Konglomerat Cuan Besar dari Kenaikan Harga Saham
Pasar saham menjadi salah satu tambang bagi para konglomerat menambang cuan tahun lalu. Kekayaan konglomerat di saham melesat hingga ratusan persen, bahkan ribuan persen. Kenaikan ini terutama dirasakan oleh konglomerat yang memiliki investasi di perusahaan yang bergerak di bisnis terkait new economy. Tengok saja portofolio taipan Grup Salim, Anthoni Salim. Konglomerat ini menikmati kenaikan aset dari melesatnya harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Sepanjang 2021, saham ini meroket 10.370%. Anthoni merupakan pemegang saham DCII dengan kepemilikan sebesar 11%. Ini membuat portofolio saham Grup Salim secara rata-rata naik 1.288,91% . Kenaikan harga DCII menghapus kerugian yang dialami di saham ICBP, INDF, LSIP dan IMAS.
Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat saham-saham teknologi konglomerasi tersebut naik tinggi. Alasannya tak selalu disebabkan fundamental dan prospek yang baik.
Budi menilai tren kenaikan saham teknologi tak akan berlangsung lama. Ia memprediksi portofolio tambang dan perkebunan akan jadi sumber cuan tahun ini.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023