Pertumbuhan Ekonomi
( 471 )Para Pelaku Bisnis Yakin Ekonomi Tumbuh Diatas 5%
Kendati ekonomi global kini diambang resesi dan api inflasi mulai membakar perekonomian di dalam negeri, pelaku bisnis yakin, ekonomi Indonesia tahun ini mampu tumbuh diatas 5%. laju pertumbuhan kuartal 1-2022 yang mencapai 5,01 merupakan sinyal kebangkitan ekonomi. Demikian pula dengan laba bersih emiten LQ45 di Bursa Efek Jakarta (BEI) yang meningkat 70,8% pada periode yang sama. "Berdasarkan data jumlah emiten di Bursa Efek Jakarta yang terus mengalami peningkatan hingga mencapai 787 emiten per Juni 2022, konsensus analis memperkirakan laba emiten hingga akhir 2022 masih akan tumbuh. Hal ini didukung fundamental perekonomian RI masih bagus, yang ketika masih dalam situasi pemulihan bagi pandemi Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Asrjad Rasjid kepada Investor Daily. (Yetede)
Kondisi Global Untungkan Indonesia
Kondisi ekonomi yang kini diambang krisis akibat lonjakan harga energi dan pangan menguntungkan Indonesia. Sebagai salah satu produsen energi dan pangan terbesar di dunia, Indonesia justru memetik keuntungan berupa windfall profit, yang cukup untuk menjaga subsidi dan menggerakkan ekonomi nasional. Namun, pemerintah dihimbau untuk tidak membuat kebijakan yang melawan pasar. Selain kenaikan ekspor, pemulihan ekonomi makin kuat tahun 2022 lantaran faktor pandemi yang sudah bisa diatasi sehingga mendorong peningkatan mobilitas, kegiatan industri di dalam negeri, dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bahkan sudah melampaui level sebelum pandemi Covid-19 sebesar 5,20% pada tahun 2019. Badan Pusat Statistik mencatat pada kuartal I-2022 pertumbuhan ekonomi RI menembus 5,01% dan pada kuartal II diperkirakan bisa lebih tinggi, sehingga tahun 2022 bisa mencapai 5,1-5%. (Yetede)
Laju Ekonomi Kuartal II Mendekati 5%
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 masih bisa tetap positif. Bahkan laju ekonomi di periode tersebut mendekati laju di kuartal I-2022 yang tercatat 5,01% secara tahunan atau year on year (yoy).
Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2022 di rentang 4,8% sampai 5,3% secara tahunan. "Kami perkirakan medekati 5% daripada 4,8%. Dengan titik tengah berada di sekitar 5%," kata Sri Mulyani, Menteri Keuangan saat paparan publik APBN Kita, Kamis (23/6).
World Bank Pangkas Proyeksi Ekonomi RI
Bank Dunia (World Bank) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022. Lembaga ini memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5,1%, turun 0,1% poin dari sebelumnya 5,2%.
Dalam laporan bertajuk Global Economic Prospects edisi Juni 2022, World Bank menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini cukup stabil. Hal ini didorong oleh kondisi Covid-19 yang mulai membaik, serta ada berkah dari peningkatan harga komoditas global.
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 menjadi 5,1% atau turun 0,1% dari proyeksi sebelumnya 5,2%. Akan tetapi, proyeksi tersebut masih berada dalam target pemerintah berkisar 4,8-5,5%. Dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) Juni 2022 disebutkan, perekonomian Indonesia akan mendapat dorongan dari kenaikan harga komoditas. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dagang Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu. "Selain menjadi salah satu dari sedikit negara yang dapat mengembalikan output ke level prapandemi sejak 2021. Kinerja ekonomi domestik tahun ini juga terus menguat, antara lain didukung situasi pandemi yang terus terkendali," ucap Febrio, Rabu (/6). APBN, kata Febrio, juga akan terus diarahkan menjadi instrumen penting untuk merespon dinamika ekonomi yang terjadi, termasuk menjadi peredam tekanan. Ditengah meningkatnya resiko global, APBN akan terus diarahkan untuk melindung daya beli masyarakat, khususnya kelompok yang rentan, dan menjaga pemulihan ekonomi. (Yetede)
Berlomba di Segmen Pengiriman Barang
Para operator angkutan umum berlomba menggenjot segmen layanan pengiriman barang atau kargo Ramadan dan Lebaran lalu. Direktur Operasional PT Metro Multi Transportasi, Tjahjo Wibono, mengatakan layanan bus kargo perusahaannya akan diaktifkan kembali mulai bulan depan, setelah sempat diliburkan. "Kami akan jalan lagi sesuai dengan permintaan barang yang sedang naik," ucapkan kepada Tempo, kemarin. Operator bus pariwisata merek Manhattan itu sebelumnya ikut bermanuver ke segmen kargo karena lesunya aktivitas pelancong pada semester pertama 2020, masa awal pandemi Covid-19. Ketika pemerintah membatasi mobilitas penumpang, manajemen PT Metro Multi Transportasi mulai memodifikasi lima dari total 35 unit bus milik perusahaan untuk jasa kargo kilat rute Jakarta-Surabaya. Tak hanya memakai ruang bagasi reguler, kursi penumpang di kabinnya pun dicopot untuk penempatan kargo. (Yetede)
Gojek Integrasikan Layanan GoSend dan Midtrans Dengan Platform Alpukat Betawi
Gojek bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan layanan pengiriman instan GoSend dan solusi payment gateway Midtrans (bagian dari GoTo Financial) dengan platform layanan Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan Cepat dan Akurat (Alpukat Betawi). Berdasarkan data Disdukcapil DKI Jakarta, sejumlah penduduk DKI Jakarta kini sebanyak 11.261.595 jiwa. Kepala Disukcapil Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin menambahkan, bahwa warga DKI Jakarta kini membutuhkan layanan kependudukan yang lebih cepat dan efisien. "Sejak bulan lalu, cetak KTP dan KIA dapat diselesaikan dalam 15 menit dari sebelumnya sekitar satu jam. Terobosan pencapaian layanan ini perlu ditingkatkan, salah satunya melalui upaya kerja sama dengan ekosistem Gojek," ungkap Budi. (Yetede)
Pemulihan Ekonomi Berlanjut, Kualitas Kredit Diprediksi Membaik
Industri perbankan pada bulan pertama tahun ini berhasil mengakselerasi pertumbuhan kredit 6,67% secara tahunan year on year (yoy) dan menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross ke level 2,99%. Sementara itu, kualitas kredit perbankan pada tahun ini diperkirakan akan terus membaik sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi yang berlanjut. Merujuk data OJK, NPL gross perbankan nasional pada Maret mengalami penurunan 9 basis poin (bps) dibandingkan posisi Februari 2022 di level 3,08% dan turun 11 bps dari posisi NPL Januari 2022 3,1%.
Menurut Direktur Center of Economics and Law Studies Bhima Yudhistira perbankan juga perlu selektif dalam pendanaan yang besar ke sektor berbasis komoditas. "Apabila terjadi swing harga komoditas berbalik turun maka debitur yang pengelolaan cashflow-nya baik mungkin masih survive. NPL perbankan diperkirakan berkisar 2,5 sampai dengan 2,7%," ungkap dia. Sementara itu, berdasarkan laporan presentasi Bank Niaga Indonesia (Persero) Tbk (BNI), tercatat menurun kredit yang direstrukturisasi hingga saat ini. Hal tersebut mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi debitur, sehingga dapat membayar pinjamannya. (Yetede)
PUPR Siap Percepat Belanja Infrastruktur
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Basuki Hadimuljono memastikan pihaknya siap mempercepat pertumbuhan ekonomi. "Tolong dipercepat, nanti akhir Mei 2022 kita lakukan miditern review. Tahun ini sangat krusial untuk bisa kita manfaatkan dalam meringankan beban anggaran 2023. Tetapi langkah percepatan harus tetap menjaga kualitas produk dengan tata kelola pengadaan barang dan jasa yang baik, kompetitif, transparan, dan akuntabilitas," tutur Menteri Basuki saat acara Halal Bihalal. Selain itu, Menteri Basuki, mengungkapkan pentingnya penggunaan komponen produk dalam negeri untuk menjaga roda ekonomi nasional. Dalam belanja infrastruktur ia menekankan seluruh material yang digunakan harus produksi dalam negeri, apabila terpaksa impor harus diketahui direktur jendral dan bila benar-benar tidak ada produksi dalam negeri. "Pasca-pandemi ini kita dorong pemanfaatan produk-produk dalam negeri, kalau sekarang dilarang impor," ungkapnya. (Yetede)
Kuartal I, BRI Salurkan Kredit UKM Rp 21,3 T
Outstanding penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk segmen usaha kecil dan menengah (UMK) mencapai Rp 21,3 triliun pada kuartal I-2022. Penyaluran tersebut meningkat 29,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,5 triliun. Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Aman Sukriyanto memaparkan bahwa capaian pada awal 2022 sudah menunjukkkan kembali kemasa sebelum pandemi Covid-19 melanda. Perseroanpun semakin optimistis ekonomi kian bergairah lantaran mayoritas kredit diserap oleh sektor-sektor produktif. Selain itu,permintaan kredit meningkat tidak hanya di kota besar tapi juga di daerah-daerah. Sektor-sektor yang berhubungan dengan kebutuhan pokok seperti perdagangan mendominasi penyaluran kredit BRi di segmen kecil dan menengah ini yang presentasenya mencapai 61%. Menurut Aman, capaian positif tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah yang langkah strategisnya tepat dalam menghadapi pandemi. Seperti stimulus ekonomi pemerintah terhadap pelaku UMKM melalui Program Pemulihan Ekonomi (PEN). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022









