;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

Lesu Darah Industri Kesehatan, Apa Saja Penyebabnya

KT1 09 Jul 2024 Tempo
SETELAH jumlah kasus Covid-19 berkurang, momentum meraup untung pelaku usaha di industri farmasi turut memudar. Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Elfiano Rizaldi menyatakan pertumbuhan industri belum juga menyentuh angka dua digit seperti lima tahun lalu. "Masih di angka 7-8 persen sekarang," katanya kepada Tempo, kemarin, 8 Juli 2024.  

Berakhirnya pandemi berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan industri kesehatan. Elfiano mencatat penurunan permintaan terhadap sejumlah produk, terutama multivitamin. Pada 2020, permintaan multivitamin sempat tumbuh tiga kali lipat lantaran berguna menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari virus corona. Belakangan, pelemahan daya beli masyarakat turut berkontribusi menghambat laju industri.

Tahun ini tantangannya makin berat karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat anjlok. Dari data kurs jual Bank Indonesia per 8 Juli 2024 tampak US$ 1 sudah setara dengan Rp 16.393. Padahal, pada awal tahun, para pelaku usaha menyiapkan modal kerja dengan asumsi nilai tukar sebesar Rp 15.000-15.500 per dolar AS. 

Menurut Elfiano, pergerakan kurs sangat mempengaruhi industri yang masih mengimpor bahan baku dan pendukung ini. Sekitar 90 persen bahan produksi farmasi masih impor. Jika nilai tukar tak kunjung menguat dan bergerak ke kisaran Rp 16.500 hingga akhir tahun, dia mengungkapkan ada potensi kenaikan harga jual produk farmasi. "Kita tunggu situasinya, mudah-mudahan tidak terus turun," tuturnya. (Yetede)

Bea dan Pungutan Tak Terduga Hambat Pengembangan Industri Kesehatan

KT3 03 Jul 2024 Kompas

Presiden Jokowi memimpin rapat tertutup terkait relaksasi pajak untuk industri kesehatan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/7). Selama ini pengenaan bea untuk komponen alat kesehatan ataupun biaya tak terduga membuat industri kesehatan Indonesia sulit bersaing dengan produk impor. Presiden Jokowi meminta supaya harga alat kesehatan dan obat-obatan produksi dalam negeri bisa sama denganproduk impor. Selain itu, Presiden juga meminta supaya industri farmasi dan industri alat kesehatan dalam negeri bisa dibangun, demikian disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin seusai rapat, Indonesia semakin tangguh, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti pandemi. Masalahnya, saat ini harga obat produksi Indonesia bisa tiga sampai lima kali lebih mahal dari obat impor. Harga alat kesehatan buatan dalam negeri juga cenderung lebih mahal. Industri alat kesehatan Indonesia pun tak maju. Penyebabnya, menurut Budi, adalah inefisiensi di jalur perdagangannya.

Ada biaya-biaya yang tak transparan dan tak terduga. Akibatnya, harga jual produk jadi tak masuk akal. Ujung-ujungnya yang membeli juga pemerintah. ”Layanan kesehatan sekarang hampir semuanya dibayar BPJS. Jadi, kalau (biaya layanan kesehatan) mahal, nanti pemerintah yang akan bayar (mengeluarkan biaya). Itu sebabnya kita harus mencari kombinasi yang semurah mungkin,” kata Budi. Selain itu, penerapan pajak tidak mendukung perkembangan industri alat kesehatan dalam negeri. Contohnya, produk alat kesehatan impor tak dikenai bea masuk. Namun, komponen pembentuk alat kesehatan yang masih impor dikenai bea 15 %. Ketika ditambah biaya-biaya tak terduga lainnya, harga produk alat kesehatan dalam negeri menjadi tak bisa bersaing. Untuk itu, tambah Budi, perlu ada transparansi jalur perdagangan alat kesehatan dan produk farmasi. Tata kelola yang baik akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Langkah kedua adalah mengefisienkan sistem perpajakan. (Yoga)


PENGHILIRAN BAUKSIT : PENDANAAN MASIH JADI PENGHALANG

HR1 02 Jul 2024 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha pertambangan bauksit masih berkutat dengan problem pendanaan untuk bisa membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Keberadaan investor yang siap menggelontorkan modalnya dianggap lebih urgen dibandingkan dengan satuan tugas khusus bentukan pemerintah. Berbagai upaya untuk mendatangkan investor untuk memacu penghiliran bauksit melalui pembangunan smelter bauksit di dalam negeri masih ‘mentok’. Untuk itu, pemerintah perlu segera turun tangan dengan membuka akses pendanaan agar upaya peningkatan nilai tambah komoditas tersebut bisa kembali bergeliat. Plh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I) Ronald Sulistyanto mengatakan, keberadaan satuan tugas khusus yang rencananya dibentuk pemerintah untuk mengakselerasi penghiliran bauksit bakal percuma jika tidak bisa mendatangkan investor. Musababnya, hingga kini tidak banyak pemilik modal yang mau menanamkan modalnya untuk membangun smelter bauksit di dalam negeri. Terlebih, masa pengembalian investasi di Indonesia relatif panjang pascapandemi Covid-19. Dia menjelaskan, untuk membangun smelter bauksit yang bisa menghasilkan alumina dengan kapasitas 2 juta ton membutuhkan investasi sebanyak US$1,2 miliar. Angka itu relatif tinggi dibandingkan dengan nikel yang membutuhkan sekitar US$100 juta untuk smelter dengan kapasitas yang sama. Belum lagi produk turunan dari bauksit relatif sedikit, yakni alumina yang kemudian diolah menjadi aluminium. “Kami mengusulkan beberapa perusahaan membentuk satu smelter secara konsorsium, tapi belum bisa berjalan. Investor yang dibawa pemerintah pun belum ada yang merealisasikan investasinya,” ujarnya. 

Menurutnya, saat ini sudah cukup banyak pelaku usaha pertambangan bauksit yang gulung tikar karena pemerintah melarang ekspor bijih bauksit sejak pertengahan tahun lalu. Padahal, kapasitas penyerapan bauksit untuk diolah di dalam negeri masih relatif terbatas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya secara terbuka menyampaikan bahwa mayoritas pembangunan smelter bauksit masih mandek.Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif mengatakan, dari 12 smelter bauksit yang dikembangkan di dalam negeri, baru empat yang beroperasi. Sementara itu, Menteri Investasi meyakini keberadaan Satgas khusus yang mengawasi penghiliran bauksit bakal mempercepat pembangunan smelter komoditas itu di Tanah Air. Tim itu nantinya akan mendalami dan merumuskan solusi terkait dengan masalah yang dihadapi pelaku. Adapun, Ketua Indonesian Mining & Energi Forum Singgih Widagdo menilai keberadaan Satgas khusus bakal memperbaiki tata kelola industri hilir bauksit. Dalam kesempatan itu, dia juga mengusulkan agar pembentukan Satgas khusus juga harus ikut melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan.

INDUSTRI PROPERTI : Rumah Subsidi Perlu Angkot

HR1 24 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Masyarakat Transportasi Indonesia mengusulkan pemberian subsidi angkutan umum untuk menggairahkan perumahan untuk masyarakat berpenghasil rendah (MBR) yang terbengkalai akibat akses yang minim dan tanpa angkutan umum. Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan anggaran subsidi bisa disiapkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk angkutan umum. Menurutnya, akses dan layanan angkutan umum yang memadai menjadi krusial untuk mengurai persoalan kemacetan, polusi dan efisiensi biaya hidup. Dia mencatat kondisi angkutan perkotaan (angkot) maupun perdesaan makin terpuruk sejak beberapa tahun belakangan. Dari 38 ibu kota provinsi di Indonesia, baru terdapat 15 kota yang berupaya membenahi angkutan umum berbadan hukum dan memberikan subsidi. Bahkan, ada beberapa kota yang menggratiskan tarif angkot. Sejauh ini, porsi anggaran subsidi Ditjen Perhubungan Darat pada 2024 hanya sebanyak Rp1,49 triliun, terdiri atas 367 trayek bus perintis Rp212,28 miliar, 35 trayek antarmoda Rp63,9 miliar, subsidi angkutan barang di enam lintasan Rp22,2 miliar, 270 lintasan kapal perintis penyeberangan Rp622,6 miliar, dua lintasan feri jarak jauh Rp18 miliar, subsidi angkutan perkotaan 10 kota Rp500 miliar dan angkutan perkotaan mendukung IKN Rp50 miliar.

Mengapa Industri Tekstil Ambruk

KT1 22 Jun 2024 Tempo
KABAR tak sedap terus merebak dari industri tekstil dan produk tekstil. Iklim investasi yang buruk berujung pada pemutusan hubungan kerja atau PHK karyawan hingga penutupan pabrik yang makin masif.  Sejak dua tahun terakhir, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia Redma Gita Wirawasta mencatat setidaknya sudah ada 50 perusahaan anggotanya yang gulung tikar. Kondisi tersebut telah merenggut pekerjaan dari sekitar 150 ribu orang. Masalahnya, perusahaan yang bertahan juga tidak dalam kondisi prima. Utilitas pabrik terus turun sejak 2022. 

Pada 2022, utilitas pabrik hanya sekitar 72 persen. Kini rata-rata pabrik hanya beroperasi 45 persen dari kapasitasnya. Di tengah kondisi ini, perusahaan harus mengatur waktu produksi. Sementara biasanya tiap hari produksi, Redma mengatakan bisa saja menjadi hanya tiga hari kerja. "Meski tidak di-PHK, pekerja di perusahaan ini jadi tidak bekerja full dan jumlah bayarannya juga berkurang," kata Redma kepada Tempo, kemarin. Jika kondisi tak bertambah baik, utilitas pabrik bakal terus turun hingga akhirnya tutup. Sayangnya, belum ada tanda-tanda datangnya angin segar buat industri tekstil dan produk tekstil.

Dari sisi produksi, ongkosnya makin hari makin mahal. Redma menyebutkan salah satunya karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Biaya belanja bahan baku menjadi lebih mahal lantaran sebagian besar masih harus impor. Padahal arus kas perusahaan sedang ketat. Pada awal tahun ini, nilai tukar rupiah masih berada di level 15.495 per dolar AS. Namun, pada penutupan perdagangan kemarin, kurs rupiah melemah di level 16.450 per dolar AS. (Yetede)

Industri Mencari Alternatif Solusi dan Tahan Ekspansi

KT3 19 Jun 2024 Kompas

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan tingginya tingkat suku bunga akan meningkatkan biaya produksi sehingga membuat sektor usaha terpukul. Pengusaha berusaha mencari alternatif solusi agar bisa bertahan dan menahan ekspansi bisnis.Tidak menutup kemungkinan terjadi penyesuaian harga produk ke konsumen. Namun, hal ini juga berpotensi semakin menggerus daya beli warga. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada perdagangan Jumat (14/6), rupiah ditutup pada level Rp 16.374 per dollar AS atau melemah 6,33 % dibanding penutupan akhir 2023. Sementara, data Bloomberg menunjukkan, indeks dollar AS terhadap mata uang utama per Selasa (18/6) siang tercatat berada pada level 105,4 basis poin (bps) atau menguat 0,09 % dibanding perdagangan hari sebelumnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, depresiasi rupiah meningkatkan biaya produksi. Kenaikan suku bunga juga turut memberikan beban tambahan sehingga semakin menyulitkan para pengusaha, baik yang berorientasi pasar dalam negeri maupun ekspor ”Sedangkan, daya beli masyarakat dalam negeri juga terpuruk dan negara-negara tujuan ekspor juga mengalami persoalan dalam logistik akibat konflik geopolitik yang terjadi. Pada akhirnya, para pengusaha mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha. Hal tersebut tercermin dari jatuhnya pasar saham saat ini,” katanya, Selasa. Kondisi serupa juga dirasakan industri makanan dan minuman Tanah Air.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyampaikan, pelemahan rupiah akan memukul industri lantaran masih banyak bahan baku impor dan biaya-biaya lain yang dibayar dengan dollar AS. Apalagi, biaya pengapalan luar negeri saat ini melonjak hingga 3-4 kali lipat. Sementara pangsa pasar ekspor semakin kompetitif karena para pembeli tertekan sehingga mereka meminta harga lebih murah. ”Industri mengantisipasi dengan efisiensi serta mencari alternatif sumber daya yang berasal dari lokal atau negara lainnya. Selain itu, tentu setiap perusahaan akan menentukan sendiri apakah harus menaikkan harga, resize (memperkecil ukuran), atau alternatif lainnya agar tetap bisa menyesuaikan daya beli konsumen,” ujarnya. (Yoga)


Rupiah Jeblok, Kinerja Industri Bisa Anjlok

HR1 19 Jun 2024 Kontan (H)

Rupiah keok, terkapar di level Rp 16.412 per dollar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu. Meski di pasar spot, rupiah sedikit berotot ke Rp 16.370 (18/6), performa rupiah kali ini sudah mendekati masa krisis 1997/1998. Saat itu, nilai tukar rupiah jatuh ke level terendah. 17 Juni 1998, kurs rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta ditutup pada Rp 16.900 per dollar AS. Saat perdagangan pada 22 Januari 1998, rupiah bahkan menyentuh level Rp 17.000 per dollar AS. Dus performa mata uang garuda ini membuat tekanan industri manufaktur semakin menjadi-jadi. Tak hanya menghadapi rupiah yang loyo, industri manufaktur juga harus berhadapan dengan loyonya permintaan pasar domestik serta ekspor. Pelaku industri harus menanggung lonjakan beban biaya produksi dan biaya perusahaan akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Industri yang berutang dollar AS, harus menghadapi kenaikan utang akibat kurs dan cicilan. Pun dengan industri yang mengandalkan bahan baku impor. Mereka tertohok denggan kenaikan biaya impor. Salah satu industri yang sudah mengeluh adalah industri makanan minuman.Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyebut, pelemahan rupiah akan menggerus laba, lantaran sebagian bahan baku utama produk makanan dan minuman  masih harus diimpor.

Antara lain: kacang kedelai, susu, garam, gula, jagung, hingga tepung terigu. Koreksi rupiah membuat harga bahan baku makin mahal, sehingga biaya produksi membengkak. "Di tengah pelemahan rupiah, biaya pengapalan luar negeri juga naik bahkan tiga sampai empat kali lipat," ujar Ketua Umum Gapmmi, Adhi S. Lukman, Selasa (18/6). Indonesia Packaging Federation (IPF) juga menyebut, pelemahan rupiah sudah terasa dampaknya bagi industri kemasan. Porsi impor bahan baku kemasan mencapai 50%. Alhasil, harga kemasan plastik terkerek sekitar 3%-5% atau bahkan lebih. Alhasil, "Strategi kami dengan membatasi impor bahan baku sesuai order saja, sehingga risiko kerugian akibat pelemahan kurs bisa dikurangi," ujar Business Development Director IPF Ariana Susanti, (18/6). Gabungan Perusahaan Elektronik (Gabel) bilang, mengerek harga jual memang menjadi cara paling lumrah dan mudah untuk mengantisipasi pelemahan rupiah.

Namun, upaya ini tidak mudah dilakukan karena pasar domestik belum stabil. "Bagi kami tak ada kurs rupiah yang ideal, yang penting bergerak stabil," imbuh Sekretaris Jenderal Gabel, Daniel Suhardiman, Selasa (18/6). Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) mengakui, tren koreksi rupiah membuat ongkos produksi pendingin refrigerasi, seperti lemari es dan air conditioner (AC) menjadi lebih mahal. Pelemahan rupiah juga mengancam industri alat berat nasional, mengingat 40% bahan baku masih impor. Biaya produksi alat berat meningkat. "Beberapa perusahaan bakan siap menaikkan harga jual berkisar 1,5%-3%," imbuh Ketua Umum Hinabi Giri Kus Anggoro, Selasa (18/6). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengakui, kurs rupiah saat ini sudah sangat sulit ditoleransi pengusaha.

Audit Berjenjang Keamanan di Kawasan IMIP

KT3 15 Jun 2024 Kompas

Jaminan keamanan dan keselamatan pekerja di kawasan PT IMIP, Morowali, Sulteng, kembali disorot setelah terjadi semburan uap panas, Kamis (13/6) pukul 22.00. Lokasi kecelakaan di salah satu area tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel atau ITSS, yang meledak akhir Desember 2023. Dua pekerja terluka sehingga harus dirawat intensif. Ironisnya, kecelakaan kerja ini terjadi saat karyawan berusaha membersihkan lantai tungku yang meledak akhir tahun lalu. Ketua Serikat Buruh Industri, Pertambangan, dan Energi (SBIPE) IMIP Henry, Jumat (14/6), menyampaikan, dua pekerja yang terluka adalah Jekmaryono dan Yudarlan. Keduanya kini dirawat di RSUD Bungku. Saat hendak mencairkan gumpalan baja yang membeku, pekerja diperintah supervisornya untuk menyiram lelehan panas dengan air. Saat proses menyiram, ledakan terjadi.

Kejadian ini menambah panjang kecelakaan kerja di kawasan PT IMIP. Hal ini menunjukkan tidak adanya perbaikan berarti yang dilakukan perusahaan. Situasi tersebut membuat perlindungan terhadap buruh berkurang sehingga kecelakaan terulang, bahkan di bagian dan tempat sama. ”Karena itu, sangat penting dilakukan audit menyeluruh melalui tim independen yang melibatkan serikat buruh sebagaimana yang kami sampaikan saat tragedi ITSS pada Desember 2023,” ucap Henry. Pemerhati kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Andi Erwin memberikan pendapat yang sama. Agar tidak terjadi kecelakaan lagi, menurut dia, perlu dilakukan audit berjenjang, mulai dari penerapan regulasi keselamatan, sistem manajemen K3 yang dibangun oleh pengelola kawasan, hingga penerapan SOP di lapangan.

Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan menjelaskan, kecelakaan kerja terjadi di sekitar tungku yang meledak Desember 2023. Karyawan sedang membersihkan tungku yang menurut rencana digunakan kembali dan sudah berjalan tiga hari. Pada Kamis malam, sejumlah pekerja ditugasi membersihkan lantai pabrik dari lelehan kerak baja yang mengeras dengan alat serupa las. Saat pembersihan, ada inisiatif menyiram kerak baja dengan air. Saat disiram, terjadi semburan uap panas yang mengenai dua pekerja. Dedy membantah insiden itu berupa ledakan. ”Ini adalah semburan uap panas dari pembersihan kerak baja,” katanya. Tim saat ini berusaha mengumpulkan informasi dan menyelidiki kejadian tersebut. Idealnya, pembersihan tidak dilakukan dengan menyiramkan air yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. (Yoga)


INDUSTRI E-COMMERCE : POMPA RESILIENSI DI TENGAH BADAI PHK

HR1 15 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Industri e-commerce Indonesia dipandang masih memiliki prospek yang cukup apik meskipun pebisnis tier 1 yang melakukan pemutusan hubungan kerja sebagai konsekuensi pergantian pemegang saham. Namun demikian, bisnis model e-commerce dinilai perlu beradaptasi dengan berbagai perkembangan terkini guna meningkatkan resiliensi mereka atas berbagai tantangan. Medio 2024, badai pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghampiri industri e-commerce Bumi Pertiwi. Teranyar, platform belanja online Tokopedia resmi mengumumkan PHK terhadap 450 karyawan kemarin, Jumat (14/6).Perampingan karyawan itu dilakukan pasca TikTok mengakuisisi 38,19 juta saham atau setara 75,01% saham Tokopedia.Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia Nuraini Razak menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan beberapa area untuk menyesuaikan tujuan perusahaan. Dia pun tak menampik kabar yang berlalu lalang beberapa hari terakhir terkait PHK.“Menyusul penggabungan TikTok dan Tokopedia, kami telah mengidentifi kasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan,” jelasnya, Jumat (14/6).Dia menyatakan bahwa pihaknya harus melakukan penyesuaian, termasuk PHK, agar perusahaan dapat terus bertumbuh.

Meskipun ada PHK pada salah satu pebisnis e-commerce di Indonesia pada tahun ini, tetapi prospek industri ini dipandang masih cukup positif.Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan bahwa bisnis e-commerce di Indonesia masih memiliki prospek yang positif meski tidak sebesar yang diperkirakan.Hal ini lantaran Bank Indonesia (BI) mencatat, target transaksi e-commerce tidak tercapai dan lebih lambat dari tahun lalu. Bank sentral mencatat realisasi nilai transaksi perdagangan elektronik atau e-commerce mencapai Rp453,75 triliun sepanjang 2023.Nilai tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan target BI yang ditetapkan sebesar Rp474 triliun. Capaian ini juga lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada 2022 sebesar Rp476,3 triliun. Sementara secara volume, transaksi e-commerce pada 2023 tercatat mencapai 3,71 miliar. Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang tercatat mencapai 3,49 miliar. Meskipun, Huda memandang bahwa terlihat adanya perubahan model bisnis yang dilakukan oleh e-commerce yang akan lebih menyesuaikan zaman dan permintaan pasar. Model seperti sosial media, lanjut Huda, bisa menjadi salah satu cara e-commerce untuk bisa adaptif dengan permintaan pasar.

Di sisi lain, Huda menilai bahwa ancaman PHK yang mungkin terjadi tidak hanya berlaku untuk TikTok—Tokopedia, melainkan juga startup digital lainnya, terutama di tengah masa sulit pendanaan. Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa tindak lanjut dari aksi korporasi seperti merger dan akuisisi memicu efisiensi operasional yang berujung pengurangan karyawan. Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Indonesia E-Commerce Association (idEA) Bima Laga juga sepakat bisnis e-commerce masih memiliki prospek yang bagus. Apalagi, imbuhnya, Indonesia memiliki jumlah populasi yang besar dan bonus demografi yang akan tercapai pada 2030—2040. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari ekonomi global hingga masa transisi pascapemilihan umum (Pemilu) sehingga investor masih wait and see “Jadi, apakah hanya mengandalkan investasi? Tentu enggak, karena investasi bukan sesuatu yang seperti dana hibah, sesuatu yang dipakai tetapi tidak perlu dikembalikan. Investasi itu harus dikembalikan,” katanya.Selain itu, Bima memandang bahwa bisnis e-commerce juga mengikuti iklim ekonomi di dalam negeri, mulai dari pekan usaha, konsumen, dan regulasi yang harus sejalan.

Industri Pusat Data Mulai Bidik Segmen Kecerdasan Buatan

KT3 14 Jun 2024 Kompas

Fasilitas pusat data milik patungan Singtel, Telkom Indonesia, dan MedCo yang berlokasi di Kawasan Industri Kabil, Batam, yakni NeutraDC NXera Batam, dengan total investasi Rp 1,4 triliun, ditargetkan siap beroperasi pada triwulan III-2025. Fasilitas pusat data berkapasitas 51 megawatt IT Load ini disiapkan khusus untuk melayani permintaan pusat data perusahaan yang tengah mengembangkan serta memanfaatkan kecerdasan buatan. Proses groundbreaking sudah dilakukan November 2022. Namun, pemasangan tiang pancang (piling) baru dilakukan pada Kamis (13/6).

Dirut PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) Andreuw Th AF mengatakan, tak ada kendala investasi maupun regulasi di balik jeda waktu dari proses groundbreaking ke piling. Namun, perusahaan di balik NeutraDC NXera memilih berhati-hati menetapkan fokus segmen yang akan disasar NeutraDC NXera Batam. ”Satu-dua tahun lalu, animo inovasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan belum terlalu kuat. Namun, semakin ke sini, era teknologi kecerdasan buatan semakin pasti. Kami juga memperhatikan situasi geopolitik global karena akan memengaruhi logistik peralatan teknologi serta persaingan fasilitas pusat data di ASEAN. Maka, kami melakukan penyesuaian dengan menetapkan NeutraDC NXera Batam adalah fasilitas pusat data siap kecerdasan buatan,” ujarnya.

Targetnya, NeutraDC NXera Batam akan 70 % melayani permintaan perusahaan yang tengah mengembangkan inovasi kecerdasan buatan dan 30 % sisanya melayani segmen perusahaan pada umumnya. Karena fokus menjadi fasilitas pusat data siap kecerdasan buatan, pembangunan NeutraDC NXera Batam butuh pendekatan khusus. Misalnya, mekanisme liquid cooling atau pendinginan cair dan daya kekuatan lantai gedung dinaikkan menjadi 2,5 ton. Mekanisme ini dilakukan karena teknologi kecerdasan buatan lazim mengonsumsi energi listrik dan infrastruktur yang besar. (Yoga)