Saham
( 1722 )Hilicon Membidik Dana IPO Rp 884,60 Miliar
PT Hillcon Tbk berencana melakukan penawaran perdana saham alias initial public offering (IPO). Perusahaan jasa pertambangan dan jasa konstruksi tambang ini akan melepas 2,21 miliar saham baru, setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Harga IPO yang ditawarkan berkisar antara Rp 250 hingga Rp 400 per saham. Sehingga, dana segar yang berpotensi diraih Hillcon dari aksi korporasi ini sebanyak-banyaknya Rp 884,60 miliar.
Investor Lokal Mampu Topang Kejatuhan Indeks
Mendominasi 60% transaksi harian, investor lokal mampu menopang kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peran investor domestik dalam mengangkat harga saham yang terjungkal akibat aksi jual pemodal asing sudah terbukti sejak tahun 2020, saat ekonomi didera pandemi Covid-19. Hari-hari ini, ketika BEI mengalami tekanan jual, investor domestik kembali menunjukkan perannya. Jumlah pemodal lokal saat ini sudah di atas 8,5 juta. Sedang peran mereka dalam transaksi harian lebih dari 60%. Nilai transaksi harian yang pada tahun 2019 sekitar Rp 9,1 triliun, pada lima bulan pertama 2022 rata-rata di atas Rp17 triliun. "Besarnya peran investor lokal sudah terbukti tahun 2020 dan saat ini peran itu kembali terlihat ketika saham dibuang asing," kata Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi, Selasa (14/6). (Yetede)
KINO Meminta Restu Penambahan 25 Kegiatan Usaha
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) berencana menambah kegiatan usaha yang belum terdapat di Anggaran Dasar. Total, ada 25 kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan oleh KINO, mulai dari menjalankan usaha industri pengasinan/pemanisan buah-buahan dan sayuran hingga industri alat kesehatan.
"Kami tentunya mengharapkan bahwa kegiatan usaha baru tersebut akan membantu meningkatkan kinerja penjualan dan laba perseroan," jelas manajemen KINO seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Senin (13/6). Pihak KINO juga melihat peluang-peluang usaha dan potensi yang menarik dari kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan tersebut.
Dengan dijalankannya penambahan kegiatan usaha tersebut, KINO memprediksi bisa meningkatkan laba perusahaan antara 0,25% hingga 2,11%.
Untuk memperlancar rencananya, KINO akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan digelar Rabu ini (15/6).
Pyridam Akuisisi Ethica Rp 163 Miliar
Emiten sektor farmasi PT Pyridam Farma Tbk akan mengakuisisi PT Ethica Industri Farmasi dengan membeli 41,93 juta saham seri B dan 7,4 juta saham seri A. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/6) manajemen Pyridam menyatakan, transaksi itu merupakan transaksi material karena nilai transaksinya berdasarkan sale purchase agreement sebesar Rp 163,46 miliar atau 97,82 % ekuitas Pyridam. (Yoga)
Saham BUMN Kompak Merah Terseret Koreksi Bursa Saham
Saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merosot pada perdagangan Senin (13/6). Misalnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) turun 6,36%, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) merosot 5,96%, dan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun 5,77%.
Secara umum, dari 20 emiten anggota IDX BUMN 20, hanya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menguat sebesar 1,49%.
Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora melihat penurunan harga saham BUMN mengikuti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, IHSG ditutup melemah 1,29% ke level 6.995,42.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rasanova menjagokan saham TLKM, WIKA, PTPP, dan SMGR. Katalis positifnya antara lain, kinerja yang stabil, potensi pertumbuhan proyek pasca pemulihan dari dampak pandemi, hingga kebutuhan pembangunan properti dan infrastruktur.
Dia menyarankan buy on weakness karena tren koreksi pasar saham. "Untuk timeframe setidaknya satu tahun ke depan ada potensi naik. Untuk jangka pendek, kemungkinan masih koreksi dulu," katanya.
Pasar Saham Terjerat Bunga, Tersandung Inflasi
Pasar saham tengah dihantui banyak tantangan. Uji massal penduduk China atas paparan Covid-19 pada akhir pekan, ancaman resesi Inggris, serta tingginya inflasi Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen yang akan memperberat gerak bursa saham ke depan. Inflasi tinggi AS yang pada Mei 2022 mencapai 8,6%, tertinggi dalam empat dekade terakhir, semisal, kian memperkuat ekspektasi bank sentral AS The Fed mengerek naik bunga secara agresif. Kondisi ini akan berdampak ke bursa saham dalam negeri.
Sentimen Negatif Kepung Pasar Saham
Indeks harga saham gabungan atau IHSG terkoreksi relatif dalam pada perdagangan kemarin, Senin (13/6). IHSG kembali tersungkur ke level di bawah 7.000. Indeks komposit sempat tersungkur 2,04% pada akhir sesi pertama. Sampai dengan akhir perdagangan kemarin, IHSG terus tertekan sehingga tidak mampu keluar dari zona merah. Pelemahan pasar pada awal pekan ini mengakumulasi koreksi sepanjang bulan berjalan periode Juni 2022. Pergerakan indeks komposit tak cukup bertenaga dengan total penurunan sebesar 2,15%. Beragam sentimen negatif membayangi pergerakan IHSG. Di tengah gejolak ekonomi global, IHSG sejatinya telah mengalami tekanan cukup dalam sejak bulan lalu, seiring dengan kebijakan The Fed dalam menaikkan suku bunga. Ke depan, pasar modal di dalam negeri diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen negatif dari global, terutama dari sikap hawkish The Fed. Beragam sentimen negatif yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir sangat memengaruhi pergerakan pasar. Oleh karena itu, tidak mengherankan rasanya apabila investor cenderung memilih untuk mengambil sikap wait and see.
Keuntungan Berpihak kepada Investor Sabar
Harapan para investor atau trader yang membeli aset investasi, seperti saham, tanah, atau emas, tentu adalah keuntungan. Namun, keuntungan yang didapatkan tentu tidak instan, langsung untung tidak lama setelah membeli aset tersebut. Kenaikan harga tanah, misalnya, tentu tidak terjadi hanya dalam rentang sehari setelah rumah itu dibeli, kecuali dalam kondisi khusus. Demikian pula dengan kenaikan harga saham. Tidak semua harga saham naik serta-merta ketika saham dibeli. Memang, ada saham-saham yang naik tinggi ketika jam perdagangan sedang berlangsung. Namun, sebagian besar, kenaikan harga saham membutuhkan waktu, bisa dalam hitungan harian, mingguan, bahkan bulanan.
Kesabaran merupakan salah satu hal yang diperlukan ketika berinvestasi atau trading saham. Salah satu investor Indonesia, Lo Kheng Hong, pernah mengatakan, di bursa saham, uang dapat berpindah dari kantong orang yang tidak sabar ke orang yang sabar. Berjual beli saham bukanlah cara instan untuk melipatgandakan aset dalam sekejap. Ada proses, termasuk proses dalam menantikan kenaikan harga saham. Orang yang tidak sabar cenderung cepat melepas sahamnya ketika rugi. Padahal, jika dicermati, terdapat potensi tren kenaikan harga. Berapa lama menunggu kenaikan harga saham sangat tergantung dari strategi dan rencana trading setiap orang. Seorang investor jangka panjang yang memilih saham sebagian besar berdasarkan analisis fundamental akan sabar menantikan kenaikan harga saham, bahkan dalam hitungan tahun. Selain dari kenaikan harga, investor jangka panjang juga memerhatikan pembagian dividen.
Sementara investor dengan strategi swing, akan bersabar menanti kenaikan harga saham dalam jangka waktu beberapa pekan. Saham yang dibeli ketika mulai masuk ke tren naik akan ditunggu hingga tren tersebut patah dan berbalik menjadi tren turun. Beda lagi dengan trader yang bertransaksi dengan cepat dalam hitungan hari. Bisa jadi trader itu membeli saham pada sore hari dengan perkiraan saham akan naik keesokan harinya. Atau, menantikan kenaikan harga saham dalam beberapa hari. Kesabaran menantikan kenaikan harga saham perlu dibarengi dengan pengelolaan uang investasi yang baik, menggunakan uang nganggur merupakan hal yang utama. Membeli beberapa saham untuk melakukan diversifikasi juga salah satu cara untuk mengatur keuangan. Sebaiknya pula, tidak semua uang porsi investasi dibelikan saham. Selain itu, sisakan sekitar 20 % dana tunai untuk berjaga-jaga. (Yoga)
Telkom Buka Opsi IPO Anak Usaha
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuka opsi penawaran umum perdana (initial puclic offering/IPO) saham bagi anak usahanya, PT Sigma Tata Sedaya yang bakal berganti nama menjadi PT Telkom Data Center (TDC). Selain IPO, Telkom membuka opsi penempatan terbatas (private placement) kepada mitra strategis. Sementara itu, kalangan analis dan sejumlah sekuritas menyatakan, saham TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah terdiskon hingga Rp905 (23%). Saham TLKM direkomendasikan beli (buy), dengan target harga Rp5.000. Pada perdagangan Kamis (9/6), saham TLKM ditutup melemah 50 poin (1,25%) ke level Rp4.050 dengan market cap Rp401,2 triliun. Dalam sepekan, saham TLKM turun 6%, dalam sebulan anjlok 12,3%, selama tahun berjalan (year to date/ytd) menguat 0,2%, dan dalam setahun naik 15,7%. Saham TLKM baru saja tergusur dari peringkat ke-3 market cap emiten di BEI. Posisi saham Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang market cap-nya tembus Rp454,7 triliun. (Yetede)
43 Perusahaan Berminat Masuk Bursa
Sebanyak 43 perusahaan menyatakan minat untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga Senin (6/6), semua perusahaan itu sedang menjalankan proses pencatatan saham di BEI. Dana publik yang dapat dihimpun dalam pencatatan saham tersebut mencapai sekitar Rp 14,1 triliun. Selain perusahaan yang mau masuk bursa, sampai 3 Juni 2022, ada 33 emiten yang akan melakukan right issue. (Yoga)









