;

Titik Kumpul Industri Kreatif Kota Bandung

Titik Kumpul Industri
Kreatif Kota Bandung

Ruang kreatif di Kota Bandung tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya ide dan diskusi. Tempat ini cocok untuk menjalankan bisnis karena menjadi titik kumpul industri kreatif yang membawa semangat anak muda menjadi wirausaha. Keriuhan pengunjung The Hallway Space, Bandung, Jabar, Rabu (25/5) siang, memberi suntikan semangat bagi puluhan gerai di dalamnya. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantor, menikmati makan siang di salah satu sudut Pasar Kosambi tersebut. Celie (29). Warga Bandung ini kerap mengunjungi The Hallway untuk mencari ide-ide tentang usahanya. Tidak hanya pengunjung, keramaian saat jam makan siang yang mulai muncul setelah dua tahun lebih pandemi Covid-19 juga memberikan secercah harapan bagi para pedagang. Hari (29), barista Gelora Fantasi, semringah menyambut pembeli kopi di kafe tersebut, 13 cangkir telah terjual dalam dua jam. Dia bersyukur, Hallway kembali ramai setelah sepi karena pandemi Covid-19.

Gairah kewirausahaan di The Hallway Space yang mulai bangkit ini tidak muncul begitu saja. Sejak dibentuk tahun 2018, ruang kreatif di Pasar Kosambi ini bertujuan untuk menjadi salah satu simpul industri kreatif di Kota Bandung. Semangat ini dirasakan Gussaoki (32), pengelola Kafe Gelora Fantasi. Meskipun hanya menjual minuman varian kopi, dia yakin akan mendapatkan pelanggan dari orang-orang yang datang. Sayangnya, keyakinan itu tertunda pandemi Covid-19, tapi jelang dua tahun, geliat ekonomi mulai bangkit di berbagai sudut Kota Bandung, termasuk The Hallway Space. ”Dulu waktu pandemi saya bisa menjual 50 cangkir sehari saja sudah bersyukur. Sekarang sudah lebih dari 100 cangkir,” ujar Oki. Pengelola The Hallway Space, Pam Setiawan, menjelaskan, keseriusan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya menjadi nilai yang diperhitungkan dalam ekosistem bisnis kreatif The Hallway Space. Karena itu, kurasi ketat dilakukan kepada setiap produk yang ingin masuk ke ruang kreatif tersebut. Hal ini ditunjukkan dari beraneka ragam produk yang mengisi 120 gerai di Hallway. Sebagian besar merupakan gerai busana dan aksesori, sementara hanya 20 gerai makanan yang ada di sana. The Hallway buka setiap hari pada pukul 12.00-22.00 untuk hari biasa dan pukul 10.00-22.00 pada akhir pekan. Pam menjelaskan, sewa tahunan untuk gerai di sini mulai Rp 12 juta hingga Rp 18 juta, di luar uang listrik dan operasional lainnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :