Kerjasama Ekonomi
( 335 )RI-Korsel Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Setelah mengunjungi China dan Jepang, Presiden Jokowi mengakhiri lawatan ke Asia Timur dengan bertandang ke Korsel. Dalam lawatan di Korsel, Presiden Jokowi kembali memperkuat kedekatan hubungan Indonesia dengan negara itu. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara semakin erat dalam sektor ekonomi, pertahanan, dan budaya. Presiden dan rombongan tiba di ibu kota Korsel, Seoul, pada Rabu (27/7) malam. Pada Kamis (28/7), Presiden Jokowi bertemu Presiden Korsel Yoon Suk Yeol di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul. Dalam pertemuan, mereka sepakat memperkuat kerja sama di beragam bidang. ”Presiden Jokowi dan saya sepakat, membangun serikat strategis di industri maju, seperti mobil listrik dan baterai dengan memperkuat kerja sama keamanan ekonomi kedua negara, termasuk melalui stabilisasi rantai pasokan mineral utama,” kata Yoon. Dia juga mengatakan, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam kepentingan bersama dalam Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik.
Sementara itu, Presiden Jokowi menyebut Korsel sebagai salah satu mitra penting Indonesia di Asia Timur. ”Saya yakin di bawah kepemimpinan Presiden Yoon, kemitraan kita akan semakin kokoh ke depan, terutama kemitraan di bidang ekonomi,” ujarnya. Sejak 2016, berdasarkan data BPS, Korsel telah berinvestasi 19,6 miliar USD untuk sejumlah proyek di Indonesia. Menyambut baik tren perdagangan bilateral yang terus meningkat, kedua pemimpin negara sepakat untuk membuka akses pasar, mengatasi hambatan-hambatan perdagangan, dan mempromosikan produk-produk unggulan kedua negara. Presiden Jokowi secara khusus mendorong kerja sama investasi dari Korea, terutama percepatan pembangunan ekosistem mobil listrik di Indonesia, termasuk proyek industri baterai yang terintegrasi pertambangan dan industri baja otomotif untuk kendaraan listrik. (Yoga)
HUBUNGAN DIPLOMATIK : KEMITRAAN EKONOMI RI-KORSEL MENGUAT
Kemitraan strategis di bidang ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan makin erat ditandai komitmen investasi dari perusahaan negeri ginseng senilai US$6,72 miliar setara Rp100,69 triliun serta dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara. Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Korea Selatan disambut oleh Presiden Yoon Suk-yeol di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul pada Kamis (28/7) sore. Pada hari yang sama, Jokowi bertemu dengan10 pemimpin perusahaan besar Korea Selatan, dan menerima Executive Chairman Hyundai Motor Group, Chung Eui-sun. Jokowi mengatakan tren perdagangan kedua negara terus meningkat dan kedua negara berkomitmen untuk mempermudah hambatan perdagangan. “Kita sepakat untuk terus membuka akses pasar, mengatasi hambatan-hambatan perdagangan, dan mempromosikan produk-produk unggulan kedua negara,” katanya Jokowi dikutip dari keterangan pers, Kamis (28/7) Selain mempererat sektor perdagangan, kedua negara berkomitmen dalam meningkatkan kerja sama investasi. Investasi Korea Selatan di Indonesia tumbuh pesat dan memiliki prospek baik di bidang industri baja, petrokimia, baterai kendaraan listrik industri kabel listrik dan telekomunikasi, garmen, dan energi terbarukan.
Krakatau Steel-Posco Teken Kerja Sama
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Kementerian Investasi menandatangani nota kesepahaman kerja sama investasi dengan Posco di Seoul, Korsel, Kamis (28/7). ”PT Krakatau Posco (perusahaan patungan antara Krakatau Steel dan Posco) akan menjadi perusahaan baja terintegrasi yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Dirut Krakatau Steel Silmy Karim. (Yoga)
BABAK BARU RELASI RI-JEPANG
Hubungan Indonesia dan Jepang memasuki babak baru, di tengah upaya masing-masing negara memulihkan perekonomiannya dari pandemi Covid-19. Komitmen kedua negara baik terkait perdagangan, investasi, maupun ekonomi akan membawa relasi RI dan Jepang menjadi lebih dalam lagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke tiga negara yakni China, Jepang, dan Korea Selatan. Jepang menjadi negara kedua yang dikunjungi Jokowi dalam lawatan kali ini. Presiden tiba di Jepang pada Rabu (27/7) dinihari, dan telah bertolak ke Korsel pada Rabu sore. Dalam kunjungan yang relatif singkat tersebut, Kepala Negara bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida untuk membahas sejumlah isu penting; dan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Di bidang perdagangan, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Pada 2021, total perdagangan antara Indonesia dan Jepang tercatat sebesar US$32,5 miliar. Adapun, sepanjang Januari-Mei 2022, perdagangan di antara keduanya telah mencapai US$9,7 miliar. Di bidang investasi, kedua negara sepakat melanjutkan kerja sama. Bahkan, lawatan Presiden kali ini berhasil mendulang raihan komitmen investasi baru senilai Rp75,4 triliun di sejumlah bidang, termasuk otomotif, serta energi baru dan terbarukan
PERKUAT KERJA SAMA EKONOMI
Presiden Joko Widodo berjalan bersama dengan Presiden China Xi Jinping sebelum melaksanakan pertemuan bilateral di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, China, Selasa (26/7). Kedua pemimpin tersebut berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara sekaligus kawasan dan dunia. Pertemuan tersebut juga membahas tentang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan Asean.
Presiden Jokowi dan Presiden XI Bahas Pengutan Kerja Sama Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok ( RRT) Xi Jinping sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Xi dan keduanya langsung melakukan sesi foto bersama. Setelahnya kedua pemimpin negara bersama-sama menuju ruang pertemuan. Dalam sambutan pengantarnya, Presiden Xi mengucapkan selamat datang dan menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.“Yang Mulia adalah Kepala Negara pertama yang diterima pihak Tiongkok setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing. Hal ini cukup membuktikan betapa mesranya antara hubungan kedua pihak," ujar Presiden Xi. Presiden Xi, lanjut Menlu, memberikan apresiasi atas upaya Presiden Jokowi dalam mengupayakan perdamaian dan memperbaiki situasi kemanusiaan antara lain melalui kujungan ke Kyiv dan Moskow. “Kunjungan ini dinilai Presiden Xi menunjukkan tanggung jawab Indonesia sebagai negara besar," kata dia. (Yetede)
EKSPANSI BISNIS : PJB Siap Masuk ke Laos
PT Pembangkitan Jawa Bali terus memperluas potensi kerja sama internasional dengan sejumlah negara, salah satunya dengan badan usaha milik negara atau BUMN asal Laos. Direktur Utama Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Gong Matua Hasibuan mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Electricite Du Laos (EDL) sebagai perusahaan energi asal Laos terkait dengan kerja sama pengelolaan pembangkit pada 22 Juli 2022.
Terdapat sejumlah kesepakatan yang dituangkan dalam MoU tersebut, seperti kerja sama feasibility study (FS) jasa O&M dan MRO, pembentukan joint venture company atau konsorsium untuk mengimplementasikan kolaborasi bisnis, serta penyediaan teknologi pembangkitan.
Gong Matua menjelaskan bahwa kerja sama dengan Laos tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan secara virtual kedua belah pihak yang difasilitasi oleh KBRI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos pada 19 Oktober 2021.
Semester I, Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 12,2 T
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru Rp12,2 triliun pada semester I-2022, melonjak 82,1% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 6,7 triliun. Perolehan tersebut mencapai hampir separuh dari target raihan kontrak sepanjang 2022 yang ditetapkan di kisaran Rp25-28 triliun. Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto mengatakan, realisasi kontrak baru hingga akhir Juni lalu itu diantara berasal dari Proyek Pelebaran Jalan Tol Tangerang-Merak; Bendungan Jenelate di Gowa; Gedung Presisi Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Polri di Jakarta; serta Piping Works and Steel Structure Proyek Smelter Manyar, Gresik. "Dari perolehan kontrak baru itu, lini bisnis konstruksi mendominasi yakni sebesar 85%, kemudian disusul segmen properti sebesar 6%, dan sisanya merupakan lini bisnis lain," kata Farid, Selasa (19/7). Dilihat dari segmentasi sumber dana, Farid mengatakan, kontrak baru yang merealisasikan Adhi Karya bersumber dari pemerintah sebesar 15%, BUMN dan BUMD sebesar 5% dan proyek kepemilikan swasta/lainnya termasuk proyek investasi sebesar 80%. (Yetede)
KERJA SAMA MICROSOFT DAN G20 EMPOWER
Business Strategy Director Microsoft Indonesia Nina Wirahadikusumah , Chair G20 EMPOWER Indonesia Yessie D. Yosetya, Co-Chair G20 EMPOWER Indonesia Rinawati Prihatingsih, CFO and DI&A Lead Microsoft Indonesia Krishna Worotikan, dan CO-SHERPA G20 Indonesia Raden Edi Prio Pambudi berbincang seusai penandatanganan kerja sama Microsoft dengan G20 Empower untuk pelaksanaan program Code: Without Barries di Jakarta, Rabu (6/7). Program ini menyediakan platform yang memungkinkan talenta perempuan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital inklusif melalui partisipasi dan inovasi di bidang teknologi.
Presidensi B20 Indonesia Perkuat Peran Strategis Asean
Presidensi B20 yang dipegang oleh Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam G20 akan memperkuat peranan strategis Asean di kancah global. Asean yang telah tumbuh menjadi kawasan regional yang terus mengembangkan kemitraan ekonomi dan perdagangannya memiliki peranan penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi dunia. Asean menyumbang peningkatan PDB yang signifikan seiring pertumbuhan ekonomi Asia, bahkan diprediksi 50% dari total PDB dunia pada 2040. Beberapa negara Asean seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Singapura bahkan sangat aktif memberikan pengaruh pada tata kelola rantai pasok di Asia Pasifik dengan kontribusi produksi dan distribusinya, mendorong peningkatan 40% total konsumsi dunia. Dengan Presidensi G20-B20 Indonesia, konsensus bersama yang akan dicapai melalui pertemuan multilateral ini diharapkan mampu memberi jalan keluar tidak hanya mengatasi krisis akibat pandemi, tetapi juga navigasi untuk berselancar atas situasi geopolitik dan geoekonomi dunia tersebut. Asean memegang peranan krusial dalam permasalahan dan tantangan global sebagaimana menjadi agenda penting Presidensi G20 Indonesia, yakni transisi energi, digitalisasi dan kesehatan global. Kerja sama regional ini mengemban posisi strategis perihal kemitraan ekonomi dan perdagangan global-multilateral yang berpotensi meningkatkan konektivitas, pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dunia. Untuk transisi energi, Asean bahkan bergerak maju menjadikan pembangunan hijau sebagai fondasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi melalui kerjasama strategis dengan negara-negara yang telah lebih dahulu menginisiasi pembangunan hijau. Di antaranya melalui inisitiaf Asean Climate and Energy Project serta Working Group on Climate Change yang sukses merangkul banyak kerja sama strategis dengan negara-negara yang selangkah lebih depan soal penanganan masalah lingkungan serta perubahan iklim di seluruh dunia.
Pilihan Editor
-
Perlu Titik Temu Soal JHT
11 Mar 2022 -
Wapres: Tindak Tegas Spekulan Pangan
12 Mar 2022 -
Kebijakan Edhy Jadi Pemicu Penyuapan
11 Mar 2022









