;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

Industri Sambal Tanah Air Tumbuh Berkat Peran Wirausaha Lokal yang Gigih dan Inovatif

KT3 16 Oct 2024 Kompas (H)
Dengan kreativitas dan keberanian, Lanny, Susilaningsih, dan Mujiati berhasil mengubah sambal tradisional menjadi komoditas bernilai tinggi yang mampu menembus pasar internasional. Selain menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga mendukung petani lokal dengan meningkatkan permintaan cabai dan bawang. Dengan kualitas, cita rasa otentik, dan inovasi, sejumlah produk sambal asal Indonesia telah membuktikan diri sebagai produk unggulan yang bisa bersaing di kancah global. Berkat ketekunan dan kreativitas mereka, merek sambal seperti Bu Rudy, DD1 Dede Satoe, dan CUK! kini tersedia di sejumlah negara, mulai dari Asia hingga Amerika. Ketiga perempuan pengusaha itu seolah ”menunggangi” gelombang permintaan global akan cabai serta bumbu dan saus yang tumbuh beberapa tahun terakhir.

Perusahaan riset pasar IMARC Group menyebutkan, pasar cabai global mencapai 1,42 miliar dollarAS pada 2023. Pada 2032, angkanya diperkirakan naik menjadi 2,34 miliar dollar AS dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai 5,7 persen selama 2023-2032. Peningkatan permintaan itu dinilai turut didorong oleh tren orang-orang yang makin menyukai masakan pedas. Cabai banyak digunakan untuk memenuhi permintaan rasa pedas dalam berbagai masakan. Selain itu, peningkatan juga terjadi karena sifat cabai yang serbaguna, yang membuatnya cocok untuk saus, salsa, bumbu dapur, dan bumbu rendaman. Para koki dan produsen makanan terus berinovasi dengan produk berbasis cabai untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen. Data dari perusahaan data dan analitik Global Data menunjukkan tren serupa.

Dalam laporan ”Indonesia Seasonings, Dressing, and Sauce-Market Assessment and Forecasts to 2024”, Global Data menyebut, sektor bumbu, saus, dan dressing di Indonesia diperkirakan tumbuh dari Rp 48,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 70,5 triliun pada 2024. CAGR mencapai 7,9 persen. Menurut laporan ”Food Out look” dari FAO, permintaan cabai global terus meningkat seiring dengan berkembangnya tren konsumsi makanan pedas di sejumlah negara. Selain kebutuhan konsumen rumah tangga, permintaan ini juga didorong oleh sektor makanan dan minuman serta industri farmasi dan kosmetik. Pertumbuhan permintaan tidak hanya terjadi di negara-negara pengonsumsi cabai tradisional, seperti India dan Thailand, tetapi juga di Amerika Utara dan Eropa, tempat makanan pedas semakin populer. (Yoga)

Penjualan Lesu, Produsen Kendaraan Pacu Pikap

HR1 16 Oct 2024 Kontan

Pasar kendaraan niaga di Indonesia mengalami penurunan pada 2024, termasuk di segmen pick up yang menurun 21% year-on-year hingga September 2024, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Meski begitu, agen pemegang merek (APM) seperti Suzuki, Daihatsu, dan Toyota tetap mencoba memanfaatkan peluang.

Harold Donnel, Marketing Director Suzuki Indomobil Sales, menyebut bahwa New Carry, kendaraan pick up andalan mereka, masih mampu menjaga penjualan meski mengalami penurunan sebesar 31,23% yoy. Suzuki berupaya menjaga loyalitas konsumen agar tetap bertahan di pasar yang sulit ini. Sementara itu, Tri Mulyono, Marketing Division Head Daihatsu Sales Operation, mengatakan Gran Max Pick Up milik Daihatsu yang banyak digunakan dalam sektor pertanian dan perikanan juga mengalami penurunan penjualan sebesar 17,1% yoy.

Toyota Astra Motor (TAM) justru tetap ekspansif dengan meluncurkan All-New Hillux Rangga. Vice President Director TAM, Henry Tanoto, optimis bahwa kehadiran Hillux Rangga bisa menjadi solusi di tengah perlambatan ekonomi, dengan target penjualan 400–500 unit per bulan. Hillux Rangga tersedia dalam pilihan mesin gasoline dan diesel, dan dirancang bersama 70 karoseri lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.

Industri Kecerdasan Buatan untuk Memenuhi Kebutuhan Manusia

KT3 15 Oct 2024 Kompas
Kecerdasan buatan atau AI berkembang sangat cepat di dunia, tidak terkecuali di Uni Emirat Arab, salah satu negara dengan perekonomian kuat di Asia. Peran AI bagi manusia terus berkembang, mulai dari berperan sebagai asisten hingga membantu dalam pengambilan keputusan. Perannya pun masif di sejumlah sektor. Semarak pengembangan dan antusiasme akan AI terlihat pada hari pertama event teknologi dan startup (usaha rintisan) Gitex Global di Dubai World Trade Center (DWTC), UEA, Senin (14/10/2024). Gitex Global edisi ke-44 tersebut berlangsung pada 14-18 Oktober 2024 dan diikuti 6.500 perusahaan peserta, 1.800 startup, dan 1.200 investor dari 180 negara di dunia. Dari pantauan, sejumlah perusahaan, baik skala kecil maupun besar, ambil bagian dalam salah satu event teknologi terbesar di dunia tersebut.

Hampir semua zona atau area pada pameran tersebut terkait dengan AI. Baik terkait dengan big data, komputasi awan (cloud computing), internet of things (IoT), intelligent connectivity, maupun 5G. Ribuan orang tumpah ruah untuk mengunjungi sejumlah gerai di Gitex Global 2024, baik sekadar mencari informasi maupun keperluan bisnis. Hampir semua pertanyaan pengunjung kepada petugas gerai berkaitan dengan AI. Vice President Strategy Scalone AI, generative AI, Bhavnita Singh mengatakan, aktivitas manusia bisa terbantu dengan kehadiran AI. Salah satunya untuk mendapatkan informasi-informasi yang spesifik dan sesuai kebutuhan untuk bisnis. Hal tersebut yang coba ditawarkan Scalone AI sehingga para pelaku bisnis bisa mengambil keputusan dari informasi-informasi yang didapat secara cepat.

”Aktivitas orang yang berulang bisa terbantu denganAI. Saya pikir, dalam dua tahun terakhir, AI berkembang pesat, begitu juga tahun-tahun berikutnya, karena banyak nilai yang didapat penggunanya,” kata Bhavnita. Sementara Marketing Manager Navsoft Siddharta Chatterjee menuturkan, AI membuat asistensi teknologi terhadap manusia semakin optimal. Pengembangannya pun dapat diterapkan di beberapa bidang, baik itu kesehatan, pendidikan, maupun hal-hal lain, yang berkaitan dengan keseharian manusia. Menurut dia, perkembangan cepat AI bakal meningkatkan efisiensi pekerjaan oleh manusia. Sebagai asisten Sekretaris Jenderal Advanced Technology Research Council, di bawah Pemerintah UEA, HE Faisal Abdulaziz Al Bannai, mengatakan, AI bukanlah topik baru.Namun, dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan persepsi akan AI pesat. (Yoga)

Pamor Kecantikan Yang Berdampak Buruk

KT3 14 Oct 2024 Kompas
Industri kecantikan tengah tumbuh subur. Banyak jenama baru, bahkan lokal, bermunculan. Mereka berlomba-lomba menawarkan produk dengan iklan yang memukau. Mereka tidak lagi hanya menyasar perempuan, tetapi juga laki-laki. Frekuensi acara-acara kecantikan yang kerap dihelat di kota-kota besar bertambah. Promosi produk dilakukan dalam skala besar. Toko-toko kosmetik juga melakukan promosi meski dengan skala lebih kecil. ”Event kecantikan itu lagi marak banget. Kalau dulu pada 2022-2023, dalam per setengah tahun di Yogyakarta biasanya ada satu event kecantikan. Masuk 2024, sepanjang Januari-Oktober ini saja sudah ada sekitar empat beauty event di Yogyakarta,” ujar Shella

Herviana (28), penyedia jasa titip (jastip) asal Yogyakarta, saat dihubungi, Jumat (11/10/2024). Animo masyarakat pun cukup tinggi setiap kali pameran produk kecantikan digelar di Yogyakarta. Konsumen yang menggunakan jastip yang ia tawarkan membeludak. Mereka berasal dari beragam daerah, bahkan hingga Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam sekali rangkaian festival kecantikan yang rerata diselenggarakan 2-4 hari, Shella bisa membeli 400-500 produk kecantikan demi para pelanggan jastipnya. Shella pun perlu membawa koper untuk menampung produk-produk kecantikan yang dibelinya. Untuk membeli barang-barang itu, ia bisa menggelontorkan dana hingga Rp 42 juta. Skincare dan lipstik menjadi produk yang paling banyak diminati. 

Kosmetik dalam negeri juga makin diminati. Hal ini tidak terlepas dari berkembangnya produk cosmeuticals. Cosmeuticals adalah produk yang memiliki efek kosmetik serta terapeutik yang berdampak positif bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Selain itu, inovasi produk dan desain kemasan juga semakin menarik sehingga meningkatkan penjualan. Sertifikat halal melengkapinya. Tren positif itu terjadi secara global. Dalam laporan McKinsey & Company berjudul ”The State of Fashion Beauty” pada Mei 2023, industri kecantikan diprediksi menghasilkan sekitar 460 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.180,14 triliun tahun ini. Adapun pada 2027, penjualan ritel produk kecantikan diproyeksikan tembus angka 580 miliar dollar AS atau Rp 9.053,22 triliun. (Yoga)

Penurunan Biaya Pakan Jadi Pemacu Pertumbuhan Sektor

HR1 14 Oct 2024 Kontan
Prospek positif bagi emiten sektor unggas pada akhir tahun 2024, didukung oleh penurunan biaya pakan dan potensi kenaikan harga ayam. Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Saragih, mencatat adanya perbaikan harga Day Old Chick (DOC) dan ayam pedaging pada September 2024 setelah penurunan sebelumnya, dan memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut. Inflasi yang terkendali juga dipandang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi, mencatat bahwa harga bahan pakan seperti jagung dan soybean meal turun, yang dapat mendukung profitabilitas meskipun harga ayam menurun. Penurunan harga ini dinilai mampu menjaga laba bersih sektor unggas tetap positif.

Selain itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menganggap program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai katalis positif tambahan bagi sektor unggas. Menurutnya, permintaan poultry juga diproyeksikan meningkat pada kuartal IV karena musim libur Natal dan Tahun Baru.

Victor dan Andreas merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebagai pilihan utama, dengan target harga masing-masing Rp 5.825 per saham. Meski sektor unggas masih menghadapi risiko pelemahan daya beli, penurunan biaya pakan, serta adanya program MBG menjadi dorongan positif bagi kinerja sektor ini.

Belanja Hiburan Naik di Tengah Lesunya Daya Beli

HR1 10 Oct 2024 Kontan
Pada September 2024, tren belanja masyarakat menunjukkan perlambatan, namun konsumsi untuk hobi dan hiburan justru meningkat. Data dari Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan peningkatan indeks nilai belanja menjadi 229,5 dari Agustus 208,2, dengan belanja hiburan naik 6,4% ke level 179,4, terutama untuk olahraga, hobi, dan hiburan. Sementara itu, konsumsi untuk perawatan kecantikan, hotel, dan perhiasan menurun.

Di sisi mobilitas, belanja untuk maskapai dan bahan bakar kembali naik, didorong aktivitas pasca-liburan sekolah. Meskipun demikian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 123,5, dan Indeks Penjualan Riil (IPR) diperkirakan mencapai 210,5, naik 4,7% year on year tetapi melambat dibanding bulan sebelumnya.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, pertumbuhan penjualan eceran terutama didorong oleh kelompok bahan bakar, suku cadang, dan sandang. Sementara itu, Myrdal Gunarto dari Maybank Indonesia optimis belanja masyarakat akan meningkat ke depan seiring penurunan suku bunga yang mengurangi beban cicilan, memberikan konsumen lebih banyak ruang untuk berbelanja, terutama dengan diskon akhir tahun. Hal ini diperkirakan akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,05% sepanjang 2024.

Penjualan iPhone 16: Apple Diharapkan Menepati Komitmen

HR1 09 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia menagih komitmen investasi tambahan sebesar Rp240 miliar dari Apple Inc. agar perusahaan tersebut dapat memperpanjang izin menjual produk terbarunya, seperti iPhone 16, di pasar Indonesia. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa Apple belum merealisasikan seluruh investasi yang dijanjikan, yang diperlukan untuk memenuhi syarat sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Agus menyatakan bahwa perpanjangan sertifikasi TKDN Apple saat ini tergantung pada realisasi tambahan investasi, yang akan menaikkan nilai TKDN Apple menjadi 40%, memungkinkan produk-produk Apple untuk dijual di Indonesia. Sejauh ini, Apple telah merealisasikan investasi sebesar Rp1,48 triliun dari total komitmen Rp1,71 triliun. Agus juga mendorong Apple untuk tidak hanya mendirikan Apple Academy, tetapi juga mempertimbangkan untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri.

Industri Pionir: Menghadapi Tekanan dan Tantangan

HR1 07 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Industri pionir tengah ketar-ketir. Tarik ulur pembahasan soal perpanjangan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Badan berbentuk tax holiday yang akan berakhir pada pekan ini menempatkan sektor pelopor ini di persimpangan. Sayangnya, internal pemerintah pun terbelah. Beberapa institusi negara menginginkan perpanjangan, sedangkan segelintir instansi meminta penghentian. Ruang perpanjangan memang terbuka, itu pun dengan skema yang jauh lebih ketat lantaran dinilai berbenturan dengan konsensus pajak global. Pemangku kebijakan pun diharapkan mendengar suara dunia usaha yang menginginkan tambahan insentif fiskal.

Survei Bisnis: Permintaan Pebisnis Akan Badan Logistik

HR1 07 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diharapkan membentuk kementerian atau lembaga khusus yang menangani logistik nasional sebagai langkah penting dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Angga Purnama, anggota tim peneliti National Logistics Community, mengungkapkan bahwa berdasarkan survei terhadap 117 pelaku usaha logistik, mayoritas responden mendukung pembentukan kementerian atau lembaga ini untuk memperbaiki sistem logistik Indonesia. Menurutnya, saat ini fungsi logistik masih terpecah di beberapa kementerian/lembaga (K/L), seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, Ditjen Bea Cukai, Kementerian Perhubungan, dan Kemenko Bidang Perekonomian.

Angga juga menyatakan bahwa 78% responden menganggap pembentukan K/L khusus logistik dalam kabinet Prabowo-Gibran sebagai hal mendesak. Menurutnya, masalah utama logistik di Indonesia meliputi tarif yang tidak seragam, koordinasi antar-K/L yang kurang baik, dan tingginya biaya logistik. Tantangan regulasi dan perizinan yang rumit serta luasnya geografi Indonesia juga menghambat daya saing nasional. Angga menekankan pentingnya peran negara untuk hadir lebih kuat dalam sektor logistik guna mengatasi kendala ini dan mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.

Bangkitkan Industri Hilir Sehingga Ekspor Meningkat

KT1 03 Oct 2024 Investor Daily (H)
Hilirisasi sumber daya alam (SDA) berjalan sukses selama 10 tahun pemerintahan Jokowi. Investasi mengalir deras ke proyek hilirisasi, sehingga ekspor berbasis komoditas SDA meningkat yang pada ujungnya  meningkatkan ketahanan ekonomi dari gejolak eksternal. Kini waktunya pemerintahan baru yang dipimpin Prabowo Subianto melanjutkan program ini dengan membangun industri hilir yan bisa menyerap produk hilirisasi. Tujuannya agar nilai tambah yang diperolah Indonesia dari hilirisasi makin besar. Hal itu juga bisa memacu industrialisasi secara besar-besaran, sehingga porsi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) bisa kembali di atas 20%. Selama ini, hilirisasi mineral baru menyentuh produk setengah jadi, dimana pengolahannya didalam negeri baru sampai ke feronikel, nickle pig iron (NPI), hingga mixed hydroxide precipitate (MHP). Ketika produk turunan nikel itu lantas di ekspor, kebanyakan China untuk diolah kembali untuk produk manufaktur jadi. (Yetede)