;

Pabrikan Makanan Bersiap Menaikkan Harga Jual

Ekonomi Hairul Rizal 02 Mar 2022 Kontan
Pabrikan Makanan Bersiap Menaikkan Harga Jual

Harga bahan pangan terus melesat akibat lonjakan harga komoditas maupun efek perang Rusia-Ukraina. Jika harga bahan pangan tak kunjung reda, pabrikan makanan olahan bersiap menaikkan harga jual lagi demi mengimbangi lonjakan harga bahan baku. Sebagai gambaran, harga bahan pangan seperti gandum, kedelai dan jagung di pasar global terus naik. Harga gandum, bahan baku utama terigu, misalnya, kemarin naik lagi 5,35% menjadi US$ 9,75 per bushel (1 bushel=27,2 kg). Ini adalah harga tertinggi gandum sejak Februari 2008.Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengakui dampak perang Rusia-Ukraina menyebabkan tren harga gandum dunia kembali naik. Direktur Eksekutif Aptindo, Ratna Sari Loppies menyatakan, tren kenaikan harga gandum global sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19. 

Efek kenaikan harga gandum membawa dampak kepada produsen terigu di Indonesia. Produsen makanan ikut merasakan dampak kenaikan harga bahan pangan. Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin menyebutkan, fluktuasi harga gandum tidak bisa dihindari setiap perusahaan. "Kami menyikapi kondisi ini dengan perhitungan di semua pos biaya. Kalau memang sifatnya temporer, kami harus tetap jalan. Kalau harganya sudah mengenai batas margin, mungkin kami atur strategi lagi, termasuk potensi penyesuaian harga jual produk," ungkap dia, kepada KONTAN


Download Aplikasi Labirin :