Industri Furnitur Perlu Optimalkan Pasar Lokal
Dampak pandemi yang berkepanjangan menyebabkan industri furniture dan kerajinan berbasis kayu menghadapi kendala pemasaran. Para pelaku industri furnitur dinilai perlu mengoptimalkan pasar dalam negeri di tengah ekspor yang terhambat. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Anggoro Ratmadiputro pada Rabu (24/8) dalam keterangannya terkait penyelenggaraan Munas VII Asmindo di Jogja Expo Center, DI Yogyakarta mengatakan, tak hanya dihadang oleh pandemic Covid-19 yang menyebabkan banyak aturan di negara tujuan berubah, pasar ekspor industri furnitur dan kerajinan juga terimbas oleh ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Anggoro, Pasar dalam negeri harus dilirik. Namun, tanpa kerja sama dengan pemerintah, hal itu dinilai tidak akan berhasil. Pengusaha furniture menginginkan produk anak negeri ini bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para pelaku industri furnitur mengoptimalkan potensi pasar dalam negeri terlebih dulu. Menurut dia, peluang sebetulnya masih sangat besar sehingga pengusaha tidak sekadar mengandalkan pasar ekspor. Pengusaha juga perlu mulai berbenah diri. Guna mendukung hal itu, kata Teten, pemerintah memiliki kebijakan belanja barang/jasa pemerintah 40 % untuk menyerap produk UMKM. Jumlah yang mesti dibelanjakan Rp 400 triliun pada tahun anggaran 2022. Peluang itu dapat dimanfaatkan oleh industri furnitur dan kerajinan. (Yoga)
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023