Pemulihan Ekonomi Berlanjut, Kualitas Kredit Diprediksi Membaik
Industri perbankan pada bulan pertama tahun ini berhasil mengakselerasi pertumbuhan kredit 6,67% secara tahunan year on year (yoy) dan menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross ke level 2,99%. Sementara itu, kualitas kredit perbankan pada tahun ini diperkirakan akan terus membaik sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi yang berlanjut. Merujuk data OJK, NPL gross perbankan nasional pada Maret mengalami penurunan 9 basis poin (bps) dibandingkan posisi Februari 2022 di level 3,08% dan turun 11 bps dari posisi NPL Januari 2022 3,1%.
Menurut Direktur Center of Economics and Law Studies Bhima Yudhistira perbankan juga perlu selektif dalam pendanaan yang besar ke sektor berbasis komoditas. "Apabila terjadi swing harga komoditas berbalik turun maka debitur yang pengelolaan cashflow-nya baik mungkin masih survive. NPL perbankan diperkirakan berkisar 2,5 sampai dengan 2,7%," ungkap dia. Sementara itu, berdasarkan laporan presentasi Bank Niaga Indonesia (Persero) Tbk (BNI), tercatat menurun kredit yang direstrukturisasi hingga saat ini. Hal tersebut mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi debitur, sehingga dapat membayar pinjamannya. (Yetede)
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023