Saham
( 1717 )IPO GoTo Angkat Kapitalisasi Sektor Teknologi
Rencana penawaran saham perdana ke publik (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akan meningkatkan kapitalisasi pasar sektor teknologi. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, dalam risetnya, akhir pekan lalu, mengatakan, saat ini porsi sektor teknologi sebesar 4,8 %. ”Setelah GoTo IPO, diperkirakan bobot sektor teknologi menjadi 12,6 %,” kata Helmy. (Yoga)
Menghirup Aroma Prospek Saham Rokok
Pengendalian kasus baru Covid-19 yang diiringi pemulihan ekonomi berpeluang mengangkat daya beli masyarakat. Kondisi ini dapat menjadi katalis positif bagi emiten barang konsumsi, termasuk sektor rokok. Pendapatan emiten rokok pun diperkirakan masih dapat tumbuh satu digit pada tahun ini. Meski demikian, masih ada sejumlah sentimen negatif yang membayangi kinerja emiten rokok. Misalnya, dari sisi kampanye kesehatan, kian menyempitnya ruang iklan, serta kenaikan cukai yang bisa menggerus margin keuntungan. Sejak pandemi Covid-19 melanda, harga saham emiten rokok pun terus menurun. Ini membuat harga saham rokok terdiskon cukup besar jika dibandingkan sebelum pandemi. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, selain adanya kenaikan cukai, beban pendapatan dari sisi produksi dan distribusi masih dapat menekan laba bersih emiten rokok. Analis B-Trade Raditya Krisna Pradana mengatakan, meski secara price earnings ratio (PER) sudah murah, saham-saham emiten rokok masih berada pada tren bearish. Melihat kondisi tersebut, Raditya menyarankan investor wait and see.
Adhi Karya Tambah Modal Segar
PT Adhi Karya (Persero) Tbk akan menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (right issue). Adhi Karya akan menerbitkan saham baru sebanyak 7.121.658.184 dengan harga Rp 100 per saham. Berdasarkan keterbukaan pada BEI, Kamis (17/3), Adhi Karya akan menggunakan dana hasil right issue ini untuk penyertaan pada proyek-proyek Adhi Karya. (Yoga)
Saham Teknologi Terseret Rotasi Aset Investasi
Rencana penawaran saham perdana decacorn GoTo Gojek Tokopedia rupanya belum menjadi sentimen positif bagi saham teknologi. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak all time high kemarin, dan hampir semua indeks sektoral mencetak kenaikan, indeks sektor teknologi masih turun 0,93%. Alhasil, kemarin indeks sektor teknologi menjadi indeks sektoral dengan kinerja paling buruk. Sejak awal tahun, indeks sektor teknologi juga sudah turun 12,87%. Paling rendah di antara semua indeks sektor saham. Fenomena ini terjadi nyaris secara global, termasuk di bursa Nasdaq.
Sekadar informasi, rotasi perpindahan dana investasi investor dari sektor teknologi ke sektor lain ini bukan cuma terjadi di Indonesia. Di bursa Amerika Serikat (AS) misalnya, saat ini tengah terjadi tren penarikan kembali dana investasi dari special purpose acquisition company (SPAC). Merujuk riset dari SPAC Alpha, sepanjang periode Januari hingga Juli 2021, rata-rata tingkat redemption SPAC berkisar 7% hingga 43%. Masuk periode Juli-November 2021, tingkat redemption meningkat di kisaran 43% hingga 67%. Tercatat, empat bulan terakhir hingga Januari 2022, rata-rata redemption SPAC ada di angka 60%.
Saham Batubara dan CPO Masih Menarik
Harga saham sektor komoditas turut terkoreksi dalam sepekan terakhir, sejalan dengan koreksi harga komoditas global. Meski demikian, masih ada beberapa saham komoditas yang layak dibeli. Analis Panin Sekuritas Timothy Wijaya menilai, saham-saham batubara masih menarik. Jika menggunakan estimasi harga batubara yang cukup konservatif, yakni di level US$ 160 per ton, translasi ke laba bersih emiten dinilai sudah cukup tinggi. Di sektor ini, Timothy merekomendasikan saham ADRO dengan target harga Rp 3.400. Prospek ADRO juga disokong pengembangan usaha di bidang energi terbarukan serat posisi neraca yang sehat. Dia juga merekomendasikan saham ITMG dengan target harga Rp 32.500 dan PTBA dengan target harga Rp 4.100. Ini karena kinerja keduanya masih tumbuh positif.
GoTo Uji Peruntungan di Bursa Saham
Setelah lama dinantikan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akhirnya bakal melantai di Bursa Efek Indonesia. GoTo mulai menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan mengincar dana Rp 17,9 triliun. Dalam IPO ini, GoTo menawarkan 48 miliar saham baru Seri A dengan kemungkinan ditingkatkan sampai sebanyak-banyaknya 52 miliar saham baru. Ini setara hingga 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Untuk menyiasati penurunan dalam saat IPO, GoTo menyiapkan skema stabilisasi harga atau biasa disebut greenshoe. "Dalam waktu 30 hari, agen stabilisasi bisa membeli saham GoTo di harga berapa pun sampai dengan maksimum harga IPO," ujar Presiden Direktur PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The, Selasa (15/3). Dana ini berasal dari saham treasuri yang sudah dimiliki GoTo.
Peluang Menembus 7.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa, Senin (14/3). IHSG naik 0,43% dan ditutup di level 6.952,20. Analisi Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Aziz Setyo Wibowo mengatakan, penguatan IHSG dipengaruhi oleh data penjualan mobil Februari 2022 yang meningkat 65,1%. Sehingga, IHSG berpeluang kembali bergerak di kisaran resistance 6.996 hingga 7.045. Senada, analis Philip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius juga memperkirakan IHSG ini berpotensi menguat ke area resistance 6.996 dengan support yang dapat dipertimbangkan pada area 6.837.
Kinerja Membiru, Saham Bank Digital Malah Merah
Bank-bank digital bermunculan sejak beberapa tahun terakhir. Kendati dipercaya memiliki prospek cerah, banyak bank-bank digital yang masih harus melakukan investasi untuk menggaet nasabah baru dan membangun infrastruktur layanan digital. Namun tren bakar duit itu bisa jadi segera berakhir. Ambil contoh Bank Jago Tbk (ARTO) yang mulai transformasi menjadi bank digital sejak 2020. Setelah mengalami rugi bertahun-tahun, Bank Jago mencetak laba setelah pajak senilai Rp 86,02 miliar di 2021. Di tahun 2020, ARTO rugi Rp 189,56 miliar. Perbaikan kinerja itu sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit 491% year on year (yoy) menjadi Rp 5,37 triliun pada 2021. Pinjaman kemitraan dan pinjaman dari ekosistem menyumbang bagian terbesar kredit, dengan porsi sekitar 52%. Sementara bank-bank kecil digital lain, seperti Bank Neo Commerce (BBYB), Bank Raya (AGRO), Bank Aladin (BANK) dan Bank BCA Digital masih merugi. Bank digital memang membutuhkan ekosistim yang kuat untuk mencapai kinerja positif. Bahkan, Kakao Bank asal Korea Selatan yang punya ekosistem sangat besar membutuhkan waktu dua tahun untuk cuan.
IHSG Dibuka Melemah
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/3). IHSG kemarin (11/3) ini dibuka melemah pada posisi 6.872 dan ditutup di 6.922,60.
Saham Rebound
Pasar saham global rebound pada perdagangan Rabu (9/3) karena lonjakan harga komoditas mulai mereda, meskipun pertempuran di Ukraine berlanjut. Namun pasar saham di AS tersebut bereaksi terhadap kabar meredanya harga lonjakan komoditas, produk-produk energi dan pertanian secara khusus melonjak naik karena pertempuran di Ukraina. Harga sejumlah logam juga mencatat lonjakan kenaikan. Pada saat yang sama, kontrak harga juga turun tajam. Yakni 6,3% ke level sekitar US$ 123 per barel. "Pasar saham terus mengambil sinyal dari perkembangan harga komoditas, khususnya minyak. Perdagangan akan terus volatile dan reli terjadi tatkala harga menurun, tapi secara keseluruhan prospek harga minyak dan non-energi tetap sangat tinggi sehingga menggelayuti prospek kegiatan ekonomi maupun pasar saham," tutur Kathi Bostjancic,kepala ekonom AS untuk Oxford Economics. (Yetede)









