KENDARAAN LISTRIK : BERAT DI ONGKOS PRODUKSI BATERAI
Pasar baterai kendaraan listrik diperkirakan makin bertenaga seiring dengan proyeksi meningkatnya permintaan mobil dan motor listrik pada 2025. Namun, dalam produksi baterai tersebut hampir 50% ongkos menjadi beban pengerjaan sel baterai karena belum dapat diproduksi di dalam negeri. PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) memperkirakan permintaan mobil dan motor listrik masing-masing bakal mencapai 400.000 unit dan 1,2 juta unit atau tumbuh empat kali lipat pada 2025. SVP Corporate Strategy & Business Development Indonesia Battery Corporation (IBC), Adhietya Saputra mengatakan pasar baterai kendaraan listrik bakal tumbuh signifikan seiring dengan perkiraan tersebut. Adhietya menuturkan hampir 50% beban ongkos pengerjaan sel baterai belum dapat diproduksi di dalam negeri yang dikhawatirkan bisa mengganggu pemenuhan target daya baterai permintaan kendaraan listrik. Dia berharap produksi sejumlah komponen pembentuk sel baterai itu dapat ikut diproduksi di dalam negeri untuk mengurangi beban ongkos dan mengoptimalkan margin produksi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023