;

UJI TANGGUH LQ45

Ekonomi Hairul Rizal 04 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)
UJI TANGGUH LQ45

Pergerakan indeks acuan saham paling likuid, LQ45, sedang seret. Gejolak eksternal yang merembet ke pasar modal Indonesia menjadi katalis negatif. Kondisi itu menjadi alarm bagi investor yang mengoleksi saham-saham LQ45. Apalagi, capital outflow dikhawatirkan berlanjut pada paruh kedua tahun ini. Adapun, strategi buy on weakness dapat dilakukan investor untuk merespons kondisi tersebut. Volatilitas pasar yang tinggi tercermin dari kontraksi indeks harga saham gabungan (IHGS) dan LQ45 pada Juni 2022. IHSG melorot 3,51% month-to-month (MtM) ke level 6.897,67 pada Kamis (30/6) dan melanjutkan penurunan 1,7% ke level 6.794,32 pada perdagangan akhir pekan lalu. Koreksi yang lebih dalam dialami oleh indeks LQ45. Pada bulan lalu, LQ45 turun 6,13% secara bulanan dan melorot 1,78% pada Jumat (1/7). Kendati demikian, LQ45 masih mengemas return positif 4,61% year-to-date (YtD). Jika dicermati, indeks LQ45 tergelincir sejalan dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing tiga pekan berturut-turut di Bursa Efek Indonesia.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan indeks LQ45 berisiko tertekan pada semester II/2022 akibat sentimen negatif di pasar global. Salah satu sentimen tersebut ialah The Federal Reserve yang secara agresif menaikkan suku bunga. Menurutnya, sentimen negatif juga datang dari ancaman resesi di Amerika Serikat dan Eropa. Sentimen lain yang akan memengaruhi saham-saham LQ45 berasal dari konflik antara Rusia dan Ukraina yang masih panas.

Download Aplikasi Labirin :