Saham
( 1737 )Waspadai Sentimen Geopolitik
Suhu geopolitik belakangan kian memanas. Kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan telah memantik reaksi negatif dari China. Merespons lawatan Pelosi itu, Kementerian Pertahanan China melayangkan peringatan keras untuk meluncurkan operasi militer gabungan di dekat Taiwan. Aksi ini menjadi sinyal serius kepada Taiwan yang terus meningkatkan gelagat separatisme, juga kepada Amerika Serikat yang secara terang-terangan menunjukkan dukungan disintegrasi. Kita tentu prihatin dengan situasi ini, terlebih konflik Rusia dan Ukraina juga tak kunjung mereda. Rivalitas yang sarat dengan kepentingan negara-negara kuat di dunia ini perlu dikelola dengan baik. Jika tidak, pengaruhnya akan berdampak buruk terhadap ekonomi global. Seperti kita ketahui, invasi Rusia ke Ukraina saja telah mendorong ekonomi dunia ke tepi jurang. Inflasi di Amerika Serikat, salah satunya, yang naik secara progresif dan menjadi yang tertinggi sejak 1981 telah memicu sikap hawkish The Fed. Bank sentral Amerika Serikat itu telah dua kali mengatrol suku bunga sebanyak 75 basis poin dan memberikan sinyal kenaikan lagi pada pertemuan September mendatang. Kita tentu tidak bisa menutup mata bahwa situasi geopolitik yang memanas di Asia Timur itu bakal merambat negatif ke pasar modal di dalam negeri. Padahal, kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG sedang berada dalam tren positif.
Kinerja Grup Astra Naik Dua Kali Lipat
Hampir semua lini bisnis PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja kinclong di semester I-2022. Bahkan, investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut mendongkrak laba.
"Pada semester pertama tahun 2022, Grup Astra mencatatkan kinerja yang baik pada hampir semua divisi bisnis, didukung membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga komoditas secara signifikan," tulis Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur ASII, dalam rilisnya, Kamis (28/7).
Kinerja Menawan, Saham Bank Besar Menjadi Pilihan
Kelompok bank besar kompak mencatatkan kinerja berkilau di separuh pertama tahun 2022.
Dus, saham emiten bank besar semakin menarik dikoleksi. Secara umum, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyatakan, emiten bank besar cukup menarik. Ia memilih BBRI, BBCA, dan BMRI.
Masuk Bursa, Habco Beli Armada Kapal
Perusahaan logistik dan pengangkutan PT Habco Trans Maritima Tbk mendapatkan dana segar Rp 179 miliar dari penawaran perdana saham kepada publik. Semua dana itu akan digunakan untuk membeli armada kapal bulk carrier baru. ”Kami cukup senang dengan hasil penawaran umum yang telah dicapai,” kata Dirut Habco Trans Maritima Andrew Kam seusai pencatatan saham Habco Trans Maritima di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/7). (Yoga)
Laba Bersih UNVR Tumbuh 12,61%
Di tengah tekanan kenaikan harga bahan baku, kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih tumbuh positif. Emiten barang konsumsi ini mencetak penjualan bersih sebesar Rp 21,46 triliun sepanjang paruh pertama 2022. Angka ini tumbuh 6,38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berkat penjualan yang masih naik, UNVR mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 12,61% secara tahunan menjadi Rp 3,42 triliun. Tapi, tak dipungkiri kalau kenaikan harga bahan baku juga mengancam margin laba UNVR.
SUNTIKAN TENAGA INDEKS TERLIKUID
Kocok ulang konstituen LQ45 dan IDX30 yang dilakukan Bursa Efek Indonesia digadang-gadang mampu menyuntikkan tenaga ekstra saat performa indeks acuan lesu. Apalagi, saat ini pasar modal dibayangi risiko arus keluar modal asing akibat gejolak global. Teranyar, saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjadi penghuni baru indeks LQ45 untuk periode Agustus 2022—Januari 2023. Mereka menggantikan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) yang dikeluarkan dari indeks berkapitalisasi pasar lebih dari Rp5.200 triliun itu. Pada saat yang sama, indeks IDX30 kedatangan saham ARTO, PT Harum Energy Tbk. (HRUM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG). Adapun, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) terpental dari IDX30. Rebalancing indeks yang mengukur kinerja harga saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik itu, bertepatan dengan performa LQ45 dan IDX30 yang sedang underperform terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG).
KLBF Akan Akuisis 80% Saham Aventis
Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), akan mengakuisisi 80% saham PT Aventis Pharma atau Sanofi Indonesia. Aksi korporasi ini ditargetkan tuntas pada Oktober 2022.
KLBF bakal mencaplok saham Sanofi Indonesia yang Indonesia yang dimiliki Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH. Ketiganya telah telah menandatangani perjanjian pembelian saham pada 22 Juli 2022 lalu. Dengan akuisisi ini, KLBF akan mengambil 80% kepemilikan atas Sanofi Indonesia berserta hak distribusi, lisensi dan pemasaran atas produk-produk obat resep dan vaksin di seluruh Indonesia.
Cuan Besar dari Saham Yang Melejit Setinggi Langit
Sepanjang tahun ini, sejumlah saham mencetak kenaikan harga hingga ratusan persen. Sebagian besar saham-saham top gainers tersebut berasal dari sektor transportasi dan komoditas energi (lihat tabel).
"Sektor-sektor ini tengah booming bisnisnya. Jadi, berpengaruh ke pergerakan sahamnya," ujar Cheril Tanuwijaya, Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas kepada KONTAN, Minggu (24/7). Beberapa saham multibagger tersebut memiliki prospek fundamental positif. Sebut saja misalnya, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang melejit 372,71% sejak awal tahun ini.
Edwin Soeryadjaya dan Winato Tender Offer Tower Bersama Rp 7,9 Triliun
Bersama Digital Infrastucture Asia Pte Ltd (BDIA) berencana melakukan penawaran tender sukarela sebanyak 2,4 miliar saham PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG) atau mewakili 10,97% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Edwin Soeryadjaya dan Winanto Kartono, selaku pengendali akhir TBIG melalui kepemilikan di BDIA, mematok harga penawaran ini sebesar Rp 3.200 per saham. Dengan demikian, total nilai penawaran tender sukarela ini sebanyak Rp 7,9 triliun. "BDIA pun berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan kegiatan usaha TBIG di masa mendatang serta meyakini BDIA dapat membantu perusahaan sasaran untuk mencapai pertumbuhan yang diharapkan dengan berbagai kesepakatan jaringan dan pengalaman dari BDIA," jelas manajemen manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis. Saat ini BDIA memiliki sebanyak 62,38% dari total saham TBIG, Sedangkan Edwin Soeryadjaya dan Winanto Kartono menggenggam sebanyak 67,04% saham BDIA. Tidak ada perubahan ultimate beneficial owner dari perusahaan sasaran setelah penawaran tender sukarela. (Yetede)
Grup Salim Kucurkan Dividen
Emiten perkebunan Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menetapkan dividen tunai sebesar Rp 13 per saham atau 20 % laba bersih tahun buku 2021 yang tercatat sebesar Rp. 984,41 miliar. Keputusan itu disepakati rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (21/7). Total dividen yang dibagikan SIMP sekitar Rp 196,88 miliar. Pembagian dividen tunai sebesar Rp 13 per saham akan dibayarkan tanggal 23 Agustus 2022,’ tulis Dirut SIMP Mark Wakeford dalam keterangan resmi, Kamis (21/7). (Yoga)









