Industri lainnya
( 1875 )SPBU VIVO JUAL BBM MURAH
Pengendara melintas di depan SPBU Vivo, Jakarta, Senin (5/8). SPBU Vivo kini tengah menjadi pusat perhatian karena menjual bahan bakar minyak (BBM) dengan harga relatif murah. Produk termurah Vivo yakni Revvo 89 alias BBM RON 89 dijual dengan harga Rp8.900 per liter.
Aksi Merger dan Akuisisi Semakin Marak Tahun Ini
Aksi korporasi, berupa merger dan akuisisi (M&A) di Indonesia masih terus unjuk, naik terus hingga kuartal ketiga tahun ini.
Merujuk data Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), jumlah notifikasi merger dan akuisisi di Tanah Air bahkan hampir melampaui notifikasi sepanjang tahun 2021.
"Sampai hari ini (kemarin) ada 215 notifikasi, sepanjang tahun lalu sebanyak 233 notifikasi," ujar Direktur Merger dan Akuisisi KPPU, Aru Armando kepada KONTAN, Senin (5/9).
Salah satu akuisisi yang menyita perhatian sebagian pelaku pasar adalah langkah PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengambil alih 30% saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
ABM Investama menargetkan akuisisi 30% saham GEMS tuntas pekan depan. "Target kami, minggu depan selesaikan seluruhnya," ujar Direktur ABMM, Adrian Erlangga kepada KONTAN, Senin (5/9).
TATA KELOLA BBM BERSUBSIDI : PEMBATASAN MASIH DIPERLUKAN
Pembatasan konsumsi bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi, khususnya jenis Pertalite masih dibutuhkan agar realisasi penyalurannya tidak terlampau jauh melewati kuota yang telah ditetapkan pada tahun ini. Pembatasan konsumsi BBM bersubsidi melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 191/2014 dinilai sebagai langkah lanjutan yang harus segera diambil pemerintah untuk memastikan kuota tahun ini tidak jebol terlampau jauh. Mamit Setiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch, mengatakan bahwa pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya jenis Pertalite merupakan kunci dari keberhasilan pemerintah dalam menjamin subsidi komoditas tersebut bisa tepat sasaran. “Ini adalah kunci keberhasilan pemerintah dalam menentukan siapa yang berhak menggunakan BBM bersubsidi, selain dengan penyesuaian harga,” katanya, Minggu (4/8). Untuk diketahui, pemerintah termasuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi berulang kali menyampaikan rencana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi melalui revisi Perpres No. 191/2014. Setidaknya ada tiga opsi yang akan diambil pemerintah, yakni pembatasan berdasarkan spesifikasi mesin kendaraan bermotor, pengaturan konsumsi berdasarkan jenis kendaraan bermotor, dan subsidi diberikan secara langsung melalui bantuan langsung kepada masyarakat yang berhak.
Laporan Dari Uni Emirat Arab: HP Raih Pendapatan US$6 Miliar dari Kemitraan Global
Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang teknologi informasi, Hewlett Packard Inc., mencetak pendapatan senilai US$6 miliar dari kontribusi program Amplify Partner yang telah dirilis sejak tahun lalu.Amplify Partner merupakan program penilaian mitra, sumber daya, serta pelatihan yang diinisiasi oleh Hewlett Packard (HP) untuk turut mengambil peran dalam strategi bisnis berkelanjutan. Mitra yang dimaksud yakni reseller, retailer, serta distribution partners secara global.Kobi Elbaz, General Manager of HP’s Global Channel Organization, menjelaskan bahwa program Amplify Partner mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan pelatihan, koneksi, dan penguatan wawasan kepada mitra untuk melayani pelanggan dengan lebih baik sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan.Program HP Amplify Partner berfokus pada tiga tujuan utama, yakni kolaborasi, kemampuan, dan performa mitra.
Bandar Lampung Didorong Jadi Kota Kreatif
Pemerintah Kota Bandar Lampung didorong mengembangkan ekonomi kreatif dengan keunggulan produk kriya, busana, dan kuliner. Di tengah bangkitnya sektor pariwisata, ekonomi kreatif diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi baru di daerah dan nasional. Menparekraf Sandiaga S Uno menyatakan itu dalam Workshop Kabupaten dan Kota Kreatif di Bandar Lampung, Minggu (28/8). (Yoga)
POTENSI INDUSTRI : F&B Jatim Tumbuh Dua Digit
Kinerja industri food and beverage (F&B) diproyeksi masih cukup positif hingga akhir tahun ini, ditandai makin banyaknya pemain baru di sektor ini. Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur memperkirakan tren kinerja industri F&B di Jawa Timur (Jatim) sampai dengan akhir tahun ini bisa tumbuh 30% seiring dengan pulihnya perekonomian. Wakil Ketua Apkrindo Jatim Ferry Setiawan mengatakan pertumbuhan kinerja penjualan F&B ini juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor baru di bidang kuliner yang tumbuh 30% hingga saat ini.
Ekspor Kendaraan dari Terminal IPCC Melonjak
Data dari IPCC Terminal Kendaraan di Tanjung Priok, pelabuhan utama ekspor dan impor mobil di Indonesia, menunjukkan laju peningkatan ekspor mobil yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Mengutip siaran pers yang diterima Kontan.co.id Jumat (26/8), pada periode semester pertama 2022 tercatat lebih dari 142.155 mobil CBU dari berbagai merek dan model yang diekspor ke berbagai negara melalui dermaga IPCC Terminal Kendaraan Tanjung Priok. Direktur Utama IPCC Terminal Kendaraan, Rio T.N. Lasse menuturkan, angka ekspor sepanjang semester I-2022 ini telah melampaui angka ekspor di periode yang sama di tahun 2019, sebelum pandemi. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia sudah back on the right track. "Meski ekspor mobil (CBU) dari tempat kami sempat turun di periode semester I-2020 karena imbas pembatasan kegiatan usaha di sejumlah industri, terutama industri otomotif akibat hantaman Covid-19. Saat itu hanya terekspor 105.082 CBU. Namun, dalam perkembangan selanjutnya telah naik signifikan di periode yang sama di tahun 2021 dan 2022," ungkap Rio, dalam keterangannya.
Tangguhnya Perempuan Hanjeli dari Jawa Barat Selatan
Gelang, kalung, hingga tasbih terpajang di Rumah Aksesoris Hanjeli yang juga kediaman Hj Dedeh Suminar (52) di Desa Waluran Mandiri, Sukabumi, Jabar, Kamis (4/8). Semua terbuat dari hanjeli (Coix lacryma-jobi), tumbuhan biji-bijian bergizi tinggi. Biji dari pohon hanjeli yang ditanam di pekarangan hingga sawah disortir sesuai ukurannya. Setelah dilubangi, biji dirangkai menjadi produk yang diinginkan. Kreativitas itu lahir tiga tahun lalu ketika Asep Hidayat Mustopa (34), penggagas Desa Wisata Hanjeli, ”menantang” Dedeh mengolah hanjeli. Tanpa pelatihan khusus, Dedeh belajar membuat gelang hingga tasbih. Dalam sehari, ia membuat 50 gelang. Harganya, Rp 10.000-Rp 25.000 per buah. ”Sebulan, terjual 100 produk aksesori,” ujarnya. Dedeh bisa meraup sekitar Rp 1,5 juta, hampir setengah dari upah minimum Kabupaten Sukabumi 2022, sebesar Rp 3,1 juta per bulan.
Oyah (50), sesama warga Desa Waluran Mandiri, juga lebih berdaya dengan hanjeli. Sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani Mekar Mandiri, ia tidak hanya menanam, tetapi paham memanen hingga membuat rengginang hanjeli. Lima tahun lalu, Oyah adalah petani padi. Suatu hari, ia melihat hanjeli di rumah ibunya. Ia menanam bijinya di sawah, tumpang sari dengan padi pada 2017. Dengan area tanam 2 hektar, Oyah memanen 2 ton biji hanjeli per enam bulan. Hasilnya di-jual ke Asep Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram atau Rp 8 juta. Selain menjadi harapan hidup baru, Guru Besar Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Tati Nurmala menilai, perempuan di Desa Waluran Mandiri menunjukkan kepada dunia pentingnya bahan pangan alternatif. Dalam 100 gram hanjeli, terkandung karbohidrat 76,4 %, protein 14,1 %, lemak nabati 7,9 %, dan kalsium 54 mg. (Yoga)
Pebisnis Ancang-Ancang Menaikkan Harga Barang
Spekulasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus bergulir. Demi meredam gejolak di pasar, para pelaku usaha membutuhkan kepastian pemerintah ihwal kebijakan harga Pertalite dan Solar subsidi.
Maklum, wacana kenaikan harga BBM yang terus bergulir tapi tak kunjung diputuskan pemerintah, berpotensi menyulut spekulasi untuk menaikkan harga barang. Ketidakpastian beleid BBM juga menyulitkan kalangan pengusaha untuk menyusun agenda bisnis mereka.
Sejauh ini, sejumlah pelaku bisnis, mulai dari transportasi, distribusi, logistik, manufaktur hingga ritel, mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM. Sektor ritel, misalnya, sudah mulai terdampak rencana kenaikan harga BBM.
INDUSTRI GIM : PENGEMBANG LOKAL UNJUK GIGI
Dukungan kuat dari pemerintah untuk pelaku usaha gim lokal dinilai mampu memantik gairah para pengembang atau developer aplikasi tersebut. Langkah ini perlu diimbangi dengan minat entrepreneur yang ditanamkan sejak dini bagi para developer.
PT Sidji Jaya Abadi atau Sidji Studio merupakan satu dari sekian banyak perusahaan buatan anak muda di Kota Semarang yang bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada mulanya, Sidji Studio adalah perusahaan perangkat lunak atau software house yang biasa menggarap proyek-proyek dari pihak ketiga. Namun, setelah pandemi Covid-19, ada peluang baru yang coba ditangkap Sidji Studio.“Pasar Indonesia itu yang dekat sama kita itu apa? Yang familiar itu kan CD gim bajakan, kedua model seperti pusat permainan arkade itu menarik,” jelas Glenn Andrenorman Anggoro, CEO Sidji Studio, saat ditemui Bisnis, belum lama ini. Dari ide sederhana itu, Sidji Studio kemudian mengembangkan gim berbasis ponsel pintar.
Dengan sumber daya yang ada, studio yang berlokasi di Pedurungan Lor, Kota Semarang itu berhasil merampungkan versi pertama gim tersebut pada 2020. Gim itu diperkenalkan ke publik dengan nama MaGer.
Kini, Sidji Studio tengah mengembangkan versi kedua dari gim tersebut. Ada sejumlah perbaikan yang coba diperkenalkan, mulai sistem hadiah hingga variasi gim. Tak hanya itu, kerja sama dengan perguruan tinggi juga coba dirintis. Harapannya, MaGer tak cuma menguntungkan buat para pemainnya tapi juga para pengembang gim yang baru memulai bisnisnya.“MaGer itu ingin membantu mereka, secara modal, karena ketika dipublish maka bisa mendapat data di niche market game yang laris seperti apa,” jelasnya









