;
Tags

Saham

( 1717 )

Gelar RUPST, BRI Bagikan Dividen Rp26,4 Triliun

HR1 02 Mar 2022 Bisnis Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022 di Jakarta (1/3). BRI membagikan dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian atau setara dengan Rp26,40 triliun. Dividen yang akan dibagikan ini sekurang-kurangnya ekuivalen dengan Rp174,23 per lembar saham (dengan asumsi adanya pengalihan treasury stock sebelum tanggal cumdate). Angka tersebut meningkat 76,17% dibanding dividen pada 2020. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, sepanjang 2021 perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan.

Sunarso menjelaskan, pemberian dividend payout ratio sebesar 85% tersebut mempertimbangkan saat ini BRI memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko pada masa mendatang. “Dengan rasio pembayaran dividen sebesar 85%, CAR perseroan tetap terjaga minimal 20%,” tambahnya. Pada RUPST 2022, BRI juga membahas 5 agenda lainnya. Salah satunya ialah penetapan pengurus baru perseroan mulai dari komisaris dan direksi.

Rawan Koreksi Jelang 7.000

HR1 02 Mar 2022 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan memasuki level all time high di 6.996,93 awal Maret 2022, tetapi, indeks saham akhirnya ditutup di level 6.921,44 atau naik 0,48% pada Selasa (1/3). Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menambahkan masih kuatnya capital inflow juga mempengaruhi pergerakan IHSG kemarin. Malah, dampak perang Ukraina jadi terbatas karena inflow ke saham-saham big caps cukup besar. Sentimen kenaikan harga komoditas yang mempengaruhi sahamnya dan laporan keuangan masih jadi daya tarik IHSG. Pandhu memprediksi, support terdekat di 6.580-6.900. Lalu resistance di 6.997 dan jika menguat bisa menembus sekitar 7.030. 

Kinerja Indeks Saham dan Obligasi Makin Terpacu

KT3 24 Feb 2022 Kompas

IHSG BEI diperkirakan menyentuh level 7.400 pada akhir 2022, bertumbuh 12 % dari awal tahun ini pada level 6.600. Kondisi perekonomian yang terus membaik menjadi faktor penopang laju IHSG tahun ini, ujar Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer di acara ”Capital Market: Equity and Fixed Income Outlook 2022”, Rabu (23/2). Joezer menjelaskan, sektor yang diproyeksikan bertumbuh, adalah sektor keuangan dan konsumsi. Kondisi likuiditas yang berlimpah dan permintaan pembiayaan yang meningkat akan mendongkrak kinerja emiten sektor finansial. Pulihnya permintaan masyarakat juga mendorong kinerja emiten di sektor konsumsi.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menjelaskan, ada beberapa perkembangan positif di pasar obligasi setelah pandemi. Pertama, porsi asing dalam kepemilikan obligasi berkurang, dari di atas 40 % sebelum pandemic menjadi di bawah 20 % saat ini, yang membuat dampak pelarian modal berkurang. Investor asing yang masih berinvestasi di obligasi lebih bersifat investor jangka panjang. Indikasinya, porsi bank sentral asing meningkat dari 17 % menjadi 26 %. Kedua, dukungan investor domestik terus meningkat, baik dari institusi maupun dari investor ritel, yang salah satunya dipicu penurunan pajak bunga obligasi. (Yoga)


Blue Chips Dulang Cuan

HR1 22 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Pasar saham kembali mengukir rekor di tengah banjir katalis positif dari dalam negeri dan derasnya aliran modal asing. Pasar saham kembali mengukir rekor di tengah banjir katalis positif dari dalam negeri dan derasnya aliran modal asing. Indeks harga saham gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar kompak menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah kendati masih dibayangi oleh profit taking jangka pendek dan kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air. 

Apabila ditelisik, saham-saham blue chips menjadi motor utama penggerak IHSG. Hal itu tecermin dari performa tiga indeks yang konstituennya didominasi oleh saham keping biru, yakni LQ45 yang naik 5,19%, IDX30 menguat 5,35%, dan Bisnis-27 yang menanjak 5,59% sepanjang tahun berjalan 2022. Penguatan blue chips tak terlepas dari derasnya kucuran dana investor asing di lantai bursa yang membukukan akumulasi beli bersih (net buy) sebesar Rp19,79 triliun. Nilai itu lebih besar dari beli bersih investor nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) tradable yang tercatat sebesar Rp8,77 triliun hingga 17 Februari 2022.


Pasar Menguat Pasca kabar Biden-Putin

KT3 22 Feb 2022 Kompas

Kabar rencana pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden guna membicarakan krisis Rusia-NATO membawa sentimen positif di pasar sekuritas global. Meskipun hasil pertemuan sama sekali tidak bisa diprediksi, pasar saham Asia sudah bergerak naik memangkas kerugian awal yang tajam pada awal-awal perdagangan, Senin (21/2). Indeks Nasdaq berjangka, misalnya, naik tipis 0,2 % setelah terdata turun lebih dari 1 % sebelumnya. (Yoga)

23 Perusahaan Antre Tercatat di BEI

KT1 19 Feb 2022 Investor Daily

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Jakarta (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga saat ini, tercatat 23 perusahaan antre tercatat di BEI. Sedangkan sampai 17 Februari 2022 telah tercatat 7 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 2,10 triliun. "Hingga saat ini, terdapat 23 perusahaan dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 adalah empat perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50-250 miliar). Sedangkan rincian sektornya, Nyoman menyebut tiga Perusahaan dari sektor industrial, satu Perusahaan dari sektor transportation & logistic, dua perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan lima perusahaan dari sektor consumer cyclicals. Kemudian, empat Perusahaan dari sektor technology, satu perusahaan dari sektor healthcare, dan dua perusahaan dari sektor energy, serta empat perusahaan dari sektor propertie &real estate, dan satu perusahaan dari sektor infrastructures. (Yetede)

Mencemati Prospek Saham Anak BUMN

HR1 14 Feb 2022 Kontan

Pasar modal Indonesia masih menjadi destinasi favorit bagi korporasi untuk menghimpun dana segar. Sejumlah perusahaan pelat merah (BUMN) dan afiliasinya juga siap merangsek pasar modal pada tahun ini. Sebelumnya, Kementerian BUMN menyiapkan sedikitnya 15 BUMN dan anak usaha BUMN untuk mencari pendanaan melalui skema initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Salah satu anggota Grup BUMN yang siap go public adalah PT Adhi Commuter Properti. Dari IPO ini, anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tersebut mengincar dana dari investor publik hingga Rp 1,6 triliun. 

Aksi Emiten, Pecah Saham dan Beli Kembali

KT3 12 Feb 2022 Kompas

Emiten pengelola Rumah Sakit Siloam, PT Siloam International Hospitals Tbk, berencana memecah nominal sahamnya agar lebih terjangkau investor ritel. Sementara emiten rumah sakit lain, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, dan emiten sektor pertanian PT Provident Agro Tbk, sebagaimana data Bursa Efek Indonesia, Jumat (11/2/2022), berencana membeli kembali sahamnya. (Yoga)


Pekan Rekor IHSG

HR1 12 Feb 2022 Kontan

Menutup pekan ini (11/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 8,03 poin atau 0,12% ke level 6.815,61. Tapi, jika dihitung selama sepekan terakhir, IHSG menguat 1,25%. Level all time high sebelumnya tercapai pada Senin (7/2) di level 6.804,93. Lalu, pada Kamis (10/2) IHSG menyentuh rekor baru intraday di 6.874,35, meski akhirnya ditutup turun ke 6.823,64. Dana asing yang masuk bursa saham cukup deras. Dalam sepekan, pembelian bersih (net buy) investor asing mencapai Rp 7,62 triliun. Saham-saham bank big caps masih jadi sasaran beli asing. 

Analis Pilarmas Investindo Okie Setya Ardiastama mengatakan, penguatan IHSG pekan ini juga terdorong data pertumbuhan ekonomi dan rilis kinerja keuangan perusahaan yang membaik. Ini memberikan kepercayaan diri pelaku pasar terkait pemulihan ekonomi dalam negeri. Okie juga menilai, IHSG masih memiliki celah penguatan di pekan depan dengan rentang perdagangan 6.730-6.925. "Namun penanganan pandemi dapat menjadi tekanan ke pasar saham," ujarnya, Jumat (11/2). 


Pefindo Kantongi Mandat Obligasi Rp 49 Triliun

KT3 11 Feb 2022 Kompas

Per akhir Januari 2022, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mendapatkan mandat penerbitan surat utang senilai Rp 49,09 triliun. Mandat itu berasal dari 32 perusahaan dari sejumlah sektor usaha. Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih, Kamis (10/2), menyebutkan, perusahaan memanfaatkan tingkat suku bunga yang masih rendah untuk menerbitkan obligasi. (Yoga)


Pilihan Editor