Forum G-20 Jangan Sebatas Seremoni
Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar (1/2) mengatakan, kesempatan presidensi Indonesia pada G-20 tahun ini jangan sampai berakhir menjadi seremoni tanpa makna yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Forum labour 20 (L-20) dan presidensi G-20 harus menghasilkan pembenahan regulasi dan kebijakan konkret di bidang ketenagakerjaan di tengah rumitnya problem ketenagakerjaan dalam negeri akibat dampak disrupsi ganda pandemi Covid-19 dan digitalisasi serta implementasi UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Direktur Indonesia Labor Institute Rekson Silaban selaku Co-chair Forum L-20 mengatakan, tiga isu besar terkait pekerja yaitu digital, jaminan sosial universal, dan transisi perubahan iklim dipilih karena menjadi isu yang sedang dihadapi banyak negara anggota G-20, termasuk Indonesia. Forum L-20 akan melakukan berbagai diskusi dengan serikat buruh dari sejumlah anggota G-20 dan komunitas pengusaha yang tergabung di B-20 untuk mendorong rekomendasi di KTT G-20 pada November 2022. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, presidensi G-20 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk melakukan transformasi ketenagakerjaan menuju era digital. (Yoga)
Postingan Terkait
Mencontoh Negara Lain Melindungi Pekerja Gig
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023