Kredit
( 575 )Melesatnya KPR Bank Muamalat
PT Bank MuamalatIndonesia Tbk mencatat volume pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah iB Hijrah Baitullah tumbuh lebih dari tiga kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir 2024. Lonjakan pertumbuhan tersebut disebabkan kebutuhan perumahan di Indonesia yang masih sangat tinggi menjadi pendorong pencapaian tersebut. Direktur Bank Muamalat, Karno melalui keterangan tertulisnya menyatakan, peningkatan volume pembiayaan atau booking KPR iB Hijrah Baitullah tersebut sejalan dengan melonjaknya number of account (NoA) yang mencapai lebih dari lima kali lipat pada periode yang sama.
"Untuk menggenjot pembiayaan KPR syariah, Bank Muamalat menawarkan program KPR iB Hijrah Baitullah dengan hadiah porsi pendaftaran haji atau paket umrah tanpa diundi. Ada juga opsi hadiah lain seperti wakaf masjid, wisata halal, dan logam mulia," imbuh Karno, Selasa (11/3/2025). Bank Muamalat menawarkan skema angsuran ringan dengan tenor hingga 25 tahun melalui produk pembiayaan perumahan. Nasabah dapat memilih skema angsu?ran berjenjang (step-up) atau tetap(fixed) sepanjang tenor.
Karno menjelaskan, margin pembiayaan KPR mulai dari 5,88% per tahun selama dua tahun untuk skema step up. Tersedia pula single margin setara mulai 9,25% fixed selama 10 tahun KPR iB Hijrah Baitullah menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). Tujuan pembiayaan menyesuaikan kebutuhan nasabah seperti untuk pembelian rumah, takeover, top up maupun refinancing. "Harga rumah yang kami biayai umum-nya berkisar Rp 300 juta hingga Rp 5 miliar. Rata-rata harga rumah yang diminati nasabah Bank Muamalat sekitar Rp 850juta,"sambung Karno. (Yetede)
Bank Asing Tetap Optimis di Pasar Indonesia
KUR Rp 27,72 Triliun disalurkan Oleh BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sepanjang dua bulan di awaltahun ini, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 27,72 triliun. Nilai tersebut setara 15,84% dari total alokasi tahunan sebesar Rp 175 triliun yang ditetapkan pemerintah. Pada periode ini, sebanyak 649,6 ribu debitur UMKM telah menerima manfaat dari penyaluran KUR ini. Tak hanya dari sisi jumlah penyaluran, BRI juga memastikan KUR tersalurkan ke sektor-se-ktor strategis yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dalam distribusi penyaluran KUR, di mana lebih dari separuh atau sekitar 55,88% dialokasikan kesektor produksi.
Sektor ekonomi dengan penyaluran terbesar adalah pertanian, dengan total penyaluran KUR Rp 11,57 triliun. Besarnya penyaluran ini selaras dengan upaya Pemerintah mendukung program ketahanan pangan Indonesia. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari dalam keterangannya menegaskan bahwa komitmen ini terus dilakukan BRI dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan. “Kami percaya, dengan semakin luasnya akses pembiayaan melalui KUR, makin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional," ujarnya, Minggu (9/3/2025). (Yetede)
Jelang Lebaran, Bank Genjot Layanan PayLater
Permintaan Kredit Naik Menjelang Lebaran
Menjelang momentum Lebaran, permintaan kredit melalui platform buy now pay later (BNPL) dan pinjaman daring oleh masyarakat diperkirakan akan meningkat. Meski tingkat kredit macet saat ini masih berada dalam batas aman, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan berhati-hati dan waspada. Berdasar data OJK, penyaluran kredit melalui platform BNPL per Januari 2025 mencapai Rp 26,69 triliun atau tumbuh 44,19 % secara tahunan. Ini terdiri dari BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 7,12 triliun dan BNPL perbankan sebesar Rp 22,57 triliun, yang masing-masing tumbuh 41,9 % secara tahunan dan 44,65 % secara tahunan. Sementara, saldo pembiayaan oleh industri pinjaman daring atau fintech peer to peer lending per Januari 2025 tercatat Rp 78,5 triliun atau tumbuh 29,94 % secara tahunan, lebih tinggi dibanding Desember 2024 yang tumbuh 29,14 % secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman memperkirakan pertumbuhan tersebut akan berlanjut menjelang perayaan hari raya Lebaran, sebagaimana terjadi tahun lalu. ”Kita bisa mempelajari fakta yang pernah terjadi tahun lalu. Dengan membandingkan posisi April 2024 dengan Maret 2024, terlihat bahwa outstanding (saldo) pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembayaran mengalami peningkatan. Demikian juga untuk industri pinjaman daring juga meningkat,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Februari 2025, Selasa (4/3). (Yoga)
Pertumbuhan Kredit UMKM ini Terus Mengalami Pelemahan Beberapa Tahun Terakhir
Pinjaman Jumbo Diraih oleh Chandra Asri
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui entitas investasi infrastruktur perseroan, PT Chandra Daya Investasi (CDI) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman (term loan) senilai Rp 2 triliun dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis CDI secara menyeluruh, sekaligus memperkuat modal kerja perusahaan dalam menjalankan proyek-proyek berkelanjutan. "Fasilitas yang diterima CDI berupa committed term loan, yang dapat dialokasikan untuk proyek green asset seperti energi terbarukan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, efisiensi energi, dan lainnya," kata Chief Finan-cial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, Jumat (28/2/2025).
Melalui CDI, Chandra Asri Group memperkuat ketahanan bisnisnya dengan melakukan diversifikasi ke sektor infrastruktur. Special purpose vehicle untuk investasi infrastruktur ini adalah joint venture dengan EGCO (Electricity Generating Public Company Limited) dari Thailand. Fokus utama CDI pada pembangkit listrik dan distribusi energi, pengolahan air, pengelolaan tangka & dermaga, serta logistik. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di sektor infrastruktur yang mendukung bisnis usaha Chandra Asri Group di bidang energi dan kimia, sebagai dasar untuk mendukung pertumbuhan Indonesi. (Yetede)
Bank Perketat Kredit Channeling ke Fintech Lending
Bank Jatim Pastikan Kepatuhan terhadap Proses Hukum
Bank Jatim menunjukkan komitmennya untuk menghormati proses hukum terkait dugaan manipulasi pemberian kredit yang melibatkan Pemimpin Bank Jatim Cabang Jakarta. Fenty Rischana, Corporate Secretary Bank Jatim, menegaskan bahwa pihak manajemen berkomitmen penuh untuk mendukung pemeriksaan yang sedang berlangsung oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DK Jakarta). Kasus ini terungkap setelah hasil pemeriksaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SKAI Bank Jatim, yang kemudian mendorong perseroan untuk melaporkan dugaan manipulasi kredit kepada aparat penegak hukum.
Bank Jatim memberikan apresiasi kepada Kejati DK Jakarta atas upaya cepat dalam penegakan hukum dan memastikan bahwa perusahaan akan terus beroperasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta menjaga prinsip Good Corporate Governance (GCG), seperti transparansi, akuntabilitas, dan fairness. Fenty juga menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap tersangka terus berlanjut, dan Bank Jatim mengupayakan recovery asset untuk pemulihan kerugian secara optimal.
Pada akhirnya, Bank Jatim memastikan akan tunduk dan patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku, serta berkomitmen menjaga kelancaran operasional dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.
Lebaran Diharapkan Dongkrak Permintaan Kredit Multiguna
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









