;
Tags

Kredit

( 575 )

Melesatnya KPR Bank Muamalat

KT1 12 Mar 2025 Investor Daily

PT Bank MuamalatIndonesia Tbk mencatat volume pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah iB Hijrah Baitullah tumbuh lebih dari tiga kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir 2024. Lonjakan pertumbuhan tersebut disebabkan kebutuhan perumahan di Indonesia yang masih sangat tinggi menjadi pendorong pencapaian tersebut. Direktur Bank Muamalat, Karno melalui keterangan tertulisnya menyatakan, peningkatan volume pembiayaan atau booking KPR iB Hijrah Baitullah tersebut sejalan dengan melonjaknya number of account (NoA) yang mencapai lebih dari lima kali lipat pada periode yang sama.

"Untuk menggenjot pembiayaan KPR syariah, Bank Muamalat menawarkan program KPR iB Hijrah Baitullah dengan hadiah porsi pendaftaran haji atau paket umrah tanpa diundi. Ada juga opsi hadiah lain seperti wakaf masjid, wisata halal, dan logam mulia," imbuh Karno, Selasa (11/3/2025). Bank Muamalat menawarkan skema angsuran ringan dengan tenor hingga 25 tahun melalui produk pembiayaan perumahan. Nasabah dapat memilih skema angsu?ran berjenjang (step-up) atau tetap(fixed) sepanjang tenor.

Karno menjelaskan, margin pembiayaan KPR mulai dari 5,88% per tahun selama dua tahun untuk skema step up. Tersedia pula single margin setara mulai 9,25% fixed selama 10 tahun KPR iB Hijrah Baitullah menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). Tujuan pembiayaan menyesuaikan kebutuhan nasabah seperti untuk pembelian rumah, takeover, top up maupun refinancing. "Harga rumah yang kami biayai umum-nya berkisar Rp 300 juta hingga Rp 5 miliar. Rata-rata harga rumah yang diminati nasabah Bank Muamalat sekitar Rp 850juta,"sambung Karno. (Yetede)


Bank Asing Tetap Optimis di Pasar Indonesia

HR1 12 Mar 2025 Kontan
Akuisisi investor asing di industri perbankan Indonesia mengalami penurunan dibanding lima tahun terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, hingga Desember 2024, pangsa pasar bank asing dan kantor cabang bank asing mencapai 24,96%, sedikit meningkat dari 24,70% pada 2023. Namun, kontribusi penyaluran kredit bank asing masih relatif kecil, yaitu Rp 1.724,48 triliun (22,03% dari total kredit), sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.920,58 triliun (21,73% dari total DPK).

Beberapa bank asing masih berupaya meningkatkan kinerja mereka. PT Bank KEB Hana Indonesia, milik investor Korea Selatan, mencatat pertumbuhan kredit 12,46% secara tahunan per Januari 2025, lebih tinggi dari rata-rata industri 10%. Direktur Kredit Hana Bank, Andre Santoso, menyatakan bahwa pemegang saham di Korea menginginkan kinerja lebih baik agar Hana Bank secara grup tetap solid.

Sementara itu, OK Bank, yang juga berasal dari Korea Selatan, mencatat pertumbuhan aset 12,82% yoy menjadi Rp 12,06 triliun, dengan penyaluran kredit meningkat 11,75% yoy menjadi Rp 9,32 triliun. Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah, menilai bank masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar, terutama di segmen korporasi, ritel, dan UMKM.

Di sisi lain, PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatat kenaikan laba bersih 19,9% yoy menjadi Rp 3,22 triliun pada 2024. Direktur Utama SMBC Indonesia, Henock Munandar, optimistis bahwa industri perbankan Indonesia memiliki fundamental yang solid, dengan permodalan yang lebih kuat dibandingkan rata-rata ASEAN.

Secara keseluruhan, meskipun akuisisi investor asing di sektor perbankan mengalami penurunan, bank-bank milik asing seperti Hana Bank, OK Bank, dan SMBC Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan, dengan fokus pada peningkatan penyaluran kredit dan penguatan fundamental perbankan di Indonesia.

KUR Rp 27,72 Triliun disalurkan Oleh BRI

KT1 10 Mar 2025 Investor Daily (H)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sepanjang dua bulan di awaltahun ini, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 27,72 triliun. Nilai tersebut setara 15,84% dari total alokasi tahunan sebesar Rp 175 triliun yang ditetapkan pemerintah. Pada periode ini, sebanyak 649,6 ribu debitur UMKM telah menerima manfaat dari penyaluran KUR ini. Tak hanya dari sisi jumlah penyaluran, BRI juga memastikan KUR tersalurkan ke sektor-se-ktor strategis yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dalam distribusi penyaluran KUR, di mana lebih dari separuh atau sekitar 55,88% dialokasikan kesektor produksi.

Sektor ekonomi dengan penyaluran terbesar adalah pertanian, dengan total penyaluran KUR Rp 11,57 triliun. Besarnya penyaluran ini selaras dengan upaya Pemerintah mendukung program ketahanan pangan Indonesia. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari dalam keterangannya menegaskan bahwa komitmen ini terus dilakukan BRI dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan. “Kami percaya, dengan semakin luasnya akses pembiayaan melalui KUR, makin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional," ujarnya, Minggu (9/3/2025). (Yetede)


Jelang Lebaran, Bank Genjot Layanan PayLater

HR1 06 Mar 2025 Kontan
Menjelang Lebaran, perbankan menggenjot penyaluran kredit melalui produk paylater (BNPL) guna memanfaatkan peningkatan konsumsi masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Januari 2025, kredit paylater perbankan tumbuh 46,45% menjadi Rp 22,57 triliun, berasal dari 22,44 juta rekening pengguna.

Bank Mandiri optimistis transaksi paylater akan naik 20% dibanding periode sebelumnya, terutama melalui aplikasi Livin' by Mandiri. Yanto Masyap, SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, menjelaskan bahwa paylater banyak digunakan untuk transaksi offline di minimarket dan SPBU, serta e-commerce. Bank Mandiri menawarkan bunga 0% untuk tenor 1-3 bulan dan 1,5% per bulan untuk tenor lebih lama.

Bank Central Asia (BCA) juga menargetkan pertumbuhan paylater selama Idulfitri. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, menyebut outstanding paylater BCA tumbuh 195% yoy menjadi Rp 339 miliar per Januari 2025. BCA memberikan bunga 0% untuk tenor 1-3 bulan dan 1,25% untuk tenor 6-12 bulan.

Allo Bank Indonesia juga optimistis dengan kenaikan transaksi paylater 20%-30% selama Ramadan dan Idulfitri, didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat. Indra Utoyo, Direktur Utama Allo Bank, mencatat pertumbuhan pengajuan paylater mencapai 300% sepanjang 2024, dengan total pinjaman digital yang disalurkan mencapai Rp 5,7 triliun per Januari 2025. Allo Bank menargetkan debitur muda dengan limit kredit hingga Rp 100 juta, yang bisa digunakan untuk transaksi offline via QRIS.

Secara keseluruhan, bank-bank besar semakin agresif mengembangkan layanan paylater, menawarkan bunga rendah hingga 0%, serta memperluas ekosistem transaksi, baik online maupun offline. Hal ini menunjukkan bahwa BNPL masih memiliki potensi besar untuk tumbuh, terutama di tengah meningkatnya tren belanja digital dan konsumsi saat Ramadan.

Permintaan Kredit Naik Menjelang Lebaran

KT3 05 Mar 2025 Kompas

Menjelang momentum Lebaran, permintaan kredit melalui platform buy now pay later (BNPL) dan pinjaman daring oleh masyarakat diperkirakan akan meningkat. Meski tingkat kredit macet saat ini masih berada dalam batas aman, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan berhati-hati dan waspada. Berdasar data OJK, penyaluran kredit melalui platform BNPL per Januari 2025 mencapai Rp 26,69 triliun atau tumbuh 44,19 % secara tahunan. Ini terdiri dari BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 7,12 triliun dan BNPL perbankan sebesar Rp 22,57 triliun, yang masing-masing tumbuh 41,9 % secara tahunan dan 44,65 % secara tahunan. Sementara, saldo pembiayaan oleh industri pinjaman daring atau fintech peer to peer lending per Januari 2025 tercatat Rp 78,5 triliun atau tumbuh 29,94 % secara tahunan, lebih tinggi dibanding Desember 2024 yang tumbuh 29,14 % secara tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman memperkirakan pertumbuhan tersebut akan berlanjut menjelang perayaan hari raya Lebaran, sebagaimana terjadi tahun lalu. ”Kita bisa mempelajari fakta yang pernah terjadi tahun lalu. Dengan membandingkan posisi April 2024 dengan Maret 2024, terlihat bahwa outstanding (saldo) pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembayaran mengalami peningkatan. Demikian juga untuk industri pinjaman daring juga meningkat,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Februari 2025, Selasa (4/3). (Yoga)


Pertumbuhan Kredit UMKM ini Terus Mengalami Pelemahan Beberapa Tahun Terakhir

KT1 04 Mar 2025 Investor Daily (H)
Di awal tahun ini, industri menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 1.390,8 triliun, tumbuh 2,5% secara yoy. Pertumbuhan kredit UMKM ini terus mengalami pelemahan beberapa tahun terakhir. Mengacu pada data BI, pertumbuhan yang melambat pada januari 2025 disebabkan kredit usaha mikro yang terkoreksi 0,1% (yoy) menjadi Rp629,8 triliun. Realisasi tersebut berbalik arah dari posisi akhir Desember 2024 yang masih naik tipis 0,8% (yoy). Berikutnya, kredit skala menengah juga mengalami perlambatan dari 1,9% (yoy) per Desember 2024 menjadi hanya naik 1,1% (yoy) per Januari 2025 menjadi Rp 305,6 triliun. Sementara itu, kredit kecil tercatat tumbuh 7,2% (yoy) menjadi Rp 455,3 triliun per januari 2025, lebih  tinggi dari bulan sebelumnya yang naik 7% (yoy) per Januari menjadi Rp390,3 triliun, menyusut dari akhir Desember 2024 yang meningkat 10,4% (yoy. Sebaliknya, kredit UMKM untuk modal kerja naik tipis, meskpiun hanya tumbuh 0,5% (yoy) atau tembus Rp.1000,4 per Januari 2025, dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 0,4% (yoy). Sebaliknya, kredit UMKM untuk modal kerja naik tipis, meskipun hanya tumbuh 0,5% (yoy) atau tembus Rp 1.000,4 juta per Januari 2025, dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 0,4% (yoy). (Yetede)

Pinjaman Jumbo Diraih oleh Chandra Asri

KT1 01 Mar 2025 Investor Daily

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui entitas investasi infrastruktur perseroan, PT Chandra Daya Investasi (CDI) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman (term loan) senilai Rp 2 triliun dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis CDI secara menyeluruh, sekaligus memperkuat modal kerja perusahaan dalam menjalankan proyek-proyek berkelanjutan. "Fasilitas yang diterima CDI berupa committed term loan, yang dapat dialokasikan untuk proyek green asset seperti energi terbarukan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, efisiensi energi, dan lainnya," kata Chief Finan-cial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, Jumat (28/2/2025).

Melalui CDI, Chandra Asri Group memperkuat ketahanan bisnisnya dengan melakukan diversifikasi ke sektor infrastruktur. Special purpose vehicle untuk investasi infrastruktur ini adalah joint venture dengan EGCO (Electricity Generating Public Company Limited) dari Thailand. Fokus utama CDI pada pembangkit listrik dan distribusi energi, pengolahan air, pengelolaan tangka & dermaga, serta logistik. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di sektor infrastruktur yang mendukung bisnis usaha Chandra Asri Group di bidang energi dan kimia, sebagai dasar untuk mendukung pertumbuhan Indonesi. (Yetede)


Bank Perketat Kredit Channeling ke Fintech Lending

KT1 27 Feb 2025 Investor Daily (H)
Perbankan nasional semakin selektif menyalurkan kredit channelling kepada industri financial technology peer to peer lending (fintech p2p lending) Mengingat, Saat ini banyak P2P lending yang berguguran. Head of Consumer Funding & Wealth Business PT Bank Danamon Indonesia Tbk Ivan Jaya mengatakan bahwa maraknya fintech yang bermasalah saat ini membuat  perseroan cukup ketat melakukan monitoring dalam hal channeling. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas kredit bank tetap baik kedepannya. "Jadi sebenarnya ada dua atau tiga hal yang penting ya, mengkurasi fintech atau startup tersebut, tentunya kami harus mengetahui bahwa usecase-nya tepat. Makanya yang kami incar itu adalah series A atau series B. Beratri kan secara profitability juga sudah ada," kata Ivan. Berikutnya, di Danamon sendiri memanfaatkan eko sistem grup dalam hal melakukan channeling, sehingga kualitas kreditnya lebih terjamin. Disamping itu, pihaknya juga perketat dengan memilah perusahaan fintech dari sisi kapabilitas founder dalam melakukan terobosan atau inovasi  dalam mengembangkan inovasi. Dengan strategi tersebut, diharapkan dapat membantu perseroan dalam mengantisipasi  naiknya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) akibat kredit channeling. (Yetede)

Bank Jatim Pastikan Kepatuhan terhadap Proses Hukum

HR1 24 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Bank Jatim menunjukkan komitmennya untuk menghormati proses hukum terkait dugaan manipulasi pemberian kredit yang melibatkan Pemimpin Bank Jatim Cabang Jakarta. Fenty Rischana, Corporate Secretary Bank Jatim, menegaskan bahwa pihak manajemen berkomitmen penuh untuk mendukung pemeriksaan yang sedang berlangsung oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DK Jakarta). Kasus ini terungkap setelah hasil pemeriksaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SKAI Bank Jatim, yang kemudian mendorong perseroan untuk melaporkan dugaan manipulasi kredit kepada aparat penegak hukum.

Bank Jatim memberikan apresiasi kepada Kejati DK Jakarta atas upaya cepat dalam penegakan hukum dan memastikan bahwa perusahaan akan terus beroperasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta menjaga prinsip Good Corporate Governance (GCG), seperti transparansi, akuntabilitas, dan fairness. Fenty juga menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap tersangka terus berlanjut, dan Bank Jatim mengupayakan recovery asset untuk pemulihan kerugian secara optimal.

Pada akhirnya, Bank Jatim memastikan akan tunduk dan patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku, serta berkomitmen menjaga kelancaran operasional dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.


Lebaran Diharapkan Dongkrak Permintaan Kredit Multiguna

HR1 24 Feb 2025 Kontan
Meskipun daya beli masyarakat melemah, prospek kredit multiguna tetap optimistis, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri, saat konsumsi masyarakat meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit multiguna perbankan mencapai Rp 1.265,4 triliun, tumbuh 10% secara tahunan.

Hera F. Haryn, EVP Corporate and Social Responsibility BCA, menyebut bahwa permintaan kredit multiguna terus meningkat sejalan dengan peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat. BCA mencatat outstanding kredit multiguna Rp 22,9 triliun per Desember 2024, naik 12,8% tahunan.

Sementara itu, Dien Lukita, SVP Consumer Business II BSI, melaporkan pembiayaan multiguna BSI tumbuh 14,3%, didorong oleh kebutuhan konsumsi awal tahun. Dien memprediksi momentum Ramadan dan Lebaran akan menambah kredit sebesar Rp 2 triliun di kuartal I-2025.

Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke, juga optimistis bahwa kredit multiguna akan membaik, terutama dengan penguatan layanan digital.

Meski ada tantangan, bank-bank besar tetap melihat peluang pertumbuhan kredit multiguna dengan strategi ekspansi digital dan peningkatan layanan kepada nasabah.