Pekan Rekor IHSG
Menutup pekan ini (11/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 8,03 poin atau 0,12% ke level 6.815,61. Tapi, jika dihitung selama sepekan terakhir, IHSG menguat 1,25%. Level all time high sebelumnya tercapai pada Senin (7/2) di level 6.804,93. Lalu, pada Kamis (10/2) IHSG menyentuh rekor baru intraday di 6.874,35, meski akhirnya ditutup turun ke 6.823,64. Dana asing yang masuk bursa saham cukup deras. Dalam sepekan, pembelian bersih (net buy) investor asing mencapai Rp 7,62 triliun. Saham-saham bank big caps masih jadi sasaran beli asing.
Analis Pilarmas Investindo Okie Setya Ardiastama mengatakan, penguatan IHSG pekan ini juga terdorong data pertumbuhan ekonomi dan rilis kinerja keuangan perusahaan yang membaik. Ini memberikan kepercayaan diri pelaku pasar terkait pemulihan ekonomi dalam negeri. Okie juga menilai, IHSG masih memiliki celah penguatan di pekan depan dengan rentang perdagangan 6.730-6.925. "Namun penanganan pandemi dapat menjadi tekanan ke pasar saham," ujarnya, Jumat (11/2).
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023