Industri lainnya
( 1893 )Industri Tekstil: Pengusaha Keluhkan Produk Ilegal
Banyaknya barang impor yang membanjiri pasar dalam negeri membuat sejumlah pelaku tekstil hilang semangat menyambut momentum Idul fitri atau Lebaran untuk meningkatkan kinerjanya. Asosiasi Serat, Benang, dan Filament Indonesia (APSYFI) menyebut bahwa saat ini ada barang-barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia melalui marketplace dan ikut menikmati pertumbuhan permintaan jelang Lebaran. Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa pihaknya mencurigai barang ilegal yang masuk ke Indonesia tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI) karena harganya yang lebih murah. Apalagi, pemerintah juga telah menerbitkan sejumlah aturan terkait dengan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya sejumlah pelaku industri tekstil optimistis terhadap pertumbuhan pada tahun ini dengan memanfaatkan momentum Lebaran.
Sayangnya, keberadaan barang impor ilegal membuat pengusaha khawatir apakah produk yang disimpannya bisa terserap sepenuhnya oleh pasar. Selain maraknya barang impor jelang Lebaran, Redma juga mencatat cuti bersama yang dinilai terlalu panjang ikut menggerus optimisme pelaku usaha tekstil.
Sejauh ini, kata dia, kemacetan suplai bahan baku masih dapat diatasi dengan importasi, tetapi ke depannya dibutuhkan satu pabrikan baru produsen poliester dan purifi ed terephthalic acid (PTA).Hingga kini, Kementerian Perindustrian mencatat produsen PTA di dalam negeri hanya ada dua, salah satunya Mitsubishi Chemical yang mengalami kebakaran pada Februari 2022.
Di Tengah Normal Baru dan Perang Rusia-Ukraina, Netflix Kehilangan 200.000 Pelanggan
Laporan pendapatan perseroan menyajikan hal mengejutkan bagi Netflix. Basis pelanggan perusahaan penyedia layanan streaming media digital itu dilaporkan turun 200.000 selama periode Januari-Maret 2022. Sontak harga saham Netflix pun ambles 25 % pada akhir penutupan perdagangan saham di AS, Selasa (19/4). Netflix mengakhiri Maret tahun ini dengan basis pelanggan total 221,6 juta pelanggan di seluruh dunia. Penurunan pelanggan memangkas keuangan Netflix pada triwulan I-2022. Laba perusahaan turun 6 % dari periode yang sama tahun lalu. Laba Netflix pada periode Januari-Maret 2022 sebesar 1,6 miliar USD atau 3,53 dollar AS per saham. Pendapatan perseroan dilaporkan naik 10 persen pada triwulan I-2022 secara tahunan menjadi 7,9 miliar USD..
Manajemen Netflix menyatakan, turunnya basis pelanggan itu pengalaman pertama Netflix kehilangan pelanggan dalam kurun lebih dari satu dekade. Ini juga pertama kali jumlah pelanggan Netflix turun sejak layanan streaming tersedia di dunia, selain China, sejak enam tahun lalu. Penurunan tahun ini sebagian berasal dari keputusan Netflix menarik diri dari Rusia untuk memprotes perang di Ukraina. Karena langkah itu, Netflix kehilangan 700.000 pelanggan di Rusia.Netflix mengakui masalahnya berakar dalam dan memproyeksikan hilangnya 2 juta pelanggan lagi selama periode April-Juni. Pandemi Covid-19 kemungkinan segera berlalu dan orang kembali lebih banyak beraktivitas di luar rumah. Pada saat bersamaan, saingan-saingan Netflix menawarkan layanan serupa dan lebih variatif.
Saat ini, Netflix mendapat pukulan terbesar dalam jumlah pelanggan sejak anjlok sebanyak 800.000 pelanggan pada 2011. Larinya pelanggan kala itu akibat rencana untuk membebankan biaya terpisah atas layanan streaming yang baru lahir tersebut. Layanan digabungkan dengan pemberian perangkat secara gratis saat itu. Reaksi pelanggan cukup mengagetkan sehingga CEO Netflix Reed Hastings meminta maaf. Aksi korporasi berupa spin-off pun urung digelar. Kehilangan pelanggan kali ini dinilai jauh lebih buruk dibandingkan dengan proyeksi dan target manajemen Netflix untuk mendapatkan 2,5 juta pelanggan. Larinya pelanggan memperdalam masalah yang dialami Netflix. Ruang pertumbuhan basis pelanggan itu pada saat yang sama makin terimpit kehadiran pesaing Netflix, seperti Apple TV dan Disney+. (Yoga)
Mudik Lebaran Kerek Industri Otomotif
Tren penjualan mobil merangkak naik. Momentum Ramadan dan Lebaran turut mendongkrak penjualan mobil di dalam negeri. Sejumlah agen pemegang merek (APM) merasakan pertumbuhan permintaan menjelang mudik Lebaran 2022. Misalnya, Toyota Astra Motor (TAM) melihat tren peningkatan penjualan mobil mulai terasa sejak Maret 2022. Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Anton Jimmy mengatakan, sejak Maret menuju April dan menjelang Lebaran 2022, pasokan kendaraan cenderung meningkat.
Penurunan Klaim Covid-19: 408 Rumah Sakit Bakal Merugi
Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia memperkirakan sebanyak 408 rumah sakit swasta bisa merugi hingga Rp1,27 triliun setelah Kementerian Kesehatan melakukan penurunan tarif klaim Covid-19 per 1 Januari 2022.Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Iing Ichsan Hanafi melaporkan bahwa Keputusan Menteri Kesehatan No. 1112/2022 yang ditandatangani pada 7 April 2022 memberatkan umah sakit (RS) swasta karena pemberlakuan penurunan tarif bagi pasien Covid19 berlaku mulai 1 Januari 2022.
Ichsan menyampaikan sekitar 408 unit RS swasta sudah tercatat ada selisih biaya hingga Rp1,27 triliun. Bila perhitungan itu digabungkan dengan RS pemerintah dan rumah sakit umum daerah (RSUD), tentunya akan lebih banyak lagi.
Berharap Lebaran di Industri Pergelaran
Tahun 2022 moga-moga memang menjadi ”lebaran” bagi hampir seluruh pelaku bisnis pertunjukan di Indonesia. Pergelaran pertunjukan mulai diperbolehkan lagi. Jadwal-jadwal konser musik, misalnya, mulai bermunculan. Gagasan aneka konser mulai menggelora di kepala para penyelenggara, disertai animo besar calon penonton yang sudah bersiap-siap memilih konser yang akan mereka datangi. Bulan Maret kemarin beberapa konser sudah mulai terselenggara. Di Mandalika seiring MotoGP yang heboh itu, ataupun Joyland di Bali, bulan Maret lalu. Java Jazz Festival yang tidak hadir di tahun 2021, bila sesuai jadwal, pergelaran ini akan diadakan pada akhir Mei 2022. Bagi pelaku bisnis yang mencari rezeki di sektor pertunjukan, konser virtual memang sempat menumbuhkan harapan dan terasa layak dijajaki. Namun, penonton memang tidak terlalu berminat.
Situasi pandemi Covid-19 yang seakan sudah sirna di Los Angeles, Amerika Serikat, bisa juga terjadi di Indonesia. Laporan pemred Kompas mengatakan, penerbangan hingga berkeliling-keliling selama sepekan di sana, kesan seram sudah jauh dari yang dibayangkan. Pandemi seakan telah sirna. Penerapan prokes serba ketat untuk mencegah penularan Covid-19 tak terlihat lagi di area public, masker sudah menjadi opsi. Meskipun di bandara penumpang masih menggunakannya, begitu keluar bandara semua orang tidak lagi bermasker. Begitu pula di rumah makan, tempat berbelanja, kampus, dan area publik lainnya. Pandemi di sana sudah berubah menjadi endemi. Kita berharap hal yang sama di sini, konser music, semestinya tidak terkendala lagi. Sekarang saja, dengan segala kesibukan mempersiapkan Java Jazz 2022, mereka yang dahulu bekerja bersama perlahan sudah mulai kembali, mereka bekerja sambil bernyanyi-nyanyi, ”Ramadhan telah tiba”. Setelah dua tahun berpuasa, semoga ”lebaran” tahun 2022 ini berlangsung meriah dan tentu saja aman dan menyenangkan. (Yoga)
Industri Aviasi Menderu Lagi
Fase tidur panjang industri penerbangan mulai berakhir saat memasuki kuartal II tahun ini. Prospek cerah pemulihan industri aviasi juga mulai tampak setelah Presiden Joko Widodo membolehkan mudik Lebaran tahun ini dengan syarat pemudik telah mengikuti vaksinasi lengkap ditambah vaksinasi penguat (booster). Dua BUMN pengelola bandara, PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II melaporkan kinerja positif pada 3 bulan pertama tahun ini. Direktur Utama AP I Faik Fahmi, menyatakan perseroan berhasil melayani sebanyak 9,78 juta penumpang selama kuartal I/2022 atau melonjak 57% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lalu lintas penerbangan di 15 bandara milik AP I selama Januari-Maret 2022 juga naik 1,16% dibandingkan periode yang sama 2021 menjadi 102.920 penerbangan. Prestasi itu juga terjadi pada traffic kargo yang mengalami peningkatan 5,8% menjadi 113 juta kg pada triwulan I/2022 dari 107 juta kg pada kuartal I/2021.
Industri Berjibaku Siasati Imbas Perang Rusia-Ukraina
Ketegangan geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina terus bereskalasi dan kian mendisrupsi rantai pasok dunia. Berbagai sektor menghadapi kendala pasokan dan harga bahan baku yang meroket. Terjadi pula hambatan transaksi dagang akibat imbas sanksi ekonomi negara-negara barat terhadap Rusia. Salah satu sektor yang terdampak yakni industri makanan dan minuman yang cukup bergantung pada bahan baku gandum dari Ukraina. Pada 2021, Indonesia mengimpor 3,07 juta ton gandum dari Ukraina, mencakup 26,78 %i total impor gandum saat itu.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman memperkirakan, pasokan gandum masih tersedia sampai Mei 2022. Sejauh ini produksi belum terganggu dan kenaikan harga produk jadi olahan gandum masih bisa direm. Pelaku industri kini berjibaku mencari sumber gandum alternatif dari negara lain di tengah harga gandum dunia yang per Maret 2022 meroket hingga 486,3 USD per metrik ton akibat imbas perang, tahun lalu harganya masih 289,3 USD per metrik ton.
Kelangkaan bahan baku juga dialami sektor telekomunikasi, menurut Presdir PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini, konflik Rusia-Ukraina telah mengakibatkan kelangkaan cip semi konduktor selaku komponen terpenting dalam produksi kartu SIM. Serangan Rusia ke Ukraina membuat produksi gas neon dua perusahaan asal Ukraina, Ingas dan Cryoin, berhenti. Padahal, keduanya memasok 45-50 % kebutuhan gas neon untuk manufaktur dunia. (Yoga)
KRAS Raih Penjualan Rp 10 Triliun
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali mencetak kinerja penjualan yang positif sepanjang kuartal I-2022. Perusahaan baja plat merah ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 10 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini. Dengan capaian itu, penjualan KRAS per kuartal I-2022 tumbuh 44,92% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 6,9 triliun.
Bangun Smelter, Freeport Rilis Surat Utang US$ 3M
PT Freeport Indonesia siap menghimpun pendanaan lewat penerbitan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) atau senior notes. Total nilai senior notes yang ditawarkan mencapai US$ 3 miliar dengan tenor yang beragam. Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, pihaknya sengaja memilih menerbitkan senior notes yang bersifat jangka panjang untuk membiayai proyek smelter yang masa operasinya juga jangka panjang. Proyek smelter yang dimaksud merupakan smelter tembaga berkapasitas 1,7 juta ton per tahun yang berlokasi di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Pembangunan smelter ini sudah berjalan sejak 2021 dan dijadwalkan selesai tahun 2024 mendatang. Ada tiga senior notes atau US$ bond yang Freeport tawarkan dalam penghimpunan dana ini. Senior notes pertama senilai US$ 750 juta. Surat utang tersebut ditawarkan dengan kupon tetap 4,763% dan tenor 5 tahun. Senior notes kedua nilainya US$ 1,5 miliar, yang ditawarkan dengan kupon tetap 5,315% dan tenornya 10 tahun. Sementara itu, senior notes ketiga senilai US$ 700 juta dengan penawaran kupon tetap sebesar 6,2% dan bertenor 30 tahun.
Dampak Lockdown China: Industri Baja Andalkan Pemasok Lokal
Pelaku industri baja nasional memperkuat pasokan bahan baku dari dalam negeri untuk mengantisipasi macetnya suplai akibat meluasnya penguncian wilayah atau lockdown di China. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mengklaim pasokan bahan baku untuk industri baja dalam negeri masih mencukupi di tengah risiko kemacetan suplai akibat lockdown di China dan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan. Direktur Komersial Krakatau Steel Melati Sarnita mengatakan bahwa pihaknya tidak mengimpor bahan baku berupa produk flat dari China. Bahan baku produk flat berupa slab baja saat ini sebagian besar telah disuplai oleh produsen lokal, yaitu PT Krakatau Posco dan PT Dexin Steel Indonesia.
Melati yang juga menjabat Ketua Cluster Flat Product Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mengatakan bahwa komposisi pasokan bahan baku baja di dalam negeri kurang lebih juga berada pada angka tersebut.“Kalau baja nasional menurut saya sama, untuk flat product. Biasanya portionnya 30% sampai dengan 40% saja untuk impor,” lanjutnya.
Mengandalkan pemasok lokal juga dilakukan oleh produsen pipa baja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) atau Spindo yang melakukan diversifi kasi pemasok bahan baku di tengah gejolak geopolitik dunia dan lonjakan harga, serta lockdown di China yang ditengarai akan berdampak ke pasokan bahan baku industri baja dalam negeri.Chief Strategy Offi cer Spindo Johanes Edward mengatakan bahwa perseroan memang mengimpor sebagian bahan bakunya dari China. Namun, dipastikan saat ini pasokannya dalam kondisi aman karena tak hanya mengandalkan China.









