Kerjasama Ekonomi
( 335 )Sinergi Perusahaan Pelat Merah : Tiga BUMN Teken Kerja Sama Energi Terbarukan
Tiga perusahaan BUMN, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman tentang dekarbonisasi. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan target pemerintah dalam mengejar netral karbon pada 2060 tercapai lebih cepat.Adapun, ketiga perusahaan pelat merah tersebut menandatangani perjanjian kerja bersama untuk membangun industri hijau untuk produksi amonia dan hidrogen. Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN I berharap industri hijau atau green industry ini dapat segera direalisasikan.
“Tiga BUMN ini penjualannya di tahun lalu mencapai Rp 1.200 triliun. Ini merupakan the best of the best, jadi kita harap apa yang ditandatangani hari ini bisa segera direalisasikan,” katanya saat penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Rabu (23/2).Selain mengembangkan green industry, ketiga BUMN tersebut sepakat untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dalam kegiatan produksinya.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebutkan kerja sama ini akan dimulai di Sumatra Selatan dan Jawa Barat.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menjelaskan pihaknya sudah memiliki target untuk bisa lebih meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan dalam waktu dekat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengakui terdapat gap besar antara suplai listrik dan penambahan konsumsi listrik oleh masyarakat.
Presidensi G-20, Dari Panggung Narasi Menuju Pawai Aksi
Pertemuan perdana tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) Jalur Keuangan G-20 di bawah Presidensi Indonesia telah rampung dan menghasilkan 14 poin kesepakatan bersama, yang jika dikerucutkan menjadi penguatan arsitektur kesehatan global sebagai respons menghadapi pandemi Covid-19, mempercepat transisi energi menuju energi bersih untuk pemulihan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan keuangan global jangka panjang, termasuk lewat keringanan pembayaran utang negara miskin. Sejujurnya, kesepakatan yang tercipta dari para otoritas moneter dan fiskal negara-negara G-20 tersebut tidak dapat mengubah dunia apabila narasi yang tertulis tidak dijewantahkan dalam bentuk aksi nyata.
Indonesia punya tugas menjembatani negara maju untuk mendukung dan memastikan inisiasi ini berjalan. Semua negara harus menyadari ketahanan kesehatan dunia dibutuhkan dalam menghadapi potensi pandemi yang mungkin terjadi setelah Covid-19. Kolaborasi negara G-20 diperlukan untuk menyiapkan langkah-langkah konkret, seperti pendanaan iklim yang berkelanjutan, serta transfer pengetahuan dan teknologi, guna memastikan ketersediaan akses energi yang bersih dan terjangkau pada tingkat global. Selain itu, negara G-20 juga tetap perlu melakukan berbagai pendekatan ultilateral dan bilateral melalui proyek di berbagai sektor, misalnya skema pendanaan hijau, pengembangan teknologi panel surya, pengembangan pendidikan vokasi, dan area kerja sama lainnya. Seluruh dunia berharap forum G-20 dapat memberikan manfaat nyata pada pemulihan ekonomi global. (Yoga)
Armada Darat Lion Parcel Bertambah Empat Kali Lipat
PT Lion Express atau Lion Parcel anak usaha Lion Air Group, mencatat hingga tahun 2022 ini jumlah armada darat telah bertambah menjadi 3.000 unit atau meningkatkan sekitar empat kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya sebanyak 700 unit. Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis logistik di Tanah Air sangat cepat seiring pesatnya pertumbuhan daerah-daerah, baik antar kota dan antar pulau. "Armada darat kita terus bertambah, di tahun lalu masih 700-an armada, tahun ini kita nambah berkali-kali lipat dan sekarang ini sudah 3.000 armada. Seiring jumlah paket yang terus bertambah, mau enggak mau harus dilakukan investasi armada. Tentu saja kita juga tambah kurir. Penambahan armada ini akan terus dilakukan karena demand agent juga bertambah," kata Kenny dalam jumpa pers virtual, Senin (14/2). (Yetede)
Forum G-20 Jangan Sebatas Seremoni
Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar (1/2) mengatakan, kesempatan presidensi Indonesia pada G-20 tahun ini jangan sampai berakhir menjadi seremoni tanpa makna yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Forum labour 20 (L-20) dan presidensi G-20 harus menghasilkan pembenahan regulasi dan kebijakan konkret di bidang ketenagakerjaan di tengah rumitnya problem ketenagakerjaan dalam negeri akibat dampak disrupsi ganda pandemi Covid-19 dan digitalisasi serta implementasi UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Direktur Indonesia Labor Institute Rekson Silaban selaku Co-chair Forum L-20 mengatakan, tiga isu besar terkait pekerja yaitu digital, jaminan sosial universal, dan transisi perubahan iklim dipilih karena menjadi isu yang sedang dihadapi banyak negara anggota G-20, termasuk Indonesia. Forum L-20 akan melakukan berbagai diskusi dengan serikat buruh dari sejumlah anggota G-20 dan komunitas pengusaha yang tergabung di B-20 untuk mendorong rekomendasi di KTT G-20 pada November 2022. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, presidensi G-20 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk melakukan transformasi ketenagakerjaan menuju era digital. (Yoga)
Forum B-20, Kolaborasi Menuju Pemulihan Global
Pertemuan perwakilan komunitas bisnis negara anggota G-20 atau Forum B-20 menjadi ajang membahas gagasan, aksi nyata, sekaligus membuka peluang investasi guna mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam Inception Meeting Forum B-20, Presiden Jokowi (27/1) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya membawa masalah, tetapi juga peluang, sejalan dengan fokus pilar Presidensi G-20 Indonesia, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energy, yang menjadi acuan mewujudkan tema Presidensi G-20 Indonesia, yaitu pulih bersama. Indonesia pun membuka pintu bekerja sama dengan pemimpin bisnis global yang tergabung di forum B-20. Presiden menyampaikan peluang investasi Indonesia di sejumlah sektor, seperti energi baru terbarukan dan industri hijau, ekonomi digital, serta arsitektur kesehatan global. Dengan jumlah penduduk besar dan daya beli yang terus meningkat, Presiden memaparkan daya tarik investasi di sektor digital, terutama yang berkontribusi langsung pada pemberdayaan UMKM dan pengembangan SDM.
Presiden mengajak komunitas B-20 berkolaborasi memobilisasi sumber daya, membiayai inovasi, dan mendorong akses produksi vaksin, obat-obatan, serta alat kesehatan yang lebih merata. Indonesia juga mendorong peningkatan investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri serta untuk memperkuat sistem kesehatan global. Mantan PM Inggris Tony Blair mengatakan, presidensi Indonesia menawarkan kesempatan besar mendorong kolaborasi global yang inklusif. Salah satu aspek yang ia tekankan ialah kebutuhan pascapandemi untuk mengembangkan arsitektur kesehatan global yang berbasis riset sains. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan, forum B-20 harus dapat menghasilkan ide dan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret bagi pemangku kebijakan negara anggota G-20. Selain itu, penyelenggaraan B-20 harus menghasilkan rekomendasi kebijakan efektif dalam mendorong digitalisasi, terutama bagi sektor UMKM. (Yoga)
Lautan Luas Anggarkan Capex Rp 200 Miliar
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menyiapkan belanja modal (capital expenditure) hingga Rp 200 miliar pada 2022. Tahun ini,perseroan juga menargetkan pendapatan dan laba bersih dapat bertumbuh hingga 10%. Investor Relations Lautan Luas Eurike Hadijaya menjelaskan , capex itu akan digunakan oleh perseroan untuk mendanai perseroan. Secara rinci, tahun ini perseroan akan melakukan penambahan kapasitas produksi bahan kimia untuk detergen dan keramik. Selain itu, Lautan Luas sebagai emiten produsen kimia berencana membagikan dividen interim sebanyak Rp 31,09 miliar atau Rp20 per saham. Presiden Lautan Luas Indrawan Masrin mengatakan, meskipun berada dalam situasi pasar yang penuh tantangan karena situasi pandemi. "Hal itu untuk menunjukkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan bisnis perseroan sejalan dengan arahan strategis jangka panjang yang telah dirancang sebelumnya." Jelas Indrawan. (Yetede)
Cara Pertamina Hulu Rokan Angkat Kesejahteraan Warga Kampar
Keberadaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, sejatinya tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk nominal kepada negara, tapi juga warga sekitar. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PHR memberi dukungan terhadap pemberdayaan kelompok usaha dan wisata di Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, sehingga kesejahteraan masyarakat di desa itu terangkat. "Ini sebuah kerja sama antara PHR dan STP Riau yang dipercaya dalam menjalankan program desa wisata di Koto Mesjid," ujar Eni kepada wartawan di Desa Koto Mesjid, Kampar, Riau, belum lama ini. Desa Koto Mesjid awalnya adalah kampung miskin, pemekaran dari Desa Pulau Gadang pada 1999 direlokasi karena daerah itu terkena penggenangan waduk untuk proyek pembangkit listrik tenaga uap Koto Panjang. (Yetede)
Prestasi dan Reputasi Ekonomi
Ini lagu lama, tapi tetap menarik, yakni tentang output and economic outcome. Prestasi dan reputasi ekonomi suatu negara sangat tergantung dari output dan economic outcome yang dihasilkan. Dalam kerangka ekonomi, maka output berupa produk domestik bruto (PDB), sedangkan outcame pada dasarnya berupa pertumbuhan PDB dan peningkatan kesejahteraan rakyat dalam jangka waktu tertentu. Input pada dasarnya unsur dari luar berupa sumber daya manusia, dana,sarana, dan regulasi maupun program yang menyertainya. BPS menjawab dengan sebuah informasi bahwa perekonomian Indonesia secara spasial triwulan II-2021 kontribusi Jawa masih 57,92%, yang berarti di luar Jawa baru nyumbang 41,08%. Contoh lain bahwa pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi tri wulan II-2021 (y-on-y) menurut pengeluaran 84,93% PDB berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Dengan demikian, sumbangan yang berasal dari belanja pemerintah, ekspor-impor hanya 15,07% terhadap PDB.Tugas kita bersama-sama mengubah wajah ekonomi yang masih high cost menuju ke sistem yang lebih low cost. (Yetede)
Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal RI-Tiongkok US$ 15 juta per Bulan
Bank Indoensia menyatakan, pelaksanaan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) antara pelaku usaha di Indonesia dan Tiongkok yang dimulai sejak Sepetember lalu menunjukkan perkembangan positif. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata transaksi LCS kedua negara mencapai US$ 15 juta per bulan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayani optimis transaksi LCS antara Indonesia-Tiongkok akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas pedagangan dan investasi. Hal tersebut diharapkan bisa terus mengurangi ketergantungan Indonesia dalam transaksi internasional terhadap dolar Amerika yang hingga kini masih dikisaran 80%-90%.
Indonesia Bakal Ukir Rekor Ekspor US$230 M
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meyakini, Indonesia bakal mengukir rekor ekspor baru senilai US$ 230 miliar atau sekitar Rp 3.275,71 triliun pada tahun 2021. Hal ini mengingat capaian ekspor hingga akhir November 2021 telah menembus US$ 209 miliar, yang merupakan nilai ekspor tertinggi setelah pada 2011 Indonesia mencetak rekor sebesar US$ 203,5 miliar.Bahkan Mendag tidak menyangka kalau besi baja menjadi salah satu primadona ekspor saat ini, dimana hal tersebut tidak pernah terbayangkan 10 tahun yang lalu. Salah satu wujud keberhasilan tersebut adalah pelepasan ekspor akhir tahun senilai Rp 35,03 triliun atau setara US$ 2,44 miliar yang dilakukan serentak pada kamis (23/12) di 18 titik di 62 Kabupaten/kita dari 26 provinsi. Dalam pelepasan ekspor ini, Mendag Lutfi menegaskan bahwa ekonomi nasional mulai pulih, dan momentum ini harus terus dijaga secara serius agar perekomian Indonesia bisa lebih cepat bangkit dan tumbuh. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Melawan Hantu Inflasi
10 Mar 2022 -
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022









