;
Tags

Kerjasama Ekonomi

( 335 )

Pemerintah Setuju Tarif Pajak Global

Sajili 26 Apr 2021 Kontan

Pemerintah RI setuju dengan inisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang mengajukan tarif pajak minimum global bagi perusahaan multinasional. Rencana ini tertuang dalam dokumen bertajuk The Made in America Tax Plan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, tarif pajak minimum tersebut bisa menciptakan keadilan bagi pembayar pajak kepada negara asal dan negara tempat berdirinya usaha atau cabangnya. Apalagi, saat ini rentan terjadi erosi pajak dari perusahaan yang mengalihkan kewajiban perpajakan ke negara bertarif pajak rendah. "Semua negara harus ikut, karena jika tidak, akan ada satu negara yang mengambil keuntungan. Jadi, jika AS dan negara dalam OECD (Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi) ikut berperan, efeknya akan positif, adil, dan ada kepastian, " ungkap Sri Mulyani, Kamis (22/4) pekan lalu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menambahkan, inisiasi AS tersebut akan memperkuat basis pajak multinasional yang ada di Indonesia. Harapannya adalah, usulan itu bisa segera dibawa ke OECD sehingga dapat menciptakan kesepakatan global. "Ini menjadi hal yang bagus untuk menjaga pemajakan antarnegara, katanya.

Pengamat pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji menilai, langkah yang akan diambil pemerintah sudah tepat. Sebab, penerapan pajak minimum secara global membuat setiap perusahaan yang akan berinvestasi di suatu negara sudah tidak lagi memperhitungkan tinggi rendahnya tarif pajak, terutama pajak penghasilan (PPh) badan. "Praktik penghindaran pajak seperti mengalihkan laba ke negara dengan tarif PPh badan rendah bisa dikurangi, ujar Bawono kepada KONTAN, Jumat (23/4).

Waskita Sukses Divestasi Ruas Tol Medan - Kualanamu - Tebingtinggi

Sajili 23 Apr 2021 Sinar Indonesia Baru

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalul anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road dan Kings Ring Ltd telah menandatangani kesepakatan jual beli 30 persen saham PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) dengan nilai transaksi sebesar Rp 824 miliar.

Presiden Direktur Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan bahwa PT JMKT merupakan badan usaha jalan tol pemegang konsesi ruas Medan-Kualanamu-Tebing tinggi. Transaksi divestasi ini merupakan langkah awal dari program divestasi 9 ruas tol yang direncanakan oleh Waskita pada tahun ini.

Program divestasi ruas tol sejalan dengan strategi Waskita untuk meningkatkan kinerja dengan aset recycle. Sebagai pengembang jalan tol terbesar di Indonesia, Waskita menciptakan value lewat proses investasi konstruksi dan divestasi.

Sebagal informasi, JMKT didirikan pada tahun 2014 dan berhasil memenangkan lelang pengusahaan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing tinggi yang ditetapkan pada 4 September 2014. Ruas sepanjang 61,7 km tersebut mulai beroperasi sejak tahun 2016, sementara nilai investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan mencapai Rp4,9 triliun.


Merger Pelindo Segera Berjalan

Sajili 23 Apr 2021 Koran Tempo

Pemerintah akan melebur empat operator pelabuhan milik negara ke dalam holding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sebelum akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), Arif Suhartono, mengatakan Pelindo bakal menyatukan permodalan dan mengatur investasi dengan lebih baik. Alokasi belanja modal (capital expenditure) pun dianggap lebih terukur jika dilaksanakan di bawah satu manajemen. Setelah merger, Pelindo akan mengelola bisnis peti kemas hingga 16,7 juta twenty-foot equivalent units (TEUs).

Wacana merger Pelindo muncul menjelang akhir 2019. Saat itu, Elvyn Gani Masassya, yang menjadi Direktur Utama Pelindo II, mengatakan rencana yang sudah lama dibahas tersebut sedang disempurnakan dan akan diselesaikan pada 2020. Namun target itu belum terwujud.

Bila merujuk pada statistik Kementerian Perhubungan pada 2019, Pelindo IV mengelola 25 pelabuhan, paling banyak dibanding Pelindo I, II, dan III. Namun Pelindo II memimpin dalam pengelolaan peti kemas, sebanyak 7,66 juta TEUs.


Ekspansi di Proyek Kertajati

Sajili 22 Apr 2021 Koran Tempo

PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) terus menggalang dukungan untuk pengembangan proyek pembangunan kawasan khusus AeroCity Bandara Kertajati. Komitmen permodalan dan bantuan investasi terbaru untuk manajemen bandara di Kabupaten Majalengka itu datang dari grup usaha PT Krakatau Steel (persero) Tbk.

Direktur Utama PT BIJB, Salahudin Rafi, mengatakan empat anak usaha Krakatau Steel sudah meneken nota kesepahaman untuk ikut andil menggarap beberapa bagian Aerocity, yang luas totalnya mencapai 3.480 hektare.

PT BIJB sebelumnya juga mengembangkan pusat perbaikan dan perawatan (maintenance, repair, and overhaul/MRO) pesawat. Perusahaan sudah mengalokasikan lahan seluas 67 hektare untuk bisnis MRO, tapi baru 30 hektare yang akan dimanfaatkan duluan.

Bermitra dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF), layanan MRO tersebut diprioritaskan untuk pesawat pemerintah, baik milik tentara, polisi, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Adapun Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim, membenarkan bahwa MoU dengan perusahaan lokal Jawa Barat akan menguatkan kinerja bisnis seluruh pihak yang terlibat dalam pusaran kerja sama itu.


Persaingan Ekonomi Digital Berpusat di Tiga Poros

Sajili 16 Apr 2021 Kontan

Pamor ekonomi digital semakin berkibar. Kabar teranyar, Grab Holdings Inc yang berbasis di Singapura berencana go public di Amerika Serikat. Tiga konglomerasi asal Indonesia: Grup Djarum, Sinarmas dan Emtek, ikut berpartisipasi dalam aksi korporasi Grab di pasar AS.

Masuknya tiga konglomerasi Indonesia (Djarum, keluarga Sariaatmadja/Grup Emtek, dan Sinarmas) akan membuat persaingan bisnis digital di Tanah Air semakin sengit. Sebab, ketiganya juga memiliki portofolio investasi dalam ekonomi digital.

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda menilai, aksi tersebut dapat membuat kompetisi ekonomi digital di Indonesia mengerucut pada tiga poros utama.

Pertama, Gojek dan Tokopedia yang dikabarkan segera merger dan menyusul untuk menggelar IPO. Kedua, Grup Grab dengan dana segar dari IPO dan sokongan ekosistem bisnis dari para investornya. Ketiga, Shopee dengan dukungan SEA Grup.

Di luar tiga poros raksasa itu, pemain baru akan kian sulit bersaing. Oleh sebab itu, merger dan akuisisi menjadi opsi bertahan dan mengembangkan lini bisnis. jika tidak, platform ekonomi digital lainnya bisa merger dan membentuk ekosistem baru, asalkan bisa menggaet investor dengan pendanaan kuat.

 


Nilai Grab Mencapai US$ 39,6 Miliar

Sajili 15 Apr 2021 Kompas

Grab telah sepakat merger dengan Altimeter Growth Corp Capital. Tujuan merger keduanya antara lain untuk memuluskan rencana penawaran saham perdarda atau initial public offering (IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan itu akan menjadikan IPO Grab jadi penawaran saham terbesar dalam sejarah Bursa AS. Merger tersebut akan menambah valuasi raksasa ride-hailing dan pengiriman makanan Asia Tenggara ini jadi USS 39,6 miliar.

Grab akan menerima komitmen investasi lebih dari USS 4 miliar dalam IPO tersebut dari investor yang dipimpin oleh Altimeter Capital Management dan termasuk investor negara Singapura Temasek dan grup keluarga terkemuka dari Indonesia.

Tahun 2020, Grab membukukan gross merchandise value (GMV) sekitar USS 12,5 miliar, melampaui capaian sebelum masa pandemi dan meningkat dua kali lipat lebih dari tahun 2018. Pendapatan Grab tahun 2020 tumbuh sekitar 70%. Bisnis pengiriman makanannya ditargetkan mencapai titik impas di akhir tahun 2021.


Uni Emirat Arab Bidik Pembangunan Pabrik Vaksin Covid-19 di Indonesia

Sajili 13 Apr 2021 Katadata

Uni Emirat Arab (UEA) melirik Indonesia sebagai lokasi pembangunan pabrik vaksin Covid-19. Menteri Energi dan Infrastruktur Suhaiel Al-Mazrouei mengatakan hal tersebut merupakan cerminan kuatnya hubungan kedua negara.

Tak hanya itu, UEA juga tertarik berinvestasi di bidang energi terbarukan, industri strategis dan militer, produksi vaksin Covid-19, serta pertanian, ketahanan pangan, pendidikan digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Negara penghasil minyak itu juga telah mengumumkan investasi senilai US$ 10 miliar melalui Indonesia Investment Authority (INA). Dana tersebut akan digunakan dalam proyek dan sektor strategis.


Kerja Sama Antardaerah, Kolaborasi Dagang Mulai Bangkit

Ayutyas 12 Apr 2021 Bisnis Indonesia

SURABAYA — Pemerintah daerah memacu aktivitas perdagangan guna menjaga denyut perekonomian tetap berdetak. Perdagangan antardaerah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan meskipun belum pulih sepenuhnya. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jatim Difi Ahmad Johansyah menilai kinerja ekspor antaradaerah tahun 2020 mengalami kontraksi cukup dalam dibandingkan dengan 2019. Keterpurukan ekonomi hampir di seluruh Provinsi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 menjadi penyebabnya. Daya beli serta permintaan domestik terperosok cukup dalam. Selain itu, pemulihan perekonomian China yang lebih cepat dari perkiraan menyebabkan produk dari Negeri Panda memenuhi pasar domestik yang kian menekan kinerja ekspor impor antardaerah.

Berdasarkan data statistik itu, kinerja net ekspor antardaerah Jatim diperkirakan bakal meningkat sejalan dengan program vaksinasi Covid-19 serta penyaluran bantuan sosial yang berdampak pada peningkatan aktivitas korporasi dan rumah tangga. “Perbaikan kinerja ekspor antardaerah ini sejalan dengan berakhirnya kebijakan PSBB di berbagai wilayah di Indonesia serta penyaluran bantuan sosial, serta peningkatan kinerja mitra dagang domestik yang ditopang pembukaan sektor ekonomi dan penerapan normal baru,” katanya, Jumat (9/4). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan Malut selama ini menyuplai komoditas rempah-rempah, ternak, minyak kayu putih, hasil laut atau perikanan, serta nikel dan biji besi.

“Sebaliknya Jatim menyuplai komoditas seperti ayam beku, beras, bibit tanaman, jagung, pipa besi, serta bahan pangan untuk Malut,” katanya. Pada 2020, transaksi perdagangan Jatim ke Malut mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan perdagangan dari Malut ke Jatim mencapai Rp930 miliar, sehingga Jatim mengalami surplus. “Market di Jatim sangat potensial dengan jumlah penduduk mencapai hampir 41 juta orang, dan banyak bahan baku industri yang dibutuhkan Jatim. Selain itu juga ada kerja sama bidang pertanian gapoktan Jatim belajar ke Malut dan sebaliknya,” ujar Khofifah. Misi dagang ke Malut dilakukan pada 8 April 2021. Dalam misi dagang itu, Jatim membawa 50 pelaku usaha, dan Malut membawa 100 pengusaha.

Adapun, pemda yang tengah membangun kerja sama antardaerah adalah Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Provinsi Bali. Perjanjian kerja sama (PKS) di sektor strategis dalam pembangunan kedua daerah dan ditandatangani di Bali pada Rabu (31/3) oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Gubernur Bali Wayan Koster. Zulkieflimansyah menjelaskan kerja sama yang akan dibangun kedua pihak di beberapa sektor potensiyakni di sektor pariwisata, perindustrian, perhubungan, koperasi dan UMKM, kelautan dan perikanan, dan pertanian Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut meliputi promosi bagi produk Koperasi dan UMKM, pengembangan akses pemasaran produk UMKM kedua daerah. Kepala Bidang Pembinaan UMKM NTB Chalid Tomasdang Bulu belum lama ini menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun jaringan koperasi dan UMKM.

(Oleh - HR1)

Ekspor Mobil Produksi Lokal Diperluas

Sajili 19 Mar 2021 Tribun Timur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung sektor otomotif untuk meningkatkan daya saing dan produktivitasnya. Dari hasil pertemuan di Jepang, beberapa prinsipal otomotif menyatakan komitmennya untuk memperluas pasar ekspor kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Kemenperin mencatat, selama ini Indonesia telah diguyur investasi sebesar Rp 97.3 dari empat prinsipal otomotif raksasa asal Jepang, yakni Toyota (Rp 63 triliun). Honda (Rp 6,2 triliun), Suzuki (Rp 21 triliun), dan Mitsubishi (Rp 7,1 triliun).

Sampai tahun 2024, Toyota akan memperluas pasar ekspornya sebanyak 100 negara, kemudian Honda (31 negara), Suzuki (100 negara), dan Mitsubishi (39 negara). Perluasan pasar ekspor ini seiring dengan peningkatan kapasitas produksi. Total penyerapan tenaga kerja dari investasi empat prinsipal ini bakal mencapai 9.000 orang.

RI akan Produksi Pupuk di Nigeria

Sajili 19 Mar 2021 Kompas

PT Saputra Global Harvest dari Indonesia akan memproduksi dan memasarkan Saputra Futura, inovasi pupuk berbahan baku batubara, di Nigeria, Afrika Barat. Kerja sama antara PT SGH dan perusahaan asal Nigeria, MAAIC & MAAH Ltd, dimulai Februari 2021 dengan pengiriman sampel pupuk untuk diterapkan di lahan pertanian padi dan sayuran di Negara Bagian Jigawa. Jika hasil panen yang diperkirakan pada Mei 2021 baik, MAAIC & MAAH Ltd akan membeli pupuk itu senilai 40.000 dollar AS.