;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

KENDARAAN LISTRIK : BERAT DI ONGKOS PRODUKSI BATERAI

HR1 13 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Pasar baterai kendaraan listrik diperkirakan makin bertenaga seiring dengan proyeksi meningkatnya permintaan mobil dan motor listrik pada 2025. Namun, dalam produksi baterai tersebut hampir 50% ongkos menjadi beban pengerjaan sel baterai karena belum dapat diproduksi di dalam negeri. PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) memperkirakan permintaan mobil dan motor listrik masing-masing bakal mencapai 400.000 unit dan 1,2 juta unit atau tumbuh empat kali lipat pada 2025. SVP Corporate Strategy & Business Development Indonesia Battery Corporation (IBC), Adhietya Saputra mengatakan pasar baterai kendaraan listrik bakal tumbuh signifikan seiring dengan perkiraan tersebut. Adhietya menuturkan hampir 50% beban ongkos pengerjaan sel baterai belum dapat diproduksi di dalam negeri yang dikhawatirkan bisa mengganggu pemenuhan target daya baterai permintaan kendaraan listrik. Dia berharap produksi sejumlah komponen pembentuk sel baterai itu dapat ikut diproduksi di dalam negeri untuk mengurangi beban ongkos dan mengoptimalkan margin produksi.

Industrialisasi Percepat RI Jadi Negara Maju

KT1 13 Jun 2022 Investor Daily (H)

Industrialisasi akan mempercepat Indonesia  menjadi negara maju alias berpendapatan tinggi sebelum 2045. Sebab, dengan industrialisasi yang berlangsung  secara masif, pertumbuhan ekonomi nasional bisa di atas 5,5%. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, jika sepanjang 2022 sampai 2045, ekonomi bisa tumbuh 5,7% Indonesia bisa menjadi high income country pada 2043. "Dalam konteks ini, proses industrialisasi  merupakan satu kunci  penting untuk membawa Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi," ucap Amalia, akhir pekan lalu.  Pada 2021, dia menuturkan, industri pengolahan tumbuh 3,4% dan berperan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,7%. "Ekosistem pertumbuhan aktivitas industri yang mendukung  industri berkembang menjadi salah satu fondasi untuk industri tumbuh dan berdaya saing," kata Amalia. (Yetede)

Nilai Tambah Baterai Listrik US$ 5,18 Miliar

HR1 09 Jun 2022 Kontan

Investasi industri baterai listrik di Indonesia, akan segera terealisasi. Hilirisasi mineral ini juga diharapkan akan semakin memutar roda perekonomian dalam negeri. Pada Rabu (8/6) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, meresmikan implementasi rencana tahap kedua baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT), Batang, Jawa Tengah. Sementara itu, Bahlil menjelaskan, total lahan yang akan digunakan dalam implementasi tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi tersebut, mencapai 1.000 hektar (ha). Dari luas lahan tersebut, perusahaan asal Korea Selatan LG Energy Solution akan menempati lahan seluas 275 ha dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar atau setara sekitar Rp 142 triliun. Ia menyebut, investasi hirilisasi oleh LG bakal memberikan nilai tambah sebesar US$ 5,18 miliar untuk Indonesia. 

INDUSTRI BATERAI LISTRIK TERINTEGRASI

HR1 09 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae-sung, menghadiri peresmian tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6). Total nilai proyek tersebut mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.

BABAK BARU EKOSISTEM EV

HR1 09 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik menapaki jalan baru. Kemarin, Rabu (8/6), Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah yang diklaim sebagai fasilitas terintegrasi hulu hingga hilir pertama di dunia. Kendati demikian, sejumlah kalangan menilai pemerintah perlu terobosan baru guna mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) nasional. Masih banyak problem yang harus diatasi jika tak ingin pengembangan kendaraan listrik jalan di tempat. Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa investasi industri baterai listrik terintegrasi di Batang tersebut mencapai Rp142 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan, LG, sepakat untuk membangun industri baterai mobil listrik di Indonesia sejak 2020. Dia meramal investasi hilirisasi yang dilakukan LG akan memberikan nilai tambah kepada perekonomian Indonesia hingga US$5,18 miliar. Bahlil menjelaskan, dari 450 hektare lahan KITB yang dikembangkan di tahap pertama, seluruhnya telah diambil investor. Adapun saat ini, proyek KIT Batang tengah memasuki pembangunan tahap kedua dengan luas lahan 1.000 hektare.


PROSPEK SEKTORAL : Kinerja Industri TPT Melandai

HR1 07 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Pada kuartal I/2022, kinerja industri TPT tumbuh 12,45%. Namun, pada kuartal II/2022 kombinasi impor bahan baku tekstil dan menurunnya permintaan setelah Lebaran membuat kinerja industri melandai. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Wirawasta mengatakan dampak impor bahan baku makin terasa kala permintaan lesu. Di sisi lain, sentimen harga murah bahan baku impor menjadi pendorong bagi menurunnya permintaan terhadap produk TPT lokal. Pasalnya, dalam kurun 2 pekan terakhir karena barang impor disinyalir sudah mulai membanjiri pasar domestik. Menurutnya, Indonesia tidak perlu mengimpor bahan baku tekstil karena kapasitas produksi nasional jauh di atas tingkat konsumsi. Total konsumsi TPT nasional, lanjut Redma, sekitar 2 juta ton. Sementara itu, kapasitas produksi industri tekstil Tanah Air dari hulu ke hilir lebih dari 10 juta ton. Oleh karena itu, asosiasi telah mengirimkan surat permohonan agar impor ditutup.


Asaki Optimis Volume Produksi Industri Keramik Tumbuh 15%

KT1 04 Jun 2022 Investor Daily (H)

Asosiasi aneka industri keramik Indonesia (Asaki) optimis, volume produksi industri keramik nasional bisa tumbuh 15% pada tahun ini. Optimisme ini didasarkan pada tren pemulihan ekonomi yang ditunjukkan oleh pertumbuhan  ekonomi Indonesia  pada kuartal  I-2022 yang mencapai 5,01%. Ketua Umum Asosiasi  Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangkan, kinerja industri keramik  cukup baik, dimana tingkat utilisasi pada periode  Januari-Mei 2022 berada di level 75%. "Asaki optimis volume produksi industri keramik akan bertumbuh 15% pada 2022 ini, dengan target produksi  keramik memanfaatkan 475 juta -480 juta m2 dan tingkat utilisasi 85%" ucap Eddy kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (3/6). Industri keramik saat ini bahkan sudah m2 dengan memasuki zona ekspansif dimana pada 2021 ada tambahan kapasitas produksi baru sebesar 13 juta m2 dan 2022 ini ada ekspansi baru sebesar 35 juta m2 dengan total capex Rp 3 triliun. (Yetede)

Semikonduktor Langka, Harga Produk Bisa Naik

HR1 28 May 2022 Kontan

Kelangkaan cip semikonduktor bukan saja terjadi di industri otomotif. Industri elektronik juga mengalami hal yang sama. Dengan kelangkaan itu, akan ada kenaikan harga jual hingga 10%. Selain berdampak ke konsumen, keterbatasan pasokan cip semikonduktor juga mempengaruhi kelangsungan bisnis industri berbasis elektronik di dalam negeri. Chief Commercial Officer Polytron Indonesia Tekno Wibowo mengatakan, Polytron tentu merasakan dampak kelangkaan pasokan cip semikonduktor yang sebenarnya telah terjadi sejak tahun lalu. "Secara umum akan terjadi kenaikan harga produk 5% sampai 10%," imbuh dia kepada KONTAN, Jumat (27/5).

INFRASTRUKTUR, Kawasan Industri Teknologi Diminati

KT3 28 May 2022 Kompas

Pasar industri di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek secara bertahap bergeser ke teknologi tinggi. Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengemukakan, penyerapan kawasan industri di wilayah Jabodetabek saat ini terutama ditopang oleh industri berteknologi tinggi. Perkembangan sektor industri teknologi terus berlangsung, khususnya pusat data, baik dari perusahaan lokal maupun luar negeri. Di samping itu, pertumbuhan industri berbasis e-dagang mendorong kebutuhan penyimpanan barang, serta penghubung distribusi.

Pada triwulan-I (Januari-Maret) 2022, sektor yang paling banyak menyerap lahan industri di Jabodetabek meliputi sektor logistik atau pergudangan sejumlah 43 %, kimia 23 %, makanan 16 %, pusat data 7 %, dan teknologi 5 %. Industri teknologi tinggi, termasuk pusat data, tergolong sebagai sektor yang paling aktif dalam akuisisi lahan. Selain itu, kawasan industri baru diprediksi menyebar ke wilayah barat, timur, dan selatan Jabodetabek. Pemicunya adalah kawasan industri di Jabodetabek yang mulai menghadapi kekurangan lahan. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar mengungkapkan, kawasan industri yang berorientasi teknologi tinggi semakin diminati. (Yoga)


Titik Kumpul Industri Kreatif Kota Bandung

KT3 27 May 2022 Kompas

Ruang kreatif di Kota Bandung tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya ide dan diskusi. Tempat ini cocok untuk menjalankan bisnis karena menjadi titik kumpul industri kreatif yang membawa semangat anak muda menjadi wirausaha. Keriuhan pengunjung The Hallway Space, Bandung, Jabar, Rabu (25/5) siang, memberi suntikan semangat bagi puluhan gerai di dalamnya. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantor, menikmati makan siang di salah satu sudut Pasar Kosambi tersebut. Celie (29). Warga Bandung ini kerap mengunjungi The Hallway untuk mencari ide-ide tentang usahanya. Tidak hanya pengunjung, keramaian saat jam makan siang yang mulai muncul setelah dua tahun lebih pandemi Covid-19 juga memberikan secercah harapan bagi para pedagang. Hari (29), barista Gelora Fantasi, semringah menyambut pembeli kopi di kafe tersebut, 13 cangkir telah terjual dalam dua jam. Dia bersyukur, Hallway kembali ramai setelah sepi karena pandemi Covid-19.

Gairah kewirausahaan di The Hallway Space yang mulai bangkit ini tidak muncul begitu saja. Sejak dibentuk tahun 2018, ruang kreatif di Pasar Kosambi ini bertujuan untuk menjadi salah satu simpul industri kreatif di Kota Bandung. Semangat ini dirasakan Gussaoki (32), pengelola Kafe Gelora Fantasi. Meskipun hanya menjual minuman varian kopi, dia yakin akan mendapatkan pelanggan dari orang-orang yang datang. Sayangnya, keyakinan itu tertunda pandemi Covid-19, tapi jelang dua tahun, geliat ekonomi mulai bangkit di berbagai sudut Kota Bandung, termasuk The Hallway Space. ”Dulu waktu pandemi saya bisa menjual 50 cangkir sehari saja sudah bersyukur. Sekarang sudah lebih dari 100 cangkir,” ujar Oki. Pengelola The Hallway Space, Pam Setiawan, menjelaskan, keseriusan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya menjadi nilai yang diperhitungkan dalam ekosistem bisnis kreatif The Hallway Space. Karena itu, kurasi ketat dilakukan kepada setiap produk yang ingin masuk ke ruang kreatif tersebut. Hal ini ditunjukkan dari beraneka ragam produk yang mengisi 120 gerai di Hallway. Sebagian besar merupakan gerai busana dan aksesori, sementara hanya 20 gerai makanan yang ada di sana. The Hallway buka setiap hari pada pukul 12.00-22.00 untuk hari biasa dan pukul 10.00-22.00 pada akhir pekan. Pam menjelaskan, sewa tahunan untuk gerai di sini mulai Rp 12 juta hingga Rp 18 juta, di luar uang listrik dan operasional lainnya. (Yoga)


Pilihan Editor