Bahan Baku Obat: Kelit Farmasi Hadapi Kelangkaan
Industri farmasi dalam negeri menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kemacetan rantai pasok akibat penutupan wilayah atau lockdown yang makin meluas di China.
Penutupan sejumlah wilayah di China memunculkan kekhawatiran terganggunya rantai pasok dunia, termasuk bagi industri bahan baku obat. Apalagi, selama ini China bersama India masih menjadi sumber utama bahan baku obat (BBO) Indonesia.Pamian Siregar, Presiden Direktur PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) mengatakan bahwa industri farmasi enggan kecolongan saat China melakukan lockdown di sejumlah wilayahnya kali ini.
“Antisipasi industri farmasi dan KFSP di industri BBO saat ini berkembang lebih baik. Kami melakukan perubahan kebijakan supply chain management dan inventory management,” kata Pamian kepada Bisnis, Rabu (6/4).Untuk diketahui, kemacetan rantai pasok selama masa pandemi Covid-19 sempat terjadi dua kali, yakni pada 2020 ketika lockdown ketat diberlakukan di China, menyusul kemudian India ketika mengalami lonjakan kasus yang tinggi.
Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, dari konsumsi 10 molekul bahan baku obat terbesar dalam negeri, baru empat yang mampu diproduksi mandiri, yakni paracetamol, clopidogrel, omeprazole, dan atorvastatin. Sementara itu, cefixime, amlodipine, candesartan cilexetil, bisoprolol, lansoprazole, dan ceftriaxone belum dapat diproduksi di dalam negeri.
Langkah antisipatif juga dilakukan oleh produsen farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) yang diketahui banyak mengimpor BBO dari China, India, dan Eropa.Sekretaris Perusahaan Phapros Zahmilia Akbar mengatakan, sejak kemacetan suplai bahan baku menimpa industri farmasi domestik pada 2020, perseroan telah mengambil strategi tidak hanya berfokus pada satu sumber bahan baku.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023