Saham
( 1722 )Coal Bidik Penjualan Naik Tiga Kali Lipat
PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (7/9). Emiten tambang batubara ini sukses mengantongi dana IPO Rp 125 miliar.
Usai mendapatkan dana IPO, COAL bersiap memacu bisnisnya. COAL menargetkan volume produksi dan penjualan bisa mencapai 800.000 ton sampai dengan 900.000 ton batubara tahun ini.
Donny Janson Manua, Direktur Utama COAL, mengatakan, target ini lebih tinggi sekitar tiga kali lipat dari realisasi produksi batubara tahun lalu, sekitar 260.000 ton. Pertumbuhan produksi tahun ini akan didorong oleh kesiapan sejumlah unit alat tambang.
Dari sisi kinerja, COAL menargetkan laba bersih tumbuh tiga kali lipat tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu COAL mengantongi laba bersih Rp 27 miliar.
Harga Produk Terjaga, Kinerja Alfamart Berjaya
Kinerja emiten ritel masih solid meski dihantui kenaikan harga barang. Lihat saja kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pada semester I-2022, emiten pemilik merek gerai ritel Alfamart ini berhasil meraup pendapatan bersih Rp 47,89 triliun, naik 13,92% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.
Rani Wijaya, Corporate Communication General Manager Sumber Alfaria Trijaya, menuturkan, moncernya kinerja perseroan ini pada semester I-2022 didorong masih terjangkaunya harga produk-produk primer yang dibutuhkan konsumen. Rani mengklaim, ini lantaran AMRT menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga harga produk.
Misalnya, Alfamart berkoordinasi dengan pemasok untuk menjaga ketersediaan produk. Selain itu, menggelar promo rutin agar kenaikan harga bisa dijaga. "Kami terus berupaya mencari pasokan dan pilihan produk dengan harga terjangkau. Jadi, kami bisa terus menyalurkan berbagai bahan makanan pokok," ungkap Rani kepada Kontan, Jumat (2/9).
Rani tak menampik, kinerja AMRT ke depan akan menghadapi banyak tantangan. Salah satunya dari fluktuasi harga produk yang berpengaruh kepada end user. Kondisi ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif terhadap bisnis ritel di Tanah Air.
Pelemahan Rupiah Kikis Laba Pebisnis
Rupiah yang lemah dan kenaikan harga komoditas, rupanya tak bersahabat bagi sejumlah korporasi di dalam negeri. Pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga komoditas mengikis kinerja sejumlah emiten di dalam negeri.
Lihat saja catatan kinerja sejumlah emiten saham sepanjang semester I-2022. Emiten saham yang bergantung pada bahan baku impor dan memiliki utang denominasi dollar AS terkena dampak rugi kurs paling signifikan.
Emiten saham produsen mi instan merek Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), misalnya, mencatatkan kerugian kurs hingga senilai Rp 1,32 triliun di enam bulan pertama tahun ini. Rugi selisih kurs ini berasal dari obligasi dollar AS yang mencapai 95% dari total utang.
Dus, manakala rupiah melemah, sementara harga gandum di pasar dunia melesat, kerugian selisih kurs yang dicatatkan emiten Grup Salim tersebut meningkat. Laba bersihnya pun turut tergerus.
Diversifikasi, GOTO Caplok Maksima Koin
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan anak usahanya PT Dompet Karya Anak Bangsa alias Gopay mengakuisisi perusahaan pedagang aset kripto, yaitu PT Kripto Maksima Koin. Nilai akuisisi ini mencapai Rp 124,84 miliar.
Sekretaris Perusahaan GOTO Koesoemohadiani mengatakan, Dompet Karya Anak Bangsa mengakuisisi 99,98% saham Kripto Maksimal. Sedangkan Grup GoTo hanya mengantongi 0,02%.
Dia menjelaskan, transaksi ini telah dilakukan pada 25 Agustus 2022 lalu. "Jumlah saham yang mewakili seluruh saham Kripto Maksima mencapai 50.000 saham dengan nilai akuisisi sebesar Rp 124,84 miliar," papar wanita yang akrab disapa Diani itu lewat keterbukaan informasi, Senin (29/8).
Incar Kenaikan Pendapatan, UVCR Siapkan Ekspansi ke Luar Negeri
Pesatnya tren digitalisasi pada masa pandemi Covid-19 membawa berkah bagi PT Trimegah Karya Pratama Tbk atau Ultra Voucher. Emiten agregator voucer digital yang memakai kode saham UVCR ini terus mengalap pertumbuhan bisnis.
Menilik laporan keuangan enam bulan pertama tahun ini, UVCR sukses membukukan penjualan bersih Rp 657,76 miliar. Capaian ini naik hingga 71,67% secara tahunan dari Rp 383,14 miliar.
Lalu, laba bersih tahun berjalan yang dikantongi UVCR di semester I-2022 mencapai Rp 3,08 miliar. Laba ini terbang tinggi 192,17% secara tahunan dari Rp 1,05 miliar pada akhir Juni 2021.
Bercermin dari pencapaian tersebut, manajemen UVCR optimistis bisa kembali menggenjot kinerja di tahun ini. "Di 2022, kami menargetkan pendapatan tembus Rp 1,3 triliun, naik hampir Rp 400 miliar dari tahun 2021," kata Riky Boy Permata, Chief Commercial Officer Trimegah Karya Pratama, Selasa (23/8).
Untuk mewujudkan target tahun ini, Ultra Voucher akan melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. UVCR terutama menyasar pasar regional di kawasan Asean. Cuma, Riky masih enggan membocorkan rencana ekspansi. Yang terang, di pasar dalam negeri, UVCR bakal mengincar kawasan yang masih minim pengguna voucer digital.
Percepat Ekspansi Bisnis, Emiten Perbesar CAPEX
Di tengah tren pemulihan ekonomi, emiten pasar modal semakin ekspansif. Untuk mendorong langkah ekspansi tersebut, pada tahun ini, beberapa emiten mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) lebih tebal dibandingkan tahun sebelumnya.
Contohnya PT Astra International Tbk. Emiten dengan kode saham ASII ini menyiapkan dana capex sekitar Rp 18 triliun-Rp 20 triliun pada 2022. Pada 2019, capex ASII Rp 21 triliun. Tapi, selama pandemi pada 2020, capex ASII hanya Rp 8 triliun. Belanja modal ASII mulai naik menjadi Rp 9,2 triliun pada tahun 2021.
Head of Investor Relations ASII Tira Ardianti menuturkan, grup Astra telah membelanjakan sekitar Rp 7,6 triliun capex pada semester I-2022. "Belanja modal kami gunakan untuk pengadaan alat berat PT Pamapersada Nusantara (Pama), renovasi, pengembangan diler otomotif, dan investasi digital," ujar Tira beberapa waktu lalu.
Di luar grup Astra, emiten grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga mulai menggejot pengembangan lini bisnis. Pada tahun ini, EMTK mengalokasikan capex 60% lebih besar dari 2021 atau Rp 720 miliar.
Sutanto Hartono, Wakil Direktur Utama Elang Mahkota Teknologi, mengatakan, EMTK telah menggunakan sekitar 50% belanja modal pada semester pertama tahun ini. "Sebagian besar belanja modal tahun ini akan dialokasikan untuk bisnis media dan healthcare," kata dia beberapa waktu lalu.
CGS-CIMB Sekuritas Rilis Platform Syariah
Sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, bisnis berbasis syariah masih menarik minat kalangan pebisnis. Tak terkecuali bagi para perusahaan sekuritas di Tanah Air.
Terbaru, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia melirik potensi pesatnya pertumbuhan investor syariah dengan meluncurkan platform online trading bernama iTrade Syariah, Selasa (23/8).
Sebelum rilis di Indonesia, layanan trading saham syariah CGS-CIMB Grup telah hadir lebih dulu di Malaysia dan Singapura. Di Indonesia, CGS-CIMB iTrade Syariah sudah dapat sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Presiden Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Lim Kim Siah optimistis, lewat platform iTrade, jumlah investor saham syariah di negeri ini bisa terus tumbuh. "Kami optimis bisa meningkatkan jumlah investor syariah di masa mendatang," kata Lim.
Jaga Margin Laba, KLBF Berencana Naikkan ASP 2%-3%
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih akan kembali meningkatkan harga jual rata-rata atau
average selling price
(ASP) pada semester kedua tahun ini. Langkah ini dilakukan demi menjaga margin laba bersih perusahaan.
Direktur Utama KLBF Vidjongtius mengatakan, kenaikan harga tersebut akan dilakukan secara selektif. "Diperkirakan kenaikan ASP sebesar 2%-3%," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (19/8).
Sebagai informasi, pada semester I-2022, KLBF telah meningkatkan harga jual sekitar 3%-5% pada produk-produk tertentu. KLBF berharap tetap dapat mengejar pertumbuhan pendapatan 11%-15% hingga akhir tahun ini.
Kelola Investasi Ilegal, Petinggi Jouska Dibui 6,5 Tahun
Masih ingat kasus perencana keuangan Jouska Finansial Indonesia yang terjadi di awal pandemi dua tahun silam? Kasus ini telah memasuki babak baru.
Kemarin, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 6,5 tahun kepada CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno. Selain itu, hakim juga menjatuhkan denda Rp 2 miliar subsider 2 bulan penjara.
Beli Saham Arkora, United Tractors Masuk ke Bisnis Energi
PT United Tractors Tbk (UT) melalui perusahaan terkendali miliknya, yaitu PT Energia Prima Nusantara, membeli 632,8 juta saham PT Arkora Hydro Tbk dari ACEI Singapore Holding Private Ltd. Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K Loebis kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (19/8),menyatakan, investasi pada Arkora sejalan dengan strategi usaha UT. Bisnis energi baru terbarukan merupakan salah satu strategi menuju bisnis berkelanjutan. (Yoga)









