;
Tags

Industri lainnya

( 1875 )

Pabrik Biogas Terkompresi Dibangun di Sumut

KT3 29 Sep 2022 Kompas

Pabrik biogas terkompresi terbesar di Asia dibangun di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Menurut Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Edi Wibowo, saat peletakan batu pertama pabrik biogas terkompresi PT United Kingdom Indonesia Plantations, di Langkat, Rabu (28/9) pabrik itu merupakan satu dari 25 pabrik yang akan dibangun di Sumut hingga 2024. ( Yoga)

India Berupaya Menjadi Raksasa Produsen Chip

KT3 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

Bersama negara lain seperti AS, India telah berupaya menjalin aliansi strategis seputar semikonduktor, sebuah perangkat penting yang digunakan di banyak perangkat mulai smartphone hingga lemari es. Bahkan pemerintah India telah mengambil langkah membawa produksi chip kedalam negerinya dan memberikan insentif bagi industri tersebut. "Saya pikir India memiliki peran penting untuk dimainkan," ujar Pranay Kotashane, Ketua program geopolitik teknologi tinggi di Takhasila Institute kepada CNBC. India sendiri tidak berada dalam gabungan negara-negara terkemuka untuk semikonduktor, karena itu tidak banyak perusahaan raksasa chip di India dan perusahaan manufaktur terdepan. Meski India belum memiliki perusahaan semikonduktor, pemerintahan PM Narendra Modi telah meluncurkan upaya memikat raksasa perusahaan asing. Salah satunya Desember lalu India menyetujui rencana pemberian insentif US$ 10 miliar untuk industri semi konduktor. Neil Shah dari konsultan teknologi Counterpoint Research berkata, "Kekuatan India adalah pasar konsumsi domestik yang besar dalam hal semikonduktor, menjadi ekonomi berpenduduk terbesar ke dua dunia. Rencana insentif akan membantu, selain itu India memiliki banyak teknisi yang mahir berbahasa Inggris dan tenaga kerja murah sehingga hemat biaya", (Yoga)

PRESIDENSI G20 : INDUSTRI & PANGAN JADI PRIORITAS

HR1 23 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Kelangsungan sektor industri dan penanganan krisis pangan ekonomi global menjadi aspek mendesak dibahas dalam forum G20. Dua sektor itu menjadi kunci ketahanan laju perekonomian negara di dunia selama terjangan pandemi Covid-19. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia meyakini aspek industri sangat penting untuk menjadi wacana yang perlu segera dibahas, karena industri terbukti menjadi motor penggerak perdagangan, mengamankan rantai pasokan, serta investasi. Berdasarkan studi UNIDO pada 2022, kata dia, kapabilitas industri telah menjadi kunci di negara dengan ketahanan pandemi Covid-19. Selain itu, negara dengan indeks kinerja industri yang lebih kompetitif, juga terbukti lebih tahan dari dampak pandemi Covid-19.“Oleh karena itu, G20 harus mempromosikan kesetaraan untuk meningkatkan industri. Ini adalah panggilan yang serius untuk G20 untuk memiliki kerja sama yang lebih baik untuk memberikan insentif dan dukungan yang diperlukan guna mendorong aspek industri pada adopsi teknologi pada negara maju maupun negara berkembang,” katanya di forum Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting, Kamis (22/9). Airlangga menyebut tantangan global saat ini juga membutuhkan solusi global. Dia meyakini mekanisme multilateral akan menjadi platform terbaik, di mana negara-negara G20 dapat menemukan jawaban untuk mewakili kesatuan tujuan. “Indonesia telah bekerja sama dengan anggota G20 lainnya dalam menetapkan arah strategis untuk mengembalikan kepercayaan pada institusi global dengan cara mereformasi itu. Dalam hal ini, reformasi WTO sangat penting,” kata dia.

Exotel Bakal Buka Kantordi Indonesia

HR1 23 Sep 2022 Bisnis Indonesia

CEO Exotel Shivakumar Ganesan menyatakan bahwa pembukaan kantor cabang di Jakarta merupakan salah satu dari sederet rencana yang akan dilakukan Exotel untuk memperkuat segmen banking, financial services, dan insurances (BFSI). Pria yang akrab disapa Shivku itu juga menyebut bahwa Indonesia berada di urutan pertama dan menjadi pasar yang paling penting. Dengan perusahaan membuka kantor cabang di Tanah Air, dia berharap bisa melayani seluruh wilayah Asia Tenggara. Hingga saat ini, Exotel telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkemuka di India dan Asia Tenggara, seperti Gojek, Tokopedia, Lazada, hingga Fabelio. “Indonesia adalah pasar yang sangat istimewa bagi kami. Ini sebenarnya adalah pasar terbesar kedua bagi kami ,” kata Shivku, Kamis (22/9). Menurutnya, pihaknya telah memiliki manajer akun dan tim pemasaran khusus untuk Indonesia. Di samping itu, Exotel juga telah memiliki tiga mitra saluran yang telah bekerja sama selama 5 tahun terakhir, dan berharap dapat meningkatkan jumlahnya di masa mendatang. Perusahaan telepon awan itu juga memiliki server dan jalur telekomunikasi yang berpusat di Jakarta. Dengan demikian, dia berharap bahwa lokalisasi data, kualitas, maupun kecepatan layanan akan jauh lebih baik di Ibu Kota.


Tantangan Energi Indonesia Butuh Solusi Multidimensi

KT1 22 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Industri migas Indonesia saat ini tengah menghadapi dua tantangan, yaitu memenuhi kebutuhan energi Indonesia dan mengurangi dampak emisi karbon. Menghadapi dua tantangan energi tersebut, dibutuhkan solusi multidimensi. "Melihat situasi ini, tantangan energi Indonesia membutuhkan solusi multidimensi. Percepatan transisi energi Indonesia membutuhkan upaya bersama," ujar Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Irtiza H. Sayyed, pada Upacara Pembukaan Pameran dan Konvensi IPA ke-46. Selain mendorong peningkatan produksi migas, lanjut dia, industri migas  saat ini juga tengah fokus untuk menurunkan emisi karbon. Dalam kegiatan operasional dan produksinya, perusahaan migas terus mengembangkan berbagai teknologi yang dapat mengurangi emisi karbon dan menghasilkan energi yang lebih bersih. "Dalam kasus teknologi seperti CCS, investasi yang dibutuhkan sangat besar, dan penerapan pada skala industri merupakan komitmen jangka panjang. Untuk meyakinkan bisnis jangka panjang. Untuk meyakinkan  bisnis jangka panjang terhadap investasi semacam itu, para pemangku kepentingan  berharap bahwa kebijakan pemerintah akan mendukung teknologi yang mereka bantu besarkan," ujarnya. (Yetede)

KERJA SAMA PROYEK BAHAN BAKAR HIJAU

HR1 21 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Direktur Pemasaran Korporat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Riva Siahaan didampingi Direktur Utama PPN Alfian Nasution berjabat tangan dengan Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Budi Santoso disaksikan Direktur Utama PT Adaro Power Dharma Djojonegoro seusai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Green Fuel Project antara BPI dan PPN di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/9). Kerja sama tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Adaro mentransformasi bisnis menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan

INDUSTRI BATERAI KENDARAAN LISTRIK : PETA JALAN KEMANDIRIAN BAHAN BAKU DISIAPKAN

HR1 20 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan industri baterai kendaraan listrik masih harus diuji. Hingga kini, masih ada sekitar 20% bahan baku untuk pengembangan baterai kendaraan listrik yang diperoleh dari impor. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding industri pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID membeberkan 20% bahan baku untuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik dalam negeri masih bergantung pada impor. Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan bahwa 20% porsi bahan baku baterai kendaraan listrik itu tidak dapat dipenuhi oleh pertambangan mineral logam domestik. Kendati demikian, Dany memastikan, bahan baku utama berupa nikel relatif tersedia dengan jumlah cukup untuk menopang inisiatif industri kendaraan listrik di dalam negeri. “Nikel ini dimiliki oleh Antam, reserved cukup banyak, dan IBC ini ditargetkan berdasarkan milestone menjadi market leader di Asia Tenggara,” kata Danny saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (19/9). Hanya saja, Danny menggarisbawahi sejumlah bahan baku utama lainnya, seperti lithium hydroxide dengan kebutuhan sekitar 70.000 ton per tahun masih diimpor dari China, Australia, hingga Chile. Adapun, proses pemurnian sekaligus pengolahan dua komoditas mineral logam itu ada di China. Selain itu, graphite sebagai salah satu bahan baku pembentuk baterai kendaraan listrik juga masih diimpor dari China, Brasil, dan Mozambik dengan volume mencapai 44.000 per tahun.


PAKET INSENTIF : Kendaraan Listrik Disubsidi

HR1 17 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah tengah menggodok sejumlah paket insentif untuk memberi subsidi pembelian kendaraan listrik kepada masyarakat. Aturan itu tengah didorong untuk mempercepat peralihan penggunaan kendaraan berbasis energi fosil menuju listrik domestik. “Sekarang mekanismenya sedang digodok, sedang kita bahas,” kata Arifin, Jumat (16/9). Arifin menjelaskan rencana itu menjadi krusial di tengah daya tawar energi listrik yang lebih kompetitif ketimbang fosil ke depan. Malahan, menurutnya, harga keekonomian untuk listrik jauh lebih murah dari pengadaan setiap liter bahan bakar minyak (BBM). “Contohnya sekarang ini berapa, Pertalite Rp10.000 untuk 30 kilometer kalau sekarang pakai listrik 1 kWh bisa juga 30 kilometer. Kalau charge listrik ongkosnya kan enggak sampai Rp2.000,” ujarnya. Kementerian ESDM menargetkan peralihan penggunaan motor listrik berbasis baterai sebanyak 6 juta unit pada 2025. Target itu dipatok untuk mempercepat program transisi energi bersih sembari menekan impor dan subsidi BBM yang terlanjur lebar cukup besar pada tahun ini.


BISNIS PUSAT DATA : EKSPANSI TLKM KE NEGERI SINGA

HR1 17 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tengah mengincar bisnis pusat data di pasar Singapura. Sejumlah penjajakan dengan mitra strategis juga terus digencarkan. Direktur Strategic Portofolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan, untuk bisnis data center ini, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa partner. Menurutnya, Telkom tengah mencari peluang untuk menangkap pasar yang ada di Singapura. “Di bisnis data center ini kami kerja sama dengan beberapa partner. Kami akan mulai kolaborasi juga dengan Singtel untuk menangkap market yang ada di Singapura,” katanya, Jumat (17/9).Tak hanya ekspansi di kawasan Asia Tenggara, emiten ini juga menargetkan pangsa pasar data center Telkom dapat mencapai 40% pada 2030.Emiten dengan kode saham TLKM ini juga telah merampungkan proyek Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang, Jawa Barat yang telah beroperasi sesuai rencana awal, dengan kapasitas IT Load awal 1,75 Mega Watt (MW). Konsolidasi ini diharapkan dapat meningkatkan value bisnis data center di masa mendatang. “Dengan dialihkannya bisnis data center Telkom Sigma ke TDE, TDE akan menjadi konsolidator bisnis data center Telkom Group sehingga layanan yang diberikan kepada pelanggan akan lebih optimal serta memiliki daya tawar yang lebih tinggi dibanding kompetitor,” tulis manajemen belum lama ini.

Emiten Kawasan Industri Hapus Rugi Menjadi Laba Bersih

HR1 12 Sep 2022 Kontan

Kinerja emiten sektor kawasan industri mulai kinclong. Salah satunya kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Pada semester I-2022, SSIA berhasil meraup pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,54 triliun, naik 77,8% secara tahunan. Dalam rilis pers, manajemen SSIA menyatakan, pendapatan semester I-2022 pengelola kawasan industri ini disokong segmen konstruksi, mencapai Rp 1,15 triliun. Lalu, segmen perhotelan menyumbang pendapatan sebesar Rp 178,7 miliar. Erlin Budiman, VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa bilang, kenaikan pendapatan ditopang strategi divestasi bisnis. "Terutama dari divestasi sewa pergudangan kepada Frasers Property Thailand (Indonesia) Pte. Limited dengan nilai total Rp 562,3 miliar," kata Erlin. Sejalan naiknya pendapatan, laba bersih SSIA ikut terungkit. Pada semester I-2022, SSIA mencetak laba bersih konsolidasi Rp 79,5 miliar. Laba ini membalikkan rugi bersih SSIA pada semester I-2022 sebesar Rp 190,8 miliar.

Pilihan Editor