Industri lainnya
( 1875 )Nilai Tambah Baterai Listrik US$ 5,18 Miliar
Investasi industri baterai listrik di Indonesia, akan segera terealisasi. Hilirisasi mineral ini juga diharapkan akan semakin memutar roda perekonomian dalam negeri.
Pada Rabu (8/6) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, meresmikan implementasi rencana tahap kedua baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT), Batang, Jawa Tengah. Sementara itu, Bahlil menjelaskan, total lahan yang akan digunakan dalam implementasi tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi tersebut, mencapai 1.000 hektar (ha). Dari luas lahan tersebut, perusahaan asal Korea Selatan LG Energy Solution akan menempati lahan seluas 275 ha dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar atau setara sekitar Rp 142 triliun. Ia menyebut, investasi hirilisasi oleh LG bakal memberikan nilai tambah sebesar US$ 5,18 miliar untuk Indonesia.
INDUSTRI BATERAI LISTRIK TERINTEGRASI
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae-sung, menghadiri peresmian tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6). Total nilai proyek tersebut mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.
BABAK BARU EKOSISTEM EV
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik menapaki jalan baru. Kemarin, Rabu (8/6), Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah yang diklaim sebagai fasilitas terintegrasi hulu hingga hilir pertama di dunia. Kendati demikian, sejumlah kalangan menilai pemerintah perlu terobosan baru guna mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) nasional. Masih banyak problem yang harus diatasi jika tak ingin pengembangan kendaraan listrik jalan di tempat. Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa investasi industri baterai listrik terintegrasi di Batang tersebut mencapai Rp142 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan, LG, sepakat untuk membangun industri baterai mobil listrik di Indonesia sejak 2020. Dia meramal investasi hilirisasi yang dilakukan LG akan memberikan nilai tambah kepada perekonomian Indonesia hingga US$5,18 miliar. Bahlil menjelaskan, dari 450 hektare lahan KITB yang dikembangkan di tahap pertama, seluruhnya telah diambil investor. Adapun saat ini, proyek KIT Batang tengah memasuki pembangunan tahap kedua dengan luas lahan 1.000 hektare.
PROSPEK SEKTORAL : Kinerja Industri TPT Melandai
Pada kuartal I/2022, kinerja industri TPT tumbuh 12,45%. Namun, pada kuartal II/2022 kombinasi impor bahan baku tekstil dan menurunnya permintaan setelah Lebaran membuat kinerja industri melandai. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Wirawasta mengatakan dampak impor bahan baku makin terasa kala permintaan lesu. Di sisi lain, sentimen harga murah bahan baku impor menjadi pendorong bagi menurunnya permintaan terhadap produk TPT lokal. Pasalnya, dalam kurun 2 pekan terakhir karena barang impor disinyalir sudah mulai membanjiri pasar domestik. Menurutnya, Indonesia tidak perlu mengimpor bahan baku tekstil karena kapasitas produksi nasional jauh di atas tingkat konsumsi. Total konsumsi TPT nasional, lanjut Redma, sekitar 2 juta ton. Sementara itu, kapasitas produksi industri tekstil Tanah Air dari hulu ke hilir lebih dari 10 juta ton. Oleh karena itu, asosiasi telah mengirimkan surat permohonan agar impor ditutup.
Asaki Optimis Volume Produksi Industri Keramik Tumbuh 15%
Asosiasi aneka industri keramik Indonesia (Asaki) optimis, volume produksi industri keramik nasional bisa tumbuh 15% pada tahun ini. Optimisme ini didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 yang mencapai 5,01%. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangkan, kinerja industri keramik cukup baik, dimana tingkat utilisasi pada periode Januari-Mei 2022 berada di level 75%. "Asaki optimis volume produksi industri keramik akan bertumbuh 15% pada 2022 ini, dengan target produksi keramik memanfaatkan 475 juta -480 juta m2 dan tingkat utilisasi 85%" ucap Eddy kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (3/6). Industri keramik saat ini bahkan sudah m2 dengan memasuki zona ekspansif dimana pada 2021 ada tambahan kapasitas produksi baru sebesar 13 juta m2 dan 2022 ini ada ekspansi baru sebesar 35 juta m2 dengan total capex Rp 3 triliun. (Yetede)
Semikonduktor Langka, Harga Produk Bisa Naik
Kelangkaan cip semikonduktor bukan saja terjadi di industri otomotif. Industri elektronik juga mengalami hal yang sama. Dengan kelangkaan itu, akan ada kenaikan harga jual hingga 10%. Selain berdampak ke konsumen, keterbatasan pasokan cip semikonduktor juga mempengaruhi kelangsungan bisnis industri berbasis elektronik di dalam negeri. Chief Commercial Officer Polytron Indonesia Tekno Wibowo mengatakan, Polytron tentu merasakan dampak kelangkaan pasokan cip semikonduktor yang sebenarnya telah terjadi sejak tahun lalu. "Secara umum akan terjadi kenaikan harga produk 5% sampai 10%," imbuh dia kepada KONTAN, Jumat (27/5).
INFRASTRUKTUR, Kawasan Industri Teknologi Diminati
Pasar industri di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek secara bertahap bergeser ke teknologi tinggi. Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengemukakan, penyerapan kawasan industri di wilayah Jabodetabek saat ini terutama ditopang oleh industri berteknologi tinggi. Perkembangan sektor industri teknologi terus berlangsung, khususnya pusat data, baik dari perusahaan lokal maupun luar negeri. Di samping itu, pertumbuhan industri berbasis e-dagang mendorong kebutuhan penyimpanan barang, serta penghubung distribusi.
Pada triwulan-I (Januari-Maret) 2022, sektor yang paling banyak menyerap lahan industri di Jabodetabek meliputi sektor logistik atau pergudangan sejumlah 43 %, kimia 23 %, makanan 16 %, pusat data 7 %, dan teknologi 5 %. Industri teknologi tinggi, termasuk pusat data, tergolong sebagai sektor yang paling aktif dalam akuisisi lahan. Selain itu, kawasan industri baru diprediksi menyebar ke wilayah barat, timur, dan selatan Jabodetabek. Pemicunya adalah kawasan industri di Jabodetabek yang mulai menghadapi kekurangan lahan. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar mengungkapkan, kawasan industri yang berorientasi teknologi tinggi semakin diminati. (Yoga)
Titik Kumpul Industri Kreatif Kota Bandung
Ruang kreatif di Kota Bandung tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya ide dan diskusi. Tempat ini cocok untuk menjalankan bisnis karena menjadi titik kumpul industri kreatif yang membawa semangat anak muda menjadi wirausaha. Keriuhan pengunjung The Hallway Space, Bandung, Jabar, Rabu (25/5) siang, memberi suntikan semangat bagi puluhan gerai di dalamnya. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantor, menikmati makan siang di salah satu sudut Pasar Kosambi tersebut. Celie (29). Warga Bandung ini kerap mengunjungi The Hallway untuk mencari ide-ide tentang usahanya. Tidak hanya pengunjung, keramaian saat jam makan siang yang mulai muncul setelah dua tahun lebih pandemi Covid-19 juga memberikan secercah harapan bagi para pedagang. Hari (29), barista Gelora Fantasi, semringah menyambut pembeli kopi di kafe tersebut, 13 cangkir telah terjual dalam dua jam. Dia bersyukur, Hallway kembali ramai setelah sepi karena pandemi Covid-19.
Gairah kewirausahaan di The Hallway Space yang mulai bangkit ini tidak muncul begitu saja. Sejak dibentuk tahun 2018, ruang kreatif di Pasar Kosambi ini bertujuan untuk menjadi salah satu simpul industri kreatif di Kota Bandung. Semangat ini dirasakan Gussaoki (32), pengelola Kafe Gelora Fantasi. Meskipun hanya menjual minuman varian kopi, dia yakin akan mendapatkan pelanggan dari orang-orang yang datang. Sayangnya, keyakinan itu tertunda pandemi Covid-19, tapi jelang dua tahun, geliat ekonomi mulai bangkit di berbagai sudut Kota Bandung, termasuk The Hallway Space. ”Dulu waktu pandemi saya bisa menjual 50 cangkir sehari saja sudah bersyukur. Sekarang sudah lebih dari 100 cangkir,” ujar Oki. Pengelola The Hallway Space, Pam Setiawan, menjelaskan, keseriusan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya menjadi nilai yang diperhitungkan dalam ekosistem bisnis kreatif The Hallway Space. Karena itu, kurasi ketat dilakukan kepada setiap produk yang ingin masuk ke ruang kreatif tersebut. Hal ini ditunjukkan dari beraneka ragam produk yang mengisi 120 gerai di Hallway. Sebagian besar merupakan gerai busana dan aksesori, sementara hanya 20 gerai makanan yang ada di sana. The Hallway buka setiap hari pada pukul 12.00-22.00 untuk hari biasa dan pukul 10.00-22.00 pada akhir pekan. Pam menjelaskan, sewa tahunan untuk gerai di sini mulai Rp 12 juta hingga Rp 18 juta, di luar uang listrik dan operasional lainnya. (Yoga)
Tins Incar Volume Produksi 33.000 Ton
PT Timah Tbk (TINS) optimistis target produksi tahun ini bakal tercapai. Emiten pelat merah ini menargetkan produksi logam timah sebanyak 33.000 ton pada 2022. Salah satu strategi untuk mengejar target produksi ini ialah dengan menambah armada kapal laut.
TINS telah menambah satu unit kapal hisap dengan investasi sekitar Rp 60 miliar. Selain itu, TINS juga menambah lima unit kapal hisap dengan skema kemitraan. Sehingga, saat ini ada 50 unit kapal hisap dan tiga unit kapal keruk yang beroperasi.
TINS juga masih melanjutkan sejumlah proyek, salah satunya smelter ausmelt. Hingga saat ini, kemajuan ausmelt milik TINS sudah mencapai 93%. Ardianto menyebut, saat ini proses sudah sampai pada commissioning peralatan dan sudah dilakukan self running. "Operasional ditargetkan pada semester kedua 2022, namun kami kejar di kuartal ketiga 2022," sambung dia.
Alwin Albar, Direktur Pengembangan Usaha TINS, menyebut, smelter ini memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun. Tingkat utilisasi akan mencapai 50% dari kapasitas pada tahun pertama. Pada tahun kedua, tingkat utilisasi akan bertambah menjadi 75%. Kapasitas penuh akan tercapai pada tahun ketiga.
Tak Berdaya Tanpa Stasiun Pengisi Daya
Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan bus listrik pada armada bus Transjakarta masih jauh panggang dari api. Sebab, sampai saat ini baru satu operator bus Transjakarta yang memiliki armada bus listrik, yakni Mayasari Bakti. Sejak Agustus 2021, Mayasari Bakti telah mendatangkan 30 unit bus buatan Build Your Dreams (BYD) asal Cina. Selanjutnya, pada 8 maret lalu, Gubernur Jakarta Anis Baswedan meresmikan pengoperasian 30 bus listrik tersebut pada empat rute, yakni Terminal Senen-Bunderan Senayan (IP), Tanah Abang-Terminal Senen (IR), Blok M-Tanah Abang (IN), dan Ragunan-Blok M (6N). Namun faktanya, Mayasari Bakti hanya mampu mengoperasikan tiga unit bus listrik (SPKL) di markas bus listrik Masyasari Bakti menjadi penyebab utama. Direktur Operasional Mayasari Bakti, Eris Mahpud, mengatakan perusahaan sedang membangun SPKL, untuk memenuhi kebutuhan daya listrik 30 unit bus listrik. (Yetede)









