;
Tags

Industri lainnya

( 1875 )

SKK Migas Targetkan TKDN Rp 45 Triliun

KT3 14 Mar 2022 Kompas

Deputi Dukungan Bisnis pada Satker Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Satwiko (13/3) mengatakan, pihaknya mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu migas meningkatkan capaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tahun ini menjadi Rp 45 triliun. ”Target TKDN ini mendukung tumbuhnya kemampuan nasional untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat regional dan internasional,” katanya. (Yoga)

Perindustrian, Habis Wabah, Terbit Perang

KT3 11 Mar 2022 Kompas

Dunia semakin diwarnai ketidakpastian. Baru menavigasi ketidakpastian pandemi, disrupsi lain muncul, yaitu ketegangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina. Dunia industri harus menghadapi ujian baru di tengah rantai pasok yang semakin rentan. Dalam 2 minggu, risiko terbesar  rantai pasok global bergeser dari dampak wabah Covid-19 menjadi perang Rusia-Ukraina, yang berimbas melonjaknya harga sejumlah komoditas, yang ikut meningkatkan harga bahan baku dan biaya produksi di beberapa sektor andalan, seperti makanan dan minuman (mamin), tekstil, besi, dan baja. Di sektor mamin, dampak langsung dirasakan karena Ukraina merupakan eksportir gandum terbesar kedua diunia setelah Australia. Pada 2021, impor gandum dari Ukraina 26,8 % total impor gandum Indonesia sebanyak 11,4 juta ton. Industri besi dan baja yang bergantung impor dari Rusia turut terdampak. Per 2021, impor terbesar Indonesia dari Rusia adalah ingot besi baja sebagai bahan baku senilai 326,63 juta USD.  Selain besi baja, impor terbesar kedua dari Rusia adalah pupuk buatan pabrik senilai 326,03 juta USD, yang akan berdampak ke sektor pertanian dan mamin. (Yoga)


Arwana Siapkan Belanja Modal Rp 1 Triliun

KT3 09 Mar 2022 Kompas

Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk menyiapkan dana belanja modal hingga Rp 1 triliun tahun ini untuk menambah kapasitas pabrik. Penambahan kapasitas ini dilakukan bertahap. ”Kami akan menambah kapasitas produksi jadi 14 juta meter persegi per tahun dengan capex mendekati Rp 1 triliun,” kata Direktur Keuangan Arwana Rudy Sujanto, Selasa (8/3). (Yoga)

Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement: Utamakan Win-Win Solution

HR1 09 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Kendati berpotensi mengerek kinerja perdagangan nasional, Indonesia–Bangladesh Preferential Trade Agreement perlu dilakukan dengan hati-hati agar tetap bisa menjaga industri tekstil di Tanah Air. Kementerian Perindustrian berharap agar perundingan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (IB-PTA) dilakukan secara hati-hati. Alasannya, Indonesia dan Bangladesh merupakan kompetitor satu sama lain di pasar ekspor produk tekstil. Plt. Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito meminta agar perjanjian tersebut tidak menghambat akselerasi substitusi impor tekstil dan produk tekstil. Tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor tekstil dan produk tekstil mencapai US$9,42 miliar, sedangkan ekspor pakaian jadi dan tekstil sebesar US$6,89 miliar.“Konsepnya harus win-win, terutama jika melihat kondisi tekstil dan produk tekstil. Walaupun di dalam kebutuhan substitusi impor dapat rapor hijau, tetapi saya pikir perlu juga akselerasi lebih cepat,” kata Ignatius, Selasa (8/3).

Inagurasi Bus Listrik Transjakarta

HR1 09 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya, Presiden Direktur PT Vektor Mobiliti Indonesia (VKTR) Gilarsi W Setijono, Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Amri Aswono Putro dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Syafrin Liputo saat acara Inagurasi Bus Listrik Transjakarta di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (8/3). PT Transjakarta secara resmi meluncurkan 30 unit bus listrik di rute non-BRT yang dioperasikan oleh PT Mayasari Bakti dan dihadirkan atas kerja sama antara PT Vektor Mobiliti Indonesia (VKTR) dengan BYD Auto, China.

Pertamina Bisa Raih 15% PI di Semua Blok

HR1 07 Mar 2022 Kontan

PT Pertamina meraih keistimewaan dalam Penawaran Langsung Wilayah Kerja dan privilege penawaran participating interest (PI) 15% dari pemenang lelang wilayah kerja migas. Saat ini, pemerintah sedang melaksanakan lelang 12 blok migas. Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso mengungkapkan, secara umum kehadiran regulasi ini untuk memperbaiki skema lelang dan iklim investasi. "Tujuan dan manfaat penyusunannya meliputi perbaikan proses bisnis, penyederhanaan peraturan, harmonisasi peraturan, peningkatan investasi migas, peningkatan pelayanan pada penyiapan dan penawaran WK migas, serta percepatan penemuan cadangan migas menuju pencapaian target produksi migas," terang dia, kemarin.

Selanjutnya dalam Pasal 42, Pertamina mendapat privilege untuk mendapatkan penawaran PI 15% dari pemenang penawaran WK migas. Mengacu ketentuan tersebut, Pertamina menyampaikan surat pernyataan minat (expression of interest) kepada Badan Usaha (BU) atau Bentuk Usaha Tetap (BUT) pemenang lelang paling lambat 30 hari kalender setelah tanggal pengumuman pemenang lelang. Dalam hal Pertamina tidak menyampaikan surat pernyataan minat dalam jangka waktu tersebut, maka privilege tidak berlaku.  

Perjanjian Dagang Indonesia Bangladesh: Daya Saing Lokal Diuji

HR1 07 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha konveksi mengkhawatirkan persetujuan perjanjian dagang Indonesia-Bangladesh Preferential Agreement (PTA) akan menekan industri skala kecil dan menengah yang tengah berjuang untuk pulih dari badai pandemi Covid-19.Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) Nandi Herdiaman mengatakan pengusaha tengah menikmati geliat pasar dalam negeri setelah sejumlah kebijakan pasar domestik diberlakukan. Menurutnya, perjanjian dagang dengan Bangladesh, jika tidak dirundingkan dengan hari-hati dikhawatirkan merusak pasar dalam negeri yang menjadi tumpuan pemulihan tekstil dan produk tekstil pada tahun ini. 

Jika impor garmen masuk lagi, lanjutnya, akan kembali membebani IKM dan mengikis daya saing produk dalam negeri. Nandi mengatakan bukan tak mungkin kembali terjadi penutupan produksi karena gempuran produk impor. Sementara itu, Direktur Eksekutif Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Riza Muhidin menjelaskan bahwa fenomena kebanjiran order IKM ini karena adanya sejumlah trade remedies yang disahkan, salah satunya safeguard pakaian jadi.

Bisnis Kelengkapan Data Center : Socomec Gandeng Mitra Cipta Hardi Elektrindo

HR1 04 Mar 2022 Bisnis Indonesia

PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo (MCHE) mengumumkan bahwa pihaknya telah dipercaya dan ditunjuk secara resmi sebagai distributor nasional untuk memasarkan produk dari Socomec. Salah satu hal yang membuat Socomec yakin adalah karena perseroan sebagai pemain utama di bisnis kelistrikan, serta memiliki kapasitas di bidang tersebut. Socomec diketahui sebagai perusahaan dalam inovasi energi dan produsen spesialis performa energi & solusi penyimpanan, sistem pengukuran & pemantauan daya, pengalihan daya, konversi daya, sakelar pemutus beban, Untuk pasar tersebut, pihaknya menyasar target penjualan dengan melakukan distribusi yang lebih komprehensif secara nasional, baik untuk segmen dealer maupun kontraktor listrik. Guna mencapai target tersebut, dia menyebut telah menyiapkan stok produk yang memadai. Dia menilai bahwa pelanggan mengandalkan stok yang lengkap untuk keperluan penggantian produk, maupun proyek yang sedang mereka jalankan.

Industri Elektronik, Insentif Diperlukan untuk Dorong Ekspor

KT3 04 Mar 2022 Kompas

Sekjen Gabungan Pengusaha Elektronika Daniel Suhardiman (2/3) berpendapat, program substitusi impor tak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pelaku industri. Dalam perdagangan global, Indonesia harus bersaing dengan negara lain yang memiliki kebijakan insentif progresif, seperti China yang sudah lama menerapkan kebijakan pemotongan pajak ekspor (export tax rebate) sampai 17 % bagi pelaku industrinya yang berorientasi ekspor, membuat mayoritas barang elektronik di pasar kita masih dikuasai China. Kepala BPPP Kemendag Kasan mengatakan, perdagangan barang elektronik Indonesia masih defisit. Namun, ada indikasi bagus karena investasi di sektor elektronika belakangan meningkat, insentif  industri berorientasi ekspor bisa menjadi instrumen efektif menekan impor dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai perdagangan dunia.

Kebijakan yang lebih progresif diperlukan karena 20 tahun terakhir peran Indonesia terhadap total perdagangan dunia berkutat di angka 0,9-1 %. Sementara Vietnam yang tahun 2000 hanya berperan 0,25 % kini mencapai 2 % terhadap total perdagangan dunia. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat  Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufik Bawazier membenarkan, untuk mendorong substitusi impor di sektor elektronik dan telematika, pemerintah memang perlu mencari rumusan instrumen yang lebih efektif. (Yoga)


Pabrikan Makanan Bersiap Menaikkan Harga Jual

HR1 02 Mar 2022 Kontan

Harga bahan pangan terus melesat akibat lonjakan harga komoditas maupun efek perang Rusia-Ukraina. Jika harga bahan pangan tak kunjung reda, pabrikan makanan olahan bersiap menaikkan harga jual lagi demi mengimbangi lonjakan harga bahan baku. Sebagai gambaran, harga bahan pangan seperti gandum, kedelai dan jagung di pasar global terus naik. Harga gandum, bahan baku utama terigu, misalnya, kemarin naik lagi 5,35% menjadi US$ 9,75 per bushel (1 bushel=27,2 kg). Ini adalah harga tertinggi gandum sejak Februari 2008.Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengakui dampak perang Rusia-Ukraina menyebabkan tren harga gandum dunia kembali naik. Direktur Eksekutif Aptindo, Ratna Sari Loppies menyatakan, tren kenaikan harga gandum global sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19. 

Efek kenaikan harga gandum membawa dampak kepada produsen terigu di Indonesia. Produsen makanan ikut merasakan dampak kenaikan harga bahan pangan. Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin menyebutkan, fluktuasi harga gandum tidak bisa dihindari setiap perusahaan. "Kami menyikapi kondisi ini dengan perhitungan di semua pos biaya. Kalau memang sifatnya temporer, kami harus tetap jalan. Kalau harganya sudah mengenai batas margin, mungkin kami atur strategi lagi, termasuk potensi penyesuaian harga jual produk," ungkap dia, kepada KONTAN


Pilihan Editor