Saham
( 1717 )Waskita Karya Jual Saham Tol Semarang-Batang Rp. 3.8 Triliun
PT Waskita Karya b(Persero) tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR) menjual kepemilikan saham di PT Jasa Marga Semarang-Batang (JSB) kepada King Bless Limited (KBL) senilai Rp 3,8 triliun. JSB merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola ruas Tol Semarang Batang sepanjang 75 km. Sedangkan KBL adalah anak usaha Road King Infrastructure Ltd, asal Hongkong. Aksi divestasi atau recycling asset ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) antara WTR dan KBL. Dirut WTR Rudi Purnomo mengatakan. Penandatanganan tersebut merupakan strategi WTR mendukung komitmen penyehatan keuangan Waskita selaku induk usaha. (Yoga)
Saham Big Caps Tancap Gas
Kelompok emiten berkapitalisasi pasar besar atau big caps, hingga September 2022, mampu menopang laju indeks harga saham gabungan atau IHSG sepanjang tahun ini. Emiten-emiten raksasa yang berkontribusi signifikan tersebut di antaranya berasal dari sektor perbankan, konsumsi, dan energi. Dua emiten big caps dari sektor perbankan yaitu PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menopang penguatan indeks dengan bobot masing-masing 30,97% dan 26,26%. Sementara itu, emiten tambang PT Bayan Resources Tbk. menjadi emiten big caps dengan imbal hasil (gain) tertinggi sepanjang Januari—September 2022. Harga saham emiten dengan kode BYAN itu ditutup di level Rp67.000 per unit saham atau naik hampir 170%. (Lihat Infografik) Terus moncernya kinerja kelompok saham big caps ini secara akumulatif turut mendongkrak kinerja pasar saham hingga pengujung kuartal III/2022 dan betah bertengger di zona hijau.
Gandeng Hyundai Engineering, ADCP Pacu Hunian Terintegrasi
Emiten properti PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) terus menggeber ekspansi bisnis di sisa tahun ini. Yang terbaru, ADCP menjalin kerjasama pengembangan lahan dengan perusahaan asal Korea Selatan, yakni Hyundai Engineering Co Ltd.
Dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/9), manajemen ADCP menjelaskan, pihaknya telah menerima kunjungan Hyundai untuk melihat beberapa lokasi pengembangan lahan proyek yang dimiliki.
"Kunjungan ini dapat memberikan gambaran lebih nyata dan mendorong percepatan rencana kerjasama ADCP dan Hyundai Engineering," ungkap R Adi Sampurno,
Corporate Secretary
Adhi Commuter Properti.
Demi Mencetak Rapor Biru, TRIN Garap Tiga Proyek Baru
Emiten properti terus menggenjot ekspansi pasar ke wilayah baru. Contohnya PT Perintis Triniti Properti Tbk. Emiten dengan kode saham TRIN ini mulai menggarap tiga proyek baru di kawasan Sentul, Lampung, dan Labuan Bajo.
Ishak Chandra, Presiden Direktur Triniti Land, mengatakan, ketiga proyek baru dikembangkan dengan konsep sesuai fokus bisnis perseroan ke depan. "Kami fokus di proyek
landed house, business park,
dan
niche market project,
" kata Ishak dalam konferensi pers, Selasa (27/9).
Marak Sentimen, IHSG Diprediksi Melemah Pekan ini
ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diperkirakan kembali mengalami pelemahan pada rentang 7.150 – 7.215. Proyeksi itu sejalan dengan sejumlah sentimen negatif seperti kenaikan tingkat suku bunga the Fed dan tingkat inflasi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menjelaskan, IHSG pekan ini dikhawatirkan kembali mengalami pelemahan akibat tak kuasa menahan gempuran kenaikan tingkat suku bunga the Fed yang luar biasa. Pasalnya, dalam setiap pertemuan rapat kenaikan tingkat suku bunga, the Fed memutuskan untuk menaikkan setidaknya 75 bps dalam setiap pertemuan, dan ini sudah memasuki pertemuan yang ketiga. “Tidak menutup kemungkinan the Fed akan kembali menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps lagi pada pertemuan berikutnya,” jelas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)
Insentif PPnBM Mobil Berakhir, Emiten Komponen Ketar-Ketir
Masa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil bakal berakhir pada September ini. Berakhirnya kebijakan ini diproyeksi tidak hanya berdampak bagi industri otomotif, tapi juga ke industri pendukung. Misalnya, industri suku cadang kendaraan.
Wanny Wijaya, Direktur PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), mengatakan, insentif PPnBM menjadi salah satu stimulus yang mendorong permintaan industri otomotif.
Wanny berharap, berakhirnya insentif PPnBM, tidak serta merta membuat demand terhadap kendaraan menurun. AUTO sampai saat ini pihaknya belum merevisi target penjualan, seiring berakhirnya masa PPnBM. Dia tetap optimistis, kinerja AUTO hingga akhir tahun ini positif.
IHSG Berpeluang Tembus 7.500
JAKARTA, ID – Setelah melewati tren koreksi pada September ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melaju pada Oktober 2022 hingga menembus level 7.500 di akhir Desember 2022. Katalis yang mendorong kenaikan indeks adalah fundamental ekonomi nasional yang solid serta berkibarnya kinerja keuangan emiten. Pelaku pasar bisa mencermati saham sektor pertambangan, perbankan, dan perkebunan agar bisa menikmati capital gain di tengah kenaikan IHSG. Sebab, kinerja keuangan emiten tiga sektor tersebut melesat tahun ini, sehingga bisa menopang pergerakan harga saham. Tahun ini, emiten pertambangan dan perkebunan diuntungkan oleh lonjakan harga di pasar global, sedangkan emiten perbankan terbantu pemulihan ekonomi dan penurunan provisi. Sedangkan di akhir pekan, Jumat (16/9/2022), IHSG tertekan aksi ambil untung oleh investor dan ditutup melemah 136,73 poin atau 1,87% ke posisi 7.168,87. Sepanjang perdagangan pekan lalu IHSG turun 1,02%, namun secara year to date (ytd) mencatatkan kenaikan 8,92%. (Yetede)
Pasar Bersiap Menghadapi Kenaikan Suku Bunga Lagi
Agenda rapat dua bank sentral terkait arah suku bunga acuan akan menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini. Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan menggelar rapat
Federal Open Market Committee
(FOMC) pada Selasa-Rabu, 20-21 September 2022.
Kepala Riset FAC Sekuritas Indonesia Wisnu Prambudi Wibowo menilai, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mengerek suku bunga 75 bps pada FOMC bulan ini. "Ini karena rilis data inflasi AS yang ternyata masih di atas ekspektasi pelaku pasar," ujarnya, Minggu (18/9).
Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora memprediksikan hal yang sama. Sekadar mengingatkan, tingkat inflasi AS mencapai 8,3% pada Agustus 2022 atau melebihi target konsensus 8,1%. Padahal, sebelumnya The Fed sudah cukup agresif menaikkan suku bunga. Karena itu, Andhika menilai, peluang The Fed menaikkan suku bunga 50-75 bps terbuka lebar.
Sementara Wisnu memperkirakan BI akan menahan suku bunganya, seiring dengan ekspektasi inflasi dan nilai tukar rupiah yang masih terkendali. Tapi, jika BI dan The Fed kembali mengerek suku bunganya, pergerakan IHSG pekan ini bakal cukup berat. "Sebaliknya, jika suku bunga BI tetap, respons pelaku pasar cenderung netral," tambahnya.
SURAT BERHARGA NEGARA : BBCA Catatkan Rekor Penjualan SR017
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan rekor penjualan surat berharga negara (SBN) ritel seri SR017 di pasar perdana mencapai Rp5,4 triliun yang dilakukan selama masa penawaran dari 19 Agustus hingga 14 September 2022.Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengungkapkan pencapaian penjualan SBN ritel sukuk negara ritel seri SR017 salah satunya ditopang oleh rangkaian acara Wealth Summit BCA 2022.“Pencapaian ini kami harapkan dapat berkontribusi positif bagi pemerintah dalam mendorong pembiayaan pembangunan nasional,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/9).
Mencari Saham Seksi Usai IHSG Naik Tinggi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa atau
all time high
secara
intraday
. Pada Kamis (15/9), IHSG menyentuh rekor 7.377,49. Sayang, di akhir perdagangan, IHSG melandai dan ditutup di 7.308,60, naik tipis 0,38% dibanding hari sebelumnya.
Indeks IDX Value30 bahkan menjadi indeks konsituen dengan kinerja tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Sejak awal tahun, indeks ini menguat 26,97%. Bandingkan dengan IHSG yang cuma naik 11%. Vice President Infovesta Utama
Wawan Hendrayana menambahkan, saham penggerak indeks IDX Value30 juga jadi penyumbang kenaikan IHSG hingga mencapai
all time high. Kendati sudah naik tinggi, analis menilai masih ada sejumlah saham yang harganya berpotensi naik.









