Saham
( 1717 )Waspada Aksi Ambil Untung
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG kembali menembus rekor tertingginya pada perdagangan Rabu (9/2). IHSG menguat 0,66% ke level 6.834,61. Setali tiga uang, analis Phintraco Seluritas Valdy Kurniawan memperkirakan, rally penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut ke kisaran 6.850-6.860 pada perdagangan Kamis (10/2). Seiring berlanjutnya akumulasi net buy investor asing. Valdy mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02 % year on year (yoy) di kuartal keempat 2021, lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 4,9% yoy, masih menjadi katalis positif utama, ditengah minimnya data-data ekonomi eksternal.
Rp 1 Triliun untuk "Buyback" Kalbe Farma
PT Kalbe Farma Tbk, emiten di sektor farmasi, berencana membeli kembali (buyback) sahamnya dengan anggaran maksimal Rp 1 triliun. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius, Rabu (9/2) menyebutkan, Kalbe akan membeli kembali sahamnya setara dengan 588 juta unit dengan harga Rp 1.700 per saham. Tujuan pembelian kembali saham adalah untuk menstabilkan harga. (Yoga)
Pasar Saham Dihantui Lagi Pembatasan Aktivitas
Investor harus waspada. Pasar saham kembali dibayangi gelombang ketiga penyebaran Covid-19. Per Minggu (6/2), ada 36.017 tambahan kasus baru penularan virus Covid-19.Tapi, para analisis menilai, potensi koreksi IHSG kali ini tak akan sebesar ketika terjadi gelombang kedua Covid-19 varian delta pada pertengahan tahun lalu. Analisis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, dibanding varian delta, omicron dianggap lebih ringan, dengan risiko kematian yang lebih rendah. Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder dan CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto mengatakan, mulai berjalannya vaksin dosis ketiga membuat investor lebih percaya diri penanganan pandemi bakal lebih baik.
Bank Allo Rampungkan ”Right Issue”
Allo Bank Indonesia atau Bank Allo telah menyelesaikan penawaran saham baru (rights issue). Pada keterbukaan informasi kepada BEI, Finance, Planning & Control Division Head Bank Allo Aryanto Halawa menyatakan, PT Bukalapak.com Tbk, Abadi Investment Pte Ltd, dan PT Indolife Investama Perkasa resmi menjadi pemegang saham Allo Bank bersama pemegang saham sebelumnya. (Yoga)
Usai Restruksiturisasi Utang, PBRX RIght Issue Semester II
Emiten tekstil, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) akan melakukan aksi korporasi tahun ini dengan menggelar right issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu. PBRX membidik dana sebesar US$ 50 juta dari rights issue tersebut. Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal kerja. Pihak PBRX pun yakin pasar akan mampu menyerap penerbitan saham baru yang dilakukan oleh perusahaan ini. Standby buyer rights issue kami sudah ada, imbuh dia tanpa menyebut nama investor strategis tersebut. Optimisme PBRX atas prospek kinerja tahun ini dan selanjutnya tak lepas dari adanya pendanaan bilateral dari perbankan untuk modal kerja perusahaan ini. Saat ini, total fasilitas kredit yang dimiliki PBRX berkisar antara US$ 43 juta-US$ 45 juta dari HSBC, Maybank, UOB, serta Bank Permata dengan jangka waktu pinjaman dua tahun.
January Effect Terganjal The Fed
January effect nampaknya belum terjadi pada awal tahun ini. Menjelang penghujung Januari 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik 0,97% ke level 6.645,51, pada penutupan bursa, Jumat (28/1). Jika dibandingkan performa IHSG pada Januari 2020 dan 2021 yang negatif, kinerja indeks di bulan ini masih lebih baik. Tapi, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, IHSG biasanya naik cukup kencang setiap Januari. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG belum dapat menguat signifikan pada Januari 2022 karena dipengaruhi sikap pelaku pasar yang menanti kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. Oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa January effect tidak terjadi pada tahun ini. Senada, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, IHSG pada Januari 2022 tertahan oleh sikap investor yang menunggu kepastian terkait seberapa agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga acuannya. Meskipun begitu, ia menilai january effect masih ada meski dampaknya tidak signifikan.
Ekspansi HRUM
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah komposisi keanggotaan saham dalam indeks LQ45 periode Februari-Juli 2022. Dalam evaluasi mayor kali ini, ada lima anggota baru. Saham-saham anggota baru indeks LQ45 terdiri dari AMRT, BFIN, HRUM, dan WSKT. Dari kelima saham anggota baru indeks LQ45, analis menjagokan PT Harum Energy Tbk (HRUM) paling menarik. Dia bilang, HRUM ekspansif ke bisnis dengan mengakuisisi pertambangan nikel.
Menguji Daya Tahan Indeks Komposit
Kendati bergerak fluktuatif sepanjang awal tahun, indeks harga saham gabungan atau IHSG masih tetap mencatatkan pertumbuhan moderat sebesar 0,45% selama bulan berjalan (month to date/mtd) Januari 2022. Pada perdagangan kemarin (27/1), indeks komposit ditutup menguat di level 6.611,16. Tercatat, 215 saham menguat, 317 saham terkoreksi, dan 141 saham bergerak di tempat. Investor asing dalam perdagangan kemarin masih membukukan aksi jual bersih senilai total Rp172,55 miliar. Penguatan indeks di pasar domestik bertolak belakang dengan tren pergerakan di bursa Asia Pasifik yang mayoritas anjlok kemarin. Hal itu dipengaruhi langsung oleh pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang diumumkan Kamis dini hari.
Peluang Penguatan Saham Konstruksi
Saham emiten konstruksi memiliki potensi penguatan di tahun ini. Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur bakal mendorong kontrak emiten sektor ini, terutama bagi perusahaan BUMN. Analis UOB KayHian Selvi Ocktaviani dalam risetnya menulis, tahun ini akan ada kenaikan kontrak baru sekitar 20%-40% dibanding 2021. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael dalam risetnya, Senin (24/1), memaparkan, ada beberapa faktor positif bagi emiten konstruksi paruh pertama tahun ini.
Peluang Melanjutkan Rebound
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,16% ke level 6.611,16 pada perdagangan Kamis (27/1). Ada peluang IHSG melanjutkan penguatan pada Jumat (28/1) ini. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memperkirakan, rebound IHSG masih berlanjut ke kisaran 6.650 pada perdagangan di akhir pekan ini. "Indikator stochastic RSI memasuki oversold area, sementara MACD berpotensi membentuk golden cross," tulis dia dalam risetnya, Kamis (27/1). Adapun hari ini IHSG akan bergerak antara support di 6.580 dan resistance di 6.650. Valdy pun memperkirakan pergerakan IHSG lebih stabil di akhir pekan nanti. Ini tidak terlepas dari respons pelaku pasar terhadap hasil FOMC, yang salah satunya mengindikasikan Fed Fund rate akan naik di bulan Maret 2022. Sentimen ini telah terefleksi dari fluktuasi IHSG di awal perdagangan Kamis (27/1).









