;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

Tins Incar Volume Produksi 33.000 Ton

HR1 27 May 2022 Kontan

PT Timah Tbk (TINS) optimistis target produksi tahun ini bakal tercapai. Emiten pelat merah ini menargetkan produksi logam timah sebanyak 33.000 ton pada 2022. Salah satu strategi untuk mengejar target produksi ini ialah dengan menambah armada kapal laut. TINS telah menambah satu unit kapal hisap dengan investasi sekitar Rp 60 miliar. Selain itu, TINS juga menambah lima unit kapal hisap dengan skema kemitraan. Sehingga, saat ini ada 50 unit kapal hisap dan tiga unit kapal keruk yang beroperasi. TINS juga masih melanjutkan sejumlah proyek, salah satunya smelter ausmelt. Hingga saat ini, kemajuan ausmelt milik TINS sudah mencapai 93%. Ardianto menyebut, saat ini proses sudah sampai pada commissioning peralatan dan sudah dilakukan self running. "Operasional ditargetkan pada semester kedua 2022, namun kami kejar di kuartal ketiga 2022," sambung dia. Alwin Albar, Direktur Pengembangan Usaha TINS, menyebut, smelter ini memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun. Tingkat utilisasi akan mencapai 50% dari kapasitas pada tahun pertama. Pada tahun kedua, tingkat utilisasi akan bertambah menjadi 75%. Kapasitas penuh akan tercapai pada tahun ketiga.

Tak Berdaya Tanpa Stasiun Pengisi Daya

KT1 24 May 2022 Tempo

Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan bus listrik pada armada bus Transjakarta masih jauh panggang dari api. Sebab, sampai saat ini baru satu operator bus Transjakarta yang memiliki armada bus listrik, yakni Mayasari Bakti. Sejak Agustus 2021, Mayasari Bakti telah mendatangkan 30 unit bus buatan Build Your Dreams (BYD) asal Cina. Selanjutnya, pada 8 maret lalu, Gubernur Jakarta Anis Baswedan meresmikan pengoperasian 30 bus listrik tersebut pada empat rute, yakni Terminal Senen-Bunderan Senayan  (IP), Tanah Abang-Terminal Senen (IR), Blok M-Tanah Abang (IN), dan Ragunan-Blok M (6N). Namun faktanya, Mayasari Bakti hanya mampu mengoperasikan tiga unit bus listrik (SPKL) di markas bus listrik Masyasari Bakti menjadi penyebab utama. Direktur Operasional Mayasari Bakti, Eris Mahpud, mengatakan perusahaan sedang membangun SPKL, untuk memenuhi kebutuhan daya listrik 30 unit bus listrik. (Yetede)

PENGENDALIAN EMISI GAS RUMAH KACA

HR1 17 May 2022 Bisnis Indonesia

Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto bersama Penasehat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Efransjah, serta Plt. Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK Ruandha A Sugardiman (kanan) berbincang dengan Deputy Director Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO-UN) Tina Vahanen, terkait dengan Indonesia’s FoLU Net Sink 2030 seusai sidang United Nations Forum on Forests (UNFF) ke-17, di New York, Amerika Serikat, pekan lalu. Indonesia’s FoLU Net Sink menargetkan penyerapan emisi gas rumah kaca dari sektor hutan dan penggunaan lahan sudah lebih tinggi dibandingkan dengan emisinya pada 2030

Hubungan Industrial : Pembayaran THR Tahun Ini Lebih Baik

HR1 09 May 2022 Bisnis Indonesia

Konfederasi Serikat Pekerja Nasional atau KSPN mencatat pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan perekonomian nasional dinilai menjadi salah satu penyebab lancarnya pemberian THR tahun ini.Presiden KSPN Ristadi menilai bahwa pemberian THR Keagamaan 2022 lebih baik dari Idul fitri 2021. Tercatat hingga H+2 Lebaran, semua urusan THR anggotanya sudah selesai. Meski begitu, beberapa perusahaan masih harus mencicil pembayaran THR. Sementara itu, pekerja/buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mencatat masih ada 20% pembayaran THR yang bermasalah.Ketua Umum KASBI Nining Elitos menyampaikan bahwa pemberian THR belum berjalan maksimal di wilayah Sumatra Selatan, Tangerang, dan Bekasi.

Pendapatan dan Laba Unilever Tumbuh

KT3 30 Apr 2022 Kompas

Emiten produsen barang konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk membukukan penjualan bersih Rp 10,84 triliun pada triwulan I-2022 atau tumbuh 5,4 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih tumbuh 18,8 % menjadi Rp 2 triliun. Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti, Kamis (28/4), menyatakan, sejumlah strategi menopang kinerja tersebut. (Yoga)

Dari Transformasi Digital Hingga Pandemi, Tantangan Baru Industri Buku

KT3 27 Apr 2022 Kompas

Tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku dan Hari Hak Cipta Sedunia. Hari itu menjadi ajang meningkatkan literasi dan kegemaran membaca buku di masyarakat. Selain minat baca yang masih harus digenjot, dunia perbukuan juga menghadapi tantangan lain, seperti disrupsi akibat transformasi digital, pembajakan, dan pandemic Covid-19. Di Indonesia, pandemi berdampak ke turunnya penjualan buku. Ini tampak dari survei Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi)terhadap 127 perusahaan penerbit buku di Indonesia pada 2020. Sebanyak 58,2 % penerbit melaporkan penjualan buku turun lebih dari 50 %. Ketum Ikapi Arys Hilan Nugraha mengatakan, pandemi berdampak berbeda di negara lain, khususnya negara dengan tingkat literasi tinggi. Penjualan buku di Finlandia, negara dengan tingkat literasi tertinggi di dunia, justru  meningkat. ”Ada yang disebut coronavirus escapism, yaitu orang-orang membeli buku ketika harus diam di rumah. Pertumbuhan (penjualan) audiobook di Finlandia mencapai 200 %. Sementara itu, pertumbuhan buku cetak 2 % dan buku PDF 12 ,”  kata Arys pada Selasa (26/4/2022).

Penurunan penjualan buku juga berdampak ke penumpukan stok di gudang. Itu sebabnya penerbit mulai membatasi jumlah buku yang akan dicetak. Satu judul buku umumnya dicetak 3.000 eksemplar. Namun, kini satu judul buku dicetak 1.500-2.000 eksemplar. ”Karena jumlah cetaknya sedikit, biaya cetak per eksemplar buku pun naik. Ini menjadi persoalan lain lagi karena harga buku ikut naik,” tutur Arys.

Penerbit buku Indonesia mesti bersaing dengan penjual buku bajakan di lokapasar (marketplace). Pembajak buku mampu memanen keuntungan karena menjual buku lebih murah daripada toko buku atau distributor buku resmi. Penjual buku bajakan umumnya menjual buku dengan harga seperlima, seperempat, hingga sepertiga lebih murah dibandingkan dengan buku asli, karena pembajak buku hanya perlu membayar biaya cetak buku. Sementara itu, buku asli lebih mahal karena mesti membayar biaya cetak, biaya distribusi, honor editor, ilustrator, hingga royalti penulis. (Yoga)


Layanan Pengantaran BBM di Jalur Mudik

HR1 26 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Dua petugas bersiaga untuk memberi layanan pengantaran bahan bakar minyak (BBM) bagi pemudik yang kehabisan BBM di Rest Area KM-68 Jalan Tol Tangerang - Merak, Banten, Senin (25/4). PT Pertamina membuka layanan Pertamina Siaga untuk memberi layanan pengantaran BBM darurat ke lokasi pemudik yang kehabisan bahan bakar.

Summarecon Agung Meraih Rp 1,4 Triliun

HR1 22 Apr 2022 Kontan

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sukses meraih marketing sales atau pra penjualan Rp 1,4 triliun selama kuartal I 2022. Raihan marketing sales tersebut didominasi penjualan dari segmen landed house atau rumah tapak. “Pencapaian marketing sales kami selama kuartal I 2022 adalah sebesar Rp 1,4 triliun atau 29% dari target tahun 2022 sebesar Rp 5 triliun. Pencapaian ini melebihi ekspektasi kami,” ungkap Sekretaris Perusahaan SMRA, Jemmy Kusnadi saat dihubungi Kontan, Kamis (21/4).


Industri Tekstil: Pengusaha Keluhkan Produk Ilegal

HR1 22 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Banyaknya barang impor yang membanjiri pasar dalam negeri membuat sejumlah pelaku tekstil hilang semangat menyambut momentum Idul fitri atau Lebaran untuk meningkatkan kinerjanya. Asosiasi Serat, Benang, dan Filament Indonesia (APSYFI) menyebut bahwa saat ini ada barang-barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia melalui marketplace dan ikut menikmati pertumbuhan permintaan jelang Lebaran. Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa pihaknya mencurigai barang ilegal yang masuk ke Indonesia tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI) karena harganya yang lebih murah. Apalagi, pemerintah juga telah menerbitkan sejumlah aturan terkait dengan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya sejumlah pelaku industri tekstil optimistis terhadap pertumbuhan pada tahun ini dengan memanfaatkan momentum Lebaran. 

Sayangnya, keberadaan barang impor ilegal membuat pengusaha khawatir apakah produk yang disimpannya bisa terserap sepenuhnya oleh pasar. Selain maraknya barang impor jelang Lebaran, Redma juga mencatat cuti bersama yang dinilai terlalu panjang ikut menggerus optimisme pelaku usaha tekstil. Sejauh ini, kata dia, kemacetan suplai bahan baku masih dapat diatasi dengan importasi, tetapi ke depannya dibutuhkan satu pabrikan baru produsen poliester dan purifi ed terephthalic acid (PTA).Hingga kini, Kementerian Perindustrian mencatat produsen PTA di dalam negeri hanya ada dua, salah satunya Mitsubishi Chemical yang mengalami kebakaran pada Februari 2022.

Di Tengah Normal Baru dan Perang Rusia-Ukraina, Netflix Kehilangan 200.000 Pelanggan

KT3 21 Apr 2022 Kompas

Laporan pendapatan perseroan menyajikan hal mengejutkan bagi Netflix. Basis pelanggan perusahaan penyedia layanan streaming media digital itu dilaporkan turun 200.000 selama periode Januari-Maret 2022. Sontak harga saham Netflix pun ambles 25 % pada akhir penutupan perdagangan saham di AS, Selasa (19/4). Netflix mengakhiri Maret tahun ini dengan basis pelanggan total 221,6 juta pelanggan di seluruh dunia. Penurunan pelanggan memangkas keuangan Netflix pada triwulan I-2022. Laba perusahaan turun 6 % dari periode yang sama tahun lalu. Laba Netflix pada periode Januari-Maret 2022 sebesar 1,6 miliar USD atau 3,53 dollar AS per saham. Pendapatan perseroan dilaporkan naik 10 persen pada triwulan I-2022 secara tahunan menjadi 7,9 miliar USD..

Manajemen Netflix menyatakan, turunnya basis pelanggan itu pengalaman pertama Netflix kehilangan pelanggan dalam kurun lebih dari satu dekade. Ini juga pertama kali jumlah pelanggan Netflix turun sejak layanan streaming tersedia di dunia, selain China, sejak enam tahun lalu. Penurunan tahun ini sebagian berasal dari keputusan Netflix menarik diri dari Rusia untuk memprotes perang di Ukraina. Karena langkah itu, Netflix kehilangan 700.000 pelanggan di Rusia.Netflix mengakui masalahnya berakar dalam dan memproyeksikan hilangnya 2 juta pelanggan lagi selama periode April-Juni. Pandemi Covid-19 kemungkinan segera berlalu dan orang kembali lebih banyak beraktivitas di luar rumah. Pada saat bersamaan, saingan-saingan Netflix menawarkan layanan serupa dan lebih variatif.

Saat ini, Netflix mendapat pukulan terbesar dalam jumlah pelanggan sejak anjlok sebanyak 800.000 pelanggan pada 2011. Larinya pelanggan kala itu akibat rencana untuk membebankan biaya terpisah atas layanan streaming yang baru lahir tersebut. Layanan digabungkan dengan pemberian perangkat secara gratis saat itu. Reaksi pelanggan cukup mengagetkan sehingga CEO Netflix Reed Hastings meminta maaf. Aksi korporasi berupa spin-off pun urung digelar. Kehilangan pelanggan kali ini dinilai jauh lebih buruk dibandingkan dengan proyeksi dan target manajemen Netflix untuk mendapatkan 2,5 juta pelanggan. Larinya pelanggan memperdalam masalah yang dialami Netflix. Ruang pertumbuhan basis pelanggan itu pada saat yang sama makin terimpit kehadiran pesaing Netflix, seperti Apple TV dan Disney+. (Yoga)


Pilihan Editor