Industri lainnya
( 1875 )Industri Kecerdasan Buatan untuk Memenuhi Kebutuhan Manusia
Pamor Kecantikan Yang Berdampak Buruk
Kosmetik dalam negeri juga makin diminati. Hal ini tidak terlepas dari berkembangnya produk cosmeuticals. Cosmeuticals adalah produk yang memiliki efek kosmetik serta terapeutik yang berdampak positif bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Selain itu, inovasi produk dan desain kemasan juga semakin menarik sehingga meningkatkan penjualan. Sertifikat halal melengkapinya. Tren positif itu terjadi secara global. Dalam laporan McKinsey & Company berjudul ”The State of Fashion Beauty” pada Mei 2023, industri kecantikan diprediksi menghasilkan sekitar 460 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.180,14 triliun tahun ini. Adapun pada 2027, penjualan ritel produk kecantikan diproyeksikan tembus angka 580 miliar dollar AS atau Rp 9.053,22 triliun. (Yoga)
Penurunan Biaya Pakan Jadi Pemacu Pertumbuhan Sektor
Belanja Hiburan Naik di Tengah Lesunya Daya Beli
Penjualan iPhone 16: Apple Diharapkan Menepati Komitmen
Pemerintah Indonesia menagih komitmen investasi tambahan sebesar Rp240 miliar dari Apple Inc. agar perusahaan tersebut dapat memperpanjang izin menjual produk terbarunya, seperti iPhone 16, di pasar Indonesia. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa Apple belum merealisasikan seluruh investasi yang dijanjikan, yang diperlukan untuk memenuhi syarat sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Agus menyatakan bahwa perpanjangan sertifikasi TKDN Apple saat ini tergantung pada realisasi tambahan investasi, yang akan menaikkan nilai TKDN Apple menjadi 40%, memungkinkan produk-produk Apple untuk dijual di Indonesia. Sejauh ini, Apple telah merealisasikan investasi sebesar Rp1,48 triliun dari total komitmen Rp1,71 triliun. Agus juga mendorong Apple untuk tidak hanya mendirikan Apple Academy, tetapi juga mempertimbangkan untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri.
Industri Pionir: Menghadapi Tekanan dan Tantangan
Industri pionir tengah ketar-ketir. Tarik ulur pembahasan soal perpanjangan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Badan berbentuk tax holiday yang akan berakhir pada pekan ini menempatkan sektor pelopor ini di persimpangan. Sayangnya, internal pemerintah pun terbelah. Beberapa institusi negara menginginkan perpanjangan, sedangkan segelintir instansi meminta penghentian. Ruang perpanjangan memang terbuka, itu pun dengan skema yang jauh lebih ketat lantaran dinilai berbenturan dengan konsensus pajak global. Pemangku kebijakan pun diharapkan mendengar suara dunia usaha yang menginginkan tambahan insentif fiskal.
Survei Bisnis: Permintaan Pebisnis Akan Badan Logistik
Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diharapkan membentuk kementerian atau lembaga khusus yang menangani logistik nasional sebagai langkah penting dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Angga Purnama, anggota tim peneliti National Logistics Community, mengungkapkan bahwa berdasarkan survei terhadap 117 pelaku usaha logistik, mayoritas responden mendukung pembentukan kementerian atau lembaga ini untuk memperbaiki sistem logistik Indonesia. Menurutnya, saat ini fungsi logistik masih terpecah di beberapa kementerian/lembaga (K/L), seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, Ditjen Bea Cukai, Kementerian Perhubungan, dan Kemenko Bidang Perekonomian.
Angga juga menyatakan bahwa 78% responden menganggap pembentukan K/L khusus logistik dalam kabinet Prabowo-Gibran sebagai hal mendesak. Menurutnya, masalah utama logistik di Indonesia meliputi tarif yang tidak seragam, koordinasi antar-K/L yang kurang baik, dan tingginya biaya logistik. Tantangan regulasi dan perizinan yang rumit serta luasnya geografi Indonesia juga menghambat daya saing nasional. Angga menekankan pentingnya peran negara untuk hadir lebih kuat dalam sektor logistik guna mengatasi kendala ini dan mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.
Bangkitkan Industri Hilir Sehingga Ekspor Meningkat
Industri Halal: Geliat Manufaktur di Tengah Perubahan
Kementerian Perindustrian terus mendorong perkembangan industri manufaktur, terutama dengan melibatkan generasi muda dalam sektor industri yang potensial, seperti industri halal. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan *Industrial Festival 2024*, di mana generasi muda diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor industri. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko SA Cahyanto, menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri, pemangku kebijakan, dan masyarakat umum dalam upaya ini.
Festival ini juga melibatkan sejumlah tokoh muda, seperti Zaskia Adya Mecca dan Ricky Harun, yang memberikan wawasan terkait dengan memanfaatkan marketplace dan pentingnya produk halal dalam memenangkan pasar. Kegiatan ini mencakup berbagai acara seperti *talk show*, workshop, konsultasi halal, dan pop-up market yang menampilkan produk lokal, guna mendukung penguatan industri dalam negeri.
Eko juga menyatakan bahwa *Industrial Festival 2024* diadakan dalam tiga rangkaian acara, salah satunya berkolaborasi dengan *Halal Indo 2024* yang menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung dari lebih dari 35 negara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama internasional dan investasi di sektor industri halal. Festival berikutnya akan memperingati Hari Batik Nasional pada Oktober 2024, yang menonjolkan peran batik sebagai bagian dari industri kreatif Indonesia.
Dalam konteks ekonomi, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan harapan dapat membawa negara keluar dari jebakan pendapatan menengah.
Industri Manufaktur Kembali Kontraksi
Pilihan Editor
-
Ribuan Ton Daging Kerbau Akan Serbu RI
24 Mar 2021









