Industri lainnya
( 1905 )Web3: Teknologi Masa Depan di Industri Digital
Konsep Web3, yang dibangun di atas teknologi blockchain, menandai fase baru dalam perkembangan internet yang lebih terbuka, aman, dan terdesentralisasi. Berbeda dengan Web1 dan Web2, Web3 memungkinkan pengguna untuk memiliki data dan aset digital mereka sendiri, serta melakukan transaksi yang tidak dikendalikan oleh pihak pusat. Teknologi ini juga melahirkan industri baru seperti Decentralized Finance (DeFi) yang memanfaatkan smart contract untuk berbagai transaksi tanpa memerlukan lembaga tradisional. Kemajuan blockchain yang pesat, terutama dengan token seperti BTC dan ETH, telah membuka peluang besar bagi investor, baik dari perubahan harga aset digital maupun imbalan dari staking.
Selain itu, para pelaku industri aset kripto di Indonesia, yang diwakili oleh Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat melalui acara seperti Bulan Literasi Kripto (BLK) 2025. Dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan regulasi, mereka juga berusaha mengurangi kesenjangan pemahaman masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai kampanye edukasi dan berkolaborasi dengan regulator. Hal ini menunjukkan pentingnya peran edukasi dalam memfasilitasi partisipasi masyarakat yang aman dalam ruang Web3 yang terus berkembang.
Konsumsi Domestik Jadi Kunci Pemulihan
Distribusi Kuat Menahan Margin Tetap Stabil
Raih Peluang dari Kenaikan Harga Minyak
Pelni Usulkan PNM untuk Pengadaan Kapal Baru
Ketidakpastian HGBT Bikin Gundah Gulana Industri
Ketidakpastian keberlanjutan kebijakan Harga gas Bumi
Tertentu (HGBT) pada tahun ini membuat industri
keramik gundah gulana. Hal ini membuat daya saing industri anjlok dengan
harga gas yang lebih mahal dari negara pesaing. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri
Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangan, pihaknya beharap kebijakan
HGBT yang telah berakhir pada akhir 2024 lalu, dapat segera diperpanjang pada
Januari ini, Dia menjelaskan, industri tetap berusaha untuk mempertahankan
produksinya agar terhindar pengurangan pegawai. “Ini tentu akan mengakibatkan
daya saing semakin merosot terhadap ancaman produk dari China, India dan
Vietnam,” kata dia. Edy mengutarakan, kebijakan HGBT sangat viral bagi industri
Keramik yang tergolong lahap energy. Hal ini karena sekitar 30% biaya
produksi adalah biaya energy gas sebagai
bahan bakar utama. Hal itu tidak bias didistribusikan atau digantikan dengan
bahan bakar lainnya. “Kehadiran HGBT telah memberikan multiplier effect yang
besar seperti investasi baru dan penyerapan jumlah tenaga kerja disamping kontribusi
pembayaran pajak kepada Negara,” ucap dia. (Yetede)
Kesiapan Strategis Hadapi Tekanan Apple
Optimisme Bisnis Tertekan oleh Lemahnya Daya Beli
Maskapai BUMN Bersiap Melakukan Konsolidasi Strategis
'Euforia' PPN 12% dan Dampaknya pada Pemulihan Manufaktur
Dinamika sektor industri Indonesia menjelang diberlakukannya kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% pada Januari 2025. Pelaku industri mencoba memanfaatkan waktu sebelum kenaikan PPN dengan meningkatkan pesanan untuk stok barang, meskipun akhirnya kebijakan ini hanya menyasar barang mewah. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa kebijakan ini turut berkontribusi pada lonjakan angka Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mencapai 51,2 pada Desember 2024, menandakan ekspansi sektor manufaktur.
Industri domestik menunjukkan optimisme dengan peningkatan produksi dan pesanan baru, bahkan tercatat adanya kenaikan ekspor setelah hampir satu tahun. Meskipun demikian, tantangan muncul dari kenaikan harga barang impor akibat penguatan dolar AS, yang menyebabkan beberapa perusahaan menaikkan harga jual produk mereka. Selain itu, sektor ini juga dibayangi oleh masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus meningkat, yang menunjukkan adanya tekanan di beberapa sektor industri.
Ekonom Andry Satrio Nugroho menyoroti pentingnya paket kebijakan stimulus yang terarah untuk mendukung industri manufaktur, termasuk insentif fiskal dan non-fiskal, serta proteksi pasar dari produk impor yang merugikan daya saing produk lokal. Perlindungan terhadap pasar domestik dan penanggulangan praktik dumping menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan industri dalam negeri. Tanpa kebijakan stimulasi yang komprehensif, Andry mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat terancam.
Pilihan Editor
-
Menkeu Terbitkan Aturan Jamin Pelaksanaan PSN
06 Apr 2021 -
Membangun Ekosistem Keuangan Digital
05 Apr 2021 -
Hegemoni Bank BUMN
19 Mar 2021 -
Crypto Art Jadi Peluang Usaha Seni di Indonesia
29 Mar 2021









