Pertumbuhan Ekonomi
( 473 )Adi Sarana Optimistis Pendapatan 2022 Tumbuh 30%
Emiten mobilitas dan logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan sebesar 30% sepanjang tahun 2022. Untuk mencapai target tersebut, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan anak usaha yang bergerak disektor logistik, Anteraja. "Bicara proyeksi, sampai saat ini target pertumbuhan top line dan bottom line kita itu di 30% tahun 2022 ini," kata Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto dalam paparan publik, Kamis (21/7) Pertumbuhan pendapatan yang tertinggi akan disumbang dari kinerja anak usaha yang bergerak di sektor logistik, Anteraja, karena volumenya merupakan bus. Selain Anteraja, Prodjo memperkirakan segmen-segmen bisnis rental juga akan tumbuh. "Kami berharap di kuartal IV-2022 akan ada pertumbuhan. Kalau kita hitung rata-rata dari Januari sampai Desember, ia berharap sekitar volume pengiriman tumbuh sekitar 1 juta atau 1,1 juta. Artinya pertumbuhan dua kali dibandingkan tahun lalu," ucap Suyanto. (Yetede)
Presiden Jokowi Optimistis PDB Kuartal II Tumbuh 5,1%
Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis, laju pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 bisa mencapai 5,1% secara year on year (yoy). Banyak faktor yang menopang optimistis ini, diantaranya adalah konsumsi masyarakat dan investasi yang menunjukkan peningkatan serta tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia yang cukup tinggi. Di sisi lain, pemerintah akan menjaga inflasi agar berada di level yang aman dan tingkat kepercayaan investor agar investasi terus mengalir. "Ketika laju pertumbuhan ekonomi (2022) negara-negara lain direvisi turun beberapa persen, Indonesia hanya direvisi turun 0,1% "kata Presiden Jokowi dalam diskusi dengan 16 pemimpin redaksi media massa Indonesia. Dalam laporan yang sama, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2022 menjadi 2,9%, dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,1%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Asia Selatan direvisi menjadi 6,8% dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 7,6%. (Yetede)
Para Pelaku Bisnis Yakin Ekonomi Tumbuh Diatas 5%
Kendati ekonomi global kini diambang resesi dan api inflasi mulai membakar perekonomian di dalam negeri, pelaku bisnis yakin, ekonomi Indonesia tahun ini mampu tumbuh diatas 5%. laju pertumbuhan kuartal 1-2022 yang mencapai 5,01 merupakan sinyal kebangkitan ekonomi. Demikian pula dengan laba bersih emiten LQ45 di Bursa Efek Jakarta (BEI) yang meningkat 70,8% pada periode yang sama. "Berdasarkan data jumlah emiten di Bursa Efek Jakarta yang terus mengalami peningkatan hingga mencapai 787 emiten per Juni 2022, konsensus analis memperkirakan laba emiten hingga akhir 2022 masih akan tumbuh. Hal ini didukung fundamental perekonomian RI masih bagus, yang ketika masih dalam situasi pemulihan bagi pandemi Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Asrjad Rasjid kepada Investor Daily. (Yetede)
Kondisi Global Untungkan Indonesia
Kondisi ekonomi yang kini diambang krisis akibat lonjakan harga energi dan pangan menguntungkan Indonesia. Sebagai salah satu produsen energi dan pangan terbesar di dunia, Indonesia justru memetik keuntungan berupa windfall profit, yang cukup untuk menjaga subsidi dan menggerakkan ekonomi nasional. Namun, pemerintah dihimbau untuk tidak membuat kebijakan yang melawan pasar. Selain kenaikan ekspor, pemulihan ekonomi makin kuat tahun 2022 lantaran faktor pandemi yang sudah bisa diatasi sehingga mendorong peningkatan mobilitas, kegiatan industri di dalam negeri, dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bahkan sudah melampaui level sebelum pandemi Covid-19 sebesar 5,20% pada tahun 2019. Badan Pusat Statistik mencatat pada kuartal I-2022 pertumbuhan ekonomi RI menembus 5,01% dan pada kuartal II diperkirakan bisa lebih tinggi, sehingga tahun 2022 bisa mencapai 5,1-5%. (Yetede)
Laju Ekonomi Kuartal II Mendekati 5%
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 masih bisa tetap positif. Bahkan laju ekonomi di periode tersebut mendekati laju di kuartal I-2022 yang tercatat 5,01% secara tahunan atau year on year (yoy).
Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2022 di rentang 4,8% sampai 5,3% secara tahunan. "Kami perkirakan medekati 5% daripada 4,8%. Dengan titik tengah berada di sekitar 5%," kata Sri Mulyani, Menteri Keuangan saat paparan publik APBN Kita, Kamis (23/6).
World Bank Pangkas Proyeksi Ekonomi RI
Bank Dunia (World Bank) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022. Lembaga ini memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5,1%, turun 0,1% poin dari sebelumnya 5,2%.
Dalam laporan bertajuk Global Economic Prospects edisi Juni 2022, World Bank menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini cukup stabil. Hal ini didorong oleh kondisi Covid-19 yang mulai membaik, serta ada berkah dari peningkatan harga komoditas global.
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 menjadi 5,1% atau turun 0,1% dari proyeksi sebelumnya 5,2%. Akan tetapi, proyeksi tersebut masih berada dalam target pemerintah berkisar 4,8-5,5%. Dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) Juni 2022 disebutkan, perekonomian Indonesia akan mendapat dorongan dari kenaikan harga komoditas. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dagang Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu. "Selain menjadi salah satu dari sedikit negara yang dapat mengembalikan output ke level prapandemi sejak 2021. Kinerja ekonomi domestik tahun ini juga terus menguat, antara lain didukung situasi pandemi yang terus terkendali," ucap Febrio, Rabu (/6). APBN, kata Febrio, juga akan terus diarahkan menjadi instrumen penting untuk merespon dinamika ekonomi yang terjadi, termasuk menjadi peredam tekanan. Ditengah meningkatnya resiko global, APBN akan terus diarahkan untuk melindung daya beli masyarakat, khususnya kelompok yang rentan, dan menjaga pemulihan ekonomi. (Yetede)
Berlomba di Segmen Pengiriman Barang
Para operator angkutan umum berlomba menggenjot segmen layanan pengiriman barang atau kargo Ramadan dan Lebaran lalu. Direktur Operasional PT Metro Multi Transportasi, Tjahjo Wibono, mengatakan layanan bus kargo perusahaannya akan diaktifkan kembali mulai bulan depan, setelah sempat diliburkan. "Kami akan jalan lagi sesuai dengan permintaan barang yang sedang naik," ucapkan kepada Tempo, kemarin. Operator bus pariwisata merek Manhattan itu sebelumnya ikut bermanuver ke segmen kargo karena lesunya aktivitas pelancong pada semester pertama 2020, masa awal pandemi Covid-19. Ketika pemerintah membatasi mobilitas penumpang, manajemen PT Metro Multi Transportasi mulai memodifikasi lima dari total 35 unit bus milik perusahaan untuk jasa kargo kilat rute Jakarta-Surabaya. Tak hanya memakai ruang bagasi reguler, kursi penumpang di kabinnya pun dicopot untuk penempatan kargo. (Yetede)
Gojek Integrasikan Layanan GoSend dan Midtrans Dengan Platform Alpukat Betawi
Gojek bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan layanan pengiriman instan GoSend dan solusi payment gateway Midtrans (bagian dari GoTo Financial) dengan platform layanan Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan Cepat dan Akurat (Alpukat Betawi). Berdasarkan data Disdukcapil DKI Jakarta, sejumlah penduduk DKI Jakarta kini sebanyak 11.261.595 jiwa. Kepala Disukcapil Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin menambahkan, bahwa warga DKI Jakarta kini membutuhkan layanan kependudukan yang lebih cepat dan efisien. "Sejak bulan lalu, cetak KTP dan KIA dapat diselesaikan dalam 15 menit dari sebelumnya sekitar satu jam. Terobosan pencapaian layanan ini perlu ditingkatkan, salah satunya melalui upaya kerja sama dengan ekosistem Gojek," ungkap Budi. (Yetede)
Pemulihan Ekonomi Berlanjut, Kualitas Kredit Diprediksi Membaik
Industri perbankan pada bulan pertama tahun ini berhasil mengakselerasi pertumbuhan kredit 6,67% secara tahunan year on year (yoy) dan menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross ke level 2,99%. Sementara itu, kualitas kredit perbankan pada tahun ini diperkirakan akan terus membaik sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi yang berlanjut. Merujuk data OJK, NPL gross perbankan nasional pada Maret mengalami penurunan 9 basis poin (bps) dibandingkan posisi Februari 2022 di level 3,08% dan turun 11 bps dari posisi NPL Januari 2022 3,1%.
Menurut Direktur Center of Economics and Law Studies Bhima Yudhistira perbankan juga perlu selektif dalam pendanaan yang besar ke sektor berbasis komoditas. "Apabila terjadi swing harga komoditas berbalik turun maka debitur yang pengelolaan cashflow-nya baik mungkin masih survive. NPL perbankan diperkirakan berkisar 2,5 sampai dengan 2,7%," ungkap dia. Sementara itu, berdasarkan laporan presentasi Bank Niaga Indonesia (Persero) Tbk (BNI), tercatat menurun kredit yang direstrukturisasi hingga saat ini. Hal tersebut mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi debitur, sehingga dapat membayar pinjamannya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022









