Saham
( 1722 )Enam Emiten BUMN Siap Rights Issue
Sebanyak enam emiten BUMN berencana melakukan aksi korporasi menerbitkan saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue pada semester kedua 2022. Keenam BUMN itu adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Waskita Kerja Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Pt Garuda Indonesia Tbk (GIA), PT Krakatau Steel Tbk (KRASI), dan PT Tabungan Negara Tbk (BBTN). Selain rencana Right Issue tersebut, Kementerian BUMN Mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) kepada 10 BUMN sebesar Rp73,26 triliun untuk RAPBN Tahun Anggaran 2023. PMN tersebut terdiri atas PMN tunai sebesar Rp 69,82 triliun dan PMN non tunai Rp3,44 triliun. PT Hutama Karya (Perser) akan menerima PMN palang besar, yakni Rp30,56 triliun. "Jadi PT Semen Baruraja Tbk memang suatu perusahaan masih di luar Holdings. Semen Indonesia, dan kami sepakat untuk di-inject ke Semen Indonesia dan sedang berjalan proses, Proses melalui proses Right Issue seperti kita menyuntikkan PMN dan penggadaian ke BBRI," kata Kartika dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (7/6). (Yetede)
Pelemahan IHSG Temporer
Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 86,38 poin atau 1,2% ke posisi 7.096,58 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/6, dinilai bersifat temporer. Meski, terkoreksi cukup signifikan yang dipimpin oleh saham-saham sekitar teknologi dan finansial, IHSG masih akan kuat bertahan di atas level 7.000. Para pemodal asing masih melakukan pembelian dan akumulasi net buying asing selama Januari hingga 6 Juni 2022 mencapai Rp66,1 triliun. "Selama fundamental makroekonomi masih solid, hal ini akan membuat kinerja indeks lebih sustainable dalam menghadapi market," ujar Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Senin (6/6). Sepanjang hari perdagangan kemarin, Senin (6/6), IHSG bergerak dalam rentang 7.056,1-7.194,5 dengan nilai transaksi Rp 14,59 triliun. Penurun indeks juga dialami kelompok 45 saham unggulan atau indeks 1.Q45 yang turun 7,16 poin atau 0,69% ke posisi 1.043,54. (Yetede)
Mitra Pinasthika Jual 50% Saham ke Carro
Emiten Group Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) kepada unicorn jual-beli mobil bekas asal Singapura, Trusty Cars Pte Ltd (Carro) senilai Rp783,8 miliar. Masuknya Carro sebagai pemegang saham MpMRent, diharapkan dapat memperkuat bisnis otomotif MPMX ke depannya. Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarati mengatakan, pihaknya telah melaksanakan penandatanganan perjanjian jual beli pada 31 Mei 2022 dengan Carro, dimana Carro menginvestasikan US$ 53,8 juta atau setara Rp783,8 miliar untuk menjadi pemegang saham MPMRent, dengan kepemilikan 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. "Investasi ini menandai dimulai kemitraan antara MPMX sebagai group otomotif, transportasi dan mobilitas terkemuka di Indonesia dengan marketplace otomotif terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia tenggara-Carro, untuk penyediaan ekosistem end-to-end bagi konsumen di Indonesia, termasuk online marketplace, pembiayaan, sewa kendaraan, pelayanan purna jual," ujar dalam keterbukaan informasi, Senin (6/6). (Yetede)
EXCL Tuntaskan Akuisisi Hipernet Indodata
PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan pembelian 2.805 saham atau setara dengan 51% saham PT Hipernet Indodata (HI). Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman menyebutkan proses pengambilalihan saham Hipernet Indodata telah selesai dengan nilai transaksi mencapai Rp 335,32 miliar. Adapun per 2 Juni 2022, XL Axiata mengempit 51% saham Hipernet Indodata. Kemudian, kepemilikan saham PT Mitra Indo Asia sebesar 34,31%, dan PT Magna Karya Archipelago 14,69%. Ranty bilang akuisisi saham ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan produk yang ditawarkan oleh EXCL kepada pelanggan perusahaan
Go Private, Tunas Ridean Siapkan Dana 1,3 Triliun
PT Tunas Redean Tbk (TURI), perusahaan yang bergerak di sektor penjualan dan purnajual merek otomotif, menyiapkan dana sebesar Rp1,3 triliun untuk merealisasikan rencana go private atau menjadi perusahaan tertutup. Saat ini, jumlah saham perseroan yang beredar di publik relatif kecil, sekitar 7,52% atau setara 419 juta saham dari modal ditempatkan dengan jumlah pemegang saham publik sebanyak 356 shareholder. Rencananya TURI melangsungkan buyback saham publik pada periode 12 Juli 2022 hingga 16 Agustus 2022. "Dari jumlah tersebut, yang akan digunakan membiayai pembelian kembali 1.700 atau 23,77% lebih tinggi dibanding harga saham adalah sebanyak-banyaknya Rp713 miliar," papar manajemen TURI. Untuk itu, kepada pemegang saham publik, manajemen perseroan akan melakukan pembelian saham dengan harga penawaran sebesar Rp1.700 atau 23,77% lebih tinggi dibanding harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia, yakni Rp1.374 per saham. Juga, 31,27% lebih tinggi dari hasil penilaian harga atas saham berdasarkan penilaian penilai independen sebesar Rp 1.295 per saham. Termasuk 6.700.00% lebih tinggi dari nilai saham yaitu Rp25 per saham. (Yetede)
Mitratel Beli Balik Saham Rp 1 Triliun
Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, merencanakan pembelian kembali sahamnya atau buy back. Dana yang dipersiapkan Mitratel untuk membeli kembali saham tersebut mencapai Rp 1 triliun. Vice President Investor Relation PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Christy Kusumaatmaja, Kamis (2/6) menjelaskan, alasan Mitratel membeli balik saham tersebut, antara lain, untuk menstabilkan harga saham. (Yoga)
KBank Kuasai 67,5% Saham Bank Maspion
Perusahaan asal Thailand, Kasikombank Public Company Ltd atau Kbank akan menjadi pemegang saham pengendali baru PT Maspion Indonesia Tbk (BMAS) setelah menandatangani conditional sale and purchase agreement (CSPA) penjualan sebanyak 67,5% saham BMAS dari PT Alim Investindo, PT Maspion, penjualan sebanyak 67,5% saham BMAS dari PT Alim Investindo, PT Maspion, PT Husin Investama, PT Maspion Investama, dan lima pemegang saham lainnya. Penandatanganan CPSA tersebut dilakukan oleh anak usaha Kbank yakni Kasikom Vision Finansial Company Pte Ltd (KVF) pada Senin (30/5). Setelah menyelesaikan transaksi, lanjut Presiden Kbank Pipit Aneaknithi, KBank dan KVF akan menguasai 67,5% saham bank Maspion. "Dalam hal ini, akuisisi saham tersebut akan selesai setelah mendapat persetujuan dari otoritas terkait. Transaksi ini diharapkan selesai pada akhir Juni," ujar dia. (Yetede)
Juni, IHSG Menembus Level 7.350
Setelah rebound dan menembus level 7.000 Jumat (27/5) pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan terus bergerak naik hingga menembus level 7.350 pada Juni 2022, naik 5% dibandingkan posisi akhir Mei. Faktor utama yang mendorong kenaikan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah membaiknya kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi kuartal II yang diproyeksi mencatat 6% melambungnya harga komoditas, dan masuknya aliran dana asing (net foreign inflow), Namun, faktor eksternal, diantaranya rencana The Fed untuk menaikkan lagi suku bunga acuan, harus diwaspadai para pemodal. Pada tahun ini, pergerakan siklus IHSG di BEI berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menjelang Lebaran lalu indeks naik, padahal biasanya turun saat sepekan pertama perdagangan saham kembali dibuka setelah libur panjang Idul Fitri 1443 Hijriah. (Yetede)
Singapura Lepas Sebagian Saham Jago
GIC Private Limited, pengelola dana negara Singapura, menjual 2.075.000 sahamnya di Bank Jago. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/5) sebelum transaksi penjualan, GIC Private memiliki 1.278.260.418 saham Bank Jago atau setara 9,23 %. Setelah penjualan tersebut, kepemilikan GIC menurun menjadi 9,21 %. Saham Bank Jago sejak awal tahun sudah turun 45,16 %. Pada penutupan perdagangan Jumat berada pada harga Rp 8.775 per saham. (Yoga)
Dapat Restu Rights Issue, TRIN Ekspansi
PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) atau dikenal Triniti Land, telah memperoleh restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait dengan Persetujuan atas rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue, yang disertai dengan penerbitan waran. Sebagian besar dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan proyek di Sentul, Lampung dan Labuan Bajo. Atas persetujuan ini, Presiden Direktur dan CEO Triniti Land Ishak Chandra mengucapkan terima kasih kepada para Investor dan para pemegang saham. “Rights Issue ini sangat penting untuk mendukung langkah ekspansi strategis kami untuk menaikkan pendapatan, bottom line dan juga shareholder value para pemegang saham,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (27/5).
Adapun, mengenai dana yang dihimpun dari rights issue, Triniti Land akan menggunakan sekitar 32,40% untuk pengambilalihan aset berupa tanah di Labuan Bajo seluas 193.400m2 yang dimiliki oleh PT Manggarai Anugerah Semesta (MAS). Lalu, sekitar 32,73% akan digunakan untuk pengambilalihan aset berupa tanah di Lampung seluas 93.018m2 dari beberapa pihak. Sementara, sisanya sebesar 21,51% akan digunakan untuk pembayaran utang jangka panjang sebesar Rp 28 miliar kepada pihak-pihak terafiliasi. Triniti Land berencana untuk melepas 147.795.558 lembar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 900 per saham. Aksi korporasi ini juga akan disertai dengan penerbitan Waran seri II sebanyak-banyaknya sebesar 147.795.558 waran.









