Saham
( 1722 )Harga Pelaksanaan Rights Issue Bank Amar Rp 280
Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) akan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk memperkuat permodalan. Bank ini baru memiliki modal inti Rp 2 triliun pada Maret 2022. Bank Amar ini akan merilis 3,59 miliar saham baru atau sebesar 20,6% dari modal ditempatkan disetor penuh perseroan dengan nominal Rp 100 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, Amar bidik dana hingga Rp 1 triliun. Setiap pemilik 100 saham lama akan memperoleh 26 HMETD. Setiap HMETD akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 280 per saham.
IHSG Bakal kembali ke Atas Level 7.000
Setelah meningkat 5,02% pada kuartal pertama 2022, ekonomi Indonesia akan terus melaju pada tiga kuartal berikutnya. Para pengamat memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2022 akan tembus 5,5%. Bersama dengan pemulihan ekonomi, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat anjlok tajam usai Lebaran dan ini berada di posisi 6.840, akan terdongkrak keatas level 7.000 pada Mei akhir Juni 2022. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2022 sebesar 5,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu year on year (yoy), tetapi terkontraksi 0,96% dibandingkan kuartal IV-2021. Tingginya pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2022 secara tahunan disebabkan oleh low based effect atau pertumbuhan yang rendah pada kuartal I-2021, terkontraksi 0,7% selain juga karena pulihnya aktivitas masyarakat. Di sisi lain Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, semua indikator, baik dari sisi konsumsi maupun produksi masih menunjukkan tren pemulihan yang baik. (Yetede)
Menyikapi Kejatuhan Bursa Saham
Pasca lebaran, saat sebagian investor bahkan belum balik ke tempat kerja, bursa saham memberi kejutan pahit dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,42% pada tanggal 9 Mei 2022, seturut longsornya bursa regional saat kita menikmati libur lebaran. IHSG turun menciptakan gap (celah) yang hingga tulisan ini dibikin masih belum tertutup gap-nya. Dari harga penutupan tertinggi IHSG per 21 April 2022 ke harga penutupan terendah tanggal 13 Mei 2022, ISG suda turun 9,32% hanya dalam 10 hari bursa. Bila dihitung kecepatan penurunannya mencapai 0,93% per hari bursa. Terkait kejatuhan pasar saham, penulis tertarik menelaah lebih lanjut terkait fakta-fakta apa yang bisa digali selama periode tanggal 21 April 2022 hingga 13 Mei 2022, untuk mencari apakah ada pelajaran yang bisa dipetik oleh investor. Untuk itu penulis memilih investment universe indeks KOMPAS100, dengan pertimbangan investor ritel banyak juga yang berinvestasi di saham kategori menengah kecil. Yang mengejutkan kenyataan bahwa kejatuhan IHSG kali ini banyak dikontribusi oleh saham teknologi, yang anjlok 21,54% akibat merosotnya harga saham Elang Mahkota Teknologi, Bukalapak dan Metrodata Electronics. Selain itu, sektor keuangan menduduki ranking kedua, dengan penurunan 9,91%.
Animo Beli di Pasar Saham Global Tertekan
Terganggunya rantai pasok akibat penguncian wilayah di China dan ancaman resesi ekonomi AS menghantui animo beli pelaku pasar saham global. Aktivitas ritel dan pabrik di China turun tajam pada April. Pada saat yang sama, data produksi pabrik di New York, AS, dilaporkan merosot pada Mei. Kedua situasi ini menekan pasar saham. Pertemuan pejabat Bank Sentral AS, Selasa (17/5) turut membahas kejatuhan pasar belakangan ini. (Yoga)
PASAR MODAL, Aramco Rebut ”Mahkota” Apple
Apple harus rela kehilangan ”mahkotanya” sebagai perusahaan paling bernilai atau berharga di dunia. Di tengah lonjakan harga komoditas, Aramco, raksasa minyak Arab Saudi, pada Rabu (11/5) merebut posisi Apple. Pada saat bersamaan, valuasi saham-saham industri teknologi terus merosot akibat langkah Bank Sentral AS menaikkan tingkat suku bunga acuan guna meredam inflasi. Saham Apple yang tercatat di Indeks Nasdaq anjlok secara beruntun pada akhir perdagangan Rabu dan Kamis, masing-masing turun 5 % dan 3 %. Nilai kapitalisasi pasarnya pun turun jadi 2,31 triliun USD. Padahal, pada awal tahun ini Apple menjadi perusahaan pertama di dunia dengan nilai kapitalisasi yang menembus 3 triliun USD. Di sisi lain, performa saham Apple sejak awal tahun ini hingga akhir perdagangan Kamis waktu AS tercatat melemah 21,67 %.
Performa itu berkebalikan dengan kinerja nilai saham Aramco. Sejak awal tahun, harga saham Aramco telah menanjak 25 %. Nilai kapitalisasi pasar Aramco sebesar 2,43 triliun USD pada tengah pekan ini telah melampaui Apple. Kondisi ini menandai kembalinya ekonomi lama, yakni berjayanya perusahaan-perusahaan yang berbasis komoditas. Situasi itu mengenaskan bagi Apple karena penurunan harga saham perusahaan itu terjadi saat laba yang mereka raih justru positif. Laporan laba lebih baik dari perkiraan dalam tiga bulan pertama tahun ini saat permintaan konsumen menguat. Akan tetapi, manajemen Apple waspada karena penerapan kebijakan pembatasan ketat di China untuk meredam penularan Covid-19 dan terganggunya rantai pasok berpotensi mengurangi hasil kinerja perseroan pada periode April-Juni hingga 4-8 miliar USD. ”Keterbatasan pasokan yang disebabkan oleh gangguan terkait Covid-19 dan kekurangan silikon di seluruh industri berdampak pada kemampuan kami untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk produk kami,” kata Direktur Keuangan Apple Luca Maestri. (Yoga)
Bersama Digital Tender Offer Saham Tower Bersama Rp 7,9 Triliun
Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd (BDIA) akan melakukan penawaran tender sukarela sebanyak-banyaknya 2,48 miliar saham yang mewakili 10,97% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, nilai penawaran tender ini mencapai Rp 7,93 triliun. Adapun, pihak yang berhak untuk turut serta dalam penawaran tender sukarela ini adalah pemegang pemegang saham publik yang telah melengkapi dan mengajukan semua dokumen yang dipersyaratkan. Untuk pemegang saham yang memiliki saham dengan warkat (scrip) dan berniat untuk menawarkan sahamnya kepada BDIA, wajib untuk membuka rekening efek pada perusahaan sekuritas/bank kustodian dan mengkonversikan saham warkat tersebut menjadi saham tanpa warkat (scripless) selambat-lambatnya 4 hari bursa sebelum tanggal penutupan penawaran tender sukarela. Sementara itu, Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd yang sebelumnya bernama Provident Consilidated Holdings Pte Ltd, mengakuisisi 62,38% saham TBIG senilai total Rp45,22 triliun. (Yetede)
Mind Id & Papua Tarik Ulur Jatah 10% Saham Freeport
Proses pembagian jatah 10% saham PT Freeport Indonesia oleh Mind Id kepada pemerintah daerah Papua masih berbelit. Pemerintah Kabupaten Mimika menuntut jatah saham Freeport segera dieksekusi. Di sisi lain, Mind Id cenderung menunggu dan tak segera menanggapi tuntutan Pemkab Mimika.
Berdasarkan penelusuran KONTAN, fakta lain memperlihatkan, PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM), yang kelak akan menampung jatah saham untuk Pemda Papua, justru masih dikuasai sepenuhnya oleh Mind Id.
Investor Lepas Saham, Indeks Turun Tajam
Pada akhir perdagangan Senin (9/5), IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 4,42 % jadi 6.909. Penurunan harian ini merupakan yang terbesar sejak awal tahun. Dengan posisi penutupan itu, indeks berada pada posisi terendah sejak 10 Maret 2022. Penurunan indeks yang teradi di pasar saham Indonesia sejalan pergerakan pasar saham di AS dan Asia. Pasar cenderung melemah setelah bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan pekan lalu. Indeks 45 saham terlikuid atau LQ45 juga turun dengan penurunan 5,48 % menjadi 1.025. Investor asing melepaskan saham senilai Rp 2,59 triliun, sementara total nilai transaksi mencapai Rp 24,3 triliun. Di kawasan Asia, sejumlah indeks saham juga tercatat melemah, seperti Indeks Strait Times Singapura yang turun 0,51 % dan indeks Nikkei 225 yang turun 2,53 %.
Di pasar saham Indonesia, investor melepaskan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti PT BCA Tbk dan PT BRI Tbk. Saham BCA turun 6,64 % menjadi Rp 7.600 per saham. Investor asing melepaskan saham BCA senilai Rp 1,4 triliun. Sementara itu, saham BRI turun 6,98 persen. Investor asing melepaskan saham BRI Rp 688 miliar. Kedua saham perbankan ini memiliki bobot besar pada IHSG. Pergerakan saham keduanya sangat memengaruhi indeks secara keseluruhan. Selain BCA dan BRI, ada 10 saham dalam indeks LQ45 yang turun lebih dari 6 % pada perdagangan kemarin, yaitu Bank Mandiri (-6,98 %), Astra International (-6,93 %), Bukalapak.com (-6,81 %), Telkom (-6,71 %), Elang Mahkota (-6,69 %), dan Merdeka Cooper Gold (-6,60 %). Sebaliknya, para investor asing membeli saham PT Aneka Tambang Tbk senilai Rp 160 miliar dan PT Unilever Indonesia Tbk senilai Rp 100 miliar.
Analis dari Eastspring Investments dalam risetnya menyebutkan, penurunan yang terjadi di pasar saham Indonesia mengikuti pergerakan pasar saham di AS dan di pasar Asia. Pasar cenderung melemah setelah The Fed menaikkan suku bunga 50 basis poin. Fed juga mengindikasikan rencana mengurangi neraca sebesar 47,5 miliar USD per bulan sejak Juni 2022. Meski kenaikan tingkat suku bunga itu tak seagresif perkiraan analis dan ekonom, ada kekhawatiran terkait laju inflasi, pengetatan moneter, dan prospek perlambatan ekonomi global. Selain itu, ada pula risiko ketidakpastian imbas dari China yang masih menerapkan penutupan untuk menangani kenaikan kasus Covid-19. ”Namun, kami masih melihat prospek IHSG tahun 2022 ini cenderung jauh lebih baik, didukung menguatnya harga komoditas, seperti batubara dan minyak kelapa sawit mentah yang merupakan sumber pendapatan ekspor utama Indonesia,” demikian isi riset itu. (Yoga)
Harga Saham dan Bitcoin Anjlok
Kenaikan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve alias Bank Sentral AS, pengetatan karantina wilayah di China, dan belum jelasnya ujung perang Rusia-Ukraina menekan prospek ekonomi global. Pasar saham di kawasan Asia berada dalam teritori negatif pada Senin (9/5) pagi, seiring dengan merosotnya indeks saham berjangka di pasar modal AS. Penurunan nilai juga dialami aset-aset kripto. Ini diawali dengan anjloknya harga bitcoin. (Yoga)
Merdeka Copper Gelar Private Placement 2,29 Miliar Saham
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 2,29 miliar saham. Dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk mempekuat struktur permodalan perseroan. "Dalam rangka kegiatan pengembangan usaha serta memiliki kesempatan untuk melaksanakan potensi ekspansi, perseroan memandang perlu untuk memperkuat struktur permodalannya," tulis manajemen MDKA dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (8/5).
"Pelaksanaan PMTHMETD juga akan memberikan dana tambahan bagi perseroan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha MDKA dan anak perusahaan, sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan. Manfaat tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham perseroan," kata manajemen MDKA. Setelah pelaksanaan PMTHMETD menjadi efektif, persentasi kepemilikan saham perseroan saat ini akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar maksimum 9,9%, dengan asumsi proses penambahan modal hak memesan efek terlebih dahulu. (Yetede)









