;
Tags

Saham

( 1717 )

”Right Issue” Waskita Terserap 85 persen

KT3 18 Jan 2022 Kompas

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyelesaikan proses penawaran saham terbatas (right issue) sebesar Rp 9,44 triliun, yang hanya 85,81 % dari target Rp 11 triliun. Dari Rp 9,44 triliun tersebut, Waskita menerima dana publik Rp 1,54 triliun dan penyertaan modal negara Rp 7,90 triliun. ”Perseroan akan fokus menjalankan bisnis operasional berbekal kemampuan likuiditas yang lebih baik,” ujar Dirut Waskita Destiawan Soewardjono (17/1). (Yoga)


Konsumer Non-Primer Tertekan Omicron

HR1 18 Jan 2022 Kontan

Saham-saham konsumer non-primer atau consumer cylclical dibayangi sentimen kasus Covid-19 varian omicron yang meningkat. Saham sektor ini terkoreksi 5,89% sejak awal tahun 2022. Indeks consumer cylclical menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam setelah indeks sektor teknologi. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, indeks sektor ini tertekan oleh saham-saham otomotif dan komponennya serta sektor media yang masing-masing turun 12,25% dan 8,91%. Padahal, kedua subsektor ini memiliki bobot yang cukup besar, yakni 17,6% dan 25% terhadap indeks sektor consumer cylclical.


Mengeruk Untung Saham Batu Bara

HR1 13 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah telah mencabut kebijakan larangan ekspor batu bara sejak Senin (10/1). Mulai kemarin, Rabu (12/1), aktivitas ekspor batu bara sudah kembali bisa dilakukan secara bertahap. Pencabutan larangan ekspor batu bara tersebut memberikan katalis ke sejumlah saham perusahaan penambang emas hitam. Sejak awal pekan, pelaku pasar merespons positif kebijakan tersebut sehingga mendorong pertumbuhan ke beberapa saham emiten seperti PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).

Berdasarkan data Bloomberg, sejak pengumuman larangan ekspor dicabut, saham BYAN telah melejit 9,14%. Hingga penutupan pasar kemarin, BYAN diperdagangkan seharga Rp28.650 per lembar. Saham Barito Pacific juga mendapatkan keuntungan dari kebijakan itu. BRPT dalam 3 hari terakhir telah tumbuh 4,14% ke level Rp880 per lembar. Begitu juga dengan Indo Tambangraya. Sahamnya naik 0,6% ke level Rp20.175 per lembar. Saham anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) mencetak pertumbuhan paling tinggi. Sejak Senin hingga penutupan perdagangan kemarin, saham ADMR membumbung hingga 93,4%. Jika diteliti, kami menilai bahwa pelaku pasar menaruh ekspektasi terhadap saham-saham emiten yang memproduksi batu bara kalori tinggi. Dengan tren harga yang sedang tinggi, produsen batu bara kalori tinggi mengeruk keuntungan paling besar dari pasar ekspor.


Varian Omicron Mengancam January Effect

KT3 11 Jan 2022 Kontan

Memasuki bulan pertama 2022, pelaku pasar mencermati tren musiman January Effect, yang membantu kenaikan harga saham seiring optimisme awal tahun, didukung banyaknya pembelian saham yang sudah dijual akhir tahun lalu dan alokasi investasi bonus akhir tahun. Analis Indovesta Utama menyebut, kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron di beberapa negara termasuk Indonesia menambah kekhawatiran sentimen musiman tersebut tidak terjadi tahun ini.

“Walau demikian ekonomi berangsur pulih, otoritas pembuat kebijakan yang prudent dan varian Omicron yang mild, tetap memberi harapan terjadinya January Effect di 2022,” tulis infovesta utama. January Effect berpotensi terjadi pada index acuan seperti LQ45 dan IDX30. Ini menguntungkan investor, karena dapat berinvestasi pada index tersebut dengan membeli reksadana index maupun produk Exchange Traded Fund (ETF). (Yoga)


Konglomerat Cuan Besar dari Kenaikan Harga Saham

HR1 10 Jan 2022 Kontan

Pasar saham menjadi salah satu tambang bagi para konglomerat menambang cuan tahun lalu. Kekayaan konglomerat di saham melesat hingga ratusan persen, bahkan ribuan persen. Kenaikan ini terutama dirasakan oleh konglomerat yang memiliki investasi di perusahaan yang bergerak di bisnis terkait new economy. Tengok saja portofolio taipan Grup Salim, Anthoni Salim. Konglomerat ini menikmati kenaikan aset dari melesatnya harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Sepanjang 2021, saham ini meroket 10.370%. Anthoni merupakan pemegang saham DCII dengan kepemilikan sebesar 11%. Ini membuat portofolio saham Grup Salim secara rata-rata naik 1.288,91% . Kenaikan harga DCII menghapus kerugian yang dialami di saham ICBP, INDF, LSIP dan IMAS.

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat saham-saham teknologi konglomerasi tersebut naik tinggi. Alasannya tak selalu disebabkan fundamental dan prospek yang baik. Budi menilai tren kenaikan saham teknologi tak akan berlangsung lama. Ia memprediksi portofolio tambang dan perkebunan akan jadi sumber cuan tahun ini.


Saham Bank Digital Terus Diburu

KT3 23 Dec 2021 Kompas

Penerbitan saham baru dengan hak memesan efek dahulu (right issue) oleh PT Bank Neo Commerce Tbk sangat diminati, dengan kelebihan permintaan Rp 882,5 miliar, dana yang didapatkan  sebesar Rp 2,5 triliun. Bank-bank berlomba memenuhi ketentuan OJK agar memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun akhir tahun ini, sehingga terjadi banyak akuisisi. Bank-bank kecil diakuisisi pemodal besar dan sebagian diubah jadi bank digital. Dirut Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan (22/12)berkata, seluruh dana hasil right issue V akan digunakan untuk modal kerja. Bank Neo bertransformasi jadi bank digital hingga perlu investasi teknologi informasi, penyaluran kredit, sekaligus kegiatan operasional. (Yoga)


Sri Mulyani: Perempuan Punya Andil Besar di Pasar Saham

KT1 23 Dec 2021 Investor Daily

Menkeu Sri Mulyani menyatakan, perempuan miliki andil besar terhadap investasi pasar modal Indonesia, hingga November 2021 investor perempuan mencapai 38 % keseluruhan investor individual di pasar modal, menguasai Rp. 234.1 triliun atau 25,1 % total aset investor individual. Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dalam penjualan SBN ritel, investor perempuan cukup dominan ujar menkeu dalam Capital Capital Market Women Empowerment Forum (22/12). Pemerintah menciptakan penguatan kapasitas dan kesempatan sama dalam pemberdayaan perempuan melalui PNM, Mekaar yang memberi pinjaman pada 10,8 juta pengusaha UMKM yang didominasi wanita. Menkeu juga mengungkapkan, APBN jadi instrument keuangan negara yang mengenali kesetaraan gender, dituangkan melalui APBN 2021 yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik untuk dana pelayanan dan perlindungan perempuan dan anak. (Dini)


Dua Indeks Saham ”Hijau” Diluncurkan

KT3 21 Dec 2021 Kompas

BEI luncurkan dua indeks berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social, and good governance/ESG) yaitu Indeks ESG Sector Leaders IDX Kehati dan Indeks ESG Quality 45, yang bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia atau Kehati. Menurut Dirut BEI Inarno Djajadi (20/12/2021) Indeks ESG Sector Leaders IDX Kehati merupakan indeks berisi saham dengan kinerja ESG di atas rata-rata pada sektornya dan memiliki likuiditas baik. Sementara indeks ESG Quality 45 IDX Kehati berisi 45 saham terbaik hasil penilaian kinerja ESG, yang diharap jadi acuan manajer investasi menyusun produk berbasis indeks, terutama yang menekankan pada lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati Riki Frindos jelaskan, indeks baru ini menanggapi kebutuhan pasar akan investasi berbasis ESG yang semakin diminati. Investor dan manajer investasi dapat gunakan indeks ini untuk diversifikasi portofolionya. Hingga Oktober 2021, dana kelolaan reksa dana yang mengacu indeks saham bertema ESG tercatat Rp 3,4 triliun, naik 80 kali lipat dibanding total dana kelolaan berbasis ESG  tahun 2016 yang sebesar Rp 42,2 miliar.


Indeks Naik, Reksadana Justru Menyusut

HR1 14 Dec 2021 Kontan

Tren positif pasar saham memberikan efek positif indeks LQ45. Indeks yang berisi saham berkapitalisasi besar paling likuid memimpin pergerakan 1,47%. Kenaikan diikuti indeks IDX30 0,97%, SMInfra18 1,32% dan SRI-KEHATI 1,32%. hanya indeks JII yang minus 9,19%. Infovesta Utama menyebut hal tersebut tidak serta-merta berpengaruh pada kinerja reksadana indeks. Per November 2021, dana kelolaan reksadana indeks berdenominasi rupiah turun dari Rp 9,39 triliun menjadi Rp 9,15 triliun atau turun 2,66% ytd.

Adu Kuat Presepsi Investor di Saham Bukalapak.com

HR1 13 Dec 2021 Kontan

Setelah 12 hari berturut-turut memerah, harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada tiga hari terakhir hingga Jumat (10/12) berbalik arah. Jumat, harga saham BUKA naik 3% dari hari sebelumnya ke level Rp 515 per saham. Meski begitu, harga saham BUKA masih berada jauh di bawah harga IPO, Rp 850 per saham. Padahal, mayoritas broker sejauh ini masih memasang rekomendasi bullish saham BUKA. Secara umum, saham Buka adalah contoh menarik area "pertempuran pengaruh dan persepsi" para analis maupun pelaku pasar saham. 

Pilihan Editor