Industri lainnya
( 1875 )Lelang Proyek : Waskita Toll Road Tak Minati 8 Ruas Tol
PT Waskita Toll Road belum berminat mengikuti lelang proyek delapan ruas jalan tol yang akan dimulai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road Alex Siwu mengatakan perseroan masih fokus dalam program daur ulang aset (recycle asset) melalui divestasi proyek jalan tol.
Waskita berencana melepas aset dari lima ruas jalan tol nya pada tahun ini. Langkah itu diambil untuk mengurangi beban utang yang masih ada hingga kini.Rencana divestasi ini akan dilakukan pada semester II/2022 dengan skema sebagian ruas tol akan diberikan kepada Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengatakan terdapat delapan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) jalan tol yang siap ditawarkan ke investor pada 2022 dengan total nilai investasi Rp127,98 triliun. Sejumlah proyek tersebut yaitu Jembatan Batam - Bintan dengan panjang 14,74 km dan nilai investasi 14,12 triliun, Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,05 km dengan nilai investasi Rp18,76 triliun. Kemudian, Jalan Tol Semanan - Balaraja sepanjang 32,39 km dengan nilai investasi Rp15,53 triliun, Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km dengan nilai investasi Rp15,38 triliun, Jalan Tol Bogor Serpong Via Parung sepanjang 31,3 km dengan nilai investasi Rp8,95 triliun. Selanjutnya, Jalan Tol Cikunir - Karawaci sepanjang 40 km dengan nilai investasi Rp26 triliun, Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,51 km dengan nilai investasi Rp10,48 triliun, dan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg sepanjang 38,6 km dengan nilai investasi Rp18,76 triliun.
Komunitas Lokal Perlu Dilibatkan dalam Restorasi Ekosistem Hutan
Upaya menurunkan emisi dengan merestorasi ekosistem hutan dan lahan perlu melibatkan peran serta masyarakat lokal sejak awal. Tujuannya, agar hasil yang diraih lebih optimal baik dari aspek lingkungan maupun ekonomi. Co-founder Rimba Raya Conservation Eka Ginting dalam webinar B20 side event tentang upaya dekarbonisasi melalui peran serta komunitas lokal, Jumat (24/6) mengemukakan, partisipasi komunitas lokal adalah syarat inti dalam pengembangan karbon hutan atau proyek untuk menghasilkan karbon kredit dari upaya perlindungan hutan.
Saat ini, Rimba Raya Conservation juga memiliki sejumlah program pemulihan ekosistem dan proyek karbon yang melibatkan langsung masyarakat lokal, salah satunya di Riau. Pelibatan komunitas lokal melalui proyek dekarbonisasi khususnya di hutan itu akan memberikan tiga manfaat. Manfaat pertama yaitu menghasilkan pendapatan tambahan, kedua meningkatkan kualitas hidup, dan ketiga mengembangkan inovasi,” ujarnya.
Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto menyatakan, salah satu komitmen dan upaya pemerintah dalam menurunkan emisi di sektor kehutanan dan tata guna lahan dilakukan dengan menetapkan penyerapan karbon bersih atau FoLU Net Sink tahun 2030. Agus mengakui, upaya mencapai FoLU Net Sink 2030 membutuhkan dukungan semua pihak termasuk aspek pendanaan dan SDM. Implementasi ini diperkirakan membutuhkan dana lebih dari Rp 200 triliun dengan porsi kebutuhan terbesar untuk pembangunan hutan tanaman industri sekitar Rp 76 triliun. (Yoga)
Indorama Ekspansi Pabrik ke Turki
PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) siap melanjutkan ekspansi perluasan pabrik benang pintal di Indonesia dan Turki. Ekspansi ini ditargetkan bisa rampung pada tahun 2023-2024 mendatang.
Target ini sejalan dengan langkah INDR yang mengekspor produknya ke lebih dari 70 negara di dunia. Perinciannya, penjualan ke Asia, kecuali Indonesia sebanyak 38% dari total penjualan, Eropa 12%, Amerika 11%, Pakistan, Bangladesh dan lainnya sebesar 8%. Adapun penjualan domestik 30% dari total penjualan.
INDUSTRI ROKOK PUTIH : Pengusaha Masih Impor Bahan Baku
Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) memperkirakan penggunaan bahan baku rokok putih dalam negeri secara tahunan berada di kisaran 70%, sedangkan 30% sisanya dari impor. Ketua Gaprindo Benny Wahyudi mengatakan bahwa produsen rokok putih Indonesia selama ini mengimpor bahan baku dari China, Brazil, Amerika Serikat, dan Turki. Meski begitu penggunaan bahan baku rokok putih domestik masih lebih besar dibandingkan dengan impor. “Perkiraan penggunaan bahan baku dalam negeri sekitar 70%,” katanya kepada Bisnis, Rabu (22/6). Dia menjelaskan bahwa hingga kini persediaan bahan baku untuk rokok putih di Tanah Air relatif masih dalam kondisi aman. Dia pun menegaskan bahwa belum ada keluhan terkait dengan bahan baku, serta persediaan tembakau di level pedagang maupun petani. Untuk diketahui, sebelumnya Komisi VII DPR RI mengagendakan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan sejumlah perusahaan rokok untuk membahas ketersediaan bahan baku tembakau di Tanah Air. Dalam rapat yang ditunda tersebut, Komisi VII DPR RI mengundang Direktur Utama PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), Direktur Utama PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), dan PT Djarum. Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan permintaan terhadap industri rokok akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan.
BACIRARO RECYCLE, MERINTIS MASADEPAN NOL SAMPAH DARI MINAHASA
Baciraro Recycle adalah startup yang didirikan Marlon Kamagi (48), aktivis bank sampah. Idenya menciptakan sistem manajemen sampah yang efektif kini telah berwujud perseroan terbatas (PT) setelah tim Baciraro menyabet peringkat satu dalam kompetisi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Regional Manado pada 2020. Baciraro lahir dari keresahan Marlon soal 175.000 ton sampah di Indonesia yang terbuang setiap hari sekalipun masih bernilai ekonomis. Menurut data KLHK pada 2017, dua komponen terbesar sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) adalah sampah organik (60 %) dan sampah plastik (14 %). Marlon dan rekan-rekannya menimbun ratusan karung sampah memadati sudut-sudut studio daur ulang Baciraro di Tondano Timur, Minahasa. Hampir semuanya berisi botol plastik sekali pakai berjenis PET yang menurut rencana dijual lagi ke pabrik daur ulang di Jawa. Namun, ratusan keping tutup botol-botol plastik itu, yang tergolong HDPE, akan didaur ulang sendiri. Produk akhir yang dihasilkan adalah bahan bangunan berupa batako plastik dan tiang plastik (beam) berkonsep bongkar pasang.
Proses ini didukung tiga mesin yang dihibahkan lembaga swadaya masyarakat Swiss, Trash Waste Solutions (TWS). Setiap hari, Baciraro mengolah tak kurang dari 100 kg plastik menjadi batako dan plastic beam. Batako berbahan plastik HDPE yang bisa dicampur dengan PP dengan konsep Lego ini belum umum di Indonesia. Karena itu, harga jualnya sangat tinggi, sekitar Rp 20.000. Selain menjadi bahan bangunan, tutup botol plastik juga dapat diolah menjadi filament pencetak tiga dimensi (3D printer). Filamen dari Baciraro telah dibeli beberapa pegiat kriya lokal untuk diolah menjadi cendera mata, seperti action figure penari kabasaran khas Minahasa, gantungan kunci, serta manik-manik gelang. Marlon yakin sampah bisa menjadi sumber daya mendatangkan cuan jika dikawinkan dengan kreativitas. Di masa depan, produk-produk kriya akan menemukan pasar potensial di wilayah Destinasi Pariwisata Superprioritas (DSP) Likupang, Minahasa Utara. ”Jadi, kita bisa mewujudkan konsep ekonomi sirkular,” ujarnya. (Yoga)
Industri Semi Konduktor Jerman Tambah Investasi 1,3 Triliun
Indonesia dan Jerman sepakat meningkatkan investasi di bidang industri berteknologi tinggi. Kesepakatan ini membuka peluang untuk mengembangkan pabrik semikonduktor di Indonesia agar industri tersebut dapat berperan mengatasi kelangkaan chip dalam rantai pasok global. Hal tersebut ditandai oleh komitmen PT Infineon Technologies Batam untuk menambah investasi sebesar EUR 35,37 juta (Rp 569,3 miliar) untuk \meningkatkan kapasitas 65 juta pcs per minggu pada tahun 2025, dan akan menjadi EUR 83,57 juta (Rp 1,3 triliun) untuk kapasitas 150 juta per pcs minggu sampai 2030. "Kami melihat, permintaan semi konduktor yang meningkat ini merupakan peluang investasi yang strategis. Indonesia perlu merebut peluang tersebut," kata Menteri Perindustrian Agus Guniwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/6). Agus optimistis pengembangan industri semikonduktor di tanah air dapat diakselerasi, misalnya dengan bergabung ke dalam eksosistem industri semikonduktor dunia dan memasuki rantai pasok chip global, (Yetede)
Meningkatkan Efisiensi Industri Pengolahan via LCS
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan pada hingga April 2022 menyumbang 74,46% pada total ekspor Indonesia atau senilai US$69,59 miliar. Nilai ekspor tersebut naik 29,19% (ctc), sedangkan secara tahunan terdapat peningkatan 27,92% (yoy). Kinerja industri pengolahan secara nasional turut disumbangkan oleh industri pengolahan di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, industri pengolahan juga menjadi sektor utama dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jabar. Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan IV 2021 sebesar 5,61% (yoy) disumbangkan oleh pertumbuhan industri pengolahan sebesar 3,62% (yoy), didorong oleh industri utama yakni TPT, elektronik dan otomotif.
Memperkuat posisi industri pengolahan nasional pada global value chain menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menggenjot kinerja sektor tersebut. Saat ini, sayangnya posisi Indonesia berdasarkan persentase partisipasi terhadap GVC makin menurun dari tahun ke tahun. Bank Indonesia (BI) mengembangkan kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau yang dikenal dengan istilah Local Currency Settlement (LCS). Kerja sama LCS bermula dari kebutuhan penyelesaian transaksi pelaku usaha di Indonesia pada mitra utama di negara selain Amerika Serikat yang masih bergantung pada penggunaan dolar AS. Padahal, berdasarkan data 2021 nilai ekspor Indonesia ke AS persentasenya hanya 10% dari keseluruhan ekspor Indonesia.
Industri Semikonduktor : Jerman Tambah Investasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa produsen semikonduktor asal Jerman, yakni Infineon Technologies berencana untuk menambah investasinya di Tanah Air. Agus menjelaskan bahwa perusahaan yang sebagian besar pendapatannya berasal dari bisnis di segmen otomotif tersebut bakal meningkatkan investasinya empat hingga lima kali lipat dari total kapasitas produksinya di Tanah Air saat ini. “Per hari ini sudah memproduksi sekitar 1,4 miliar per tahun. Nanti rencananya akan menambah investasi di Indonesia menjadi empat hingga lima kali lipat dari kapasitas produksi,” kata Agus, Kamis (16/6). Meski begitu, Menteri Agus belum bisa memberikan informasi rinci terkait dengan nilai investasi dari perusahaan yang memiliki pabrik di Batam tersebut. Menurutnya, rencana peningkatan investasi Infineon Technologies merupakan kelanjutan dari upaya Indonesia untuk menjalin kerja sama jangka panjang dengan Jerman.
Agus menyebut, peluang investasi semikonduktor di Indonesia tercipta karena Tanah Air merupakan pasar yang cukup besar untuk barang elektronika dan produk jadi elektronika.
KENDARAAN LISTRIK : BERAT DI ONGKOS PRODUKSI BATERAI
Pasar baterai kendaraan listrik diperkirakan makin bertenaga seiring dengan proyeksi meningkatnya permintaan mobil dan motor listrik pada 2025. Namun, dalam produksi baterai tersebut hampir 50% ongkos menjadi beban pengerjaan sel baterai karena belum dapat diproduksi di dalam negeri. PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) memperkirakan permintaan mobil dan motor listrik masing-masing bakal mencapai 400.000 unit dan 1,2 juta unit atau tumbuh empat kali lipat pada 2025. SVP Corporate Strategy & Business Development Indonesia Battery Corporation (IBC), Adhietya Saputra mengatakan pasar baterai kendaraan listrik bakal tumbuh signifikan seiring dengan perkiraan tersebut. Adhietya menuturkan hampir 50% beban ongkos pengerjaan sel baterai belum dapat diproduksi di dalam negeri yang dikhawatirkan bisa mengganggu pemenuhan target daya baterai permintaan kendaraan listrik. Dia berharap produksi sejumlah komponen pembentuk sel baterai itu dapat ikut diproduksi di dalam negeri untuk mengurangi beban ongkos dan mengoptimalkan margin produksi.
Industrialisasi Percepat RI Jadi Negara Maju
Industrialisasi akan mempercepat Indonesia menjadi negara maju alias berpendapatan tinggi sebelum 2045. Sebab, dengan industrialisasi yang berlangsung secara masif, pertumbuhan ekonomi nasional bisa di atas 5,5%. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, jika sepanjang 2022 sampai 2045, ekonomi bisa tumbuh 5,7% Indonesia bisa menjadi high income country pada 2043. "Dalam konteks ini, proses industrialisasi merupakan satu kunci penting untuk membawa Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi," ucap Amalia, akhir pekan lalu. Pada 2021, dia menuturkan, industri pengolahan tumbuh 3,4% dan berperan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,7%. "Ekosistem pertumbuhan aktivitas industri yang mendukung industri berkembang menjadi salah satu fondasi untuk industri tumbuh dan berdaya saing," kata Amalia. (Yetede)









