;
Tags

Saham

( 1717 )

Sentimen Negatif Kepung Pasar Saham

HR1 14 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Indeks harga saham gabungan atau IHSG terkoreksi relatif dalam pada perdagangan kemarin, Senin (13/6). IHSG kembali tersungkur ke level di bawah 7.000. Indeks komposit sempat tersungkur 2,04% pada akhir sesi pertama. Sampai dengan akhir perdagangan kemarin, IHSG terus tertekan sehingga tidak mampu keluar dari zona merah. Pelemahan pasar pada awal pekan ini mengakumulasi koreksi sepanjang bulan berjalan periode Juni 2022. Pergerakan indeks komposit tak cukup bertenaga dengan total penurunan sebesar 2,15%. Beragam sentimen negatif membayangi pergerakan IHSG. Di tengah gejolak ekonomi global, IHSG sejatinya telah mengalami tekanan cukup dalam sejak bulan lalu, seiring dengan kebijakan The Fed dalam menaikkan suku bunga. Ke depan, pasar modal di dalam negeri diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen negatif dari global, terutama dari sikap hawkish The Fed. Beragam sentimen negatif yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir sangat memengaruhi pergerakan pasar. Oleh karena itu, tidak mengherankan rasanya apabila investor cenderung memilih untuk mengambil sikap wait and see.


Keuntungan Berpihak kepada Investor Sabar

KT3 13 Jun 2022 Kompas

Harapan para investor atau trader yang membeli aset investasi, seperti saham, tanah, atau emas, tentu adalah keuntungan. Namun, keuntungan yang didapatkan tentu tidak instan, langsung untung tidak lama setelah membeli aset tersebut. Kenaikan harga tanah, misalnya, tentu tidak terjadi hanya dalam rentang sehari setelah rumah itu dibeli, kecuali  dalam kondisi khusus. Demikian pula dengan kenaikan harga saham. Tidak semua harga saham naik serta-merta ketika saham dibeli. Memang, ada saham-saham yang naik tinggi ketika jam perdagangan sedang berlangsung. Namun, sebagian besar, kenaikan harga saham membutuhkan waktu, bisa dalam hitungan harian, mingguan, bahkan bulanan.

Kesabaran merupakan salah satu hal yang diperlukan ketika berinvestasi atau trading saham. Salah satu investor Indonesia, Lo Kheng Hong, pernah mengatakan, di bursa saham, uang dapat berpindah dari kantong orang yang tidak sabar ke orang yang sabar. Berjual beli saham bukanlah cara instan untuk melipatgandakan aset dalam sekejap. Ada  proses, termasuk proses dalam menantikan kenaikan harga saham. Orang yang tidak sabar cenderung cepat melepas sahamnya ketika rugi. Padahal, jika dicermati, terdapat potensi tren kenaikan harga. Berapa lama menunggu kenaikan harga saham sangat tergantung dari strategi dan rencana trading setiap orang. Seorang investor jangka panjang yang memilih saham sebagian besar berdasarkan analisis fundamental akan sabar menantikan kenaikan harga saham, bahkan dalam hitungan tahun. Selain dari kenaikan harga, investor jangka panjang juga memerhatikan pembagian dividen.

Sementara investor dengan strategi swing, akan bersabar menanti kenaikan harga saham dalam jangka waktu beberapa pekan. Saham yang dibeli ketika mulai masuk ke tren naik akan ditunggu hingga tren tersebut patah dan berbalik menjadi tren turun. Beda lagi dengan trader yang bertransaksi dengan cepat dalam hitungan hari. Bisa jadi trader itu membeli saham pada sore hari dengan perkiraan saham akan naik keesokan harinya. Atau, menantikan kenaikan harga saham dalam beberapa hari. Kesabaran menantikan kenaikan harga saham perlu dibarengi dengan pengelolaan uang investasi yang baik, menggunakan uang nganggur merupakan hal yang utama. Membeli beberapa saham untuk melakukan diversifikasi juga salah satu cara untuk mengatur keuangan. Sebaiknya pula, tidak semua uang porsi investasi dibelikan saham. Selain itu, sisakan sekitar 20 % dana tunai untuk berjaga-jaga. (Yoga)


Telkom Buka Opsi IPO Anak Usaha

KT1 10 Jun 2022 Investor Daily (H)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuka opsi penawaran umum perdana (initial puclic offering/IPO) saham bagi anak usahanya, PT Sigma Tata Sedaya yang bakal berganti nama menjadi PT Telkom Data Center (TDC). Selain IPO, Telkom membuka opsi penempatan terbatas (private placement) kepada mitra strategis. Sementara itu, kalangan analis dan sejumlah sekuritas menyatakan, saham TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah terdiskon hingga Rp905 (23%). Saham TLKM direkomendasikan beli (buy), dengan target harga Rp5.000. Pada perdagangan Kamis (9/6), saham TLKM ditutup melemah 50 poin (1,25%) ke level Rp4.050 dengan market cap Rp401,2 triliun. Dalam sepekan, saham TLKM turun 6%, dalam sebulan anjlok 12,3%, selama tahun berjalan (year to date/ytd) menguat 0,2%, dan dalam setahun naik 15,7%. Saham TLKM baru saja tergusur dari peringkat ke-3 market cap emiten di BEI. Posisi saham Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang market cap-nya tembus Rp454,7 triliun. (Yetede)

43 Perusahaan Berminat Masuk Bursa

KT3 08 Jun 2022 Kompas

Sebanyak 43 perusahaan menyatakan minat untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga Senin (6/6), semua perusahaan itu sedang menjalankan proses pencatatan saham di BEI. Dana publik yang dapat dihimpun dalam pencatatan saham tersebut mencapai sekitar Rp 14,1 triliun. Selain perusahaan yang mau masuk bursa, sampai 3 Juni 2022, ada 33 emiten yang akan melakukan right issue. (Yoga)

Enam Emiten BUMN Siap Rights Issue

KT1 08 Jun 2022 Investor Daily (H)

Sebanyak enam emiten BUMN berencana melakukan aksi korporasi menerbitkan saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue pada semester kedua 2022. Keenam BUMN itu adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Waskita Kerja Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Pt Garuda Indonesia Tbk (GIA), PT Krakatau Steel Tbk (KRASI), dan PT Tabungan Negara Tbk (BBTN).  Selain rencana Right Issue tersebut, Kementerian BUMN Mengusulkan penyertaan modal  negara (PMN) kepada 10 BUMN sebesar Rp73,26 triliun untuk RAPBN Tahun Anggaran 2023. PMN tersebut terdiri atas PMN tunai sebesar Rp 69,82 triliun dan PMN non tunai Rp3,44 triliun. PT Hutama Karya (Perser) akan menerima PMN palang besar, yakni Rp30,56 triliun. "Jadi PT Semen Baruraja Tbk  memang suatu perusahaan masih di luar Holdings. Semen Indonesia, dan kami sepakat  untuk di-inject ke Semen Indonesia dan sedang berjalan proses, Proses melalui proses Right Issue seperti kita menyuntikkan PMN dan penggadaian ke BBRI," kata Kartika dalam rapat kerja  dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (7/6). (Yetede)

Pelemahan IHSG Temporer

KT1 07 Jun 2022 Investor Daily (H)

Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 86,38 poin atau 1,2% ke posisi 7.096,58 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/6, dinilai bersifat temporer. Meski, terkoreksi  cukup signifikan yang dipimpin oleh saham-saham sekitar teknologi dan finansial, IHSG masih akan kuat bertahan di atas level 7.000. Para pemodal asing masih melakukan pembelian dan akumulasi net buying asing selama Januari hingga 6 Juni 2022 mencapai Rp66,1 triliun. "Selama fundamental makroekonomi masih solid, hal ini akan membuat kinerja indeks lebih sustainable dalam menghadapi market," ujar Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Indonesia  Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Senin (6/6). Sepanjang hari perdagangan kemarin, Senin (6/6), IHSG bergerak dalam rentang 7.056,1-7.194,5 dengan nilai transaksi Rp 14,59 triliun. Penurun indeks juga dialami kelompok 45 saham unggulan atau indeks 1.Q45 yang turun 7,16 poin atau 0,69% ke posisi 1.043,54. (Yetede)

Mitra Pinasthika Jual 50% Saham ke Carro

KT1 07 Jun 2022 Investor Daily (H)

Emiten Group Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) kepada unicorn jual-beli mobil bekas asal Singapura, Trusty Cars Pte Ltd (Carro) senilai Rp783,8 miliar. Masuknya Carro sebagai  pemegang saham MpMRent, diharapkan dapat memperkuat bisnis otomotif MPMX ke depannya. Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarati mengatakan, pihaknya telah melaksanakan penandatanganan perjanjian jual beli pada 31 Mei 2022 dengan Carro, dimana Carro menginvestasikan US$ 53,8 juta atau setara  Rp783,8 miliar untuk menjadi pemegang  saham MPMRent, dengan kepemilikan 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. "Investasi ini menandai  dimulai kemitraan antara MPMX sebagai group otomotif, transportasi dan mobilitas terkemuka di Indonesia dengan marketplace  otomotif terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia tenggara-Carro, untuk penyediaan ekosistem end-to-end bagi konsumen di Indonesia, termasuk online marketplace, pembiayaan, sewa kendaraan, pelayanan purna jual," ujar dalam keterbukaan informasi, Senin (6/6). (Yetede)

EXCL Tuntaskan Akuisisi Hipernet Indodata

HR1 04 Jun 2022 Kontan

PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan pembelian 2.805 saham atau setara dengan 51% saham PT Hipernet Indodata (HI). Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman menyebutkan proses pengambilalihan saham Hipernet Indodata telah selesai dengan nilai transaksi mencapai Rp 335,32 miliar. Adapun per 2 Juni 2022, XL Axiata mengempit 51% saham Hipernet Indodata. Kemudian, kepemilikan saham PT Mitra Indo Asia sebesar 34,31%, dan PT Magna Karya Archipelago 14,69%. Ranty bilang akuisisi saham ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan produk yang ditawarkan oleh EXCL kepada pelanggan perusahaan

Go Private, Tunas Ridean Siapkan Dana 1,3 Triliun

KT1 04 Jun 2022 Investor Daily

PT Tunas Redean Tbk (TURI), perusahaan yang bergerak di sektor penjualan dan purnajual merek otomotif, menyiapkan dana sebesar Rp1,3 triliun untuk merealisasikan rencana go private atau menjadi perusahaan tertutup. Saat ini, jumlah saham perseroan yang beredar di publik relatif kecil, sekitar 7,52% atau setara 419 juta saham dari modal ditempatkan dengan jumlah  pemegang saham publik sebanyak 356 shareholder. Rencananya TURI melangsungkan buyback  saham publik pada  periode 12 Juli 2022 hingga 16 Agustus 2022. "Dari jumlah tersebut, yang akan digunakan membiayai pembelian kembali 1.700 atau 23,77% lebih tinggi dibanding harga saham adalah sebanyak-banyaknya Rp713 miliar," papar manajemen TURI. Untuk itu, kepada pemegang saham  publik, manajemen perseroan akan melakukan pembelian saham dengan harga penawaran sebesar Rp1.700 atau 23,77% lebih tinggi dibanding harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia, yakni Rp1.374 per saham. Juga, 31,27% lebih tinggi dari hasil penilaian  harga atas saham  berdasarkan penilaian penilai independen sebesar Rp 1.295 per saham. Termasuk 6.700.00% lebih tinggi dari nilai saham  yaitu Rp25 per saham. (Yetede)

Mitratel Beli Balik Saham Rp 1 Triliun

KT3 03 Jun 2022 Kompas

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, merencanakan pembelian kembali sahamnya atau buy back. Dana yang dipersiapkan Mitratel untuk membeli kembali saham tersebut mencapai Rp 1 triliun. Vice President Investor Relation PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Christy Kusumaatmaja, Kamis (2/6) menjelaskan, alasan Mitratel membeli balik saham tersebut, antara lain, untuk menstabilkan harga saham. (Yoga)

Pilihan Editor