan sosial dalam APBN 2024 sebesar
Rp 496,8 triliun, lebih besar dibandingkan 2023 yang Rp 439,1 triliun. Dalam
APBN 2024, target prioritas perlindungan sosial berupa program keluarga
harapan, program bansos sembako, asistensi rehabilitasi sosial, dan penyaluran
bantuan iuran jaminan kesehatan nasional. Ada pula program Indonesia pintar,
penyaluran subsidi bahan bakar minyak, subsidi bunga kredit usaha rakyat, dan
bantuan langsung tunai (BLT) desa. Bansos berperan penting meringankan beban
masyarakat miskin. Di masa pandemi, bansos sembako membantu mengurangi
pengeluaran masyarakat miskin untuk membeli sembako. Adapun BLT, misalnya, bisa
digunakan untuk menambah belanja makanan bergizi bagi rumah tangga miskin
penerima bantuan. (Yoga)
ORIENTASI BANTUAN SOSIAL, Memenangi Pemilu atau Mengalahkan Kemiskinan
Bantuan sosial alias bansos selalu bikin heboh setiap tahun
politik. Faktanya, bansos adalah bagian dari politik anggaran pemerintah.
Pertanyaannya, politik anggaran semacam apa yang mendasarinya, instrumen
teknokratis mengalahkan kemiskinan atau sarana memenangi pemilihan umum? Siifat
bansos yang populis akan memengaruhi pilihan politik masyarakat penerima.
Alokasi anggarannya yang selalu menggelembung setiap tahun politik sudah barang
tentu menguntungkan petahana, atau dalam kontestasi Pemilu 2024, kemanfaatannya
akan jatuh pada kandidat yang terafiliasi dengan petahana. Maka, selalu, kubu
yang mendapatkan manfaat elektoral akan mendukung bansos dengan narasinya.
Sebaliknya, kubu yang posisinya berhadapan akan mengkritik dengan alasan bahwa
bansos telah diselewengkan sebagai komoditas politik.
Pada konteks Pemilu 2024, heboh soal bansos, diawali saat
Mendag Zulkifli Hasan berkampanye di Kendal, Jateng, akhir Desember 2023. Ia
mengklaim bansos dan bantuan langsung tunai (BLT) diberikan oleh Presiden Jokowi
sehingga rakyat mesti mendukung putra Jokowi, Gibran, yang maju sebagai calon
wakil presiden dari Prabowo Subianto. Ucapan Zulkifli langsung diprotes kedua
kandidat lain. Capres no urut 3, Ganjar Pranowo, mengatakan, bansos sekarang
sudah dijadikan komoditas politik. Capres no urut 1, Anies Baswedan, meminta
agar bansos jangan diklaim sebagai bantuan pribadi calon tertentu karena
asalnya dari uang rakyat melalui pajak. Jokowi, yang awalnya sering mengkritik kebijakan
bansos SBY semasa masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, akhirnya ikut mengucurkan
bansos.
Terjadi peningkatan anggaran bansos yang signifikan di era
Jokowi, khususnya ketika dan sesudah pandemi Covid-19, serta terutama pada
tahun politik. Dekan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis UI (FEB UI) Teguh Dartanto, Sabtu (6/1/2024) berpendapat, bansos
sangat dibutuhkan masyarakat sehingga perlu diteruskan. Namun, pada praktiknya,
masih ada banyak kekurangan yang butuh dibenahi. Bukan hanya problem klasik
berupa penargetan bantuan yang kerap meleset karena pendataan dan penyaluran
yang tak tepat sasaran, konsep bansos yang diterapkan pemerintah pun dinilai
tertinggal dari perkembangan kebutuhan masyarakat dan realitas sosial saat ini.
”Bansos sudah ada puluhan tahun, tetapi begini-begini saja. Belum ada ide baru
yang luar biasa. Kita butuh pengembangan program bansos baru dengan sistem yang
lebih adaptif dan inklusif. Saat ini bisa dibilang konsep bansos kita belum
cukup adil untuk kelompok tertentu,” kata Teguh. (Yoga)
Wapres Tak Sepakat Jorjoran Bansos
Wapres Ma’ruf Amin menyatakan, penyaluran bantuan sosial
alias bansos bisa membantu masyarakat miskin. Namun, bansos bukan solusi jangka
panjang. Untuk itu, perlu ada pemberdayaan supaya masyarakat bisa menjadi
pengusaha dan semakin mandiri. Wapres Amin tidak berharap anggaran bansos
terus-menerus ditambah. ”Kalau bansos ditambah dan diberikan terus, kan namanya
melestarikan kemiskinan. Jadi, bagaimana supaya lama-lama bansos ini semakin
sedikit, semakin sedikit, semakin sedikit,” tuturnya seusai menunaikan ibadah
shalat Jumat dan makan siang bersama staf, perangkat, dan wartawan peliput di
Istana Wapres, Jakarta, Jumat (5/1/2024). Ke depan, anggaran pemberdayaan masyarakatlah
yang perlu lebih diperkuat. Dengan demikian, masyarakat bisa semakin mandiri
dan menjadi pengusaha, mulai dari UMKM sampai menjadi pengusaha besar.
Guna mengatasi kemiskinan, Wapres Amin berpendapat, pelaku
UMKM harus naik kelas jadi pengusaha menengah dan kemudian menjadi pengusaha
besar. Selama ini, ada yang stagnan, tetapi tak sedikit yang bisa terus
berkembang menjadi pengusaha menengah dan pengusaha besar. ”Tergantung daripada
upaya-upaya kita, dalam rangka pemberdayaannya. Itu nanti kita dorong supaya
mempercepat pemberdayaan UMKM,” ujarnya. Setiap tahun politik, anggaran bansos selalu
menggelembung. Alokasi anggaran perlindungan sosial pada 2023, sebesar Rp 433
triliun. Pada 2024, sebagaimana disampaikan Menkeu Sri Mulyani pada penyerahan
daftar isian pelaksanaan anggaran dan dana transfer ke daerah di Istana Negara,
Jakarta, 29 November 2023, alokasinya mencapai Rp 496,8 triliun. Artinya,
anggaran perlindungan sosial melonjak lebih dari Rp 63 triliun atau naik 14,7 %
ketimbang 2023. Alokasi ini juga lebih tinggi ketimbang anggaran perlindungan sosial
di masa pandemi Covid-19 pada 2021 dan 2022. (Yoga)
Pemerintah Menjamin Stok Makanan Cukup
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT,
memasuki hari ke-13 pada Kamis (4/1/2024). Demi keselamatan warga, perkampungan
di dekat puncak gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu
diminta agar dikosongkan sementara. Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang
tersebar di sejumlah titik. Pemerintah menjamin ketersediaan makanan bagi para
pengungsi. Bantuan dari berbagai pihak juga terus berdatangan. Ketua Pos
Pemantauan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef mengatakan, asap masih
terlihat keluar dari kawah gunung. ”Asap condong ke barat dan barat daya,”
katanya, kemarin. Dibandingkan erupsi pertama pada 23 Desember 2023 dan 2
Januari 2024, sebaran abu semakin berkurang.
Namun, gempa vulkanik yang terus terjadi membuka peluang
erupsi masih akan berlanjut. Gempa vulkanik juga terjadi di Gunung Lewotobi
Perempuan yang disebut kembaran dari Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terpaut
jarak kurang dari satu kilometer.” Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi
mengatakan, “Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang,” mereka berasal dari dua kecamatan,
yakni Wulanggitang dan Ile Bura. Mereka mengungsi ke sejumlah kantor pemerintah
dan gedung sekolah. Tim penanggulangan bencana, lanjut Doris, mendirikan dapur
umum untuk para pengungsi. Sebanyak 100 ton beras milik pemerintah tersedia untuk
kebutuhan makanan. ”Untuk bahan makanan, tidak perlu khawatir. Pemerintah akan
berupaya memenuhi kebutuhan pengungsi. Mari mengungsi ke tempat yang aman,”
ucapnya. (Yoga)
Jaga Daya Beli, Belanja Perlinsos Capai Rp443,4 Triliun
Penyaluran BLT El Nino Belum Rampung Seluruhnya
Proses penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) El Nino tahap pertama sudah mencapai 89 % dan diharapkan selesai dalam beberapa hari ke depan. Plt Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Beni Sujanto memaparkan, hingga 21 Desember 2023, pemerintah telah menyalurkan BLT El NinoRp 6,72 triliun atau 89,36 % secara nasional. Sisanya masih dalam proses penyaluran yang diharapkan selesai pada akhir 2023. BLT El Nino diberikan ke pada 18,8 juta keluarga terdampak bencana kekeringan akibat fenomena musim kemarau berkepanjangan. Setiap keluarga penerima bantuan mendapat uang Rp 200.000 per bulan selama November dan Desember 2023.
”Penyaluran BLT El Nino secara SP2D (surat perintah pencairan dana) sudah kita laksanakan kepada hampir 18,8 juta penerima. Hari ini kami mengajukan SPM (surat perintah membayar) lagi untuk 5.000 sekian penerima. Tinggal nanti memitigasi proses transaksi yang diberikan di lapangan,” kata Beni, Jumat (29/12). Bantuan ini diluncurkan pemerintah untuk mengantisipasi menurunnya daya beli masyarakat terhadap harga pangan yang kian mahal akibat produktivitas pertanian dalam negeri yang terganggu El Nino. (Yoga)
Perkuat Posisi agar Tak Cuma Jadi Kementerian Penyalur Bansos
Sejumlah program Kemensos sepanjang 2023 seperti perlindungan
sosial, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi sosial telah mencapai target
yang ditentukan. Akan tetapi, permasalahan data penerima dan posisi politis
anggaran perlu dibenahi agar tidak sekadar menjadi kementerian penyalur bansos.
Anggaran Kemensos sepanjang tahun anggaran 2023 sekitar Rp 62,74 triliun atau
79 % dari total anggaran sebesar Rp 79,41 triliun per November 2023. Anggaran
tersisa diproyeksikan terserap hingga 99,10 % pada akhir Desember 2023. Anggaran
program Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) / Sembako sudah tersalur 99,23 % dari
target Rp 45,12 triliun. Sementara Program Keluarga Harapan (PKH) sukses tersalur
98,20 % dari target Rp 28,70 triliun. Sejak 2021, mekanisme pemberian bantuan
dibenahi dengan transfer uang langsung ke rekening penerima melalui bank
Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menghindari potensi korupsi bansos,
sesuai Perpres No 63 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa mekanisme penyaluran
bantuan social dilakukan secara nontunai.
”Dengan cara ini, bantuan sosial Program Sembako dapat dibelanjakan
sesuai kebutuhan pangan keluarga penerima,” kata Mensos Tri Rismaharini dalam
temu media, Senin (4/12). Selain itu, Program Asistensi Rehabilitasi Sosial
(Atensi) 2023 bahkan melebihi target. Sebanyak 61.097 penyandang disabilitas,
misalnya, menerima bantuan. Angka ini melebihi target yang sebanyak 51.200
penerima. ”Bantuan rehabilitasi sosial berdasarkan pada asesmen saat membantu
seseorang, jadi sifatnya lebih fleksibel berdasarkan kasus orang per orang agar
anggaran tersebut dioptimalkan sehingga kelebihan capaian target dapat
terjadi,” kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Pepen Nazarudin, Kamis
(21/12). Kemensos tidak mau hanya memberi masyarakat tanpa membuatnya berdaya.
Melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (Pena), lebih dari 10.073 keluarga
penerima manfaat dibina untuk mengembangkan kewirausahaan dan mendapat bantuan
usaha. Mereka adalah orang-orang yang penghasilannya berada di atas upah
minimum kabupaten/kota (UMK) serta penghasilannya stabil paling tidak tiga bulan.
Sebagian besar penerima program Pena itu adalah penyandang disabilitas. (Yoga)
Candu bansos untuk Atasi Kemiskinan
Bansos Makin Besar Tanda Populasi Miskin Masih Ada
Program perlindungan sosial (perlinsos) menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menjaga daya beli masyarakat. Tak heran, setiap tahun, anggaran perlinsos hampir selalu naik.
Pada era Jokowi, total anggaran perlinsos yang dikucurkan mencapai Rp 3.669,43 triliun sejak tahun 2015 hingga 2024 mendatang. Anggaran perlinsos era Jokowi adalah anggaran perlinsos yang melalui belanja pemerintah pusat juga transfer ke daerah.
Dari anggaran itu, Jokowi menurunkan angka kemiskinan dari 2015 sebesar 11,13% menjadi 9,36% di 2023. Tahun depan, pemerintah optimistis kemiskinan kembali turun ke angka 6%-7%.
Sebagai perbandingan, di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), duit bantuan sosial (bansos) sejak 2004 hingga 2014 mencapai Rp 606 triliun yang berasal dari belanja pemerintah pusat.
Dari anggaran itu, era SBY menurunkan kemiskinan dari 16,66% pada 2004 menjadi 10,96% di 2014. Sementara rerata inflasi pada periode itu 7,48% dengan rerata pertumbuhan ekonomi 5,7%.
Sedangkan perlinsos era Jokowi dinilai efektif menekan inflasi. Rerata inflasi selama Jokowi menjabat sebagai Presiden mencapai 3,08%.
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, program perlinsos era Jokowi lebih efektif lantaran program yang disalurkan lebih banyak. Hal ini sejalan pendapatan negara yang lebih besar saat era Jokowi dibanding SBY.
Pilihan Editor
-
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









