Presidensi G-20, Dari Panggung Narasi Menuju Pawai Aksi
Pertemuan perdana tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) Jalur Keuangan G-20 di bawah Presidensi Indonesia telah rampung dan menghasilkan 14 poin kesepakatan bersama, yang jika dikerucutkan menjadi penguatan arsitektur kesehatan global sebagai respons menghadapi pandemi Covid-19, mempercepat transisi energi menuju energi bersih untuk pemulihan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan keuangan global jangka panjang, termasuk lewat keringanan pembayaran utang negara miskin. Sejujurnya, kesepakatan yang tercipta dari para otoritas moneter dan fiskal negara-negara G-20 tersebut tidak dapat mengubah dunia apabila narasi yang tertulis tidak dijewantahkan dalam bentuk aksi nyata.
Indonesia punya tugas menjembatani negara maju untuk mendukung dan memastikan inisiasi ini berjalan. Semua negara harus menyadari ketahanan kesehatan dunia dibutuhkan dalam menghadapi potensi pandemi yang mungkin terjadi setelah Covid-19. Kolaborasi negara G-20 diperlukan untuk menyiapkan langkah-langkah konkret, seperti pendanaan iklim yang berkelanjutan, serta transfer pengetahuan dan teknologi, guna memastikan ketersediaan akses energi yang bersih dan terjangkau pada tingkat global. Selain itu, negara G-20 juga tetap perlu melakukan berbagai pendekatan ultilateral dan bilateral melalui proyek di berbagai sektor, misalnya skema pendanaan hijau, pengembangan teknologi panel surya, pengembangan pendidikan vokasi, dan area kerja sama lainnya. Seluruh dunia berharap forum G-20 dapat memberikan manfaat nyata pada pemulihan ekonomi global. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023