;
Tags

Saham

( 1722 )

OJK Targetkan Investor Mencapai 10 Juta

HR1 05 Oct 2022 Kontan

Di tengah ancaman inflasi tinggi, pondasi ekonomi makro Indonesia masih terbilang kuat meski dibayangi ngeri-ngeri sedap. Meski begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis minat berinvestasi di pasar modal masih menggeliat. Untuk itu, OJK menargetkan hingga akhir tahun ini investor pasar modal di Tanah Air bisa tembus 10 juta single investor identification (SID). Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, menuturkan, hingga 28 September, jumlah investor pasar modal mencapai 9,76 juta SID. "Sampai akhir tahun semoga bisa mencapai 10 juta SID," katanya dalam webinar, Selasa (4/10).

Investor Siap Menadah Dividen dari Keuntungan Emiten

HR1 05 Oct 2022 Kontan

Emiten yang menebar dividen interim makin banyak. Kemarin, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengumumkan rencana bagi dividen interim. Selain itu, dua emiten Grup Astra, yaitu PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga ikut bagi-bagi rezeki. Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga membagi dividen. Kemarin merupakan cum date pembagian dividen emiten ini. Selain itu ada PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang siap membagi dividen senilai Rp 32,13 miliar. Jadi, tiap pemegang saham akan dapat jatah dividen Rp 25. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, penting mencermati yield dividen. "Dengan yield dividen, investor bisa mengukur seberapa besar potensi keuntungan dividen tersebut. Biasanya, dianggap menarik bila yield 5%," ucap Nico, Selasa (4/10).

Harga BBM Mencekik, Tarif Logistik Naik

HR1 04 Oct 2022 Kontan

Emiten transportasi dan logistik darat akhirnya tak kuat lagi menahan beban efek kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Untuk itu, emiten sektor ini berniat memberlakukan tarif baru layanannya. Contoh PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang akan menyesuaikan tarif jasa pengiriman. Emiten yang pendapatannya ditopang bisnis logistik ini bakal menyesuaikan harga layanan Anteraja. Prodjo Sunardjanto, Presiden Direktur Adi Sarana Armada mengatakan, ASSA bakal menyesuaikan tarif baru jasa pengiriman barang terhitung efektif awal Oktober ini. ASSA mengerek tarif ongkos kirim minimal 15%-25% dari tarif normal. Selain ASSA, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) sudah menerapkan tarif baru beberapa hari pasca kenaikan harga BBM. Ini menyusul keluarnya surat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia kepada anggotanya yang merekomendasikan penyesuaian tarif.

Bersiap Mengalap Peluang dari Pembagian Dividen Interim

HR1 03 Oct 2022 Kontan

Bulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengail cuan dari pembagian dividen interim. Pada pekan ini setidaknya ada tiga emiten yang memasuki cum date pembagian dividen interim. Mereka adalah PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI). UNTR akan membagikan dividen interim senilai Rp 3,05 triliun atau Rp 818 per saham. Estimasi yield dividen UNTR 2,49%. Sedangkan TEBE akan membagikan dividen interim Rp 25 per saham atau total Rp 32,12 miliar. Potensi yield dividen TEBE sebesar 2,95%. Sementara itu, RELI menebar dividen interim senilai Rp 16,97 miliar atau Rp 9,43 per saham. Dividen ini menawarkan yield sekitar 1,05%. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, naiknya laba emiten batubara di tahun ini menjadi pendorong utama untuk memberikan bagi hasil kepada pemegang saham dalam bentuk dividen dan dividen interim.

Di Bawah Tekanan Inflasi dan Resesi Global

KT3 03 Oct 2022 Tempo

Bursa saham domestic dipastikan kembali melaju meski pekan lalu sempat melemah sejalan dengan sentiment bursa global akibat ancaman tekanan inflasi hingga resesi global yang masih cukup tinggi. Kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat. Dari sisi inflasi misalnya, meski ada kenaikan, Indonesia tidak setinggi negara lain,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta akhir pekan lalu. Menurut dia, investor terus mencermati kinerja pemerintah menstabilkan perekonomian, khususnya untuk menjaga tingkat inflasi tetap di kisaran target 3 plus minus 1 %.Terlebih untuk jangka panjang, iklim investasi di Indonesia diyakini tetap sehat dn prospektif, khususnya di sector-sector yang berdaya tahan di bawah ancaman resesi. (Yoga)


Facebook Berusaha Menahan Kejatuhan Sahamnya

KT3 03 Oct 2022 Investor Daily

Facebook dilaporkan sedang berusaha menahan kejatuhan sahamnya. Setahun lalu saat berubah nama perusahaan jadi Meta, kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1 triliun. Tapi sejak memuncak pada September 2021, Meta sekarang kehilangan duapertiga valuasinya. Harga sahamnya diperdagangkan di level terendah sejak Januari 2019 dan hampir pasti merugi hingga dua digit persentase dalam tiga kuartal berturut-turut. Bisnis Facebook selama ini dibangun di atas jejaring. Pengguna memperluas Facebook ke kawan-kawan dan kerabat keluarga. Lalu saling memberi tahu kolega atau mengundang teman-teman menjadi pengguna. Akhirnya semua orang berinteraksi di satu wadah bikinan Mark Zuckerberg itu. Iklan kemudian masuk dan menjadi sumber pendapatan dan Facebook mendulang untung sangat besar hingga mampu merekrut para insinyur paling baik dan paling cemerlang untuk mempertahankan roda bisnisnya tetap bergulir. Tapi di 2022, para penggunanya pindah ke lain platform. Para pengiklan mengurangi belanjanya. Meta pun mengalami penurunan pendapatan dua kuartal berturut-turut. 

Banyak perusahaan mencabut tombol login sosial yang biasanya adalah Facebook dari situs-situsnya. Di sisi lain rekrutmen juga menjadi sulit, terutama sejak Zuckerberg menghabiskan banyak waktunya memikirkan metaverse. Yang hendak dijadikan masa depan bisnis perusahaan tapi hampir tidak menghasilkan pendapatan jangka pendek tapi malah menghabiskan miliaran dolar AS setahun untuk membangunnya. Para investor tidak tertarik. Dan cara mereka membuang saham Facebook membuat pengamat bertanya-tanya apakah spiral penurunan harga sahamnya akan menjadi spiral kematian. Dan Meta tidak akan sanggup memulihkannya. “Saya tidak yakin sekarang ini masih ada bisnis inti di Facebook,” ujar Laura Martin, analis dari Needham. Tapi belum ada yang mengisyaratkan Facebook akan lenyap ditelan zaman. Posisinya masih dominan di iklan mobile. Dan model bisnisnya salah satu yang paling menguntungkan di zaman ini. Meski pendapatan bersihnya merosot 36% pada kuartal terakhir dibandingkan tahun sebelumnya, Meta masih menghasilkan laba US$ 6,7 miliar dan arus kasnya mencapai US$ 40 miliar. (Yoga)

Waskita Karya Jual Saham Tol Semarang-Batang Rp. 3.8 Triliun

KT3 01 Oct 2022 Investor Daily (H)

PT Waskita Karya b(Persero) tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR) menjual kepemilikan saham di PT Jasa Marga Semarang-Batang (JSB) kepada King Bless Limited (KBL) senilai Rp 3,8 triliun. JSB merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola ruas Tol Semarang Batang sepanjang 75 km. Sedangkan KBL adalah anak usaha Road King Infrastructure Ltd, asal Hongkong. Aksi divestasi atau recycling asset ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) antara WTR dan KBL. Dirut WTR Rudi Purnomo mengatakan. Penandatanganan tersebut merupakan strategi WTR mendukung komitmen penyehatan keuangan Waskita selaku induk usaha. (Yoga)


Saham Big Caps Tancap Gas

HR1 01 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kelompok emiten berkapitalisasi pasar besar atau big caps, hingga September 2022, mampu menopang laju indeks harga saham gabungan atau IHSG sepanjang tahun ini. Emiten-emiten raksasa yang berkontribusi signifikan tersebut di antaranya berasal dari sektor perbankan, konsumsi, dan energi. Dua emiten big caps dari sektor perbankan yaitu PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menopang penguatan indeks dengan bobot masing-masing 30,97% dan 26,26%. Sementara itu, emiten tambang PT Bayan Resources Tbk. menjadi emiten big caps dengan imbal hasil (gain) tertinggi sepanjang Januari—September 2022. Harga saham emiten dengan kode BYAN itu ditutup di level Rp67.000 per unit saham atau naik hampir 170%. (Lihat Infografik) Terus moncernya kinerja kelompok saham big caps ini secara akumulatif turut mendongkrak kinerja pasar saham hingga pengujung kuartal III/2022 dan betah bertengger di zona hijau.


Gandeng Hyundai Engineering, ADCP Pacu Hunian Terintegrasi

HR1 29 Sep 2022 Kontan

Emiten properti PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) terus menggeber ekspansi bisnis di sisa tahun ini. Yang terbaru, ADCP menjalin kerjasama pengembangan lahan dengan perusahaan asal Korea Selatan, yakni Hyundai Engineering Co Ltd. Dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/9), manajemen ADCP menjelaskan, pihaknya telah menerima kunjungan Hyundai untuk melihat beberapa lokasi pengembangan lahan proyek yang dimiliki. "Kunjungan ini dapat memberikan gambaran lebih nyata dan mendorong percepatan rencana kerjasama ADCP dan Hyundai Engineering," ungkap R Adi Sampurno, Corporate Secretary Adhi Commuter Properti.

Demi Mencetak Rapor Biru, TRIN Garap Tiga Proyek Baru

HR1 28 Sep 2022 Kontan

Emiten properti terus menggenjot ekspansi pasar ke wilayah baru. Contohnya PT Perintis Triniti Properti Tbk. Emiten dengan kode saham TRIN ini mulai menggarap tiga proyek baru di kawasan Sentul, Lampung, dan Labuan Bajo. Ishak Chandra, Presiden Direktur Triniti Land, mengatakan, ketiga proyek baru dikembangkan dengan konsep sesuai fokus bisnis perseroan ke depan. "Kami fokus di proyek landed house, business park, dan niche market project, " kata Ishak dalam konferensi pers, Selasa (27/9).

Pilihan Editor